Ms. Perfect

Ms. Perfect
Michelle Yang Manja


__ADS_3

“Honey, katanya kamu mau ganti baju ?” tanya Nicholas mengalihkan


“Iya Kak, sebentar ya” pamit Michelle


Michelle bangun dari duduknya lalu membungkuk di samping Corradeo.


“Daddy, kiss..” pinta Michelle


“Halah, manja” sindir Leonore


Corradeo langsung mengecup kening dan kedua pipi Michelle ditambah kedua punggung tangan Michelle.


“I love you Daddy” ucap Michelle dengan manjanya


Michelle bersenandung sepanjang jalan menuju kamarnya.


“Michelle emang manja apa baru kali ini manja sih ?” tanya Axel bingung


“Baru kali ini setelah bertahun-tahun nggak manja sama Uncle, Xel” jawab Corradeo melebarkan senyumnya


“Tapi imut Uncle.. biasanya cewek kalau didandanin dibikin cantik kan pasti seneng, Michelle malah ngeluh nangis gitu” ucap Fares


“Itu uniknya adik kesayangan gue” ucap Nicholas dengan bangganya


“Mommy juga, kenapa maksa Michelle ?” tanya Corradeo


“Dad, puluhan tahun loh anak itu nggak pernah sekalipun Mommy ajak massage, Mommy kan pengen habisin waktu sama putri Mommy sendiri” jelas Leonore


“Heemm.. Mom, jangan paksa Michelle lagi ya” pinta Nicholas


“Kalian tuh ya sama aja, bukannya bantuin Mommy biar Michelle jadi feminin malah dukung Michelle yang tomboy” gerutu Leonore


“Mom, biarin Michelle lakuin hal yang dia mau” ucap Corradeo


“Aku yakin kok Aunty, Michelle bakalan berubah jadi feminin satu saat nanti” ucap Axel


“Nah bener juga ! kamu menikah aja sama Michelle, biasanya perempuan yang habis nikah bakalan feminin” bujuk Leonore melebarkan senyumnua


“Oh no Mommy” gumam Nicholas memijit dahinya


“Apa boleh Kakak ipar ?” goda Axel


“Axel, astaga !!” keluh Nicholas


“Bbbaabbyyyy..” panggil Michelle dengan riangnya


“Kamu panggil siapa hei ?” protes Corradeo


“Baby” jawab Michelle memeluk tangan Nicholas


“Kasihan banget lo Xel” ledek Fares


“Lo trauma nggak Cel ?” tanya Joshua


“Hemm, sedikit sih” jawab Michelle


“Oh iya darling, kapan kamu mau konferensi persnya ?” tanya Corradeo


“Gimana mau konferensi pers kalau nggak dikasih laporannya” gerutu Michelle memicingkan matanya


Corradeo terkekeh..

__ADS_1


“Ya udah maunya gimana putriku yang cantik yang pinter ?” rayu Corradeo


“Aku mau kerja lagi Dad.. ini nggak bisa dibiarin ! aku kangen kerja” keluh Michelle mengerucutkan bibirnya


“Oke kamu boleh kerja lagi mulai besok, mau apa lagi darling ?” tanya Corradeo lembut


“Aku nggak mau ikut Mommy lagi, pokoknya Daddy harus selamatin aku kalau Mommy paksa aku lagi” ucap Michelle


“Anything else ?” tanya Corradeo lagi


Michelle diam, melirik ke atas memikirkan permintaan yang lain lagi.


“Daddy habis masalah aku ini selesai, aku mau liburan ke Seoul sama cowok-cowok ganteng ini, sama Kak Nadine, Kak Vier, Kak Amber, my baby Zeira, sama temen-temen aku ya.. oh iya ! pokoknya Emily harus ikut, Daddy dont worry aku bisa sambil kerja pas liburan sama Emily” jelas Michelle menggebu-gebu


“Daddy nggak diajak ?” tanya Corradeo cemburu


“No Dad.. its special holiday for young peoples” jawab Michelle


“Hei, Daddy is still young” protes Corradeo


“Oh come on Dad.. look at this situation, your own kiddos going for holiday and here.. you only with your wife, you can give me a little sister” goda Michelle menaik turunkan alisnya


“Anak iniiii..” ucap Leonore pura-pura marah


“Hahahahahaha, Mommy muka Mommy memerah” goda Michelle


“Honey” bisik Nicholas


“Oke oke..” ucap Michelle mengalah


“Come on Mom, our daughter need a little sister” goda Corradeo merangkul bahu Leonore


“Oh god.. anak sama Daddynya sama aja” gerutu Leonore


“Lo iseng banget sih Cel” ucap Joshua menahan senyumnya


“She is so cute.. tapi nyebelin” gerutu Michelle


“Baby, I miss you” ucap Axel cemberut


“Miss you too my iceberg” jawab Michelle dengan riangnya


“Halah, bucin” celetuk Nicholas


“Baby cemburu yaaa ? I still loving you baby” rayu Michelle


“Kamu pilih dia apa aku ?” tanya Nicholas


“Ya kamulah ganteng” jawab Michelle memeluk tangan Nicholas


“Ih sakit Xel” ledek Joshua


“Kasihan banget jadi cowoknya Michelle” sindir Fares


“Michelle, aku cemburu loh” keluh Axel cemberut


“Kak, kalau pacar cemburu mesti ngapain ?” bisik Michelle


“Khusus buat dia cuekin aja” jawab Nicholas tersenyum licik


“Kalau biasanya Kak ?” tanya Michelle

__ADS_1


“Ada deh, udah cuekin aja, nggak penting” jawab Nicholas


“Kakak mandi dulu ya” ucap Nicholas mengecup lembut puncak kepala Michelle


Michelle menganggukkan kepalanya lalu Nicholas bangun dan naik tangga.


Axel langsung pindah duduk di samping Michelle dan memeluknya.


“Woi, malu ada Fares sama Josh” gerutu Michelle


“Kamu tuh ya, daritadi nempel-nempel sama Nicho nggak malu” gerutu Axel


“Cel, emang lo mau nikah sama Axel ?” tanya Fares


“Mau aja selama Kakak ngijinin” jawab Michelle dengan tenangnya


“Kenapa lo serba Nicho sama Vier sih ? kan ada Uncle Corre ?” tanya Joshua


“Gimana ya ? dari kecil Kakak yang selalu jagain gue secara langsung gitu, kalau Daddy kan jaganya nyuruh pengawal buat gue.. ngerti nggak sih ? gue cuma ngerasa lebih deket sama Kakak aja, mereka selalu ada buat gue” jawab Michelle yang bingung menjelaskan


“Ya tapi kan ada orang tua kamu juga Michelle, apa bedanya ?” tanya Axel


“Ya bedalah, dari kecil aku mainnya sama Kakak, pernah sih sesekali main sama Mommy sama Daddy tapi nggak seseru sama Kakak.. Mommy sama Daddy selalu dandanin aku kayak Kyra gitu, beliin aku mainan sama barang-barang cewek, beda sama Kakak yang ngebolehin aku pakai baju apa aja yang penting syaratnya harus sopan dan tertutup kalau ada cowok selain Kakak, Daddy, Pak Arya, dan yaa pokoknya sama para pengawal dirumah inilah.. lebih nyaman aja sama Kakak pokoknya” jawab Michelle


“Cel, kenapa tomboy sih ?” tanya Joshua penasaran


“Suka aja, bebas gerak.. kalau feminin kayak Kyra nih ribet banget, duduk nggak bisa kayak gini, udah gitu cowok pasti pada ngelihatin, nggak bisa kendarain motor, ishhh banyak nggak bisanya” gerutu Michelle yang sedang duduk melipat satu kakinya di atas sofa


“Tapi kalau lo feminin cantik tahu Cel” puji Fares


“Gue nggak nerima pujian ya Fares” tolak Michelle


“Baby, mau aku temenin besok ?” tanya Axel


“Kamu kerja” jawab Michelle


“Ya nggak apa-apalah, aku pengen temenin kamu” ucap Axel


“Lihat nanti ya baby..” jawab Michelle memainkan janggut Axel


**


Pagi ini, Michelle sibuk membaca laporan kasusnya bersama Emily di dalam ruangannya.


“Pelayan itu bersedia memberikan pengakuannya Nona” lapor Emily


“Hemm, apa buktinya kuat ?” tanya Michelle memastikan


“Sejauh ini kuat dan akurat Nona, tapi sepertinya kalau cuma seperti ini Jack tidak bisa ditahan begitu saja” jawab Emily


“Biarin aja, kalau dia mau bales dendam silahkan, gue malah seneng” ucap Michelle tersenyum sinis


“Nona, apa Tuan Besar Dom dan Tuan Besar Hugo diperbolehkan menghadiri konferensi pers Nona ?” tanya Emily


“Pengennya boleh, tapi Daddy ngelarang, Kakak juga.. oh ya si Axel juga jangan dibolehin dateng deh” ucap Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


Michelle mempersiapkan dirinya lalu berjalan keluar dari ruangannya bersama Emily menuju perusahaan induk Melviano Corp. dimana dia melangsungkan konferensi persnya.


..

__ADS_1


Di lobby para karyawannya memberikan semangat dan dukungan untuk Michelle. Emily pun sudah mengabari Dion dan Gery akan keberangkatannya bersama Michelle.


**


__ADS_2