
Tok.. Tok.. Tok..
Axel bangun dari tempat tidur lalu membuka pintu kamarnya.
Dilihatnya Elma, kepala pelayan sudah berdiri di depannya bersama beberapa penjaga disampingnya.
“Maaf mengganggu Tuan muda, tapi Tuan muda Nicholas sudah mengirimkan sebuah box bayi, apa saya letakkan di kamar tamu ?” tanya Elma
“Jangan, masukkin aja sini” ucap Michelle yang menyusul Axel
Michelle langsung kembali ke tempat tidur sementara Axel membuka lebar pintu kamar dan membiarkan para penjaga menyiapkan box bayi untuk Elfata.
Selesainya, Elma bersama para penjaga keluar kamar meninggalkan Michelle yang memindahkan Elfata ke box bayi dengan hati-hati sementara Axel fokus melihat sisi lembut Michelle itu.
“Baby, keponakanku ganteng banget” ucap Michelle
“Cih, aku bisa kasih yang lebih ganteng dari El” ketus Axel
“Kamu mau kasih aku keponakan juga ?” tanya Michelle
“Aku kan suami kamu, masa aku kasih keponakan” gerutu Axel
“Ya kenapa tadi ngomong begitu ?” tanya Michelle tersenyum tipis
“Bodo” ketus Axel berbalik meninggalkan Michelle
“Baby..” panggil Michelle lirih
Axel yang hendak keluar kamar dan sudah memegang gagang pintu kamar pun menghentikan niatnya lalu berbalik menatap Michelle.
“Apa ?” ketus Axel
“Jangan galak-galak dong, aku tunggu ya di ruang pakaian” ucap Michelle dengan senyum menggodanya
Nggak bisa disia-siain gitu aja nih -batin Axel
Axel segera menyusul Michelle yang sudah lebih dulu ke ruang pakaian. Dia tercengang melihat Michelle sedang melepaskan pakaian membelakanginya.
“Baby” Axel langsung merasa terpanggil
Tanpa menunggu lama lagi, Axel mendekati Michelle sambil melepaskan bajunya lalu memeluk Michelle dari belakang dan menciumi tengkuk Michelle.
“Sorry, tadinya aku mau ajak kamu berenang, tapi aku khawatir sama keponakan aku” ucap Michelle
“I dont care, sekarang kita fokus apa yang akan kita lakuin sekarang” bisik Axel
Olahraga panas pun terjadi begitu saja membuat tubuh mereka mandi keringat padahal di dalam ruang pakaian cukup dingin.
Axel juga tidak hentinya melepaskan Michelle, baginya seperti tidak ada kesempatan lain untuk bercumbu dengan istrinya itu.
..
“Baby, belum juga ?” tanya Michelle kelelahan
“Wait baby, aku masih mau nikmatin” jawab Axel
“Aku capek” keluh Michelle
“Tahan sedikit lagi oke” ucap Axel menciumi wajah Michelle
Merasa khawatir dengan Michelle, Axel pun menyelesaikannya sampai tuntas sampai membersihkan tubuh mereka bersama dan Michelle langsung tidur disisi Zeira.
Axel duduk di sofa kamar, membuka laptop untuk memantau perusahaannya sesekali melirik Michelle yang tertidur lelap seperti bayi membuat senyumnya terbit.
..
Sore hari Michelle mengajak Axel untuk memandikan Elfata karena memang di keluarganya tidak pernah menyewa babysitter karena memilih mengurus anak sendiri.
__ADS_1
“Uncle nggak bisa mandiin baby El ya ?” tanya Zeira dengan gemasnya
“Iya, kan Uncle belum punya baby” jawab Axel
“Aunty, kapan punya baby ? biar Uncle bisa mandiin baby” ucap Zeira
Michelle cuma tersenyum lalu memicingkan matanya menatap Axel yang tersenyum menggodanya.
Selesai memandikan Elfata, Michelle mengajari Axel cara memakaikan pampers sampai pakaian untuk Elfata lalu dia memandikan Zeira sementara Axel membawa Elfata keluar kamar.
..
“Aunty, ke rumah Grandpa Daniel yuk, aku kangen baby Greta” pinta Zeira
“Ya udah, kalau gitu sekarang kita selesaiin dulu mandinya ya” ucap Michelle tersenyum lembut
“Okay” jawab Zeira penuh semangat
Selesai memandikan dan memakaikan Zeira pakaian, Michelle pun mandi sementara Zeira keluar kamar mencari keberadaan Axel dan Elfata.
..
Michelle selesai mandi dan menjaga kedua keponakannya bergantian dengan Axel yang bergiliran mandi.
Sambil menunggu Axel selesai mandi, Michelle menyiapkan keperluan Elfata dibantu Zeira lalu bercanda di tempat tidur.
Axel yang sudah selesai mandi itu merasa hangat melihat sikap Michelle ke kedua keponakannya itu.
Iiihhh gemes banget padahal sama keponakannya, gimana kalau sama anak sendiri ya ? aaaaa pasti anak-anak gue sama Michelle nanti lucu-lucu -batin Axel berkhayal
“Baby” panggil Axel
“Kamu udah selesai ?” tanya Michelle
“Udah, ayo berangkat” ajak Axel
Michelle berjalan lebih dulu bersama Zeira yang sibuk mengoceh tidak sabar bertemu Greta diikuti Elfata yang mengoceh gemas sambil memainkan janggut Axel.
Mereka pun masuk mobil yang disupiri Noval. Pengawal mereka juga berjaga di depan dan belakang mobil yang mereka naiki.
..
Sampai di kediaman Oliver, semuanya menyambut kedatangan Michelle dan Axel dengan senyum lebar di wajah mereka masing-masing.
“Kalian kayak dateng sama anak-anak sendiri” goda Ezra
“Baru juga Mommy mau bilang begitu” ucap Paula tersenyum lembut
“Ayo masuk” ajak Daniel
Mereka duduk bersama di ruang tengah, membiarkan Zeira bermain bersama Greta yang cekikikan dibuatnya sementara Elfata sudah duduk di pangkuan Daniel.
“Cel, bisa ngobrol sebentar ?” tanya Ezra
“Mau ngobrol apa ? kenapa nggak disini aja ?” tanya Axel curiga
“Xel, sebentar ya, mungkin ini rahasia” ucap Michelle tersenyum lembut
Michelle dan Ezra pun bangun dari duduknya lalu berjalan naik tangga ke ruang kerja Ezra meninggalkan keluarganya yang saling menatap penuh pertanyaan.
“Kamu tahu apa yang mau mereka bicarain ?” tanya Axel
“Nggak kak, tapi dari pagi tadi Ezra kelihatan gelisah kayak gitu, aku tanya kenapa dia bilang cuma mesti ketemu dan ngomong ke Michelle” jawab Kyra
“Udahlah, nanti kalian bisa tanya ke mereka langsung, dan jangan curiga kalau mereka selingkuh, itu nggak mungkin” ucap Daniel tegas
“Aku sih percaya sama Ezra, Dad” ucap Kyra
__ADS_1
“Aku cuma curiga Ezra sembunyiin sesuatu dari kita tentang Michelle” ucap Axel gelisah
“Axel, tenangin pikiran kamu, coba percayain segala sesuatunya sama Michelle, kamu suaminya sekarang, kamu pasti tahu tentang Michelle” ucap Paula
Axel cuma menghela nafas pelan dan beralih ke ketiga keponakannya.
..
Michelle dan Ezra sudah duduk di dalam ruang kerja Ezra. Ezra segera membuka layar laptopnya dan menunjukkan email misterius ke Michelle.
Kalian tunggu aja pembalasan gue !
“Maksudnya apaan ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya
“Gue juga nggak ngerti, lo tahu kan selama ini gue anak baik-baik, gue nggak punya masalah sama orang lain, dan entah kenapa pas gue baca email ini gue langsung kepikiran lo” jelas Ezra
“Gue belum hubungin Saddam buat cari tahu siapa dalangnya, gue pikir lo orang pertama yang harus tahu tentang ini” ucap Ezra serius
“Jadi maksud lo email misterius ini tertuju buat gue, gitu ?” tanya Michelle memastikan
“Kurang lebihnya gitu Cel” jawab Ezra
“Tapi kenapa dia kirim ke email lo ?” tanya Michelle bingung
“Sebenernya gue ragu, tapi firasat gue bilang kalau orang ini tahu kita punya hubungan deket, dia sengaja kirim ke gue buat nakut-nakutin lo kalau dia bisa sentuh orang lain karena lo” jelas Ezra
“Iya juga sih, oke gue hubungin Emily dan lo tolong minta Saddam cari tahu ya” ucap Michelle tegas
“Oke” jawab Ezra serius
Michelle langsung menelefon Emily, memintanya mengecek ulang email yang masuk ke emailnya maupun email Emily barangkali orang itu mengirim email misteriusnya ke Emily juga.
“Zra, sementara bisa kan jangan kasih tahu siapa-siapa tentang email ini ?” tanya Michelle
“Itu juga salah satu tujuan gue karena gue tahu kemauan lo, gue nggak sehari kenal sama lo Cel” ucap Ezra tersenyum lembut
“Thanks Zra” ucap Michelle tersenyum tipis
Mereka kembali menemui keluarganya dan menunjukkan wajah tanpa masalahnya.
“Kenapa ?” tanya Axel khawatir
“Ada deh” goda Michelle
Axel mendengus dan memalingkan wajahnya dari Michelle.
..
Setelah makan malam bersama, Michelle dan Axel pulang dengan Zeira dan Elfata sudah dalam gendongan mereka masing-masing karena sudah tertidur pulas.
Sepanjang jalan Axel masih tidak bergeming untuk memalingkan wajahnya dari Michelle. Dia yakin Michelle menutupi sesuatu darinya dan berniat menunggu penjelasan dari Michelle.
..
Sampai rumah Michelle masih tidak menjelaskan rahasianya ke Axel dan memilih mengurusi kedua keponakannya sebelum dia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
“Kalau kamu masih curiga juga, kamu tanya aja ke Ezra” ucap Michelle yang sudah menyelimuti tubuhnya
“Yang aku tanya itu kamu, kenapa aku harus tanya ke Ezra ?” ketus Axel
“Karena aku nggak mau kasih tahu ke kamu” jawab Michelle dengan tenangnya
“Aku nggak ngerti apa yang kamu pikirin” ucap Axel menggelengkan kepalanya pelan
Michelle menghela nafas pelan dan mulai memejamkan matanya.
**
__ADS_1