
Mereka duduk melingkar di dalam ruang tengah yang luas itu.
Kyra yang awalnya mau duduk di samping Michelle karena kekesalannya melihat Michelle yang tenang-tenang itu memilih duduk paling jauh karena takut dengan tikus putih yang berada di dalam kandang di pangkuan Michelle.
Michelle duduk di sofa sendirian, melipat kedua kakinya di atas sofa sementara keluarganya duduk jauh di seberangnya bersama teman-temannya, dan para sekertaris duduk di sisi kanan antara mereka.
“Uncle, sebelum mulai sidang Michelle, boleh aku marahin anak Uncle itu ?” tanya Kyra
“Boleh, silahkan aja Ra biar temen kamu itu sadar” jawab Corradeo sedikit ketus
Kyra menarik nafas dalam-dalam dan mulai jadi rapper dadakan sampai bangun dari duduknya karena Michelle cuma memasang wajah datar hampir ketusnya menatap Kyra.
Kesal, Kyra berjalan mendekati Michelle tapi Michelle langsung mengeluarkan tikus putihnya dengan tenangnya lalu mengelus bulu-bulunya membuat Kyra merinding dan memilih mundur tapi ocehannya tidak berhenti dan malah ditinggikan sampai semuanya menahan keluhan teriakkan Kyra.
Michelle melirik Emily lalu menaikkan jari telunjuknya membuat Emily paham dan langsung memperbesar volume lagu dari MP4 Michelle yang berada di balik jas Emily.
Xavier yang curiga langsung berjalan ke arah Michelle dan menyelipkan rambut Michelle yang menutupi kedua telinganya.
Bukan cuma Xavier, tapi semuanya kecuali Emily tentunya langsung menatap tajam Michelle yang tertawa tanpa dosa.
Michelle melepaskan earphonenya dan memberikannya ke Xavier yang langsung kembali duduk.
“Mmiicchheellleeeee ! ih sumpah ya daritadi gue ngomelin lo tapi lo malah nggak dengerin ! gue tuh khawatir sama lo, lo bisa nggak sih sedikit aja serius ?
Ini berita buruk dan lo masih tenang-tenang aja ! ini pertama kalinya loh Cel seorang Michelle Melviano digosipin kayak gini !!
Selain tentang video si dua A sialan itu ya !! lo nggak ada kesel paniknya kayak gue banget ! mau lo apaan sih Cel ? kenapa malah duduk diem nggak ngapa-ngapain !!!!!!!” bentak Kyra kesal
“Udah ?” tanya Michelle datar
Kyra ternganga mendengar ucapan Michelle sementara yang lainnya berdecak sambil menggelengkan kepalanya.
“Sabar ya Ra, ternyata punya temen kayak Michelle nggak sesuai ekspektasi” ucap Joshua
“Udah sabar dari jaman sekolah Kak, emang anaknya Uncle Corre ini ngeselin banget” gerutu Kyra
“Serius, udah selesai belum ? mungkin Daddy mau marahin aku ? silahkan, aku dengerin kok, aku nggak pakai earphone lagi” ucap Michelle serius
“Nggak ada yang mau Daddy bilang, semuanya udah Kyra sampaiin, entah kamu dengerin apa nggak” jawab Corradeo
“Kamu nggak apa-apa darling ? Mommy takut kamu trauma” tanya Leonore sedih
“Im good Mommy, makasih nggak marahin aku” jawab Michelle tersenyum lembut
Michelle kembali memasukkan tikus putihnya ke dalam kandang lalu menaruhnya di atas meja, sengaja menghadap Kyra.
“Serius kalau nggak ada yang mau ngomong aku mau jelasin” ucap Michelle mengikat asal rambutnya
Semuanya menatap Michelle serius menandakan mereka meminta penjelasan Michelle secepatnya.
“Oke.. Ly” ucap Michelle melirik Emily
Emily mengangguk lalu mengeluarkan sebuah map warna biru di atas meja yang langsung Corradeo ambil.
“Pertama-tama aku nggak mau gegabah, aku udah tahu siapa yang mengirim artikel ke media dan hasut netizen buat cap aku jadi jelek..
Dan yang Daddy pegang itu tersangkanya, Jack Xu Jing..
Aku nggak kaget, dari awal lihat dia juga udah kelihatan orang jahatnya..
__ADS_1
Dia pasti udah perhatiin aku dari awal atau kemungkinan dia nyuruh orang buat foto aku sepanjang pesta kemarin” jelas Michelle dengan tenangnya
“Tapi Daddy kenal sama Tuan Jing dan dia orang baik Michelle” elak Corradeo
“Setiap orang beda Dad, sama kayak Daddy sama aku, Daddy orang baik tapi aku ?
Sampai Saddam sama Daffin cap aku bos mafia, entah aku ini keturunan siapa” ucap Michelle tersenyum sinis
Keturunan Pak tua itu tahu nggak ? mungkin bisa lebih ke keturunannya buyut kamu.. huhh.. -batin Corradeo
“Ly, keluarin semuanya” perintah Michelle
“Baik Nona” jawab Emily
Emily mengeluarkan beberapa map warna biru lainnya di atas meja dan langsung di ambil sama keluarga dan teman-teman Michelle.
“Aku udah siapin semuanya..
Aku udah minta Jeremy buat terbitin artikel tentang aku yang sebenernya, Mario ternyata salah satu temen satu tim game yang sering aku mainin, dia juga bantu aku buat jadi saksi pas aku bikin acara konferensi nanti kalau emang bener-bener dibutuhin..
Aku juga udah siapin segala barang bukti legal tentang Michelle Melviano, semua yang udah siap itu tinggal tunggu perintah aku dan.. yaahh..” jelas Michelle menaikkan kedua bahunya
“Maksud kamu, kamu udah siap mau kasih tahu ke seluruh dunia kalau kamu anak Daddy ?” tanya Nicholas memastikan
“Hemm.. aku udah pikirin Kak, cuma ini jalan biar mereka sadar” jawab Michelle
“Apa kamu yakin Cel ?” tanya Axel sedih
“Iya, aku lakuin ini karena kalian dan perusahaan kalian kena imbasnya, awalnya aku masih tenang aja karena aku pikir mereka nyerang diri aku sendiri tapi ternyata malah bawa-bawa kalian” jawab Michelle merasa kecewa
“Cel, lo nggak butuh bantuan gue ?” tanya Saddam kecewa
“Butuh pengacara Cel ?” tawar Ezra melebarkan senyumnya
“Buat sekarang yang gue butuhin cuma keluarga dan temen-temen gue Zra, di kasus lain gue bakalan minta pengacara hebat gue ini” jawab Michelle menaik turunkan alisnya
“Michelle, kamu mau Kakak apain si Jack ? Kakak siap” tanya Xavier serius
“Aku belum tahu Kak, aku lihat dulu ya hukuman separah apa yang bisa dia dapet” jawab Michelle menyandarkan kepalanya di sofa
“Cel, gue tahu lo pendendam, apa yang bakalan lo lakuin sama Jack ?” tanya Kyra memicingkan matanya
“Hemm.. Jack ya.. gue masih pura-pura nggak tahu aja Ra, gue mau lihat apa yang bakalan dia lakuin setelah tahu siapa orang yang dia usik, hahahahahahaha !!!” jawab Michelle tertawa jahat
“Xel, cewek lo serem amat” bisik Joshua
“Nick, Vie, apa dia beneran adik kesayangan kalian itu ?” tanya Axel ragu
“Hemm, she is my girl” jawab Nicholas dan Xavier bersamaan
“Ah shit, dia beneran bos mafia” ucap Axel mengusap kasar wajahnya
“Axel” panggil Michelle
“Hemm” gumam Axel
“Sini” panggil Michelle menepuk sofa di sampingnya
Axel bangun lalu duduk di samping Michelle.
__ADS_1
“Are you okay baby ?” tanya Axel pelan
“No, of course not, but.. wait my iceberg” jawab Michelle tersenyum tipis
“Daddy, pas di acara pernikahan Kyra sama Ezra aku bilang kalau aku punya pacar kan ? aku mau kenalin ke Daddy sama Mommy, sama semuanya secara resmi.. Axel is my boyfriend” ucap Michelle tersenyum lembut
“Whatttt !! Kakak ipaarrrrr” ucap Kyra merentangkan kedua tangannya sambil berjalan ke arah Michelle
Michelle langsung memegang kandang tikus putihnya membuat nyali Kyra menciut.
“Nicho, Vier, kalian ijinin karena Axel temen kalian apa murni kalian ijinin karena pantes buat Michelle ?” tanya Corradeo tegas
“Kalau karena temen Fares juga udah minta ijin duluan tapi aku tolak Dad” jawab Nicholas
“Hemm.. lagian Michelle juga suka sama Axel, aku ijinin karena dilihat dari Axel yang sekarang sama yang dulu udah beda, Axel kelihatan lebih peduli terlebih sama Kyra” jawab Xavier
“Axel, apa kamu serius sama Michelle ?” tanya Corradeo tegas
“Serius Uncle, bener-bener serius” jawab Axel tidak kalah tegas
“Sekarang Uncle percayain Michelle sama kamu karena kedua Kakaknya yang ganteng-ganteng itu udah ijinin kamu, jaga Michelle kayak mereka jaga Michelle ! Uncle nggak suka Michelle punya mantan pacar, Uncle harap kamu bisa dipercaya !” jelas Corradeo tersenyum tegas
“Makasih banyak Uncle, aku nggak akan kecewain Uncle” ucap Axel memegang tangan Michelle
“Kakak, aku pengen peluk Michelle, please singkirin binatang itu dulu” mohon Kyra cemberut
Axel baru mau meraih kandang tikus putih itu Michelle langsung menaruh sebiji buah rambutan utuh ke telapak tangan Axel membuat lelaki itu terbujur kaku dengan tangan gemetar melihat rambutan di tangannya.
Michelle tertawa terbahak-bahak melihat wajah pucat Axel sampai dia memfoto Axel beberapa kali dan foto berdua sepuasnya.
“Young Michelle” panggil Corradeo dengan suara rendahnya
Michelle langsung menutup rapat mulutnya dan mengambil rambutan dari tangan Axel lalu ditaruhnya di samping kandang tikus putih.
Dia menarik tubuh Axel untuk duduk tenang lalu memegang tangan Axel dan mengelus lembut telapak tangannya.
“Gue bakalan bales lo Michelle !” ucap Kyra tajam
“Bales apaan ?” tanya Michelle tersenyum meledek
“Lihat aja ! lo udah bikin gue sama Kak Axel ketakutan, tunggu pembalasan gue Jafar !” ucap Kyra tersenyum licik
“Uuuu gue takut, Madam Cruella” ledek Michelle
“Xel.. sadar Xel” ucap Michelle menggoyang-goyangkan bahu Axel
“Vi.. Vier” panggil Axel masih tercengang dengan wajah pucatnya
“Kenapa manggil gue ?” tanya Xavier menahan tawanya
“Ta.. tangan gue, bisa.. lo ganti yang baru ?” tanya Axel
“Pftt.. Axel.. Axel.. ikut yuk” ajak Michelle bangun dari duduknya
Michelle menarik tangan Axel naik tangga..
“Nggak ke kamar ya Michelle !” ucap Nicholas dengan suara rendahnya
“Iya Kak aku tahu, aku masih sayang nyawa aku” jawab Michelle
__ADS_1
**