
Axel masuk dan menutup pintu kamarnya lalu duduk di sofa menonton Michelle yang tengah memilah beberapa barang pribadinya.
“Kamu ada proyek sama Simon ?” tanya Axel
“Iya” jawab Michelle
“Terus kamu pergi-pergian nggak bilang aku ?” tanya Axel lagi
“Pergi-pergian ?” tanya Michelle bingung
Axel bangun dari duduknya dan pindah ke tempat tidur, merebahkan tubuhnya disana.
“Kamu mau pergi ke berapa negara ?” tanya Axel
“Cuma tiga, tapi jangka waktunya cukup lama, Daddy Daniel yang kasih tahu ya ?” tanya Michelle balik
“Hemm.. kenapa nggak bilang sama aku ?” tanya Axel cemberut kesal
“Sebenernya aku mau kasih tahu tadi tapi kamu tidurnya pules banget, aku juga mau ngobrol banyak sama kamu” jawab Michelle
“Alesan” gerutu Axel
“Beneran.. Nonno bilang katanya perusahaan Daddy sama Grandpa bakalan gabung ya ?” tanya Michelle
“Hemm” gumam Axel memejamkam matanya
Michelle menghentikan kegiatannya, dia membuka kaos dan celananya menyisakan pakaian dalamnya lalu merangkak perlahan ke tempat tidur.
“Sorry baby” ucap Michelle
“Kenapa nggak bilang sama aku, Michelle ? aku kan suami kamu, harusnya aku tahu semuanya” ucap Axel dengan nada kesal
“Iya baby, maafin aku ya” ucap Michelle dengan nada cemberut manjanya
Apa-apaan ! suaranya aja bikin sinyal banget.. -batin Axel gelisah
Axel membuka matanya dan langsung tercengang melihat Michelle duduk di tempat tidur dengan sikap polosnya.
“Kamu godain aku ? biar aku nggak marah ?” tanya Axel memicingkan matanya
“Kalau kamu mau” jawab Michelle menggigit kecil bibir bawahnya
Oh god, si bar-bar ini nantangin banget -batin Axel
Mata Axel terfokus ke dada Michelle yang masih terbalut bra itu. Birahi Axel makin memuncak dengan wajah sendunya.
Michelle duduk di atas perut Axel dengan jemari tangannya menggerayangi dada Axel yang masih tertutup kaos.
Axel memejamkan matanya dan menikmati sentuhan Michelle membuat Michelle menyelinapkan jemari tangannya agar menyentuh dada Axel secara langsung.
“Babyyy..” lenguh Axel
Axel duduk lalu langsung ******* bibir Michelle dan makin merapatkan tubuh mereka, tidak membiarkan satu inci pun tubuh mereka merenggang.
“I need you baby” ucap Axel lirih
“Then do it baby” ucap Michelle lirih
“Hei !! kalian udah siap belum sih ? ayo kita pulang !!” teriak Corradeo dari balik pintu kamar
“Arrgghhhhh..” Axel langsung tidak berselera melanjutkan permainannya lagi mengingat sudah dua kali diganggu
Cup..
Michelle mengecup bibir Axel sebelum dia memakai pakaiannya lagi dan keluar kamar.
Gue mau punya rumah sendiri aja sama Michelle biar nggak ada yang ganggu -batin Axel menggerutu
..
Michelle ke ruang tengah menemui keluarga dan teman-temannya.
“Axel mana ?” tanya Paula
“Masih di kamar Mom” jawab Michelle
“Kalian nggak ikut pulang ?” tanya Nicholas
“Nggak !” jawab Axel cemberut kesal
__ADS_1
Axel duduk di samping Michelle dan menyilangkan satu kakinya.
“Terus lo mau pulang kapan ?” tanya Xavier
“Selama mungkin, gue mau punya waktu berdua sama Michelle” jawab Axel penuh penekanan
Corradeo dan Daniel tertawa mengingat kejahilan mereka ke kedua anak mereka terutama Axel.
“Anak ini kenapa iseng banget sih ?” gerutu Hugo memicingkan matanya menatap Daniel
“Kamu juga Corre ! bukannya dibiarin aja malah ganggu mereka” ucap Dominico melempar bantal sofa ke wajah Corradeo
“Sorry Dad” jawab Corradeo dan Daniel menahan tawanya
“Udah udah, sekarang ayo kita pulang semuanya” ucap Dominico
“Tapi Nonno..” ucap Axel mencoba protes
“Axel, Michelle is your wife, you can do that everytime” ucap Dominico
“Ya.. tapi..” ucap Axel melirik ketus Corradeo dan Daniel
“Mereka nggak akan ganggu, kalau mereka ganggu kamu aduin aja ke Grandpa atau Dom” ucap Hugo
Axel langsung melebarkan senyumnya..
“Oke, ayo kita pulang !” ucapnya penuh semangat
Dasar mesum ! -batin Michelle, Nicholas, dan Xavier memicingkan matanya menatap Axel
**
Tibalah mereka di Indonesia setelah perjalan berjam-jam di dalam jet pribadi, mereka pulang ke rumah masing-masing.
Michelle dan Axel dapat kejutan dari Dominico kalau mereka boleh tinggal di rumah Dominico yang berada di Indonesia juga.
Tidak mau menjeda malam pertamanya, Axel segera membawa Michelle ke rumah sementara mereka mengingat Dominico tinggal di kediaman Melviano.
..
Sampai di rumah Dominico, Axel langsung menuntun tangan Michelle masuk lift ke lantai tiga dimana kamar mereka berada sesuai ucapan Dominico sebelumnya.
“Wuaahh..” Michelle dan Axel berdecak kagum melihat kamar mereka yang dipenuhi kelopak mawar
Axel sudah melingkarkan tangannya di pinggul Michelle dan menciumi tengkuk Michelle.
“Babyy..” lenguh Michelle
Tidak tahan, Axel langsung melepaskan semua pakaian mereka.
“Baby, come on” pinta Michelle lirih
Axel mulai melakukan penyatuannya dengan perlahan mengingat ini kali pertama untuk mereka berdua dan Michelle merintih kesakitan.
“Sakitt” ucap Michelle
“Sorry baby, aku akan lebih pelan lagi” ucap Axel mengelus lembut pipi Michelle
Axel melakukannya selembut mungkin sampai Michelle mulai merasakan kenikmatan duniawinya dan melenguh.
“Baby deeper babbyyyy..” pinta Michelle meremas bahu Axel
Axel pun menurutinya dan sesekali memejamkan matanya sambil melihat wajah Michelle yang melenguh merasakan kenikmatan mereka berdua.
..
“You like it baby ?” tanya Axel
“Yeaaahhh !! oh stop baby aku mau pipis” ucap Michelle
Axel mempercepat ritmenya membuat Michelle mengerang kenikmatan dan menarik Axel ke dalam pelukannya.
“Baby, Im in..” bisik Axel lirih
Mereka pun melakukan pelepasannya bersama dan langsung terbaring lemah.
“I love you so much” ucap Axel mengcup pipi Michelle
Michelle tidak menjawabnya, dia masih susah mengatur pernapasannya dan langsung tertidur begitu saja dengan tubuh berkeringat.
__ADS_1
Axel menyelimuti tubuh mereka dan menyusul Michelle tidur.
**
Pagi tiba, Axel sudah bangun lebih dulu dan memilih menatap wajah Michelle yang masih tertidur di sampingnya.
*My b*eautiful wife.. -batin Axel
Michelle mengerjapkan matanya dan duduk.
“Aww !” keluh Michelle
Axel langsung duduk dan memegang tangan Michelle dengan wajah khawatirnya.
“Kenapa baby ?” tanya Axel
“Sakit” jawab Michelle cemberut
Michelle menunjuk kecil bagian sensitifnya dari luar selimut membuat Axel segera menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka.
“Kamu mau ngapain ?” tanya Michelle kaget
“Sebentar, aku cuma mau cek” jawab Axel
Bercak darah tertinggal di sprei dan sekitar bagian luar area sensitif Michelle.
“Baby, sorry ya aku bikin kamu berdarah, tapi ini normal kok” ucap Axel memeluk Michelle dari samping
Michelle cuma mengangguk kecil dan menyandarkan kepalanya di dada Axel.
Axel segera menyiapkan air mandi untuk mereka berdua mengingat dia pernah bertanya beberapa hal tentang kejadian setelah malam pertama bagi perempuan ke Kyra.
Setelah dirasa air sudah cukup untuk mereka, Axel memasukkan aromaterapi dan sabun cair lalu menggendong Michelle ke kamar mandi dan mandi bersama dengan normal.
Dengan hati-hati Axel membersihkan sekitar bagian sensitif Michelle itu sebelum mereka membilasnya.
..
Selesai mandi, Axel meminta pelayan untuk membawakan sarapan mereka ke kamar.
“Kamu nggak kerja ?” tanya Michelle
“Nggak, aku mau di rumah aja sama kamu” jawab Axel
“Tapi aku mau kerja” ucap Michelle cemberut
“Nggak boleh ! lagi sakit begitu juga, biarin Emily yang selesaiin pekerjaan kamu” ucap Axel tegas melirik kecil bagian sensitif Michelle
“Humm..” Michelle cemberut sedih
Axel menjeda sarapannya dan langsung menarik wajah Michelle untuk menciumi wajah istri menggemaskannya itu.
“Kita honeymoon aja yuk” ajak Axel penuh semangat
“Nggak boleh ! aku lagi sakit begini juga” ucap Michelle membalikkan
“Ugh pagi-pagi udah nyebelin ya.. lihat nanti Michelle” ucap Axel tersenyum sinis
Perasaan gue nggak enak gini -batin Michelle
..
Selesai sarapan Axel memulai permainan keduanya bersama Michelle. Dia benar-benar tidak membuang kesempatan emasnya walaupun harus berhati-hati takut Michelle kesakitan.
..
“Axel” panggil Michelle lirih
“Yes baby” ucap Axel menikmati permainannya
“Aaahhhhhhh !!” lenguh Michelle menarik Axel ke dalam pelukannya
“You done baby ?” bisik Axel
Michelle mengangguk lemas. Axel segera bangkit dan merubah posisinya sambil melanjutkannya sampai dia mencapai puncak kenikmatannya.
“Thank you, I love you” bisik Axel lirih
Michelle sudah tertidur lelah akibat ulah Axel, sementara Axel berbaring disamping Michelle sambil mengelus lembut pipi Michelle.
__ADS_1
Istriku cantik banget, I love you I love you I love you -batin Axel gemas
**