
Di dalam jet pribadi, Axel memberanikan diri menemui Dominico yang sedang duduk bersama Hugo.
“Sorry Grandpa, boleh aku pinjem Nonno ?” tanya Axel
“Boleh, tapi kalian jangan ngobrol disini” jawab Hugo
“Emang mau ngobrol apa ?” tanya Dominico
Axel pun membisiki sesuatu ke telinga Dominico membuat wajah Dominico tersenyum penuh arti dan segera mengajak Axel ke ruangan lainnya.
..
“Jadi, kalian berdua belum berpengalaman ?” tanya Dominico
“Yaa..” jawab Axel sambil mengusap tengkuknya
“Xel, lakukan dengan gentle, tapi lembut dan penuh kasih sayang, Michelle itu sama kayak Michelle istri Nonno, dia seneng kalau pasangannya mulai perlahan dan membangunkan gairahnya, bener kan ?” tanya Dominico
“Bisa kita skip dan lanjutin aja Nonno ?” tanya Axel dengan wajah merah padam
Dominico terkekeh lalu menuang wine ke dua gelas dan memberikan satu gelasnya ke Axel.
“Nonno, aku nggak minum” tolak Axel
“Sayang banget, coba minum dulu” ajak Dominico
Axel menenggaknya dan mengerut wajahnya.
“Enak kan ?” tanya Dominico
“Asam, pahit” jawab Axel
“Tapi kalau kamu minum ini sama Michelle dan ciptain sesuatu yang romantis, rasanya akan jadi manis” ucap Dominico
Dominico membuka layar laptopnya dan menunjukkannya ke Axel.
“Tontonlah dulu, gimana cara puasin perempuan di ranjang versi orang Italia” ucap Dominico
“What ? oh no, aku nggak mau Nonno” tolak Axel
“Hei, kamu udah dewasa, tonton dan minum ini” ucap Dominico memberikan botol wine ke tangan Axel
“Aku nggak mau mabuk Nonno” ucap Axel
“Usahain jangan mabuk, selingin sama minum air putih” ucap Dominico
Dominico menenggak habis wine di gelasnya lalu bangun dari duduknya.
“Inget Xel, jangan sampai kalah dari perempuan” ucap Dominico
“Nonno mau kemana ? nanti kalau ada orang lain masuk gimana ?” tanya Axel panik
“Nggak akan” jawab Dominico dengan tenangnya
“Nonno, apa nggak ada cara lain ?” tanya Axel
Dominico menatap wajah Axel yang memelas lalu kembali duduk dan menutup laptopnya membuat Axel bernafas lega.
“Tell me, kapan pertama kalinya kamu merasa tegang lihat tubuh Michelle ?” tanya Dominico
“Waktu Michelle fitness di rumah dan pakai pakaian Kyra” jawab Axel
“Pakaian Kyra ? apa hubungannya ?” tanya Dominico mengernyitkan dahinya
“Tubuh Kyra lebih kecil dari Michelle, jadi pas Michelle pakai pakaian fitness Kyra itu kekecilan” jawab Axel
“Nonno bisa bayangkan my Michelle sekarang.. terus, bagian tubuh mana yang kamu suka dari Michelle ?” tanya Dominico
“Of course her *****, and her butt” jawab Axel mulai membayangkan tubuh Michelle
“Gimana ?” tanya Dominico sambil mengarahkan botol wine itu ke mulut Axel
“She is damn perfect Nonno, aku ngerasa beruntung karena aku satu-satunya yang pernah pegang benda-benda kenyal itu” jawab Axel lalu menenggak winenya
__ADS_1
“Selain itu ?” tanya Dominico lagi
“Oh god aku nggak tahan setiap kali keringetnya mengalir ke lehernya, dadanya, perutnya, punggungnya.. it all makes me horny Nonno” jawab Axel
“I can read my Michelle in my mind, she damn georgous, like Michelle.. Axel, inget ya, lakuin perlahan, dia akan nggak tahan sendiri kalau kamu kelamaan dan itu sebuah hadiah buat kamu, biarin Michelle yang lakuin, coba aja” ucap Dominico
“Terus sekarang gimana Nonno ?” tanya Axel setelah menenggak wine nya lagi
“Belajar minum biar nggak kalah dari Michelle, so sekarang nikmatin waktu kamu, nanti Roy akan bangunin kamu saat kita tiba” ucap Dominico
Dominico pun keluar kamar meninggalkan Axel dalam keadaan mulai mabuk itu lalu kembali duduk di depan Hugo.
..
“Gimana ?” tanya Hugo penasaran
“Baru kali ini aku lihat laki-laki sepolos dia, jangankan bercinta, minum aja nggak pernah” jawab Dominico
“Daniel berhasil didik dia Dom” ucap Hugo
“Yeah, aku rasa anak-anak kita berhasil didik cucu-cucu kita Hugo, nggak kayak kita masa muda dulu” ucap Dominico
Dua laki-laki tua itu terkekeh membayangkan kenakalannya saat muda dulu sebelum mengenal istri mereka masing-masing.
**
Sampai di Italia, Axel langsung masuk kamar dibantu Roy akibat mabuk yang dia tahan itu.
Michelle yang melihatnya curiga lalu menyusul masuk ke kamar Axel.
“Xel, lo mabuk ?” tanya Michelle terkejut
“Baby..” panggil Axel tersenyum mabuk
“Oh god, berapa banyak yang lo minum ?” tanya Michelle
“Cuma satu botol baby” jawab Axel
“Udah tahu nggak pernah minum, ngapain sih minum segala ?” ketus Michelle
“Baik Nona” jawab Roy buru-buru
“Baby, aku mau belajar minum kayak kamu” ucap Axel
“Nggak usah” tolak Michelle
“Come on baby” rayu Axel mengecup bibir Michelle
Nggak salah lagi, ini wine yang selalu Nonno minum, astaga Nonno, kandungan alkoholnya tinggi gitu dan ngebiarin Axel minum sendiri sebotol ? -batin Michelle kesal
“Jangan sekarang” tolak Michelle
“Baby, kita akan menikah, kenapa nggak boleh ?” tanya Axel melantur
“Stop Xel” ucap Michelle
“Tapi aku mau belajar minum baby” rengek Axel
“Nanti gue ajarin kalau lo udah nggak mabuk” ucap Michelle melembut
“Aku nggak mabuk baby, come on teach me” pinta Axel
“Lo masih mabuk” ucap Michelle
Roy kembali membawa segelas susu hangat dan semangkuk alpukat lalu keluar kamar sesuai perintah Michelle.
Michelle membantu Axel meminum susunya sampai habis lalu perlahan menyuapinya dengan potongan-potongan buah alpukat.
..
“Baby, kepala aku pusing” ucap Axel
“Tidur aja” ucap Michelle
__ADS_1
“Dont leave me baby” pinta Axel
“Iya” jawab Michelle
“Minum dulu” ucap Michelle membantu Axel minum air mineral
Setelahnya mereka saling membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan Axel yang membenamkan wajahnya di dada Michelle dan memeluknya sementara Michelle menyisir pelan rambut tebal Axel sampai Axel tertidur dan dia pun menyusul Axel.
**
Hari pernikahan Michelle dan Axel tiba, acara yang dilakukan di outdoor dengan pemandangan gunung Alpen sesuai cita-cita Michelle. Acara meriah mengingat mereka berdua dari keluarga yang memiliki pengaruh besar terutama Dominico dan Hugo.
Gaun putih super elegan berlengan brukat dan memamerkan punggung Michelle menjadi saksi di hari kebahagiannya, rambutnya yang dicepol secantik mungkin ditambah veil panjang dan bucket mawar putih di tangannya.
Dia berjalan sambil melingkarkan satu tangannya di tangan Corradeo yang mengantarnya sementara Zeira dengan gemasnya memakai gaun putih juga yang berjalan di depannya sambil menebarkan kelopak mawar putih.
Di ujung sana sudah ada Axel yang berdiri gagah dengan setelan jas putih menatap calon istrinya itu.
Corradeo memberikan tangan Michelle ke Axel setelah memberikan kecupan lembut di kening putrinya lalu duduk bersama keluarganya.
Sumpah janji pun terucap oleh Michelle dan Axel dan mereka dinyatakan sebagai pasangan Suami Istri.
Acara berjalan dengan lancar, keluarga dan teman-temannya memberikan ucapan selamat dan doa-doanya untuk Michelle dan Axel.
“Lama” keluh Axel
“Emang lo mau ngapain ?” tanya Michelle
“Hei, Im your husband, call me baby” protes Axel
“Iyaaaaa.. baby mau ngapain ?” tanya Michelle pasrah
“Mau langsung ke bagian selanjutnya” jawab Axel tersenyum mesum
“Oh god” keluh Michelle
Axel tidak membiarkan Istrinya berbicara bersama laki-laki lain walaupun teman-teman mereka sekalipun membuat Michelle cemberut kesal menatap Axel.
..
Setelah pesta berakhir, mereka pun pulang ke kediaman Dominico.
Michelle langsung mandi dan berendam air hangat dengan aromaterapi lavender dan sabun lemon, sementara di dalam kamar Axel tengah sibuk membayangkan malam pertamanya bersama Michelle. Dia mau mandi bersama Istrinya itu tapi Michelle menolaknya.
Cklek..
Michelle keluar dari kamar mandi dengan balutan bathrobe dan handuk yang terlilit di kepalanya.
Axel segera berjalan menghampiri Istrinya dan hendak menyerangnya namun Michelle mengusirnya dan mengeringkan rambutnya sendiri.
“Baby, ini nggak adil ! ini malam pertama kita, kenapa kamu ngehindar dari aku ?” keluh Axel
“Mandi sana” ucap Michelle
“Baby..” panggil Axel cemberut
Michelle melepaskan ikatan bathrobenya membuat sedikit tubuhnya terlihat.
“Tuh, kalau ginian aja sinyalnya cepet” gerutu Michelle melirik celana Axel
“Baby, I need you now” ucap Axel lirih
“Mandi dulu” ucap Michelle
“Nggak usah mandi ya, nanti habis itu baru mandi” pinta Axel
“Oh ya udah nggak usah” ancam Michelle
“Kamu licik !” ketus Axel memicingkan matanya
Axel langsung berbalik dan masuk ke kamar mandi menuruti permintaan Michelle. Sementara Michelle memakai baju tidurnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Axel sengaja mempercepat durasi mandinya dan keluar dengan balutan handuk di pinggangnya tapi dia langsung kesal saat melihat Michelle sudah tidur pulas.
__ADS_1
Terpaksa dia kembali ke kamar mandi dan melakukannya sendiri.
**