
Mobil terparkir di basement sebuah mall besar di daerah Jakarta.
Michelle berkeliling kesana kemari bersama Kyra dan pengawal yang mengawasi dari jarak 10 meter agar tidak terlihat mencolok.
Selesai, puas berbelanja kesana kemari mereka makan malam di salah satu restoran di dalam mall itu sambil bercanda dan tertawa bersama.
..
Saat di basement yang sepi tidak ada seorang pun itu muncullah sekumpulan laki-laki dengan penutup wajah mengelilingi Michelle, Kyra, dan para pengawal mereka.
“Tetaplah disini Nona, saya akan melindungi Nona” ucap Alec penuh keyakinan
“Tapi mereka siapa ? lo tahu ?” tanya Michelle sedikit panik
“Saya tidak tahu Nona, kami akan membereskan mereka semua” ucap Alec
Ke empat pengawal Michelle dan Kyra sibuk berkelahi dan dua orang menjaga Michelle dan Kyra, namun melihat yang lainnya sudah kewalahan, Alec terpaksa turun tangan meninggalkan seorang pengawal Kyra yang menjaganya.
Dua orang laki-laki berpakaian serba hitam dengan penutup wajah berusaha menyibukkan pengawal terakhir itu membuat Michelle dan Kyra tanpa penjagaan.
Michelle sendiri akhirnya ikut turun tangan mengalahkan mereka namun mereka licik dengan membekap mulut Michelle dan Kyra menggunakan saputangan yang sudah diberikan obat bius sehingga mereka berdua pingsan lalu membawanya masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan sementara para pengawal dibuat terhalang oleh para penculik itu.
..
Alec segera mengirim kode merah yang menandakan bahaya para sekertaris dan keamanan di rumah Melviano.
Corradeo langsung mengirim para pengawal terlatihnya menyusul ke lokasi yang diberikan dari laporan kode merah tadi sementara Nicholas langsung menelefon Axel.
“Xel, bahaya.. cepet lo kirim pengawal lo ke lokasi dimana Michelle sama Kyra pergi” ucap Nicholas panik
“Kenapa Nick ? mereka kan udah dikawal sama pengawal mereka” ucap Axel bingung
“Gue baru aja dapet laporan kode bahaya dari pengawal Michelle, pengawal rumah udah dikirim ke lokasi, gue nggak bisa ikut, Vier belum sampai rumah” jelas Nicholas
“Maksud lo apaan Nick ! mereka nggak kenapa-napa kan ?” tanya Axel langsung panik
“Gue juga belum tahu pasti Xel, gue masih nunggu kabar lagi dari pengawal, gue coba telefon Michelle sama Kyra tapi nggak di angkat-angkat” jawab Nicholas khawatir
“Ah shit ! kabarin gue kalau udah dapet kabar, gue ke lokasi mereka langsung sama pengawal gue” ucap Axel dengan khawatirnya
Telefon di tutup, kedua Daniel dan Paula langsung khawatir mendengar sedikit percakapan Axel di telefon.
Axel menjelaskannya membuat Paula menangis dan Daniel langsung mengirim pengawal ke lokasi sesuai pelacakan mobil pengawal sementara Axel diminta tetap di rumah menunggu kabar.
..
Para pengawal kembali ke rumah atasannya masing-masing dengan beberapa luka lebam.
Alec melaporkan kejadian dari awal sampai saat Michelle dan Kyra diculik.
Leonore langsung pingsan mendengar kabar seperti itu, Nicholas langsung merebahkan tubuh Leonore di sofa ruang keluarga lalu Xavier mengecek keadaan Leonore.
“Cari mereka sampai ketemu !” perintah Corradeo dengan wajah khawatir dan gelisahnya
“Nick” panggil Axel menelefon Nicholas
__ADS_1
“Lo udah tahu ?” tanya Nicholas
“Bohong kan Nick ? mereka nggak diculik kan ? nggak mungkin juga kan mereka diculik ?” tanya Axel gelisah
“Xel, sorry” ucap Nicholas lirih
“Adik gue diculik Nick ! gue baru aja ngerasain deket sama adik gue lagi setelah sekian tahun ! dan Michelle..
Sorry gue harus bilang sama lo, tapi gue suka sama Michelle, gue khawatir sama keadaannya, please pas mereka pulang lo lepasin Michelle, gue janji nggak akan bagi perasaannya kayak lo sama Vier” ucap Axel lirih dan terdengar tulus
“Kita bicarain tentang Michelle nanti sama Vier setelah Michelle sama Kyra berhasil kita temuin” ucap Nicholas tegas
“Thanks Nick.. Daddy udah kerahin para pengawal buat cari mereka, gue nggak bisa ninggalin orang tua gue, Mommy pingsan pas tahu Kyra diculik” ucap Axel
“Sama.. gue bakalan kasih kabar lagi nanti” ucap Nicholas
“Kak” panggil Xavier
“Michelle sama Kyra nggak bakalan kenapa-napa Vie” ucap Nicholas berusaha tegar
“Adik kesayangan aku Kak..” ucap Xavier menggantung dan langsung menitikkan air matanya
“Our Michelle so strong Vie, dia nggak bakalan biarin siapapun lukain dia sama Kyra” ucap Nicholas menepuk-nepuk pelan bahu Xavier
“Kakak mau hubungin sekertaris kita, kamu tolong hubungin Saddam, minta dia lacak keberadaan Michelle” ucap Nicholas tegas
“Iya Kak” jawab Xavier
Nicholas langsung menghubungi Emily, Gery, dan Dion, menyuruh mereka ikut serta mencari keberadaan adik kesayangannya itu, sementara Xavier menelefon Saddam menceritakan kejadian penculikan Michelle dan Kyra lalu menyuruhnya melacak keberadaan Michele sesuai perintah Nicholas tadi.
..
Selain itu, dia juga mengabari Fares dan Joshua berharap mereka ikut membantu.
Di tempat lain, Saddam mengabari Ezra dan Daffin tentang penculikan Michelle dan Kyra sesuai laporan dari Xavier tadi yang membuat mereka terkejut dan langsung khawatir.
..
“Jangan gegabah, aku bisa temuin dan jaga anak aku sendiri” ucap Corradeo dan Daniel menelefon seseorang yang ikut khawatir di seberang sana
..
Di satu tempat pelosok negeri di daerah terpencil, Michelle dan Kyra tengah duduk bersebelahan di bangku kayu dengan tangan diikat ke belakang kursi dan mulut di lakban.
Keduanya masih pingsan akibat obat bius yang terlalu banyak.
**
Sampai pagi menyapa Michelle dan Kyra masih belum ditemukan terlebih pelacakan Saddam tersendat akibat kehilangan jejak.
Mereka semua memutuskan untuk berkumpul di kediaman Melviano, sambil menunggu kabar selanjutnya dari para pengawal, sekertaris, bahkan teman-teman mereka dan Michelle, yang ikut membantu mencari keberadaan Michelle dan Kyra.
..
Michelle sudah sadar namun dia memilih tetap menunduk karena terlihat ada beberapa pasang sepatu yang berdiri menghadap dia dan Kyra.
__ADS_1
Kyra bangun dari pingsannya dan langsung berteriak di balik mulut yang dilakban berharap Michelle bangun dan mengangkat kepalanya.
Seseorang masuk membuat seorang penjaga memberikan kursi kayu untuk orang itu duduk di depan Michelle dan Kyra.
Christian ! -batin Kyra terkejut
“Halo Kyra..” sapa laki-laki bernama Christian dengan senyum liciknya
Kyra terus menerus berteriak membangunkan Michelle namun Michelle masih memilih diam.
Plak !
Tamparan keras membuat Kyra kembali pingsan.
“Cih, dari dulu nggak pernah berubah, berisik banget” gerutu Chtistian
Christian bangun dari duduknya lalu masuklah seorang perempuan membuat Michelle pura-pura baru sadar dan melihat sekelilingnya yang berhenti di Christian dan perempuan yang berdiri di sampingnya.
Christian ! Clara ! -batin Michelle terkejut
Plak !
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Michelle.
“Rasain tuh !” ucap Clara penuh emosi
“Kakak tenang aja, aku bakalan bales dendam sama mereka” ucap Christian tersenyum sinis
Kakak ? jadi mereka ?? astaga, dunia sempit banget.. ternyata dua orang psikopat ini Kakak adik -batin Michelle
“Udah ah, disini panas, Kakak tunggu di mobil lagi ya” ucap Clara mengibaskan tangannya lalu segera keluar ruangan
Christian mendekat dan melepaskan lakban Michelle dan Kyra dengan kasar membuat Kyra kembali sadar.
“Michelle” panggil Kyra lirih
“Sorry gue gagal jagain lo Ra” ucap Michelle menundukkan kepalanya
“Nggak Cel, lo udah jagain gue selama ini” ucap Kyra berusaha menatap wajah Michelle
“Hahahahaha ! udah puas ngobrolnya ?” tanya Christian dengan tawa jahatnya
“Lepasin kita Chris !” teriak Kyra memberontak
“Cih, lepasin gitu aja setelah susah payah gue buntutin kalian selama seminggu ini ? nggak gampang dapetin kalian yang selalu di kelilingin pengawal, sampai gue harus kumpulin banyak orang buat culik kalian.. dan oh ya tenang aja, gue udah hapus pelacak jadi nggak ada yang tahu kalian ada disini” ucap Christian dengan liciknya
“Lo mau apaan Chris ? lepasin Kyra, urusan lo sama gue kan ?” tanya Michelle lirih
Bug !
Christian memukul rahang Michelle membuat darah segar keluar dari sudut mulutnya.
“Jangan sok pahlawan, sekarang kita lihat gimana reaksi mereka pas tahu kalian ada disini” ucap Christian
Chtistian bangun dari duduknya lalu menyuruh seorang penjaganya untuk menjambak rambut Michelle dan Kyra agar wajah mereka melihat ke arah kamera ponsel Christian yang siap memotret mereka.
__ADS_1
**