
Satu bulan kemudian..
Michelle tengah melakukan perjalanan ke Italia dan Jerman bersama Axel, Dominico, dan Hugo setelah kepulangan Nicholas dan Nadine berbulan madu untuk mengenalkan mereka secara resmi akan masa kelamnya saat itu.
Selain itu mereka juga diajak mengunjungi bisnis bersih Dominico dan Hugo selama ini.
Ezra sendiri memutuskan untuk mengajak Kyra tinggal di rumahnya mengingat tempat kerjanya lebih dekat sehingga kalau terjadi sesuatu dia akan cepat datang.
Sementara Zeira sudah beberapa hari ini menginap di kediaman Antonio di Indonesia karena kehadiran Shania itu. Terlebih keluarga Antonio menyukai Zeira yang berhasil membuat Shania gadis kecil pemalu itu jadi terlihat ceria.
..
Lewat tengah malam, kediaman Melviano, Oliver, dan Xavier terjadi penculikan. Tidak ada baku tembak disana karena musuh hanya menembakkan obat bius ke setiap penjaga dan pelayan yang melihatnya.
Musuh berhasil membawa anggota keluarga Melviano dan Oliver kecuali Michelle, Axel, Dominico, Hugo, Kyra, Ezra, dan Zeira karena mereka tidak ada di lokasi penyergapan.
..
Mata-mata yang Dominico kirim untuk memantau keluarganya di Indonesia langsung memberikan laporannya ke Dominico.
Mereka juga menyampaikan kalau keluarga Oliver ikut diculik.
“Hugo, ini nggak salah lagi, mereka pasti diculik sama musuh kita” ucap Dominico
“Ya, aku yakin begitu, tapi siapa ?” tanya Hugo bingung
“Bisa Nonno sama Grandpa kasih tahu aku sama Axel siapa aja musuh kalian ?” tanya Michelle menahan kesal
“Ini terlalu bahaya Michelle, biar Nonno yang selesaiin dan menyelamatkan mereka” ucap Dominico
“Nonno, mereka keluargaku !! ada Uncle sama Aunty juga yang jadi korban !! Kyra pasti syok kalau tahu kejadian ini, aku sayang mereka semua Nonno” ucap Michelle
“Sabar baby..” bujuk Axel merangkul bahu Michelle
“Hah ? lo minta gue sabar ?!! lo gila ? keluarga gue sama orang tua lo diculik Xel, diculik !! gue nggak bisa bayangin mereka gimana sekarang karena gue pernah di posisi itu” bentak Michelle
“Nona, silahkan” ucap Emily memberikan file tebal ke tangan Michelle
“Emily !!” bentak Dominico
“Dia orangku Nonno, jangan bentak Emily” ucap Michelle tajam
“Emily anak buah Nonno selama ini !” ucap Dominico
“Ly..” panggil Michelle tidak percaya
“Maafkan saya Nona, saya diutus Tuan Besar Dom untuk menjaga Nona” ucap Emily
“Daddy tahu ?” tanya Michelle
“Tahu Nona” jawab Emily
“Kakak ?” tanya Michelle lagi
“Tidak Nona, cuma Tuan besar Corradeo yang mengetahuinya” jawab Emily
Bugg !!
Michelle memukul rahang Emily membuat darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
“Selama ini lo tahu gue cari tahu tentang Nonno, tapi lo pura-pura nggak tahu dan nutupin siapa lo sebenernya..
Dari awal gue udah percaya sama lo Ly, lo tahu gue, apa gue sentuh data tentang lo yang Daddy kasih ?” tanya Michelle geram
“Maaf Nona” jawab Emily
“Gue nggak merima maaf ! jangan nutupin satu hal kecil dari gue lagi, gue udah terlalu percaya sama lo” ucap Michelle tegas
“Terima kasih banyak Nona” ucap Emily
“Apa lo juga ?” tanya Axel
“Maafkan saya Tuan muda” jawab Roy
“Jadi selama ini Grandpa sama Nonno yang kirim mereka buat aku sama Michelle ?” tanya Axel lagi
“Grandpa cuma mau lindungin kamu Xel” jawab Hugo
“Lupain Xel, sekarang kita fokus ke masalah penculikan” ucap Michelle
“Sebentar” ucap Axel
__ADS_1
Bugg !!
Axel memukul Roy seperti Michelle tadi.
“Lanjut Cel” ucap Axel
Tring.. Tring..
Michelle mengambil ponselnya lalu mengangkat telefon dari kontak bernama Mario.
“Halo Mario ?” ucap Michelle
“Halo Michelle.. apa kabar ?” tanya Mario
“Lagi nggak baik” jawab Michelle
“Pasti karena penculikan keluarga lo itu ya ?” tanya Mario dengan tenangnya
“Lo !! lo pasti tahu kan ?” tanya Michelle curiga
“Hemm.. gimana ya ? mungkin lo mau kenalan sama gue dari awal ?” goda Mario
“Jangan basa basi” ketus Michelle
“Hahaha !! huh, Michelle.. Michelle.. setelah gue berhasil cari tahu tentang hubungan keluarga lo sama keluarga Oliver sama KingDom dan Commander Hugo, ternyata lo cucunya KingDom ya ?!.. Nona Michelle, perkenalkan, saya Mario Laurent” jelas Mario
“Terus motif lo apa ?” tanya Michelle geram
“KingDom pasti tahu Michelle” jawab Mario
“Mau lo apa ?” tantang Michelle
“Wah wah wah nyali lo gede juga.. sayang banget orang sesempurna lo malah jadi musuh, padahal tadinya mau gue ajak jadi sekutu” ucap Mario
“Mau lo apa ?” tanya Michelle sekali lagi
“Okee.. gue minta lo bawa semua anggota keluarga Melviano sama Oliver yang lain terutama KingDom dan Commander Hugo, dan setelah itu, gue bisa bales dendam ke lo semua” jawab Mario
Telefon langsung diputus.
Michelle membanting file tebal tadi memecahi meja kaca di depannya.
“Nonno, siapa Laurent ?” tanya Michelle mengeluarkan aura gelapnya
Deg !
Dominico dan Hugo tersentak kaget mendengar nama Laurent.
“Michelle, bisa jelasin siapa yang telefon ?” tanya Axel
“Laurent” jawab Michelle datar
“Michelle..” panggil Dominico lirih
“Siapa Laurent !!” ucap Michelle tajam
Akhirnya Dominico dan Hugo menceritakan semuanya ke Michelle dan Axel di depan Emily dan Roy.
..
Michelle mengepalkan kedua tangannya membayangkan kematian orangtua Dominico yang tragis itu.
Dia takut membayangkan hal itu terjadi ke Kakak dan orang tuanya.
“Emily, jemput Zeira, Kyra, sama Ezra kesini sekarang juga ! jangan lupa bawa benda itu kesini !
Roy, lo hubungin semua sekutu Nonno sama Grandpa buat kumpul disini” perintah Michelle
“Michelle, mending kamu temenin Zeira aja sama Kyra dan Ezra, dia pasti ketakutan” bujuk Axel
“Dia bakalan takut kalau tahu masalah ini” ucap Michelle datar
“Michelle, kamu itu perempuan..” ucap Hugo terputus
“Nggak ada perbedaan cewek sama cowok sekarang, Grandpa nggak usah khawatir, ini bukan kali pertama aku hadapin musuh” ucap Michelle tajam
Michelle langsung keluar ruangan dan masuk ke kamarnya.
“Tuan Besar, maaf sebelumnya, tapi apapun yang Nona Michelle ucapkan akan tetap terlaksana kecuali Tuan Nicholas atau Tuan Xavier yang meminta untuk membatalkannya” ucap Emily
“Kita mesti gerak cepet sekarang sebelum Laurent balas dendam” ucap Axel
__ADS_1
“Ya kamu benar, Emily, Roy, lakukan apa yang Michele perintahkan” perintah Dominico
“Baik Tuan Besar” ucap Emily dan Roy
“Aku akan hubungin temen-temenku sama Michelle” ucap Axel
“Axel, tolong tenangin perasaan Michelle sekarang” pinta Dominico
“Iya, Nonno tenang aja” ucap Axel
Axel berjalan keluar ruangan, menghubungi teman-temannya lalu ke kamar Michelle.
“Baby” panggil Axel pelan
Michelle tidak menjawabnya, dia tengah duduk di tempat tidur sambil melihat foto keluarganya.
Axel duduk di samping Michelle lalu merangkul bahunya.
“Kita bisa selamatin mereka semua baby” ucap Axel
“Mario yang lakuin ini, selama ini dia nutupin namanya, nama aslinya Mario Laurent” ucap Michelle
Axel langsung mengepalkan tangannya.
“Aku rasa dia generasi ke 4 Laurent kayak kita.. dia minta aku bawa kalian dan juga Zeira, Kyra, dan Ezra buat bales dendam atas kematian keluarganya itu” ucap Michelle
“Baby, aku tahu kamu pasti punya rencana kan ? aku akan nemenin kamu baby” ucap Axe
l
“Aku takut mereka pergi ninggalin aku Xel, kamu bisa bayangin gimana rasanya jadi Nonno sama Grandpa selama ini.. mereka pasti bisa baca kronologi kematian orang tua mereka dan pasti sampai sekarang masih membekas” ucap Michelle
“Mereka nggak akan pergi ninggalin kamu baby, kita akan selamatin mereka semua dan setelah ini nggak ada yang ganggu kehidupan kita lagi” ucap Axel dengan lembutnya
“Im scared” ucap Michelle lirih
“Im here baby” ucap Axel
Michelle membenamkan wajahnya di dada Axel sementara tangan Axel mengelus lembut rambut dan punggung tangan Michelle.
“Xel, kemampuan kamu nembak masih nggak sempurna, mau latihan sama aku sampai mereka dateng ?” tanya Michelle
“Ayo, aku juga mau belajar pakai pisau” jawab Axel
“Kamu mau masak ?” tanya Michelle
“I hate you” ketus Axel
Michelle terkekeh lalu mengecup lembut bibir Axel dan hendak kabur tapi Axel langsung menarik tubuhnya terbaring di tempat tidur.
“Kamu licik.. balikin kecupan itu” pinta Axel
“Ambil sendiri” tantang Michelle
“Oohhh jangan nyesel ya, aku bukan cuma ambil kecupan kamu tadi itu, tapi yang lain juga” ucap Axel memastikan
“Aaa aku takuutt” ledek Michelle
“Oh god, cewek ini nyebelin” gerutu Axel
“Aku sexy baby” lirih Michelle menggigit kecil bibir bawahnya
“Michelle, aku peringatin ya, jangan goda aku kalau kamu mau malem pertama kamu jadi sekarang” ancam Axel
“Hehehehe, udah ayo kita latihan” ucap Michelle mengalihkan pembicaraan
“Enak aja, kamu lewatin satu hal” protes Axel
Axel langsung mengambil kecupannya lalu ******* bibir Michelle sambil tangannya langsung menyusuri lekuk tubuh Michelle.
“Baby.. stop it babyyyy..” lenguh Michelle
Axel pun menyudahinya lalu turun dari tempat tidur.
“Temenin aku ganti baju” pinta Axel
“Wah, minta di acak-acak nih organnya sama Kak Vier” ucap Michelle
“Dia nggak ada disini, ayo” ucap Axel menarik tangan Michelle ke kamarnya
**
__ADS_1