Ms. Perfect

Ms. Perfect
Fares Yang Menyerah


__ADS_3

Sudah waktunya mereka turun, Saddam dan Daffin datang menjemput Michelle dan Kyra lalu turun bersama.


“Lo perfect Ra” puji Saddam


“Gue yakin Ezra bakalan klepek-klepek lihat lo” ucap Daffin


“Thank yoouuu” ucap Kyra dengan bangganya


Michelle menatap malas dirinya dari pantulan lift dan memilih menundukkan kepalanya.


“Lo kenapa Cel ?” tanya Saddam


“Nggak apa-apa, cuma bajunya agak..” jawab Michelle menggerakkan bahunya


“No comment ya Cel, sekali aja lo terima gaun pilihan gue” keluh Kyra


“Iya iya gue nggak comment, Kyra cantik” rayu Michelle


Pintu lift terbuka, Kyra melingkarkan tangannya di tangan Michelle sementara Saddam dan Daffin berjalan di samping mereka bersama pengawal yang berjalan di belakang mereka.


Di ujung sana sudah ada Axel bersama Daniel.


“God damn perfect..” gumam Axel


“Yang mana yang perfect Xel ?” goda Daniel


“Eumm.. of course they both Dad” jawab Axel kikuk


Sampai di depan Kakak dan Daddynya, Michelle memberikan tangan Kyra ke Daniel.


Cup..


Axel mengecup lembut puncak kepala Kyra.


“Kakak tunggu didalem ya” ucap Axel


Axel memegang tangan Michelle lalu masuk bersama Saddam dan Daffin menemui kedua Kakak Michelle dan teman-temannya.


..


“Wah wah wah lihat tangannya berani banget megang-megang Michelle” sindir Fares


Axel makin mempererat genggaman tangannya sambil tersenyum penuh kebanggaan.


“Tangannya Xel” ucap Michelle penuh penekanan


“Oke” ucap Axel meregangkan genggaman tangannya


“Kayaknya habis ini bakalan ada yang nyusul” goda Daffin


“Hemm, kayaknya lo berdua bakalan punya adik ipar” goda Joshua menunjuk kecil Nicholas dan Xavier


“Nggak !” jawab Nicholas dan Xavier bersamaan


Pintu terbuka, Kyra berjalan di atas karpet merah bersama Daniel menemui calon Suaminya. Alunan musik romantis menjadi saksi keromantisan mereka.


Daniel memberikan putrinya ke Ezra lalu duduk di samping Paula sementara kedua mempelai saling mengucapkan janjinya disaksikan para keluarga, teman, dan tamu.


Michelle yang duduk di samping Axel bersama keluarga Oliver mengelap air matanya yang menetes, dia begitu bahagia melihat kedua temannya menjadi satu.


..


“Auunntyyy” panggil Zeira yang berlari ke arah Michelle


Michelle langsung merentangkan tangannya menunggu Zeira memeluknya.


“Aunty kesana yuk, tadi aku lagi makan kue sama Mommy disana, ada Aunty Nadine juga, pokoknya lamai” ajak Zeira


Michelle membiarkan Zeira menarik tangannya ke arah kedua Kakaknya bersama teman-temannya disana sementara Axel setia menemani di samping Michelle.


“Michelle cantik banget sih, astaga tubuhnya goals banget” ucap Fares menatap tubuh Michelle yang bergerak mendekat


Semuanya langsung menatap tajam Fares yang langsung membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


“Kalau Michelle denger bisa bahaya” ucap Daffin


“Lo lupa waktu Michelle ikut prom ? si Bryan ngelihatin Michelle dari atas sampai bawah gitu aja langsung Michelle tonjok perutnya” ucap Saddam mengingatkan


“Hah !!” ucap Nicholas dan Xavier terkejut


“Siapa si Bryan itu ?” tanya Xavier tajam


“Apa yang dia lakuin ke Michelle selain itu ?” tanya Nicholas tajam


“Nggak Kak, itu doang, sumpah” jawab Saddam takut-takut


“Tapi Michelle nggak bakalan mukul gue kan ? sumpah fitness sama dia aja nggak kuat” keluh Fares


“Daddy.. Uncle Nick” panggil Zeira dengan riangnya


“Hai Kakak-Kakakku yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik” sapa Michelle


“Hai Cel, kamu juga cantik” puji Nadine


“Hemm, apalagi didampingin sama Axel” goda Amber


“Kak Amber ini nggak bisa sekali aja nggak godain aku ya ?” keluh Michelle cemberut kesal


“Honey.. you are perfect” puji Nicholas


“Adik kesayanganku emang selalu sempurna Kak” ucap Xavier dengan bangganya


“Ya.. ya.. up to you guys.. aku mau minum dulu ya” ucap Michelle


“Aku temenin ya” ucap Axel


“Nggak usah, kamu disini aja” tolak Michelle


Michelle berjalan menjauh ke arah stan minuman disana.


“Ehem.. sejak kapan kalian jadian ?” selidik Fares


“Jangan ngelak ya Xel, selama ini kita semua tahu Michell


“Kakak ipar..” panggil Axel menatap Nicholas dan Xavier


“Gue kulitin lo Xel” ancam Xavier


“Jangan panggil gue kayak gitu, geli” ketus Nicholas


“Aish salah lagi aja” keluh Axel


“Eh.. itu kan Pak Richard CEO gue, ngapain dia kesini ?” ucap Saddam bingung


“Tamu yang diundang rata-rata perusahaan yang kerjasama sama perusahaan Oliver Corp.” Jawab Axel


“Oh gitu, berarti S-ware Company kerjasama sama perusahaan Kakak toh” ucap Saddam menganggukkan kepalanya


“Lo lihat tuh bos lo ngobrol sama Michelle” ucap Daffin


“Wah Xel, Michelle senyum-senyum ngobrol sama bosnya Saddam” kompor Joshua


“Kalau gue sih udah di samping Michelle terus, kalau jadi lo” ketus Fares


Axel langsung berjalan dengan langkah besar ke arah Michelle lalu melingkarkan tangannya di pinggul Michelld dan mengecup lembut puncak kepala Michelle.


“Hei baby” sapa Axel dengan manjanya


“Xel, apaan sih ?” bisik Michelle ketus


“Oh wow jadi Tuan Axel laki-laki beruntung yang berhasil mendapatkan Nona Michelle ?” tanya Richard


“Hem, she is my girl” jawab Axel penuh penekanan


“What the !!” ucap Michelle menahan kesal


“Sorry Tuan Richard, nanti kita lanjutkan lagi, silahkan hubungi sekertaris Emily” ucap Michelle tersenyum ramah

__ADS_1


“Baiklah, semoga perusahaan kita bisa secepatnya bekerjasama Nona Michelle” ucap Richard menjabat tangan Michelle


“Saya tunggu pengajuannya” ucap Michelle


Richard pun berjalan menjauh meninggalkan Michelle dan Axel.


“Ngapain sih ?” ketus Michelle


“Kamu selingkuh” ucap Axel memicingkan matanya


“Gila ya ! siapa yang punya hubungan ?” teriak Michelle pelan


“What ! kamu anggep kita ini apa ?” tanya Axel tidak sangka


“Apa ? kita nggak punya hubungan serius” jawab Michelle tegas


“Kita tuh saling sayang Michelle, jangan bohongin diri kamu sendiri” ucap Axel memegang kedua bahu Michelle


“Xel, apa kita punya hubungan serius ?” tanya Michelle


“Of course, you are mine, and Im yours baby” jawab Axel


“Axel, udahlah, kita nggak punya hubungan apa-apa, cuma saling suka” ucap Michelle menegaskan


“Oke ! kalau itu mau kamu, berarti aku bisa bebas cari cewek lain yang mau punya hubungan sama aku” ucap Axel ketus


“Whatever, janji tetep janji” ucap Michelle malas


Michelle berbalik dan berjalan menjauhi Axel. Dia berhenti di depan stan kue.


Kak Nicho lagi pacaran sama Kak Nadine, Kak Vier lagi seneng-seneng sama keluarga kecilnya, Daddy sama Mommy sibuk ngobrol sama tamu lain, kalau gabung nanti malah ngobrol yang nggak masuk akal -batin Michelle


“Excuse me, may I have dance with you, beautiful ?” goda Fares


“Well” jawab Michelle mengangkat kedua bahunya


Fares tersenyum lalu menadahkan tangannya dan disambut tangan Michelle. Mereka berjalan ke lantai dansa menyusul pasangan lainnya yang tengah berdansa disana.


“Michelle, apa lo pacaran sama Axel ?” tanya Fares


“Kenapa nanya gitu ?” tanya Michelle balik


“Yaa, mau tahu aja” jawab Fares


“Apa lo masih suka sama gue ?” tanya Michelle


“I think so” jawab Fares seadanya


“Kalau gitu berhenti suka sama gue” ucap Michelle datar


“Ucapan lo kayak Nicho, tajem banget” keluh Fares


“Gue serius Fares” ucap Michelle menatap Fares dalam-dalam


“.. gue usahain Cel, tapi.. kita masih bisa temenan kan ?” tanya Fares


“Pastilah, tapi gue serius, berhenti suka sama gue, gue sama sekali nggak punya perasaan buat lo” ucap Michelle tegas


“Aduh Michelle bisa nggak sih ngomongnya nggak sesakit itu ?” keluh Fares


“Harus kayak gimana ?” tanya Michelle bingung


“Ya lo bisa bilang ‘sorry Fares, sebenernya gue juga suka sama lo tapi gue nggak bisa terima lo karena terhalang restu Kakak gue’ gitu kan enak” gerutu Fares


“Ogah banget, itu namanya fitnah” ketus Michelle


“Whatever.. boleh gue peluk lo ?” tanya Fares


“Why not ? we are friends” jawab Michelle tersenyum lembut


Fares menarik Michelle dalam pelukannya sambil kaki-kaki mereka bergerak pelan melanjutkan dansanya.


Cih, lo beruntung banget Xel.. tapi gue berusaha buat ngalah, gimanapun gue kalah dan lagi gue udah janji sama Nicho dan Vier -batin Fares

__ADS_1


**


__ADS_2