Ms. Perfect

Ms. Perfect
Rahasia Michelle & Zeira


__ADS_3

Michelle dan Zeira makan bersama di meja makan dengan riangnya lalu ke halaman belakang dimana semuanya berkumpul.


..


“Daddyyy..” panggil Zeira berlari ke pelukan Xavier


“Kamu dari mana sama Aunty ?” tanya Xavier menggendong Zeira


“Its a secret Dad” jawab Zeira


“Kemana para orang tua itu ?” tanya Michelle


“Mereka kabur ke Berlin” jawab Daffin


“Cih, kabur aja bawa anak segala” ledek Michelle


“Gitu-gitu, dia Grandpa gue ya” protes Kyra


“Iya iya” jawab Michelle mengalah


Mereka menghabiskan waktu disana sampai makan malam tiba lalu kembali berbincang di dalam rumah sampai waktunya tidur.


..


“Baby, kalau kamu godain aku jangan salahin aku ya kalau aku nggak nurutin hukuman skors kamu” ucap Axel


“Siapa juga yang godain kamu ?” tanya Michelle


“Itu, kamu buka bra, kamu godain aku kan ?” tanya Axel


“Pftt, hei aku emang kalau tidur nggak pakai bra” jawab Michelle


“Dari kapan ?” tanya Axel


“Udah lama, dari awal kenal Kyra” jawab Michelle


“Jaman sekolah dong ? terus selama ini kalau Nicho sama Vier nemenin kamu tidur gimana ?” tanya Axel menyelidik


“Aku pakailah, kalau kebangun ya minum susu terus masuk kamar buka bra” jawab Michelle


“Bagus deh, jadi gampang” ucap Axel


“Gampang apanya ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya


“Gampang nafasnya baby” jawab Axel mengelak


“Oh, kirain gampang bukanya” ucap Michelle memejamkan matanya


“Loh ? kamu godain aku kan ?” tanya Axel memegang kedua pipi Michelle


Michelle pura-pura mendengkur membuat Axel mengecup bibirnya bertubi-tubi sampai Michelle tertawa dan memberontak.


“Oke oke aku nggak ganggu, ayo tidur” ajak Michelle


“Baby, kamu nggak tanggung jawab” keluh Axel


“Aku nggak ngapa-ngapain” ucap Michelle


“Kamu licik” ketus Axel


Michelle tersenyum lalu dia menurunkan tubuhnya masuk ke balik selimut dan mengeluarkan meriam Axel.


“Baby..” panggil Axel terkejut


“Mau nggak ?” tanya Michelle


“Ya maulah” jawab Axel


“Ya udah diem, nikmatin aja baby” ucap Michelle


Entah sudah berapa lama Michelle bermain dibawah sana membuat Axel melenguh dan sesekali mengikat rambut Michelle dengan tangannya agar bisa melihat wajah Michelle di bawah sana.


“Oh baby..” lenguh Axel


“Enak nggak ?” tanya Michelle


“Banget, ayo lagi” pinta Axel


Michelle kembali bermain dengan meriam Suaminya sesekali bergantian tangannya yang bermain karena mulutnya kram.


“Baby, kamu masih lama ? aku pegel” keluh Michelle


“Ayo baby pakai mulut kamu yang manis itu ya, come on” ucap Axel memejamkan matanya


Michelle pun menurutinya sampai Axel menahan kepala Michelle di bawah sana dan melenguh keras.


“Ooohhhhhhh my baabbyyy..” lenguh Axel dengan tubuh menegangnya


Michelle langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkannya lalu berkumur dan sikat gigi seperti sebelumnya.


Axel menyusul dengan wajah puas dan membersihkan sisa-sisa kelakuan Istrinya disana.


“Thanks baby” ucap Axel


“Hemm” ucap Michelle


**


Paginya, Zeira dengan penuh semangat menghampiri Michelle yang masih duduk di meja makan.


“Come on Aunty” ajak Zeira penuh semangat

__ADS_1


“Tell me little honey, what is your secret ?” tanya Xavier


“Daddy, ini rahasia sesama Ms. perfect, Daddy nggak boleh tahu” jawab Zeira


“Tapi kenapa kamu semangat banget ? emang mau ngapain sama Aunty ?” tanya Nicholas


“Uncle, ini rahasia, okay” ucap Zeira


“Kak, aku mau ajak Zeira keluar ya” ucap Michelle


“Mau kemana ?” tanya Xavier


“Mau lihat baju buat aku nanti perform” jawab Michelle


“Ya udah, jangan telat makan lagi” ucap Xavier tegas


“Aye aye kapten” jawab Michelle dan Zeira sambil hormat


“Lihat tuh kelakuan adik kesayangan sama keponakan kakak” ucap Xavier


“Kenapa ? mereka gemes, nanti pas Elfata udah tiga tahun juga kakak tempur Nadine lagi biar ada adiknya” ucap Nicholas


“Cih, ngirian aja” gumam Xavier


..


Selesai mandi Michelle dan Zeira turun dengan riangnya.


“Kamu mau kemana baby ?” tanya Axel


“Mau lihat baju buat aku perform sama Zeira” jawab Michelle


“Ajak anak gue nih sekalian” ucap Kyra


“Ogah, kasih aja ke kakak lo biar dia latihan” ucap Michelle


“Aku pergi ya lak, bye” pamit Michelle


“Bye Daddy, bye Mommy, bye Uncle Aunty” pamit Zeira dengan riangnya


“Tadi, kakak ipar kamu bilang apa Ra ?” tanya Axel dengan wajah merah padam


“Latihan kak, nih” jawab Kyra memberikan Greta ke pangkuan Axel


“Oh god my baby, Im speechless” ucap Axel


“Xel, tahu nggak ? kalau lo jagain anak gue juga nanti langsung dapet kembar cewek cowok” ucap Nicholas


“Serius ?” tanya Axel berbinar-binar


“Iyalah, nih kalau nggak percaya” ucap Nicholas mengoper Elfata ke pangkuan Axel


“Emang kadang begitu kayak Michelle” gerutu Ezra


..


Sementara itu Michelle mengajak Zeira ke sebuah butik yang pasti didampingi Emily dan dikawal.


Michelle masuk bersama Zeira dan Emily lalu menemui perancang busana Michelle.


“Signorina, per favore, misuri il corpo della nostra signorina e faccia lo stesso vestito della signorina Michelle


(Nona, tolong ukur tubuh Nona muda kecil kami dan buatkan gaun yang sama seperti milik Nona Michelle)” ucap Emily


“bene, lo farò (baik, akan saya laksanakan)” jawab perancang itu


“Aku mau diapain Aunty ?” tanya Zeira


“Dia mau ukur tubuh kamu karena Aunty minta dia bikinin gaun buat kamu yang sama kayak punya Aunty nanti” jawab Michelle


“Wooowww, aku nggak sabar Aunty” ucap Zeira


“Makannya diem ya biar diukurnya cepet dan nanti kamu pakai samaan kayak Aunty” ucap Michelle


“Okay” jawab Zeira


Zeira pun berdiri mengikuti arahan yang perancang itu minta dan tentu saja menggunakan gerakan tubuh.


..


Selesai dari sana mereka pergi ke sebuah mall membeli dua parfum dengan wangi yang berbeda dan juga ikat pinggang laki-laki dengan model yang berbeda.


Setelahnya mereka menghabiskan waktu dengan nonton film lalu makan siang diluar sebelum pulang.


..


Sampai rumah, mereka langsung menuju ke ruang pribadinya, kembali berlatih dan Michelle mengajari lagu lain yang lebih pendek dan mudah untuk Zeira.


Sore pun tiba, mereka keluar dengan riangnya lalu Michelle mengembalikan keponakannya ke orang tuanya.


“Baby, kamu kenapa ?” tanya Michelle yang melihat wajah frustasi Axel


“Mereka ngerjain aku” jawab Axel


“Mereka siapa baby ?” tanya Michelle dengan lembutnya


“Nicho sama Kyra” jawab Axel


“Kenapa ?” tanya Michelle bingung


“Tadi kan kamu bilang Greta suruh kasih ke aku ya udah beneran Kyra kasih, terus kakak kamu itu bilang kalau anaknya aku jagain juga nanti kita bisa langsung punya anak kembar, ya udah aku percaya aja dan jagain mereka” jawab Axel menyandarkan kepalanya di bahu Michelle

__ADS_1


“Terus kenapa begini ?” tanya Michelle


“Mereka bilang punya anak itu seru, aku kan juga mau punya anak yang mirip sama kamu, tapi kenyataannya repot baby.. mereka nggak bisa diem, aku juga nggak ngerti mereka ngomong apa dan maunya apa, mereka ngerjain aku baby” ucap Axel mengadu


“Uuuu sayyanggg.. berarti ditunda nih punya anaknya ?” tanya Michelle sambil mengelus rambut Axel


“Nggak bisa, walaupun repot aku tetep mau punya anak” jawab Axel penuh keyakinan


“Ya udah nanti ya tunggu perform aku selesai” ucap Michelle


“Kenapa nggak sekarang aja ?” tanya Axel cemberut


“Sekarang aku mau ajarin kamu minum” jawab Michelle


“Hemm” gumam Axel


Michelle memanggil kepala pelayan untuk membawakan sebotol wine dan dua gelas wine ke kamarnya.


..


“Nih” ucap Michelle memberikan corkscrew ke tangan Axel


“Ini apaan ?” tanya Axel


“Itu namanya corkscrew buat buka cork wine” jawab Michelle


“Caranya ?” tanya Axel lagi


Michelle pun memberitahukan caranya lalu membiarkan Axel membukanya sendiri. Setelahnya dia memberitahukan cara menuang wine ke dalam gelas.


Michelle bersulang bersama Axel lalu mengaduk pelan wine di gelasnya dengan menggoyangkan gelasnya sebelum di minum.


“Gimana rasanya ? beda kan sama yang pas pertama kamu minum ?” tanya Michelle


“Manis, enakan ini” ucap Axel


“Wine nya sama aja sama yang kemarin, kemarin kan kamu minum langsung dari botolnya jadi rasanya nggak rata gitu, kadang pahit, kadang asam” ucap Michelle


“Oh gitu” ucap Axel menganggukkan kepalanya


Mereka minum berdua sampai habis diselingi berbincang.


“Pusing nggak ?” tanya Michelle


“Sedikit sih, nggak separah kemarin” jawab Axel


“Mandi yuk” ajak Michelle


“Serius ?” tanya Axel


“Iya, mandi aja, ayo” ajak Michelle bangun dari duduknya


Axel begitu semangat walaupun mereka cuma mandi tapi tetap saja Axel mengambil kesempatan untuk mencium bibir Michelle dan memainkan dada Michelle.


..


Selesai mandi mereka turun dan makan malam bersama.


“Kak, kapan mereka pulang ?” tanya Michelle


“Nonno sama Grandpa masih takut sama kamu” jawab Nicholas


“Gimana sih ? lusa kan aku mau perform, masa mereka nggak dateng” gerutu Michelle


“Paling besok mereka pulang Cel” ucap Ezra


“Aunty, besok kita kemana lagi ?” tanya Zeira penuh semangat


“Nggak kemana-mana, di ruang Ms. perfect aja” jawab Michelle


“Kok kita nggak pergi lagi Aunty ?” tanya Zeira sedih


“Ya udah besok kita pergi, tapi ke ruang Ms. perfect dulu ya” ucap Michelle


“Yeeayyyy” ucap Zeira bersorak


“Kalian tuh rencanain apa sih ?” tanya Xavier


“Its a secret Daddy” jawab Zeira


“Kalian nggak mau kasih tahu sedikit aja ?” tanya Nicholas


“No” jawab Michelle


“Mau aku cari tahu kak ?” tawar Saddam


“Dam” ucap Michelle tajam


“Cari tahu aja” ucap Nicholas


“Dam, kangen ular ?” tanya Michelle


“Nggak jadi kak, aku lagi libur kerja, nggak terima kerjaan apapun” ucap Saddam


“Licik” gumam Nicholas dan Xavier memicingkan matanya ke Michelle


“Kamu juga nggak kasih tahu aku baby ?” tanya Axel


“Nggak, ngapain, harusnya kamu tahu sendiri” jawab Michelle


**

__ADS_1


__ADS_2