
Michelle melangkah turun bersama Axel di sampingnya, keduanya sudah memakai pakaian serba warna pink yang menyakitkan mata itu ditambah khusus untuk Axel ada bando telinga kelinci dan dasi kupu-kupu membuat pemiliknya sudah menggerutu dan mengerucutkan bibirnya sedari di dalam kamar.
Nyatanya Axel tetaplah Axel yang kalah dengan istrinya, terlebih kedua putra tampannya ikut-ikutan jadi korban Michelle. Michelle tidak membiarkan satu orangpun mengenakan warna lain.
"Aaaaa kakak ipar cantik banget" ucap Kyra dengan gemasnya
"Gue emang udah cantik dari masih di dalam proses pembuatan" ucap Michelle dengan bangganya
"Bodoamat, ayo kita foto, ini momen benar-benar langka" ucap Kyra begitu antusias menyiapkan kamera di ponselnya
Selesai berfoto ria, satu persatu teman Michelle maupun Axel pun memberikan ucapan selamatnya atas kehamilan kedua Michelle, namun tetap saja mereka teman-teman yang tidak luput dan tidak menyia-nyiakan untuk meledek Axel.
"Aku ganti baju ya baby" pinta Axel
Michelle menatap tajam Axel, tanpa jawaban apapun Michelle melepaskan tangannya yang melingkar di tangan Axel lalu berjalan meninggalkan Axel yang sudah tahu dan bisa dipastikan dirinya dalam bahaya.
"Kayaknya anak lo cewek deh Cel" tebak Daffin
"Nggak tahu" jawab Michelle sekenanya
"Gue juga pikir gitu, dari sikap Michelle sampai minta dekor pesta pakai warna perusak mata gini" ucap Saddam
"Wah parah kakak ipar gue dikeroyok" goda Ezra yang menghampiri ketiga temannya sambil menggendong Greta
"Sini Zra sini, gue mau tanya sama lo" ucap Saddam penuh semangat
"Kenapa ?" tanya Ezra penasaran sambil mengoper Greta ke gendongan Daffin
"Nih coba ya, Michelle pasti anaknya cewek kan ? lihat sendiri semua perubahan Michelle" ucap Saddam menunjukkan penampilan Michelle
"Ini anak lagi diomongin malah enak-enakan makan kue sendirian" gerutu Daffin berdecak kesal
"Lagian gue nggak kenapa-kenapa jadi bahan omongan" ucap Michelle
"Karena lo aneh Cel" ucap Saddam memijit keningnya
"Biarin aja kalau anaknya Michelle cewek, gue mau tahu sekarang ngidamnya yang feminin gini, nanti pas udah lahir tetap feminin apa malah nurunin Michelle" ucap Ezra
"Yang pasti anak gue cantik dan punya banyak bakat" ucap Michelle dengan bangganya
"Honey" panggil Xavier berjalan ke arah Michelle
Michelle yang sedang sibuk mengunyah kue yang penuh di dalam mulutnya itu cuma menoleh ke arah kakaknya yang tersenyum menahan kegemasan adik kesayangannya itu.
"Hadiah kamu udah sampai" ucap Xavier memainkan kedua pipi Michelle
"Kaakkaakkkk" gerutu Michelle sambil terus mengunyah
Tanpa basa basi, Michelle langsung berjalan ke luar sambil membawa semangkuk besar berisi macam-macam kue.
__ADS_1
"Astaga kak itu kayaknya bukan Michelle deh" gumam Ezra
"Enak aja, itu Michelle adik kesayangan kakak tahu, lihat aja tuh pipinya gemes banget ngalahin pipi anak-anaknya" protes Xavier
"Kak, emang Michelle minta hadiah apa sama kakak ?" tanya Saddam penasaran
"Yuk ikut" ajak Xavier
Semua anggota keluarga dan teman-teman yang hadir pun berjalan ke luar rumah untuk menyambut hadiah kedua Michelle.
Mobil ? -batin Axel saat melihat sebuah mobil dibalik covernya
"Buka Lec" teriak Michelle
Alec pun membuka cover mobil itu dan tampaklah BMW seri 8 dengan warna pink glossy membuat semua ternganga kecuali Michelle yang tersenyum puas bersama Kyra sambil bertepuk tangan.
"Oh-my-god" gumam semua orang yang ada disana
"Michelle, are you okay ?" tanya Daniel masih tidak menyangka
"Im super super okay Dad" jawab Michelle begitu antusias
"Nih kuncinya, sesuai permintaan kamu juga, gantungannya warna pink bentuk telinga kelinci" ucap Xavier memberikan kunci mobil baru ke Michelle
"Makasih kakakku sayang" ucap Michelle dengan riangnya
"Baby" panggil Michelle
"Nih buat kamu" ucap Michelle memberikan kunci mobil barunya ke Axel
"Tapi.. kenapa buat aku ?" tanya Axel mulai khawatir
"Karena aku sengaja minta hadiah itu buat kamu yang pakai" jawab Michelle melebarkan senyumnya
"Pfftttt.."
"Nggak kebayang seorang Axel Oliver ngendarain mobil warna pink ke kantor" ledek Nicholas
"Harusnya kamu bilang Michelle kalau itu buat Axel, jadi kakak bisa tambahin gambar-gambar lucu kayak hello kitty apa pink panther gitu" ledek Xavier menahan tawanya
"Baby" rengek Axel memohon
"Tenang aja, mobil itu muat empat orang kok, kamu bisa ajak kak Nicho, Fares, sama Joshua buat jalan-jalan bareng" ucap Michelle
"Nggak akan !" protes Fares menggelengkan kepalanya
"Gue bisa kendarain mobil sendiri" tolak Joshua
"Kamu nggak adil, kenapa Vier nggak diajak ?" protes Nicholas memicingkan matanya menatap Xavier
__ADS_1
"Karena aku tahu kak Vier sibuk urus pasien di rumah sakit, jadi aku nggak bisa bebas tugasin kak Vier gitu aja" jawab Michelle dengan tenangnya
"Emang adik kesayangan kakak" ucap Xavier menciumi pipi Michelle
**
Hari terus berganti, setiap hari Axel harus menanggung malu karena Roy mengantar dan menjemputnya kerja dengan mobil hadiah dari Michelle.
Pernah satu hari Axel dan Roy mengendap-endap agar bisa menggunakan mobil yang lama, tapi saat mereka sampai di kantor dan bisa bernafas lega ternyata Michelle sudah berada di ruangan Axel bersama Emily.
Tentu tatapan Michelle datar namun auranya sudah gelap membuat siapapun yang masuk kesana terasa seperti di neraka buatan.
Tanpa banyak bicara Michelle cukup menghela nafas kasar dan Emily langsung paham.
Emily mempersilahkan Axel dan Roy untuk masuk ke dalam kamar dimana di atas tempat tidur sudah ada dua setelan jas warna pink untuk Axel dan Roy.
Mau protes pun mereka tidak punya keberanian, alhasil selama satu hari bekerja mereka menahan malu lebih besar terlebih jadwal mereka hari ini padat karena harus meeting bersama beberapa klien di jam yang berbeda.
Mereka pun bertekad tidak akan melakukan hal itu lagi, biarlah mereka menahan malu di sepanjang jalan toh dari luar tidak terlihat siapa yang berada di dalamnya, daripada mereka harus memakai setelan jas warna pink saat jam bekerja membuat karakter mereka yang terkenal dingin dan tajam itu mendadak berubah menjadi pretty boys.
**
Michelle menikmati hari-harinya dalam bekerja mengingat tinggal beberapa bulan lagi dia harus pensiun.
Walaupun keluarganya mendukung agar tetap bekerja namun bagi Michelle ucapannya adalah janji yang harus ditepati. Berat memang, namun inilah akhirnya seorang Michelle Dominica Melviano gadis super tomboy berubah menjadi sosok orangtua yang penyayang, perhatian, dan penuh kasih sayang. Hal-hal yang tidak pernah Michelle bayangkan sebelumnya.
**
Beberapa bulan kemudian..
Setelah lima bulan Michelle berhenti bekerja, dia fokus mengurus keluarga kecilnya dan memantau perkembangan usahanya karena untuk perusahaannya sudah diserahkan ke Roy dan Emily sampai waktu yang ditentukan.
Michelle tengah berbaring di ranjang pasien dengan keringat mengucur deras karena saat ini dia tengah berjuang melahirkan anak ketiganya ditemani Axel.
Tangis bayi memenuhi ruangan, Michelle tersenyum lirih dengan Axel yang menitikkan air matanya sambil menciumi wajah Michelle yang banjir keringat.
Cita-cita Michelle pun terwujud, bayi ketiganya perempuan yang diberi nama Shevira Dominica Oliver.
Keluarga besar Melviano maupun Oliver sangat bahagia dengan bertambahnya anggota keluarga yang akan meramaikan keluarga besar mereka di setiap harinya.
**
Roy masih setia menemani Emily untuk melakukan terapi mental agar Emily bisa tidur dengan nyenyak.
Keduanya sudah saling tahu akan perasaan satu sama lain namun Roy mengalah untuk meminang Emily karena tahu Emily akan menunda atau bahkan menolaknya jadi dia mengikuti alur dan baginya berhubungan dekat dengan Emily seperti ini sudah cukup untuknya padahal Axel yang ditinggal oleh Roy cukup dibuat pusing karena sekertaris pribadi barunya yang direkomendasikan dari Hugo menyebalkan.
Bagaimana tidak ? walaupun sekertaris pengganti Roy itu tidak kalah hebatnya dengan Roy maupun Emily, tapi laki-laki itu cukup membuat kepala Axel mendidih dengan ucapannya yang absurd disela laporan seriusnya pada Axel.
Bagi Michelle itu tidak masalah selama sekertaris suaminya seorang laki-laki dan dapat bekerja mengimbangi suami dan perusahaannya.
__ADS_1
TAMAT