Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kejahilan Michelle & Nicholas


__ADS_3

Setiap hari Axel tidak pernah meninggalkan Michelle bahkan dia membawa pakaiannya dan tinggal disana.


Dia juga seringkali menggoda Michelle membuat wajah gemas Michelle sering terlihat.


“Pergi kerja sana !” ketus Michelle


“Ini lagi kerja” ucap Axel yang tengah memangku laptopnya


“Tapi ini kamar gue bukan kantor” gerutu Michelle


Axel bangun dari duduknya lalu mendekati Michelle dan mengecup bibir Michelle.


“Apaan sih ?” ketus Michelle mengelap kasar bibirnya


“Sama pacar nggak boleh ngomong gue lo kayak gitu” ucap Axel


“Sejak kapan lo pacar gue ?” gerutu Michelle


“Sejak aku cium bibir kamu” jawab Axel dengan tenangnya


“Aku kerja lagi ya” ucap Axel mengelus lembut pipi Michelle


“Kerja ya kerja aja ngapain bilang-bilang” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


Axel kembali mengecup bibir Michelle bertubi-tubi sebelum dia pindah ke meja kerja di kamar Michelle.


“Bawa pulang tuh kakak lo !” ketus Michelle mengirim pesan ke Kyra


“Kenapa lagi sih Cel ?” tanya Kyra


“Gue benci dia !!!!!!!!” jawab Michelle


“Iya gue tahu, tapi kali ini kenapa ?” tanya Kyra berusaha sabar


“Dia cium-cium bibir gue” jawab Michelle


“Terus kenapa ?” tanya Kyra lagi


“Gue nggak suka” jawab Michelle


“Lo ngelak nggak pas Kak Axel cium ?” tanya Kyra


“Bukan itu masalahnya” elak Michelle


“Cium lagi aja kakak ipar” goda Kyra


Sumpah, nggak kakak nggak adiknya nyebelin banget -batin Michelle menggerutu


..


Michelle dan Axel turun untuk makan malam bersama.


“Serasa pengantin baru ya setiap hari berduaan terus” goda Dominico


“Usir aja biar dia pulang” ketus Michelle


“Denger kan ? pulang sana” usir Nicholas ketus


“Jadi kakak ipar galak banget sih Nick” ucap Axel


Nadine sudah mengelus dada Nicholas yang geram dengan Axel itu.


“Nih, makan yang banyak” ucap Axel menaruh beberapa lauk pauk di piring Michelle


“Emang gue kuli makan sebanyak ini” gerutu Michelle


“Biar mukulnya kuat Cel” ucap Axel tersenyum lembut


“Biar gue yang wakilin” ucap Nicholas

__ADS_1


“Oh nggak bisa, itu bahaya, Michelle juga bahaya sih, tapi nggak apa-apa” ucap Axel


“Lo bisa nggak sih duduknya di ujung sana ?” gerutu Michelle


“Nggak bisa dong, nanti kangen” goda Axel


Michelle menarik nafas panjang mencoba bersabar, begitu juga dengan Nicholas, sementara yang lain malah menahan senyumnya.


..


Selesai makan mereka duduk di ruang tengah. Michelle senang sekali mengajak main keponakan tampannya.


“Besok aku mulai kerja lagi ya kak” ucap Michelle meminta ijin


“Kakak telefon Vier dulu biar dia cek kesehatan kamu” ucap Nicholas


“Kak, aku udah sehat, aku bosen di rumah” sindir Michelle melirik Axel


“Yaa kalau kakak jadi kamu juga bosen” sindir Nicholas


“Kalau aku sih malah seneng kamu di rumah terus” ucap Axel


“Nggak ada yang minta pendapat lo” ketus Michelle dan Nicholas


“Mereka anak-anakku” ucap Corradeo dengan bangganya


“Cucu-cucuku lah, nggak lihat mereka mirip siapa” protes Dominico


“Kak, kita ke rumah Ka Vier aja yuk” ajak Michelle


“Ide bagus, ayo” ajak Nicholas penuh semangat


“Sayang, ayo” ajak Nicholas


“Aku di rumah aja deh ya” ucap Nadine


“Kak Nadine emang nggak asik” gerutu Michelle


“Ngapain ?” tanya Michelle


“Ke rumah kak Vier” jawab Axel


“Denger ya, yang kesana cuma kakak sama adiknya, nggak ada yang lain lagi” ucap Nicholas tajam


“Kan gue adik ipar lo Nick” ucap Axel


Michelle dan Nicholas mengacak-acak rambutnya, kesal melihat sikap Axel yang begitu menyebalkan.


“Honey, kamu nikah gih” pinta Nicholas


“Setuju kak” ucap Michelle frustasi


“Oke, besok kita nikah ya” ucap Axel dengan senyum lebarnya


“Pak Aryaa !!!” teriak Michelle dan Nicholas


“Ya Tuan dan Nona muda” jawab Arya yang tergesa-gesa


“Ambil barang itu” ucap Michelle tegas


“Sekarang !” perintah Nicholas


“Siap Tuan dan Nona muda” jawab Arya


“Firasat gue nggak enak” ucap Axel


Michelle dan Nicholas langsung menggotong Axel ke kamarnya lalu mengikat tangan dan kakinya dengan lakban.


“Eh apa-apaan nih, ini namanya KDRT lo tahu ?” berontak Axel panik

__ADS_1


Arya masuk membawa sekarung buah rambutan membuat Axel pucat dan makin panik.


“Michelle, Nicho, please ini nggak lucu” ucap Axel


Michelle dan Nicholas menaburkan rambutan itu di sekitar Axel membuat Axel duduk meringkuk dan pucat melihat buah itu di sekitarnya.


“Aku cinta mati sama kakak” ucap Michelle memeluk Nicholas


“Kakak juga cinta mati sama kamu, ayo kita ke rumah Xavier” ajak Nicholas


“Tunggu kak, kita foto dulu biar kak Vier ikut seneng lihatnya” ucap Michelle


“Adik kesayangan kakak makin pinter aja” ucap Nicholas memainkan kedua pipi Michelle


Mereka berdua berfoto bersama Axel yang sudah pucat dan pasrah dengan di sekitarnya penuh buah rambutan.


Setelah mereka mengunci pintu kamar Axel, mereka pun turun dengan riangnya lalu pergi ke rumah Xavier.


“Kasihan banget nasib cucumu, Hugo” gumam Dominico menggelengkan kepalanya


..


Sampai rumah Xavier, Michelle langsung memeluk kakaknya itu lalu mulai bercerita seperti anak kecil tentang kejahilannya tadi bersama Nicholas.


Xavier tertawa melihat wajah pucat Axel sampai dia menyesal tidak bisa melihatnya dengan langsung.


Mereka pun kembali ke tujuan awal, Xavier memeriksa kesehatan Michelle dan mengijinkan Michelle kembali bekerja.


Belum puas menemui kakaknya, mereka bertiga main PS bersama dan bercanda seperti dulu kala membuat Michelle merasakan kehangatannya bersama kedua kakaknya lagi.


..


Pulang dari sana Michelle dan Nicholas kembali ke kamar Axel lalu meminta para pelayan menyingkirkan semua buah rambutan itu dan membersihkan kamar Axel.


“Kalian psikopat” ucap Axel dengan pandangan kosong


“Baru tahu ?” tanya Nicholas tersenyum sinis


Tanpa melepaskan ikatannya, Michelle dan Nicholas keluar dan masuk ke kamarnya masing-masing.


..


Sudah larut malam tapi Michelle belum bisa tidur, dia ke kamar Axel dan laki-laki itu sedang menggeliat di atas tempat tidur.


“Lo kenapa ?” tanya Michelle


“Aku mau ke kamar mandi, tolong lepasin baby” pinta Axel


“Males ah, biar aja lo ngompol disana” ledek Michelle yang memilih duduk di sofa


“Ya ampun baby, kamu tega banget” ucap Axel memelas


Michelle memejamkan matanya sengaja tidak mau mendengarkan keluhan Axel itu sampai akhirnya dia tidak tega dan melepaskan ikatan tangannya perlahan.


“Baby please cepetan dikit” pinta Axel


“Ya sabarlah” ucap Michelle sengaja memperlambat


“Astaga, udah mau keluar ini” ucap Axel panik


Ikatan di tangan pun berhasil lepas membuat Axel mengambil belati yang Michelle pegang dan memutuskan ikatan di kakinya sendiri dan langsung kabur ke kamar mandi sementara Michelle terkekeh dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur Axel.


..


Saat Axel keluar dari kamar mandi, dia melihat Michelle sudah tertidur di tempat tidurnya. Axel tersenyum lalu mendekat dan menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Michelle.


“I love you baby” bisik Axel lirih


Axel menggendong Michelle dan mengembalikannya ke kamarnya sendiri lalu kembali ke kamar.

__ADS_1


**


__ADS_2