
Jam tiga sore, Axel membangunkan Michelle.
“Michelle, bangun.. nanti telat” ucap Axel mengelus lembut pipi Michelle
“Tujuh jam lagi” gumam Michelle mengigau
“What ! hei ayo bangun, udah jam tiga sore kamu tahu ?” gerutu Axel
Michelle tidak menjawab dan memilih fokus melanjutkan mimpinya.
“Baby, kalau kamu nggak bangun juga aku bakalan cium bibir kamu yang sexy itu” bisik Axel
Michelle langsung membelalakkan matanya dan duduk lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
“Ini kamar siapa ? ini bukan kamar Kyra” ucap Michelle mengedarkan pandangannya
“Emang bukan, ini kamar aku” jawab Axel merebahkan tubuhnya di samping Michelle
“Hah !!” ucap Michelle terkejut
Michelle langsung mengintip tubuhnya di balik selimut, perasaannya sedikit lega karena pakaiannya masih utuh. Dia turun dari tempat tidur dan melihat clutchnya tergeletak di lantai, dia langsung mengambilnya dan duduk di sofa.
“Jahat banget bukan ditaruh di meja apa sofa gitu” gerutu Michelle
“Sengaja, biar kamu inget apa yang kamu lakuin, biar kamu nggak mikir hal yang nggak-nggak..
Aku nggak ajak kamu masuk kamar aku dan ijinin kamu tidur disini, kamu sendiri yang masuk dan langsung tidur disini” jelas Axel
“Ya tapi kan itu nggak sadar” protes Michelle
“Tetep aja.. gimana ya kalau Nicho sama Vier tahu kamu masuk ke kamar cowok ? tidur di dalem kamar cowok lagi” ucap Axel menakut-nakuti
Michelle langsung bangun dan duduk di tepi tempat tidur sambil menggoyangkan tangan Axel.
“Xel, jangan kasih tahu Kakak, please” pinta Michelle memelas
“Hemm” gumam Axel memejamkan matanya
“Bener ya Xel, jangan kasih tahu Kakak yaaa” rengek Michelle memohon
“Ada harganya” ucap Axel menatap Michelle
“Apa ?” tanya Michelle
“Panggil baby, nggak boleh ngomong gue lo lagi.. sekarang, cium aku yang mesra sambil panggil baby” pinta Axel
“Lo gila !!” bentak Michelle
“Hei, no gue lo Michelle sayang” ucap Axel tersenyum licik
“Argh nyebelin !” gerutu Michelle
“Come on baby” goda Axel
“Ya duduklah” ketus Michelle
“Nggak ! sini baby” panggil Axel menjulurkan tangannya
Michelle mendengus kesal dan memilih bangun dari sana bergegas kabur tapi tangan Axel langsung menarik tangan Michelle membuatnya jatuh dalam pelukan Axel.
Axel melingkarkan satu tangannya di pinggul Michelle sementara satunya lagi menyingkirkan anak rambut dari wajah Michelle dengan lembutnya.
Perlahan Axel memegang tengkuk Michelle lalu mencium bibir Michelle yang bagaikan candu baginya itu.
Dia menggulingkan tubuh Michelle ke sampingnya tanpa melepaskan ciumannya dan makin memperdalam ciumannya.
“Panggil aku baby” bisik Axel
“Baby..” ucap Michelle lirih
“Oh again baby” pinta Axel menggigit kecil telinga Michelle
“Aahhhh.. babbyy” lenguh Michelle
Ah sial, bisa kebablasan kalau begini, tapi.. oh gosh suaranya merdu banget -batin Axel
Axel segera bangun dan masuk ke kamar mandi meninggalkan Michelle yang duduk menggigit kecil bibir bawahnya.
Axel kenapa berhenti ? -batin Michelle kecewa
__ADS_1
Michelle duduk di sofa melipat kedua tangan di dadanya sambil menunggu Axel.
Saat Axel keluar dari kamar mandi, Michelle langsung mengintimidasinya membuat Axel duduk di samping Michelle.
“Kenapa ?” tanya Axel mengernyitkan dahinya
“Kenapa pergi ? kan tadi kamu yang minta dipanggil baby, udah dipanggil malah pergi gitu aja” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya
“Sorry, aku cuma pegang janji sama Kakak kamu itu, aku nggak bakalan langgar janji itu Michelle, kamu ngerti kan ?” ucap Axel lembut
“Huuhhh tetep aja” keluh Michelle memalingkan wajahnya dari Axel
Axel langsung menarik Michelle ke pangkuannya lalu mengarahkan wajah Michelle menatapnya dengan lembut.
“Kalau kita nikah kita nggak perlu nahan lagi, jadi.. apa kamu mau nikah sama aku ?” tanya Axel serius
“Kamu lagi ngelamar aku ?” tanya Michelle balik
“Kalau kamu jawab iya berarti aku emang lagi ngelamar kamu, tapi kalau jawaban kamu sebaliknya anggap aja aku belum ngelamar kamu” jawab Axel
“Mana ada aturan kayak gitu” gerutu Michelle
“Ada dong, Axel Oliver yang buat aturan kayak gitu” ucap Axel dengan sombongnya
“Cih, aku kasihan sama Ezra punya Kakak ipar senyebelin ini” ucap Michelle memicingkan matanya menatap Axel
“Orang nyebelin itu jatuh cinta sama kamu dan di masa depan akan jadi suami kamu baby” ucap Axel mengelus lembut pipi Michelle
“Oh boy ! ternyata kamu beda sama Kak Nicho, aku nggak suka sama kamu lagi” ketus Michelle
“Jadi kamu maunya aku kayak Nicho ?” tanya Axel
“Nggak, mending Kak Nicho langsung” jawab Michelle
“Nggak boleh ! pokoknya kamu milik aku, forever !” ketus Axel
“Dih, kamu siapa ?” sindir Michelle turun dari pangkuan Axel
“I say it ! Im your future husband baby” jawab Axel mengelus lembut pipi Michelle
“But I dont want to be your wife” tolak Michelle
“Oh come on, we love each other” ucap Axel gelisah
Axel menarik tengkuk Michelle lalu mencium lembut bibir Michelle sampai Michelle membalasnya.
Axel menggendong tubuh Michelle agar kembali duduk di pangkuannya.
“Kamu cinta aku kan baby ?” tanya Axel lirih
“Iya” jawab Michelle
“Kamu mau kan jadi Istri aku kelak ?” tanya Axel menggigit kecil leher Michelle
“Oh yyeessss baby !” lenguh Michelle meremas rambut Axel
Axel diambang kesadaran, dia langsung merasa pikirannya berkabut setelah mendengar lenguhan Michelle.
Axel kembali mencium dan ******* bibir Michelle dan merapatkan tubuh mereka sampai terdengar decitan mesra akibat memperdalam ciuman mereka.
“Kakak.. katanya Kakak udah jemput Mi.. Chelle..” ucap Kyra terputus saat membuka pintu kamar Axel
Michelle maupun Axel langsung melepaskan ciuman mereka dan Michelle turun dari pangkuan Axel.
“Oh shit ! sorry ganggu, Kakak ipar” goda Kyra langsung menutup pintu kamar Axel
Axel mengambil selembar tissue lalu membersihkan bibir Michelle yang basah akibat ulahnya terlebih lipsticknya ikut belepotan.
“Sorry baby” ucap Axel
“Aku malu.. si ratu pasti bakalan ledekin aku terus” keluh Michelle
Axel cuma tersenyum lalu mengecup lembut kening Michelle dan memeluknya erat.
“Jangan malu, kita lakuin itu karena saling suka, dia juga udah lakuin itu, kamu bisa ledekin dia” ucap Axel
“Udah ayo keluar” ajak Michelle
“Tunggu sini diem-diem” ucap Axel
__ADS_1
Axel bangun dari duduknya lalu masuk ke ruang pakaiannya dan keluar membawa long coat selutut miliknya lalu memakaikannya ke Michelle sampai mengancingkan dan mengikat talinya.
“Kegedean..” protes Michelle mengerucutkan bibirnya
“Ya kan punya aku” ucap Axel
“Terus kenapa aku pakai ?” tanya Michelle bingung
“Aku nggak suka kamu pakai pakaian terbuka, aku lebih suka kamu dandan tomboy” jawab Axel tersenyum lembut
“Hemm, berarti nanti aku mesti pakai ini terus ? apa aku ganti pakai baju tomboy ku ?” tanya Michelle
“Yaa kalau nanti pakai aja baju yang udah disiapin, walaupun aku belum tahu modelnya kayak gimana tapi aku udah minta buat nggak terlalu terbuka” jawab Axel
“Aww.. aku speechless” ucap Michelle tersenyum haru
Michelle dan Axel keluar kamar menemui keluarganya yang sudah menunggu di ruang tengah.
“Berasa kayak pengantinnya ya Xel” sindir Daniel
“Ya kalau mau aku bisa gantiin sama Michelle” goda Axel
“Enak aja ! udah ayo aku bisa telat di dandaninnya” ketus Kyra
Michelle naik mobil Axel lagi sementara Kyra satu mobil bersama kedua orang tuanya.
..
Sampai di hotel tempat Kyra melangsungkan pernikahannya, Axel langsung mengajak Michelle ke restoran karena Michelle belum makan siang.
Selesai makan siang Axel mengantar Michelle ke kamar dimana Kyra sedang dirias lalu langsung berlalu begitu saja.
“Duhh cantik banget, udah nikah belum ? kamu model ya ?” tanya seorang perias
“Bukan, cuma manusia fana” jawab Michelle cuek
“Mmiicchheelleeee” keluh Kyra cemberut kesal
“Iya iya.. tolong jangan bikin saya lebih cantik dari pengantinnya ya, kalau perlu nggak usah di make up sekalian” ucap Michelle yang peka dengan perasaan Kyra
“Harus didandanin dong, tenang aja natural pokoknya” ucap perias itu
Michelle duduk di samping Kyra yang masih di rias lalu wajahnya sendiri mulai dirias.
“Cel” panggil Kyra
“Hemm” gumam Michelle
“Gimana rasanya ?” goda Kyra
“Gila ya !” bentak Michelle
“Aduh cantik-cantik ngomongnya galak banget” ucap perias
“Biarin aja, dia emang kayak gitu” ledek Kyra
Michelle malas menanggapi dan memilih duduk diam sampai selesai.
Michelle menemani Kyra yang masih dirias sementara Paula dan Mommynya Ezra sudah turun lebih dulu ke ballroom.
Michelle memegang tangan Kyra yang terlihat gelisah.
“Jangan panik” ucap Michelle
“Gimana nggak panik ? ini hari besar Cel” ucap Kyra
“Mau gue gantiin ? Ezra pasti seneng banget kalau pengantinnya gue” goda Michelle
“Gila ya !!!” bentak Kyra menghempaskan tangan Michelle
“Kalian ini Kakak adik ya ?” tanya perias
“Nggak !” jawab Michelle dan Kyra bersamaan
“Tapi kalian mirip loh, apalagi kalau ngebentak gitu” ucap perias
“Kita temen dari jaman sekolah” jawab Michelle
“Tapi sebentar lagi dia jadi Kakak ipar saya” tambah Kyra
__ADS_1
“Oh pantes aja, ih gemes deh kalau lihat pertemanan cewek kayak kalian” ucap perias
**