Ms. Perfect

Ms. Perfect
Keinginan Emily


__ADS_3

Axel bergegas meninggalkan perusahaannya bersama Roy, mereka menuruti permintaan Michelle untuk membelikan bakso dan jus mangga sebelum sampai di perusahaan Michelle.


"Gue bingung Michelle kenapa ya ?" gumam Axel


"Mungkin Nona Michelle memang lagi senang bermanja seperti itu Tuan" jawab Roy


Axel menganggukkan kepalanya pelan namun dia masih saja penasaran karena rasa janggal itu.


Beruntung bang Joko, tukang bakso langganan Michelle saat masih kuliah itu masih ingat dengan pesanan Michelle dari dulu sehingga Axel tidak perlu khawatir dengan pesanan Michelle yang takut salah kalau-kalau bang Joko lupa.


..


Sampai di perusahaan Michelle, tentu saja Roy yang menenteng plastik berisi bakso dan jus mangga itu membuat setiap karyawan melirik isi plastik yang mustahil atasannya makan.


Axel masa bodoh karena pribadinya yang dingin tidak mempedulikan sekitar yang dianggap tidak penting, sementara Roy yang merasakan lirikan itu cuma bisa pasrah dan bersabar.


..


"Babbyyyy" panggil Axel saat Emily membukakan pintu ruangan Michelle


Michelle langsung bangun dari tidurannya di sofa lalu melebarkan senyumnya menatap plastik yang dibawa Roy.


Dengan cepat Michelle mengambil plastik itu dari Roy dan mulai meminum jus mangganya.


"Ly, tolong siapin" ucap Michelle memberikan plastik berisi bakso pesanannya


"Baik Nona" jawab Emily mengambil plastik bakso dari tangan Michelle


Emily langsung sigap menyiapkan bakso Michelle ke dalam mangkuk di pantry ruangan Michelle itu, Roy yang menyusulnya beralasan membuat secangkir kopi untuknya karena memang Michelle sudah mengijinkannya dari awal.


Michelle yang langsung kembali duduk di sofa sambil melipat kedua kakinya di atas sofa itu begitu menikmati jus mangganya tanpa peduli Axel yang menahan kesal duduk di sampingnya.


"Silahkan Nona" ucap Emily menaruh semangkuk bakso dan beberapa botol kecap dan saus di atas meja


"Thank youuuu" jawab Michelle dengan riangnya


"Sama-sama Nona" ucap Emily


"Tuan Axel mau saya buatkan secangkir kopi ?" tawar Emily


"Nggak, gue maunya istri gue yang bikinin" jawab Axel penuh penekanan


Michelle malah sudah sibuk menikmati baksonya dengan lahap tanpa mempedulikan sekelilingnya.


"Ya udah bikinin black coffee" ketus Axel yang menatap tajam Michelle


"Baik Tuan" jawab Emily


..


Setelah selesai membuatkan minum untuk Axel, Emily dan Roy keluar ruangan meninggalkan sepasang suami istri itu dengan kesibukannya masing-masing.


"Emil" panggil Roy mengikuti langkah kaki Emily


"Ya" jawab Emily yang menghentikan langkahnya


"Kamu mau kemana ?" tanya Roy


"Ke ruanganku" jawab Emily


"Ayo ikut aku" ucap Roy langsung menarik tangan Emily


Emily diam saja, dia tidak melepaskan tangannya dari tangan Roy dan membiarkan Roy membawanya sampai di landasan helikopter yang berada di lantai paling atas gedung pencakar langit itu.


Roy mulai melepaskan pegangan tangannya lalu berdiri di tepi railling dengan kedua tangan berada di dalam saku celana.


Emily pun ikut berdiri di samping Roy dalam diam, keduanya hanyut dalam hembusan angin siang itu.


"Bagaimana kabarmu ?" tanya Roy

__ADS_1


Sungguh Roy mengutuki pertanyaan bodohnya dalam hati, orang bodoh mana yang akan menanyakan hal itu pada orang yang hampir setiap hati dia temui.


"Baik" jawab Emily setelah beberapa saat dia mengernyitkan dahinya


Keduanya kembali diam dalam pikiran masing-masing yang entah mengapa membuat angin yang berhembus menyentuh tubuh mereka itu terasa panas.


"Emil" panggil Roy lagi


"Ya" jawab Emily


"Apa kamu mash ingat permintaan Tuan Axel ? tanya Roy


"Yang mana ?" tanya Emily


"Saat di ruang kerja milik Nona Michelle di rumahnya" jawab Roy hati-hati


Emily diam saja, Roy yakin Emily mengingatnya karena dia hafal sekali tentang Emily.


"Apa kamu tetap memilih untuk berlibur ?" tanya Roy


"Ya" jawab Emily


"Kamu mau berlibur kemana ?" tanya Roy sedikit gelisah


"Aku ingin mengunjungi kampung halamanku" jawab Emily menundukkan kepalanya


Roy tahu bagaimana kehidupan Emily sebelum kejadian tragis menimpanya karena mereka sudah sering bertukar cerita saat masih menjalankan misi pertamanya.


..


Michelle sudah menghabiskan bakso dan jus mangganya, kini dia menyandarkan kepalanya di bahu Axel.


"Baby, aku lapar" keluh Axel


"Aku juga baby" jawab Michelle


"Kamu kan habis makan bakso sama jus mangga" ucap Axel terkejut


"Ya udah mau makan apa lagi ?" tanya Axel mengalah


"Aku mau makan soto daging sama pasta" jawab Michelle penuh semangat


Tanpa menunda lagi, Axel langsung menelefon Roy untuk membelikan pesanannya karena dia sudah menahan laparnya sedari tadi.


Roy mengajak Emily untuk menemaninya agar perempuan cantik itu tidak murung sendirian disana.


**


Hari ini Roy memberanikan diri untuk meminta cuti ke Axel demi bisa menemani Emily.


"Ehem" dehem Roy


Axel cuma melirik Roy yang berdiri di depan meja kerjanya lalu kembali fokus membaca dokumen di atas meja.


"Tuan, boleh saya minta cuti selama beberapa hari ?" tanya Roy hati-hati


"Ngapain ?" tanya Axel datar tanpa berpaling dari dokumennya


Roy masih diam, dia masih punya urat malu untuk mengatakan alasannya ke Axel membuat Axel melirik tajam Roy dan memilih menutup dokumennya untuk mendengarkan alasan Roy.


"Kalau nggak punya alasan nggak gue ijinin" ucap Axel


"Tuan tolong ijinkan sekali ini saja, saya mau cuti menemani Emily" pinta Roy memohon


"Emily ? urusannya apaan sama gue ?" tanya Axel


"Nona Michelle menghukum Emily untuk berlibur, saya mau menemani Emily selama dia berlibur Tuan" jawab Roy menundukkan kepalanya


Axel tersenyum tipis, dia merasa sekertaris pribadinya itu tengah di mabuk cinta.

__ADS_1


"Ooohh jadi lo minta cuti mau deketin Emily ?" goda Axel


"Tidak Tuan, bukan begitu" elak Roy


"Ya udah kalau bukan jangan minta cuti lagi" ucap Axel tajam


"Tuan saya mohon" pinta Roy memohon


"Sana keluar, kerjain kerjaan lo lagi" usir Axel yang sudah kembali fokus ke dokumennya lagi


"Tuan muda" panggil Roy gelisah


Axel tidak menghiraukannya membuat Roy pasrah dan keluar ruangan.


"Cih, buat minta cuti aja usahanya masih kurang, gimana mau deketin Emily" gumam Axel menggerutu


Axel meraih ponselnya lalu menelefon Michelle.


"*Baby" panggil Axel


"Kenapa ?" tanya Michelle


"Aku mau tanya, kamu kapan kasih Emily cuti buat liburan ?" tanya Axel


"Kenapa kamu tanya-tanya Emily ? kamu mulai suka sama Emily ? kamu mau ikut Emily liburan juga ?" ketus Michelle


Salah ngomong kan gue, Michelle sensitif banget akhir-akhir ini* -batin Axel


"*Nggak baby, aku sukanya sama kamu, aku cintanya sama kamu" rayu Axel


"Bohong ! aku bakalan aduin ke kakak" ancam Michelle


"Baby baby please jangan baby, aku cuma mau bantu Roy" pinta Axel panik


"Alibi" ketus Michelle


"Serius baby, Roy suka sama Emily, tadi dia minta cuti sama aku katanya mau temenin Emily, makannya aku tanya sama kamu" jelas Axel


"Beneran ?" tanya Michelle mulai melembut


"Beneran baby, cintanya aku kan cuma kamu dan anak-anak kita" rayu Axel


"Kamu bikin aku kangen" ucap Michelle dengan manjanya


"Nanti aku kesana ya baby" ucap Axel


"Iya baby" jawab Michelle


"Jadi ?" tanya Axel


"Apanya ?" tanya Michelle bingung


"Cutinya Emily, baby" jawab Axel


"Besok, aku udah kasih dia cuti seminggu ini" jawab Michelle


"Kamu tahu nggak Emily mau kemana ?" tanya Axel


"Nggak, tapi kayaknya dia juga emang mau ke suatu tempat deh" jawab Michelle


"Ya udah biarin aja, kalau gitu kamu jangan bilang-bilang ya baby" pinta Axel


"Iya, tapi nanti temenin aku tidur siang ya disini" pinta Michelle dengan manjanya


"As you wish my queen" jawab Axel dengan lembutnya*


Michelle terkekeh senang lalu mematikan telefonnya.


"Kadang manja kadang marah-marah, kadang maunya nempel terus kadang gue di usir, bingung" gumam Axel memikirkan sikap Michelle akhir-akhir ini

__ADS_1


**


__ADS_2