
Semua tim sudah berada di dalam helikopter yang sudah mengudara.
“Nona, semua udah siap” lapor Emily
“Lakuin sekarang” perintah Michelle
“Siap Nona” jawab Emily
Tiba-tiba..
Boommmmm..
“What the hell !!” ucap Daniel terkejut
“Sorry Uncle, kita harus hapus jejak” ucap Michelle
Helikopter yang ditumpangi kedua orang tua Michelle dan Axel bersama Dominico dan Hugo mengimbangi di samping helikopter yang Michelle tumpangi.
“O’ow..” gumam Michelle
Michelle pura-pura tidur dan menyandarkan kepalanya di kursinya berharap Corradeo tidak murka melihatnya.
“Anak nakal.. lihat aja nanti Daddy serahin ke Kyra biar Kyra yang marahin kamu” ucap Corradeo
Mendengarnya membuat Michelle langsung membelalakkan matanya.
“Jangan Dad jangan, please.. Daddy aja yang marahin aku ya, jangan sampai Kyra marahin aku, Daddy tega bikin Kyra stres ? Kyra lagi hamil loh Dad” rayu Michelle
“Kyra nggak kenapa-napa Cel” ucap Ezra
“Ezra !! argghh.. Kaakkk, jangan biarin Kyra ngerapper ya” pinta Michelle
“Kakak capek, mau istirahat” ucap Nicholas
“Kakak mau obatin luka Kakak” ucap Xavier
“Nonnoooo..” rengek Michelle
“Habis anter mereka ke rumah, kita pergi ya” ucap Dominico penuh semangat
“Yeayyy !! I love you Nonno, I love you I love you I love yyooouuuuu” ucap Michelle penuh kesenangan
“Kakak nggak ijinin !” ucap Nicholas dan Xavier tegas
Michelle cuma bisa cemberut kesal menatap kedua laki-laki tampan di depannya lalu melepaskan headphonenya dan memejamkan matanya, kesal.
**
Tiba di kediaman Melviano di Miami, Dominico yang sudah menghubungi dokter pribadinya sudah menunggu di rumah dan bersiap mengobati luka Xavier serta memeriksa kesehatan semua anggota sebelum kembali ke Italia.
Leonore langsung menghampiri Michelle dan memeluknya erat.
“Kamu nggak apa-apa darling ?” tanyanya lirih
“Im okay, Mom.. maaf aku gagal jagain Mommy” jawab Michelle
“Darling, makasih banyak ya.. walaupun Mommy kaget lihat kamu kayak tadi tapi Mommy seneng seenggaknya ketomboyan kamu itu ada manfaatnya juga” ucap Leonore memegang kedua pipi Michelle
“Darling..” panggil Corradeo
Michelle dan Leonore menoleh ke arah Corradeo yang berjalan ke arah mereka lalu Michelle dan Leonore menyandarkan kepalanya di dada bidang Corradeo yang memeluknya.
“Kalian wanitaku.. harga berhargaku..” ucap Corradeo
“Daddy, you okay ?” tanya Michelle mendongakkan kepalanya
“Iya, apa kamu terluka ?” tanya Corradeo balik
“Of course no, Daddy” jawab Michelle dengan bangganya
“Kurasa aku menyesal memproduksi Michelle cuma satu” keluh Corradeo
“Bukan begitu, tapi kalau mau produksi baby girl harus feminin, ini akibatnya kalau kamu ngalamin kehamilan simpatik, maunya latihan terus, fokus bisnis, kalau Vier ajak belajar tentang yang berbau kedokteran pasti langsung pusing, mual, jadi gini nih putriku jadinya” gerutu Leonore
“Mommy, itu artinya aku anak Daddy” ucap Michelle
“Emang.. kamu sama Nicho itu sama aja, anak Daddy, anak Mommy cuma Vier” gerutu Leonore lagi
Michelle dan Corradeo terkekeh melihat Leonore yang cemberut kesal sementara di sisi lain Dominico tersenyum hangat melihat anaknya bahagia dan merasakan pelukan hangat bersama putri dan Istrinya.
Im promise kid, this is the last time.. -batin Dominico
..
__ADS_1
Selesai mengobati dan memeriksa kondisi semua anggota, mereka pun terbang kembali ke Italia, dan memberikan para anggota untuk beristirahat di markas sementara Dominico dan Hugo membawa keluarganya ke rumah Dominico.
“Auntyyy..” panggil Zeira
“Hei junior” sapa Michelle
“Aunty dali mana ?” tanya Zeira
“Jemput Daddy sama Mommy kamu” jawab Michelle
“Kok aku nggak diajak ?” tanya Zeira cemberut
“Kamu kan baru sampai, jadi Aunty berangkat nggak ajak kamu deh” jawab Michelle
“Ya udah kalau gitu aku mau ketemu Mommy sama Daddy dulu ya Aunty” ucap Zeira
“Okay junior” ucap Michelle
Michelle duduk di samping Axel lalu menjatuhkan kepalanya di pangkuan Axel dan memejamkan matanya.
“Capek ?” tanya Axel
“Hemm” gumam Michelle
Axel mengangkat kepala Michelle lalu menarik tangan Michelle pergi dari sana.
“Capek Xel, kita mau kemana ?” keluh Michelle
“Massage” jawab Axel
Michelle pun mengikutinya, lebih baik ikut Axel daripada berada di rumah dan mendengar Kyra menjadi rapper dadakan pikir Michelle.
..
Michelle dan Axel memilih ruang privat untuk mereka berdua.
Mereka sudah memakai kimononya masing-masing dan masuk ke ruang sauna.
Michelle meregangkan sedikit ikatan kimononya dan membuka bahunya agar keringatnya lebih banyak keluar, berbeda dengan Axel yang membuka bagian atasnya menyisakan kimononya menutupi pinggang dan pahanya.
“Baby, you are so sexy” ucap Axel
“Kalau gini ?” tanya Michelle
Michelle bangun dari duduknya lalu membelakangi Axel dan mulai menurunkan kimononya.
“Gimana kalau kita berendam air panas dulu ?” tanya Michelle
“Deal !” jawab Axel penuh semangat
Michelle berjalan keluar ruang sauna diikuti Axel yang merapihkan kimononya lalu Michelle melepaskan kimononya membuat tubuh Axel menegang melihat tubuh polos Michelle dari belakang.
Michelle pun masuk ke dalam kolam air hangat yang sudah diberikan aromaterapi yang menenangkan tubuhnya.
“Baby” panggil Michelle masih membelakangi Axel
Axel langsung melepas kimononya dan menyusul Michelle lalu memeluknya dari belakang.
“Baby, I need you” bisik Axel lirih
“I need you too baby” bisik Michelle berbalik
“Oh damn ! ini lebih dari kata sexy baby” ucap Axel
Axel langsung menarik Michelle ke dalam pelukannya lalu ******* bibir Michelle.
Cukup lama mereka berendam sambil berciuman, mereka kembali ke ruang sauna dan melanjutkan ciuman mereka.
Axel meneliti setiap inci tubuh Michelle lalu menariknya ke dalam pangkuannya.
“Aaahhhhhh..” lenguh Michelle saat tangan Axel bermain di bagian vitalnya
“Babyyy.. aku.. aku mau pipis..” ucap Michelle lirih
“Come on baby” bisik Axel
Axel makin dalam memainkan jemari tangannya membuat Michelle memeluk Axel erat.
“Aaaaahhhhhh.. babbyyyyyy..” teriak Michelle dengan tubuh bergetar lemas
“Gimana baby ?” bisik Axel menciumi telinga Michelle
“Kamu ngerjain aku, aku udah capek malah dibikin lemes gini” keluh Michelle
__ADS_1
Axel cuma terkekeh mendengar keluhan Michelle lalu mendudukkan Michelle di sampingnya dan merangkul bahu Michelle.
“Baby, aku juga mau” pinta Axel
“Mau apaan ?” tanya Michelle lemah
“Pipis dibantuin kamu” jawab Axel
“Nggak mau” tolak Michelle tegas
..
Setelah mandi sauna, mereka dipijat sampai Michelle ketiduran lalu lulur dan maskeran. Setelahnya mereka mandi dan meninggalkan tempat itu.
Mereka makan malam diluar dan sengaja tidak menghiraukan pesan dari para keluarga dan teman-temannya.
..
Sampai rumah, mereka langsung disidang oleh keluarga dan teman-temannya.
Michelle menyandarkan kepalanya di bahu Axel dan memejamkan matanya, begitu juga dengan Axel yang merangkul bahu Michelle dan memejamkan matanya karena Kyra mulai mengeluarkan suara emasnya.
“Kamu pasti capek kan baby ?” tanya Axel
“Iya, banget” jawab Michelle mengeluh
“Ya udah yuk aku anter ke kamar biar kamu istirahat” ucap Axel
Mereka bangun duduknya dan berjalan saling berpegangan tangan meninggalkan yang lainnya begitu saja.
“Miichhheelleeee !! Kaakkaakkkkkk !!” teriak Kyra
“Ly, kasih sekarang, besok kita ke dokter THT bareng” ucap Michelle
“Baik Nona” jawab Emily
Emily langsung mengambilkan paper bag besar dengan logo barang bermerek lalu memberikannya ke Kyra.
Kyra membukanya dan langsung melompat kegirangan.
“Di dalemnya ada hadiah lagi dari Axel” ucap Michelle
Kyra langsung membuka isi tas barunya dan menemukan sebuah kartu kredit.
“Kakak nggak ngerti tentang tas atau apalah kesukaan kamu, jadi Kakak kasih kartunya aja” ucap Axel
“Aaaaaa kalian emang yang terbaik” ucap Kyra
“Itu jatah buat dua bulan kedepan, dilarang ganggu gue sama Axel” ucap Michelle
“Nggak akan, janji.. thank youuuuuu” ucap Kyra
Michelle dan Axel kembali melanjutkan jalannya ke kamar masing-masing.
..
“Kamu tuh ya, disogok sama tas udah luluh, harusnya kamu marahin mereka” gerutu Daniel
“Udahlah Dad, sekarang biarin Kakak sama Kakak ipar istirahat” ucap Kyra
“Kamu lupa ya dialog kamu dari tadi buat sidang mereka ?” tanya Ezra
“Sayang, aku inget kok, tapi setelah aku pikir-pikir lagi buat apa ? Michelle pasti lakuin itu demi keselamatan kita semua” jawab Kyra
“Kyra, gimana kalau Grandpa beliin rumah buat kamu ?” tawar Hugo
“No, thanks.. bye all, aku ke kamar duluan yaaa” pamit Kyra sambil membawa hadiahnya
“Haaahh.. anak itu gampang banget disogoknya” ucap Joshua
“Kebalikannya Michelle, hahahaha..” ledek Saddam
“Yang gue pikirin daritadi, gue cium wangi aromaterapi, apa mereka habis massage berdua ?” tanya Ezra
“Awas aja kalau sampai Axel macem-macem sama Michelle” ucap Xavier
“Udahlah Vie, kayaknya mereka emang serius, biarin aja mereka mau ngapain yang penting Michelle jaga diri” ucap Nicholas
“Kakak serius ?” tanya Xavier terkejut
“Iya, mereka udah sama-sama dewasa, biarin aja” jawab Nicholas
“Akhirnya Kak Nicho sama Kak Vier bebasin Michelle juga” ucap Daffin
__ADS_1
“Hemm, lagian kalian udah punya pasangan dan tanggung jawab sendiri, Michelle biar jadi tanggung jawab orang tua kalian” ucap Dominico
**