
Waktunya perform hampir tiba, semua tamu undangan sudah hadir mengisi kursi penonton.
“Nona sudah siap ?” tanya Emily
“Kamu siap ?” tanya Michelle
“Iya Aunty, lets go” jawab Zeira
Michelle dan Zeira masuk panggung dengan gaun mermaid off shoulder warna gold gradasi hitam yang elegan ditambah hiasan rambut yang berkelip saat terkena pantulan lampu.
Lampu sorot langsung fokus menyorot ke Michelle dan Zeira. Semua yang hadir langsung memberikan sambutan dengan tepuk tangan yang meriah.
Mereka berdiri bersebelahan di tengah panggung lalu membungkukkan setengah badannya dengan sopan sambil memberikan senyumnya.
“Hei, gaun mereka sama” ucap Joshua
“Yang gue pikirin, ngapain anak gue ada disitu ?” tanya Xavier
Emily memberikan sebuah mikrofon ke Zeira lalu menepi.
“Selamat malam semuanya.. terima kasih Aunty dan Uncle udah hadir di sini.. ups, lupa, hai ! namaku Zeira, aku adalah Ms. perfect junior..
Malam ini aku mau kasih sesuatu buat Daddy, Aunty Michelle, dan Uncle Nicho tersayang, terutama buat Aunty Michelle yang udah ajarin aku banyak hal, I love you Aunty Michelle” ucap Zeira mendongakkan kepalanya menatap Michelle
“I love you too junior” ucap Michelle tersenyum lembut
Setelahnya, Emily menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris mengingat tidak semua tamu paham bahasa Italia.
Emily mengambil mikrofon yang tadi Zeira pakai lalu menepi sementara Michelle mengantar Zeira duduk di depan piano dan dia duduk di antara para orkestra yang sudah siap dengan biolanya.
Michelle mulai memainkan biolanya diiringi yang lainnya mengikuti instruksi dirigen. Mereka cuma memainkan melodi yang lembut membuat para tamu merasa sejuk dan nyaman.
“Aww, istriku keren banget” ucap Axel tersenyum haru
“Istri lo itu adik kesayangan gue” ketus Nicholas dan Xavier penuh penekanan
“Ganggu banget orang lagi ngehayatin” gerutu Axel
Michelle melirik Zeira lalu Zeira mengangguk membuat lampu sorot langsung menyorotnya.
Ting..
Zeira menekan satu tuts piano membuat keluarganya terkejut dan berdebar-debar.
Kemudian Zeira mulai memainkan sebuah lagu ulang tahun solo yang beberapa hari ini diajarkan sama Michelle.
Di kursi penonton, bukan cuma Nicholas dan Xavier yang menangis terharu, anggota keluarga lainnya dan teman-temannya pun ikut terharu karena mereka tahu Zeira sama sekali tidak bisa bermain piano.
Michelle mengiringi permainan piano Zeira diikuti orkestra lainnya lalu berhenti dan membiarkan Zeira menyelesaikan lagunya sendiri.
Prok.. Prok.. Prok..
Tepuk tangan meriah menghiasi gedung opera.
Michelle duduk di samping Zeira lalu mengarahkan stand mikrofon yang berada di atas piano ke mulut Zeira.
“Happy birthday for my georgous family.. Happy birthday for my Uncle Nick, happy birthday for my Ms. perfect senior Aunty Michelle, and.. Happy birthday for my best Daddy, I love you all so much” ucap Zeira yang masih dapat bisikan dari Michelle untuk melancarkan ucapannya
“Oh god kak, my Michelle bener-bener perfect, aku spechless lihat anakku sehebat Michelle ku” ucap Xavier mengelap air matanya
Nicholas merangkul bahu Xavier sambil tersenyum haru dengan mata berkaca-kacanya menatap dua orang kesayangannya.
“Ehem.. my georgous junior and I want to play a little song for all of you, especially for my lovely boys” ucap Michelle tersenyum melirik kedua kakaknya yang tersenyum haru menatapnya
Michelle duet dengan Zeira menunjukkan hasil dari latihannya selama beberapa hari terakhir ini di depan banyak orang.
“I love you Aunty” ucap Zeira mengecup lembut pipi Michelle
__ADS_1
Setelah memainkan pianonya bersama, Zeira turun dan berjalan bersama Emily yang menjemputnya untuk menepi dari panggung.
Ting..
Michelle menekan satu tuts piano lalu menoleh dan tersenyum menatap kedua kakaknya.
Dia kembali ke pianonya, mulai menekan dan membuat melodi dari piano itu.
“Musik ini..” ucap Xavier terkejut
“This is our music Vie” ucap Nicholas mengelap air matanya
“Maksudnya ?” tanya Axel
“Musik ini selalu kita pakai buat nemenin Michelle tidur, dari kecil” jawab Nicholas
“Oh baby, anak-anak kita akan bangga sama kamu” ucap Axel
..
“Dear my older brothers..
Im very lucky to be born as your favorite little sister..
I cant explain how much I love you two..
All I know is.. my love for you is greater than my love for my own parents..
I dont know why ?
I feel, Im happy if you are happy..
I will sad if you sad, I will angry when you hurted..
Thank you so much for all your love for me..
Im so sorry if I hurt you..
Be happy, my older brothers..
And, happy birthday to me and my boys..
I love you to died..”
"(Untuk kakak-kakakku..
Aku sangat beruntung lahir sebagai adik kesayangan kalian..
Aku nggak bisa jelasin seberapa besar cintaku untuk kalian berdua..
Yang ku tahu adalah.. cintaku untuk kalian lebih besar daripada cintaku untuk orangtuaku sendiri..
Aku nggak tahu kenapa..
Aku rasa, aku senang kalau kalian senang..
Aku sedih kalau kalian sedih, aku marah kalau kalian disakiti..
Terima kasih banyak untuk semua cinta kalian untukku..
Aku.. aku merasa dijaga dan dilindungi saat berada di dekat kalian..
Aku minta maaf sebesar-besarnya atas semua kesalahanku pada kalian..
Berbahagialah, kakak-kakakku..
Dan selamat ulang tahun untukku dan kedua lelakiku..
__ADS_1
Aku cinta mati sama kalian..)"
Michelle menitikkan air matanya yang sejak tadi dia tahan.
Prok.. Prok.. Prok.. Prok..
Tepuk tangan meriah sampai para tamu yang hadir terharu dan berdiri dari duduknya di tambah hujan kelopak bunga memenuhi panggung.
Nicholas dan Xavier langsung ke panggung dan memeluk Michelle.
“I love you to died too honey” bisik Nicholas
“Me too.. oh god im spechless” ucap Xavier
Mereka berdua mengelap air mata Michelle lalu bergantian mengecup kening dan kedua pipi Michelle.
“Cucu-cucuku..” gumam Dominico tersenyum haru
“Mereka anak-anakku Dad, stop rebutin anak-anakku” protes Corradeo
“Mereka mewarisi sifat Daddy yang penyayang, look at them, they are so cute, oh god im spechless” ucap Dominico
“Jangan peluk istriku lama-lama” gerutu Axel cemberut kesal
“Sabar kak, lagian kan mereka kakak adik” ucap Ezra
“Nggak suka, cium-cium juga lagi” ketus Axel
..
“Thanks all, you can have a great celebrate at our penthouse” ucap Michelle
Woohoooooo..
Teriak semua tamu yang langsung berebut keluar untuk pergi ke penthouse.
Sementara itu Axel langsung ke panggung dan menarik Michelle ke dalam pelukannya.
“She is my wife” ucap Axel penuh penekanan
Nicholas dan Xavier cuma memutar bola matanya lalu menarik Michelle dan menciumi pipi Michelle bertubi-tubi di depan Axel membuat Axel cemberut kesal.
“Kak, geli” ucap Michelle menahan tawanya
Bukannya berhenti, Nicholas dan Xavier sengaja tetap menciumi Michelle.
Darah Axel sudah mendidih, dia langsung mendorong kening Nicholas dan Xavier agar berhenti menciumi pipi istrinya lalu membawa Michelle menjauh dari mereka.
Axel mengelap kedua pipi Michelle namun mata tajamnya menatap ke arah dua pelaku yang menatapnya tajam juga.
“Daddy..” panggil Zeira
“My georgous little girl” ucap Xavier memeluk erat Zeira dalam gendongannya
“Pulang yuk” ajak Michelle
“Come on honey” ajak Nicholas dan Xavier menjulurkan tangannya
“Syuh.. syuh..” usir Axel mengibaskan tangannya dan memeluk Michelle
“Hei !! kalian mau sampai kapan rebutan ?” teriak Corradeo
“Ayo kita pulang dan rayain ini di rumah” teriak Daniel
Akhirnya mereka masuk mobil.
**
__ADS_1