
Berita pun sampai ke penjuru dunia mengingat mereka sempat melihat keberadaan Axel dengan mata merahnya.
“Sebuah mobil Jeep Wrangler special edition yang cuma dimiliki keluarga Melviano masuk jurang dan hangus terbakar, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa, diduga adanya sebuah kesengajaan" ucap seorang presenter membawakan berita
Di video berita juga terlihat jelas mobil Jeep Wrangler koleksi khusus Michelle sudah hangus, lalu sorot kamera mengarah ke Axel yang dijaga oleh Emily dan Roy di sampingnya dengan mata merah bekas tangisannya.
Prang..
Cangkir yang Dominico pegang langsung jatuh melihat berita itu.
Nicholas dan Xavier tidak bisa menahan tangisannya mengingat beberapa menit yang lalu mereka mendengar ledakannya langsung dari telinga mereka.
“Itu bukan Michelle kan Dad ?” tanya Leonore lirih
Corradeo langsung memeluk erat Leonore yang langsung menangis.
..
Di kediaman Oliver dan teman-teman Michelle pun langsung menangis melihat berita itu sekalipun dinyatakan tidak ada korban jiwa namun mereka yakin Michelle lah korbannya.
**
Hari itu juga keluarga dan teman-teman Michelle langsung terbang ke Berlin untuk melakukan penyusuran.
Kyra langsung memeluk Axel yang terlihat kosong tanpa semangat hidup itu di dalam kamar yang sengaja minim pencahayaan karena merasa Michelle lah penerang kehidupannya.
“Kak” panggilnya lirih
Axel masih tidak bergeming membuat Nicholas mendekat dan bergantian memeluknya.
“She is safe Xel” ucap Nicholas lirih
“Gue gagal Nick, gue gagal” ucap Axel dengan tubuh bergetar
Axel langsung menangis dalam pelukan Nicholas dan meracau tentang kegagalannya menjaga Michelle.
Ezra maupun Saddam yang melihatnya merasa bersalah, mereka yakin kalau Jack Xu Jing maupun Liboria Agustine pelakunya namun belum ada bukti yang bisa meyakinkan semuanya tentang hal ini membuat keduanya tetap bungkam.
..
Setelah Nicholas, Xavier, dan Kyra berhasil menenangkan Axel, mereka mengajak Axel keluar kamar dan menemui keluarga dan teman-temannya yang sudah menunggu di ruang tengah.
..
Emily datang bersama Roy dan memberikan sebuah map ke Xavier.
Xavier mengernyitkan dahinya dan mulai membaca isi map itu.
Tangannya lemas membuat lembaran kertas dari map itu, tanpa sadar air matanya menetes keluar.
“Xel” panggil Xavier
“Sorry Vie, gue gagal” lirih Axel
“Michelle.. she is pregnant” ucap Xavier lirih
__ADS_1
Seketika semua yang ada di ruangan itu langsung menatap Xavier dalam-dalam.
Axel langsung mendekati Xavier dan menarik kerah Xavier.
“Maksud lo apaan Vie !” bentak Axel
Nicholas mengambil lembaran tadi lalu membacanya. Air matanya ikut menetes dan langsung memberikan kertas itu ke Axel.
“Adik kesayangan gue Xel..” ucap Nicholas menggantung
“Nicho.. Vier..” panggil Corradeo penuh tanya
“Michelle pregnant Dad, and she is alone now” ucap Nicholas lirih
Antara senang atau sedih mendengarnya yang jelas membuat keluarganya menangis.
“Kita mesti cari Michelle secepatnya” ucap Dominico mengelap air matanya
Ezra maupun Saddam saling menatap sedih lalu menganggukkan kepalanya.
“Ada sesuatu yang harus kalian semua tahu” ucap Ezra membuka suara
Sebelum Saddam menjelaskan semuanya, sebuah berita muncul di TV membuat semuanya melihat berita itu.
“Ditemukan seorang mayat berjenis kelamin perempuan yang diduga Nona Michelle Dominica Melviano di sekitar lokasi kejadian sudah hangus terbakar, pihak polisi akan segera melakukan autopsi agar mendapatkan hasil yang lebih jelas"
“Michelle..” lirih Axel
“Daddy, my daughter..” ucap Leonore langsung pingsan
Axel bersama Nicholas dan Xavier langsung ke rumah sakit tempat dimana dilakukan autopsi.
..
Sampai lokasi mereka benar-benar gagal mengetahui itu Michelle atau bukan karena tubuhnya sudah hangus terbakar dan hampir menghabiskan kulit dan daging yang menempel di tubuh mayat itu.
“Gue yakin itu bukan Michelle” ucap Axel dengan tatapan kosong
“Ya, Michelle nggak kayak gitu, dan itu artinya ada yang sabotase kematian Michelle” ucap Nicholas
“Kak, di berita udah penuh sama artikel kalau Michelle mati” ucap Xavier menunjukkan layar ponselnya
“Ini nggak bisa dibiarin, gue bakalan bilang ke mereka semua kalau Michelle masih hidup” ucap Axel menahan kesal
“Mending sekarang kita ngalah aja Xel, sementara biarin berita itu dan fokus cari pelaku pembunuhan Michelle” uap Nicholas
“What !! lo terima mereka bilang adik kesayangan lo udah mati ?” bentak Axel
“Apa yang kak Nicho bilang bener Xel, mending kita fokus cari pembunuhnya” ucap Xavier
“Kalian udah gila !” ketus Axel
..
Sampai rumah, mereka mendengar ribut-ribut di ruang tengah. Mereka langsung ke ruangan itu dan melihat apa yang terjadi disana.
__ADS_1
“Ini pasti musuh Daddy kan ? apa Daddy belum puas celakain keluarga Daddy ?” bentak Corradeo
“Musuh terakhir kita cuma Laurent, Corre, kita nggak tahu siapa pelaku kali ini” jawab Hugo
“Dad please kasih tahu aja siapa lagi musuh kalian” pinta Daniel lirih
“Aku, Dominico Melviano berani bersumpah kalau aku udah nggak punya musuh lagi !” ucap Dominico sungguh-sungguh
“Aku juga” tambah Hugo
“Dad stop, ini nggak akan selesaiin masalah” ucap Nicholas
“Kak..” panggil Ezra
“Ijinin kita buat jelasin apa yang selama ini kita dan Michelle sembunyiin dari kalian semua” ucap Saddam
“Apa maksud kalian ?” tanya Axel kesal
“Kakak inget waktu aku ajak Michelle ngobrol berdua di rumah ?” tanya Ezra
“Ya, dan itu yang bikin kakak kesel sampai sekarang” jawab Axel
“Coba ceritain dari awal” ucap Nicholas
“Saat itu aku dapet email misterius yang isinya tentang bales dendam, entah kenapa pikiran aku langsung tertuju ke Michelle karena kita semua tahu cuma Michelle yang punya musuh, selain Nonno sama Grandpa, jadi aku bilang ke Michelle tentang hal ini” ucap Ezra
“Dan setelahnya aku cari tahu siapa pengirim email itu, dia Liboria Agustine, selain itu dia juga bantu Jack Xu Jing kabur dari penjara, bagiku ini ganjal, aku yakin mereka pasti kerjasama buat celakain Michelle karena mereka punya dendam sama Michelle” tambah Saddam
“Tapi sampai saat ini kita berdua belum bisa pastiin kalau pembunuh Michelle itu Jack Xu Jing atau Liboria Agustine, Saddam masih lacak kronologinya” ucap Ezra
“Kalian..” ucap Axel dengan suara rendahnya
“Michelle yang minta kita buat tutupin hal ini dari kalian semua” ucap Saddam
“Tapi kalau kalian bilang dari awal hal ini nggak akan kejadian !!” bentak Axel
“Sorry kak” jawab Ezra dan Saddam merasa bersalah
“Kali ini biar Daddy yang urus” ucap Dominico dengan aura gelapnya
“Ya, kalian jaga istri kalian aja, biar kita yang fokus ke dua orang itu” ucap Hugo tajam
“Terserah Daddy aja, aku nggak mau dendam, percuma putriku udah nggak ada” ucap Corradeo lirih
“Daddy salah, Michelle masih hidup di luar sana” ucap Xavier
“Daddy lagi nggak pengen dihibur Vie” ucap Corradeo
“Sejak kapan aku hobi ngehibur Daddy ? mending aku hibur Michelle” ucap Xavier
“Vier bener Dad, Michelle masih hidup, entah mayat siapa yang mereka pakai buat bikin kita percaya kalau Michelle udah nggak ada” ucap Axel
“Aku akan coba lacak keberadaan Michelle” ucap Saddam
“Thanks Dam” ucap Ezra
__ADS_1
**