
Pagi tiba, Axel terbangun merasakan kehangatan di tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya, dilihatnya tangannya itu memeluk tubuh Michelle sementara Kyra menyampirkan kakinya memeluk Axel.
Oh god.. -batin Axel menggerutu
Axel hendak menarik tangannya dari tubuh Michelle tapi Michelle melenguh dan mengerjapkan matanya membuat Axel membatalkan niatnya dan kembali memejamkan matanya.
“Baby, your smell different.. eemmhhh.. but I like it” gumam Michelle mengendus dada Axel
My god !! berhenti Michelle, bahaya buat meriam gue -batin Axel gelisah
Michelle mendongakkan kepalanya dan langsung membelalakkan matanya melihat siapa yang memeluknya.
Michelle langsung mendorong tubuh Axel dan berdiri dari tempat tidur.
“Ini gila ! kalau sampai mereka tahu bisa dipenggal gue” gerutu Michelle mengusap kasar wajahnya
Siapa yang Michelle maksud mereka ? kayaknya bukan gue sama Kyra deh -batin Axel penasaran
Michelle langsung mandi air dingin di bawah shower sementara Axel langsung kabur ke kamarnya sebelum Kyra ikut bangun.
..
Michelle sudah menelefon Emily agar menjemputnya lebih awal dan langsung pamit berangkat kerja sebelum sarapan dimulai.
Michelle begitu merindukan ruangannya itu dan sangat bersemangat memulai pekerjaannya walaupun pekerjaannya menumpuk mengingat banyaknya pertemuan dengan kliennya yang dia tunda walaupun Nicholas bersedia menggantikan pertemuannya itu.
Dia juga profesional untuk mengesampingkan sikap memalukannya dari kemarin sampai pagi tadi.
..
Setelah jam makan siang, Michelle kedatangan tamu yang tidak lain adalah Axel bersama Roy.
“Sorry, saya baru tahu dari Tuan Besar kalau perusahaan Oliver Corp. melaporkan hasil kinerjanya ke cabang ini mulai sekarang” ucap Michelle yang menyambut Axel bersama Roy di ruangannya
“Silahkan duduk Tuan Axel dan sekertaris Roy” ucap Michelle dengan sopannya
Dia lagi nahan malu kayaknya, profesional juga -batin Axel
Seorang sekertaris umum masuk menaruh minuman dan snack di atas meja lalu keluar meninggalkan Michelle yang tengah duduk bersama Emily dan di depannya ada Axel dan Roy.
“Silahkan diminum Tuan Axel, sekertaris Roy” ucap Michelle
“Makasih” ucap Axel masih ketus
“Terima kasih Nona Michelle” ucap Roy
Setelah mereka sama-sama menyeruput minumannya, Axel mulai fokus melaporkan pencapaian perusahaannya yang bekerjasama dengan perusahaan Melviano Corp.
Michelle maupun Axel sama-sama fokus membicarakan bisnis sementara kedua sekertaris pribadi mereka disana ikut fokus dengan obrolan atasan mereka dan sigap menangkap setiap isi pembicaraannya.
..
Jam 3 sore mereka baru selesai dengan serah terima laporannya. Semuanya bangun dari duduknya lalu saling berjabat tangan sebelum Axwl dan Roy keluar ruangan di antar Emily.
__ADS_1
..
“Bagaimana Tuan ? Nona Michelle terlihat sempurna kan ?” goda Roy yang tengah mengendarai mobilnya
“Jangan ngomong yang nggak nggak, gue nggak suka cewek kayak dia, semua cowok dideketin” ucap Axel tajam
“Tuan, kalau Tuan Besar yang yang seperti itu dengan pacar Tuan, apa Tuan akan tetap memacari pacar Tuan yang Tuan sendiri tahu sikapnya bersama Tuan Besar ?” tanya Roy
“Ya nggaklah, masa iya gue tetep pacaran sama cewek yang juga manfaatin Daddy” jawab Axel dengan ketusnya
“Itulah yang sejak awal saya pikirkan Tuan, Tuan Nicholas juga akan melakukan hal yang sama seperti Tuan, seharusnya” ucap Roy
“Iya juga sih, kok gue nggak kepikiran ya” ucap Axel baru sadar
“Tapi Nona Michelle sangat cantik kan Tuan ?” goda Roy lagi
Axel cuma memicingkan matanya menatap sekertarisnya itu membuat Roy menahan senyumnya dan berhenti menggodanya.
Pikirannya melayang membayangkan perasaannya dari semalam yang tenang dan nyaman memeluk Michelle.
..
Malam harinya, Axel sibuk memikirkan hal gila yang seharusnya tidak dia lakukan, dan itu tentang Michelle. Ya, Axel tengah memikirkan ucapan sekertarisnya sejak sore tadi.
Dia meraih ponselnya lalu membuka sosial medianya, melihat satu persatu foto Michelle yang terpampang di akun Nicholas. Dilihatnya dengan seksama, penampilan Michelle yang memang berbeda-beda itu sambil terus memperbesar foto Michelle agar terlihat jelas wajah cantiknya.
“Cantik, ternyata si bar-bar itu mau diubah jadi feminin apa berseragam tetep cantik, muka seriusnya lebih cantik daripada pas dia senyum pamer lesung pipinya, tapi manis sih senyumnya..” gumam Axel
Axel sampai menyimpan beberapa foto Michelle yang sendiri ke dalam galeri ponselnya agar dia lebih puas melihat foto Michelle.
Axel mendengar suara Michelle di balik kamarnya.
“Gue bener-bener udah gila, sampai suaranya udah menuhin otak gue” gerutu Axel lagi
Tok.. Tok.. Tok..
Axel berjalan membuka pintu kamarnya, dilihatnya Michelle sudah berdiri disana bersama Kyra yang tengah memegang kue tart dengan lilin yang menyala di atasnya.
“Happy birthday Kak Axel” ucap Michelle dan Kyra dengan riangnya
Axel dibuat tercengang karena selama ini dia tidak peduli dengan hari ulang tahunnya, terlebih dia sama sekali tidak pernah merayakannya.
Michelle dan Kyra menyanyikan lagu ulang tahun untuk Axel sambil Michelle memakaikan topi kerucut di kepala Axel seperti yang dia pakai sama Kyra layaknya topi ulang tahun untuk anak kecil.
Axel meniup lilinnya dengan perasaan yang masih bingung harus bagaimana.
“Kakak, happy birthday ya, maaf aku baru lakuin sekarang karena sempet tertunda dan sengaja nunggu kepulangan Michelle dulu” ucap Kyra sedikit cemberut
“Iya.. nggak apa-apa” jawab Axel masih bingung
Michelle menyodorkan kotak kado warna kesukaan Axel, yaitu warna biru dengan pita yang mengikat setiap sisi warna hitam.
“Happy birthday ya Kak Axel, ini kado dari Kyra, semoga suka ya” ucap Michelle tersenyum lembut
__ADS_1
Wajah Axel seketika merah padam menerima kado dari Michelle dengan tangan yang sudah lemas.
Kyra mengoper kue ulang tahun ke Michelle lalu dia menaruh kadonya di atas kado Michelle yang Axel pegang dengan kedua tangannya.
“Itu kado dari Michelle.. sekarang, ayo kita turun, kita makan kuenya bareng terus Kakak buka kadonya” ajak Kyra penuh semangat
“Ka.. kalian aja” ucap Axel terbata-bata karena Michelle masih menatapnya lembut
Axel langsung masuk kamar dan menutup pintu kamarnya. Menaruh kadonya di lantai kamarnya sementara dia mencengkeram erat kaos di bagian dadanya. Dadanya masih berdegup cepat sedari tadi akibat Michelle.
Axel melepas topi ulang tahunnya lalu mengambil dua kadonya dan menaruhnya di atas meja sementara dia duduk di sofa menonton kedua kado di depannya.
Dia tidak pernah menerima kado sejak dia berumur 10 tahun.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kamarnya kembali terketuk pelan, Axel bangun dari duduknya lalu membuka pintu kamarnya. Michelle sudah berdiri di depan pintu kamarnya sambil memegang sepiring kue tart.
“Kak” panggil Michelle yang melihat Axel melamun
“Ya” jawab Axel membuyarkan lamunannya
“Nih kuenya, Kakak harus makan kuenya juga, walaupun aku sama Kyra boleh beli kue ini tapi Kakak harus hargain usahanya” ucap Michelle tersenyum lembut
“Bawa aja, gue nggak makan yang manis manis” tolak Axel
Michelle menyendokkan sesendok kue tart lalu diarahkan ke mulut Axel.
“Cobain deh.. aku punya Kakak juga, Kakak aku selalu minta aku suapin kayak gini, katanya rasanya lebih enak kalau aku yang suapin, coba nih” ucap Michelle melebarkan senyumnya
Dengan fokus melihat senyum Michelle, Axel membuka mulutnya lalu mengunyah kue tartnya.
Michelle menarik tangan Axel lalu menaruh piring kue tartnya di tangan Axel.
“Sekali lagi selamat ulang tahun ya Kak Axel, semoga Kakak jadi Kakak yang Kyra mau, dan anak yang sayang sama keluarganya ya..
Eum, aku minta maaf soal tadi pagi.. kalau gitu aku turun lagi ya Kak, Kyra pasti lagi enak-enakkan makan kuenya sendirian, bye Kak” ucap Michelle melambaikan tangannya sambil berjalan menjauh dari kamar Axel
Axel menatap punggung kecil itu menjauh darinya. Dia langsung menyadarkan pikirannya lalu masuk kamar, kembali duduk di sofa sambil memakan kue tartnya.
Setelahnya Axel membuka kado dari Kyra, ada kemeja hitam panjang, rompi dan celana kerja warna biru dongker, lalu Axel membuka selembar kertas yang terlipat.
Jas nya udah di dalem ruang pakaian Kakak, okeee..
Axel menaruhnya lalu berpaling ke kado dari Michelle. Isinya ada dua kotak kecil yang berisi dasi warna abu-abu muda bergradasi hitam, dan satunya sebuah jam tangan mewah warna hitam. Lagi-lagi Axel menemukan sebuah kertas di dalamnya.
Ini buat pelengkap penampilan Kakak dari kado Kyra, okeee..
Axel tersenyum dibuatnya, Axel langsung mencoba jam tangan barunya, diputarnya kesana kemari lalu merapihkan kado-kadonya ke tempatnya.
Axel merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, masih tidak menyangka mendapatkan perlakuan seperti tadi.
Kyra bener, Michelle emang beda dari cewek lain.. tapi tetep aja dia mainin perasaan Uncle Corre, Nicho, sampai Vier.. -batin Axel kembali kecewa
__ADS_1
**