
Di jalan, Xavier mencubit gemas pipi Michelle terus menerus karena rasa rindunya selama ini.
“Kakaakkkk, sakit” keluh Michelle
“Hehehehe, Kakak kangen banget sama kamu, Kakak kan jarang banget bisa hubungin kamu selama kamu di Korea” ucap Xavier memelas
“Huuh tapi tetep aja sakit, ini namanya KDKB” protes Michelle
“Apaan tuh ?” tanya Xavier mengernyitkan dahinya
“Kekerasan Dalam Kakak Beradik” jawab Michelle dengan ketusnya
“Hahahahaha, dasar yaaa..” ucap Xavier menahan tawanya sambil mencubit pipi Michelle kesana kemari
“Gimana rasanya di Korea ?” tanya Xavier
“Seru aja, tapi kalau udah di rumah rasanya sepi banget nggak ada Kakak” jawab Michelle cemberut
“Aww.. so sweet banget” ucap Xavier dengan gemasnya
“Kakak nggak nanya tentang kerjaan aku disana ?” tanya Michelle
“Nggak, percuma, Kakak nggak tertarik sama bisnis, bisnis tuh bagi Kakak kayak pelajaran sejarah, banyak hafalannya” keluh Xavier
“Nggak asik” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya
“Coba mending kamu ceritain aja gimana bisa ketemu sama Kak Nadine ?” tanya Xavier
Michelle menghela nafas pelan lalu menceritakan perjalanan pertemuannya bersama Nadine mulai dari ketidaksengajaannya saat memegang kanvas yang sama, lalu menolong Nadine yang hampir tertabrak mobil karena melamun, mulai berteman sampai akhirnya Nadine tinggal di kediaman Melviano dan keduanya saling tukar cerita tentang perasaan Nicholas maupun Nadine selama ini.
..
Sampai rumah, Leonore langsung memeluk Michelle.
“Kamu baik-baik aja kan selama disana ? gimana selama tinggal di Korea ?” tanya Leonore melebarkan senyumnya memegang kedua bahu Michelle
“Lumayanlah Mom, uuugghhh aku mau tidur boleh nggak Mom ? aku nggak tidur dari semalem” keluh Michelle mengerjapkan matanya
Xavier langsung menggendong Michelle di punggungnya.
“Biarin Michelle istirahat dulu ya Mom, kasihan adik kesayangan aku pasti capek” ucap Xavier membenarkan posisi gendongannya
“Dasar..” ucap Leonore tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
“Kakak, aku ngantuk” gumam Michelle
“Iya kamu tidur aja, habis ini Kakak kerja lagi ya” ucap Xavier membenarkan posisi gendongannya
“Hemm” gumam Michelle yang sudah memejamkan matanya
Sampai kamar, Xavier menaruh Michelle perlahan ke tempat tidurnya, melepaskan sandal rumahnya lalu menyelimutinya.
“Kamu tetep adik kecil kesayangan Kakak seberapapun umur kamu honey” ucap Xavier mengelus lembut kepala Michelle
Xavier mengecup lembut kening Michelle lalu keluar kamar adik kesayangannya itu.
..
Sore harinya Michelle terbangun dari tidur panjangnya karena Nicholas membangunkannya.
Bukannya bangun, Michelle malah menelungkupkan tubuhnya membuat Nicholas terus menggoyangkan tubuhnya agar bangun.
__ADS_1
“Aaaaa Kakak ganggu aja, aku ngantuk” keluh Michelle terpaksa duduk dengan malasnya dan mata terpejam
“Bangun, kamu tidur dari pagi tahu nggak, ini udah sore” ucap Nicholas memainkan kedua pipi Michelle
“Bohong, aku baru tidur lima menit Kak” ucap Michelle mengucek matanya
“Buruan bangun, mandi, makan, Kakak tunggu di bawah” ucap Nicholas mengecup lembut kening Michelle lalu keluar kamar
Michelle langsung menjatuhkan tubuhnya dan meraih bantal dalam pelukannya dan kembali memejamkan matanya.
Pintu kamar langsung kembali terbuka.
“Michelle !” panggil Nicholas datar
Michelle langsung kembali duduk dan membelalakkan matanya.
“Iya Kak iya iya aku bangun” ucap Michelle dengan sigapnya
“Buruan mandi” ucap Nicholas tegas
Michelle langsung turun dari tempat tidurnya dan segera masuk kamar mandi. Jantungnya masih berdegup cepat akibat sikap Nicholas yang membuatnya takut itu.
..
Selesai mandi, Michelle turun langsung ke ruang makan.
“Kok sepi ? aku makan sendirian Pak ?” tanya Michelle
“Iya Nona, tapi Tuan dan Nyonya Besar bersama Tuan muda Nicholas sudah menunggu di ruang keluarga” jawab Arya
“Oohh, oke deh, makasih Pak” ucap Michelle memulai makan siang telatnya
..
“Kak Nadine” panggil Michelle melebarkan senyumnya
Michelle langsung menyalip duduk di antara Nicholas dan Nadine lalu memeluk Nadine dari samping.
“Kakak dibawa kemana aja sama Kak Nicho ? capek nggak ? udah istirahat belum ? aku aja pulang langsung tidur Kak, ngantuk banget, kalau Kak Nicho nggak bangunin pasti sekarang aku masih mimpi” ucap Michelle panjang lebar
“Bawel” celetuk Nicholas
“Jangan dengerin Kak Nicho ya Kak, dia emang gitu, ngiri aja sama aku” ucap Michelle berbisik tapi sengaja terdengar Nicholas
“Bisikin tuh nggak kayak gitu tahu nggak” gerutu Nicholas
Michelle memilih bangun dari duduknya dan pindah duduk di antara kedua orang tuanya.
“Aku mau jadi anak kesayangannya Mommy sama Daddy aja, Kak Nicho marah-marah mulu” keluh Michelle
“Kalau kamu jadi anak kesayangan Mommy berarti besok ikut Momny ketemu temen-temen Mommy ya” ajak Leonore tersenyum penuh harap
“Oh nggak nggak, makasih banyak Mom, aku jadi anaknya Daddy aja, pasti kalau Daddy cuma minta aku bantu bisnisnya, aku mending ngebisnis deh daripada ikut Mommy” tolak Michelle
“Kata siapa ? Daddy mau kamu cari pacar sana” ucap Corradeo dengan tenangnya
Michelle tercengang mendengar ucapan Corradeo lalu pindah ke sofa lainnya, ngambek.
Michelle kelihatan manja banget di depan keluarganya, beda pas waktu di Korea, kelihatan bebas, dewasa, dan berjiwa pemimpin -batin Nadine
“Kak Nadine tinggal dimana ?” tanya Michelle
__ADS_1
“Aku sewa rumah Cel, tinggal sendiri kayak pas di Korea” jawab Nadine
“Kok bisa ? tinggal disini aja” pinta Michelle
“Sebelum kamu ngomong Kakak juga tawarin” celetuk Nicholas
“Gimana kalau Kak Nadine tinggal sama Emily di apartemennya ? kan Emily tinggal sendiri juga” ucap Michelle memberikan saran
“Nggak Cel, makasih banyak, kamu udah banyak nolongin aku” tolak Nadine tersenyum lembut
“Nggak asik” keluh Michelle mengerucutkan bibirnya
**
Hari ini meeting dimulai dengan Nicholas yang memimpinnya. Auranya hari ini terlihat lebih bersemangat dan ceria dari biasanya.
Berbanding terbalik dengan Michelle yang ngantuk parah.
Michelle memakai kacamata hitam lalu menyandarkan punggungnya di kursi sambil kedua tangan melipat di dadanya dan satu kaki menyilang di kaki lainnya. Tidak perlu ditanyakan lagi, Michelle tidur.
Astaga anak ini.. -batin Corradeo geram
Corradeo mengisyaratkan untuk menjeda meetingnya sebentar ke Nicholas.
“Michelle” panggil Corradeo pelan
“Michelle” panggil Corradeo sedikit memperbesar suaranya
Corradeo menarik nafas berat melihat sikap anak bungsunya yang baru pertama kali melakukan hal seperti ini.
“Young Michelle !!” panggil Corradeo sedikit berteriak
Michelle langsung berdiri dan mengangkat kacamatanya ke kepalanya.
“Iya itu bener !” ucap Michelle spontan menunjuk ke layar proyektor
Oh god ! safe me please, this is so embarassed me -batin Michelle memakai kacamatanya lagi
Michelle berdehem sambil merapihkan sedikit jasnya dan kembali duduk.
“Apanya yang benar Nona Michelle ? bisa dijelaskan ?” tanya Nicholas tersenyum meledek
“Yaa.. ituu..” jawab Michelle malu
“Buka kacamata kamu, lain kali jangan pakai kacamata lagi” perintah Corradeo tegas
“Maaf Tuan Besar” jawab Michelle
Michelle melepaskan kacamatanya lalu menarik nafas panjang.
“Jadi.. ?” tanya Nicholas meledek
“Yaa.. penanaman bahan dasar lokal bisa ditingkatkan lagi dimulai dari lokasi yang sesuai dengan bahan tersebut, sarana dan prasarana, sektor penunjang, kelembapan cuaca, dan yang penting ikut sertanya manusia..
Setiap perusahaan yang berada dalam bidang tersebut wajib melakukan kerjasama dan komunikasi yang baik, membangun bersama, bukan menjatuhkan satu sama lain.. Itu pendapat saya Tuan Nicholas” jelas Michelle serius
“Okee, thanks Nona Michelle.. ah sekertaris Emily, sepertinya pagi ini Nona Michelle belum disuguhkan secangkir hot mint tea ?” sindir Nicholas menahan senyumnya
“Please skip it” ucap Michelle
Michelle mengambil map di atas meja lalu menutupi wajahnya yang merah padam menahan malu.
__ADS_1
Dasar, untung aja bisa ngeles jawab pertanyaan Nicho, kalau nggak gue ledekkin terus lo, hahahaha.. -batin Axel
**