
Di sudut lain, Axel tampak kesal melihat Fares memeluk Michelle. Hampir saja gelas yang dia pegang pecah kalau saja Joshua tidak segera menyadarkannya.
“Kita kan sama-sama tahu Fares kayak gimana, lagian dia sendiri yang bilang udah janji buat nggak maksa perasaan Michelle” ucap Joshua
“Tapi lo lihat sekarang, dia meluk Michelle kayak gitu, banyak orang disini yang lihat mereka” keluh Axel
“Nggak ada yang berani ngegosipin Michelle, Xel, tahu sendiri kan rumor tentang Michelle kayak apa ?” ucap Joshua
“Kalau lo jadi gue harus gimana Josh ? kita saling sayang tapi Michelle udah janji sama keluarganya buat nggak pacaran sama gue dari sebelum gue dapet ijin dari Nicho sama Vier..
Tadi gue ngobrol sama Michelle tapi dia gila sih omongannya pedes sama kayak Nicho, dia bilang kita cuma saling suka dan nggak punya hubungan serius..
Ah shit gue frustasi Josh, gue mesti gimana ?” jelas Axel panjang lebar
“Kalau kalian saling sayang tapi terhalang janji Michelle yang katanya nggak mau pacaran sama lo ya udah langsung ke tahap berikutnya aja, tunangan” jawab Joshua
“Sumpah ! big thanks Josh ! makasih banyak !! ah shit kenapa gue nggak kepikiran” ucap Axel melebarkan senyumnya
“Lo bego sih, udah kelewat bucin sama adik kesayangannya Nicho sama Vier jadi gini” ledek Joshua
“Terserah lo, gue nggak peduli” ucap Axel masih melebarkan senyumnya
..
Fares menepi membiarkan Michelle berdansa bersama Daffin, lalu berganti lagi ke Saddam, dan terakhir ke Joshua.
Michelle menepi dan minum karena sepanjang berdansa tidak berhenti berbincang dengan teman-temannya.
“Tega ya nggak ngajak aku dansa, dan malah dansa sama cowok lain” keluh Nicholas
“Uuuu bbaabyyy.. maaf ya, tadi kamu lagi pacaran” ucap Michelle mengelus lembut janggut Nicholas
“Huuhh, tetep aja” ketus Nicholas cemberut kesal
Michelle menuntun tangan Nicholas ke lantai dansa.
“Jangan cemberut terus dong ganteng, ayo dansa sama aku” rayu Michelle
“Cium dulu” pinta Nicholas
“Kak ini banyak orang, nanti mereka mikir yang nggak-nggak” ucap Michelle pelan
“Cih, malah mikirin orang lain” gerutu Nicholas
Michelle menarik bahu Nicholas lalu mengecup kening dan kedua pipi Nicholas membuat pemiliknya langsung tersenyum lebar dan memeluk Michelle sambil memulai dansanya.
“Michelle my honey” panggil Nicholas
“Kenapa Kak ?” tanya Michelle mendongakkan kepalanya
“Kakak udah bahagia sekarang, jangan pikirin Kakak lagi, Kakak juga mau kamu bahagia” ucap Nicholas memegang kedua pipi Michelle
“Kak..” ucap Michelle terkejut
“Kakak udah tahu honey, Kakak sedih kamu nggak mikirin kebahagiaan kamu sendiri.. mulai sekarang kamu harus bahagia ya, kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu bakalan lakuin apa yang Kakak lakuin” ucap Nicholas mengelap air mata Michelle yang menetes
“Tapi..” ucap Michelle
“Ssttt.. Kakak nggak mau denger kamu nolak dan banyak alesan lagi, ngerti ?” tanya Nicholas tersenyum lembut
Michelle menganggukkan kepalanya dan langsung membenamkan wajahnya di dada Nicholas.
“Ehem ehem.. Kakak apain Michelle ku ? kenapa Michelle ku nangis ?” ketus Xavier
__ADS_1
“Ganggu banget” gumam Nicholas ketus
Michelle melepaskan pelukannya, Nicholas maupun Xavier berebut untuk mengelap air mata Michelle.
“Aaaaa Kakakkk” rengek Michelle pelan
“Lihat tuh gara-gara kamu little princess Kakak jadi sedih” ketus Nicholas
“Hah ? jelas-jelas Kakak yang bikin nangis Michelle ku” protes Xavier
Xavier langsung menarik Michelle ke dalam pelukannya.
“Sana sana, Kak Nadine nungguin tuh” usir Xavier mengibaskan tangannya
“Cih, dasar.. Michelle my honey, aku tinggal dulu ya” ucap Nicholas mengecup lembut puncak kepala Michelle
“Udah sana Kak” ketus Xavier
Nicholas memutar bola matanya lalu pergi meninggalkan kedua adiknya itu.
Xavier memegang kedua pipi Michelle lalu mengelap sisa air mata di pipi Michelle dengan ibu jarinya.
“Kak Nicho apain kamu honey ?” tanya Xavier
“Kakak apaan sih” ucap Michelle tertawa kecil
“Orang nanya serius” gerutu Xavier
“Kalau Kak Nicho tahu Kakak pasti tahu juga kan ? alesan aku nggak mau pacaran ?” tanya Michelle
“Hemm.. semuanya udah tahu, Kakak minta Kyra buat ceritain semuanya pas kamu keluar sama Amber, Zeira, sama Kak Nadine pas kita lagi bicarain liburan” jawab Xavier
“Kyra nggak bisa dipercaya” gerutu Michelle
“Kakak marah apa sedih ?” tanya Michelle
“Entah, yang pasti Kakak rasain tuh terharu, ugh adik kesayangan Kakak kenapa segitu pedulinya sih.. tapi Kakak kesel karena kamu lebih sayang sama Kak Nicho, kamu anggep aku ini aappaaaa ?” keluh Xavier
“My second handsome boy” jawab Michelle tersenyum tanpa dosa
“Kamu nyebelin tahu nggak” gerutu Xavier
“Hehehe.. I am beautiful, smart, cute.. eum.. actually I am perfect” ucap Michelle dengan sombongnya
“Sorry, tapi kayaknya gue nggak ganggu kan ? balikin Michelle gue” pinta Axel tajam
“Apa-apaan ! sana pergi” usir Xavier
“Hemm.. nggak masalah, tapi lihat tuh anak lo udah mau nangis nyariin Bapaknya” ucap Axel menunjuk ke arah Zeira dengan dagunya
“Honey, sorry..” ucap Xavier memegang kedua pipi Michelle
“Nggak apa-apa, mungkin aku mau dansa terakhir sama gunung es ini” ucap Michelle melirik Axel
“Langsung kabur kalau dia macem-macem ya honey” pinta Xavier
“Iya baby” jawab Michelle dengan manjanya
“Cih, lebay” gumam Axel
Xavier menatap tajam Axel lalu pergi meninggalkan adik kesayangannya berdansa bersama Axel.
“Michelle, aku udah pikirin mateng-mateng kalau kamu nggak mau pacaran sama aku..” ucap Axel terputus
__ADS_1
“Siapa yang nggak mau pacaran sama kamu ?” tanya Michelle
Axel mengernyitkan dahinya menatap Michelle.
“Kamu kan bilang nggak mau pacaran sama aku” ucap Axel bingung
“Kapan aku bilang kayak gitu ?” tanya Michelle
“Tadi..” jawab Axel masih mengernyitkan dahinya bingung
“Itu kan tadi” ucap Michelle
Axel yang mengernyitkan dahinya langsung tersenyum lebar.
“Kalau sekarang ?” tanya Axel
“Apaan yang sekarang ?” tanya Michelle balik
“Baby, my lovely Michelle.. will you be my girlfriend ?” tanya Axel dengan jantungnya yang berdegup cepat
Michelle menoleh melihat kedua Kakaknya yang ternyata melihatnya lalu tersenyum sambil merangkul pasangannya masing-masing lalu Michelle kembali menatap Axel.
“Apa aku punya pilihan buat nolak ?” tanya Michelle tersenyum lembut
“Please say it baby, I want to hear it” ucap Axel tidak sabar
“I will my iceberg, Im yours” jawab Michelle
Axel makin melebarkan senyumnya dan langsung memeluk erat Michelle.
“Xel, kok deg degan ? jantung kamu konslet ?” tanya Michelle panik
“Sama sekali nggak baby, aku cuma seneng banget” jawab Axel
“Axel, you killed me slowly, I cant breath” ucap Michelle lirih
Axel langsung melepaskan pelukannya pada Michelle lalu memegang kedua pipi Michelle.
“Breath baby, Im so sorry” ucap Axel panik
“Huuhhh baru beberapa detik punya pacar udah mau dibunuh” keluh Michelle mengerucutkan bibirnya
“No !!!! jangan tinggalin aku baby, maafin aku” ucap Axel sedih
“Udah ah, ayo kesana” ajak Michelle
“Cium dulu” pinta Axel menundukkan wajahnya
“Nanti aja ya, jangan disini” ucap Michelle
“Kamu nggak sayang sama aku” rengek Axel cemberut
Michelle memutar bola matanya lalu menarik kerah jas Axel dan mengecup kening dan kedua pipi Axel membuat pemiliknya tersenyum.
Axel menuntun tangan Michelle dengan senyumnya ke arah perkumpulan teman-temannya itu.
“Ada yang gue lewatin kayaknya” goda Joshua
“Kakak ipar” panggil Axel dengan senyumnya melihat Nicholas dan Xavier
“Xel, sumpah..” keluh Nicholas mendengus kesal
“Besok ke rumah sakit, gue kulitin beneran lo” ucap Xavier geram
__ADS_1
**