Ms. Perfect

Ms. Perfect
Pencarian


__ADS_3

Michelle membenarkan posisi duduknya menjadi lebih serius.


"Aku mau ke Amerika, markas Laurent" ucap Michelle


"Nggak boleh !" ucap ketiga lelaki gagah dengan penuh ketegasan dan tajam


"Aku punya alasan buat itu, dan aku juga mau kalian ikut aku kesana" ucap Michelle


"Apa alasan kamu tiba-tiba mau ke tempat itu ?" tanya Axel tajam


"Aku nggak yakin kalian bakalan percaya sama alasan aku, tapi aku mohon aku harus kesana" pinta Michelle sungguh-sungguh


"Honey, kamu tahu kakak, kamu juga tahu Axel gimana, kita pasti percaya sama kamu" ucap Xavier lembut


"Aku punya penawaran, aku akan jelasin semuanya tapi nggak sekarang, aku akan jelasin pas kita udah di perjalanan kesana, gimana ?" tawar Michelle


"Honey.." ucap Nicholas khawatir


"Selain itu aku juga akan ajak Kyra, karena ini menyangkut dia juga, terus ini rahasia nggak boleh ada yang tahu" ucap Michelle penuh penekanan


"Tapi kenapa Michelle ? kamu kesana aja aku khawatir apalagi Kyra" ucap Axel


"Pleaseeeee" pinta Michelle memohon dengan wajah imutnya


Ketiga lelaki tampan itu sudah langsung memalingkan wajahnya dari Michelle sambil mengusap tengkuk masing-masing.


"Kalian nyebelin, aku akan kesana sendiri walaupun kalian nggak ijinin" ucap Michelle bangun dari duduknya


Michelle berjalan dengan langkah kasar dan besar keluar dari ruangan Xavier.


..


"Menurut lo berdua gimana ?" tanya Axel


"Masalahnya kita nggak tahu apa alasan Michelle" jawab Nicholas


Tiba-tiba ketiga lelaki itu membusungkan tubuhnya dan saling menatap.


"Emily !" ucap Axel, Nicholas, dan Xavier bersamaan


..


Malam hari tanpa sepengetahuan Michelle, mereka bertiga menemui Emily sementara Michelle sendiri tengah sibuk menemui Kyra dan memberitahu misi rahasianya itu.


"Jadi Michelle ketemu Liboria ?" tanya Nicholas geram


"Dan Liboria yang kasih tahu hal ini ke Michelle ?" tanya Xavier geram


"Gimana kalau Liboria bohongin Michelle ?" tanya Axel khawatir


"Tuan muda tahu sendiri bagaimana Nona Michelle, Nona Michelle jelas akan tahu kalau Liboria berbohong padanya" ucap Emily


Sementara itu di kediaman Oliver tepatnya di dalam kamar Axel, Michelle dan Kyra tengah berbaring di tempat tidur.


"Gue ikut Cel" ucap Kyra

__ADS_1


"Thanks Ra" ucap Michelle


"Lo gimana sih ? ini kan menyangkut Grandma sama Nonna gue juga, ngapain makasih segala" gerutu Kyra


"Karena bagi gue lo percaya aja gue udah seneng banget, beda sama mereka" ucap Michelle lirih


"Biarin aja, jadi kapan kita berangkat ?" tanya Kyra antusias


"Besok pagi gue jemput lo biar kita berangkat bareng ke landasan" jawab Michelle memejamkan matanya


"Aaaa gue nggak sabar" ucap Kyra penuh semangat


Michelle tersenyum tipis dalam posisinya, setidaknya baginya ada seseorang yang bisa mengekpresikan perasaan bahagia yang dia pendam sendiri.


**


Pagi hari setelah Axel berangkat kerja, Michelle melajukan mobilnya ke kediaman Oliver untuk menjemput Kyra sekalian menitipkan kedua bayi tampannya disana. Michelle juga selalu menyiapkan asi nya sebelum menitipkan kedua anaknya agar tidak merepotkan keluarganya.


..


"Lo bilang apaan sama Ezra ?" tanya Michelle saat mereka sudah dalam perjalanan ke landasan


"Gue bilang mau shopping ke luar negeri sama lo" jawab Kyra


"Dan gue yakin 1000% kalau Ezra nggak percaya" ucap Michelle memijit dahinya


"Hehehe, sekalipun dia nggak percaya tapi dia bilang kalau gue harus tetap jaga diri sama lo, kemanapun gue pergi sama lo dia ijinin Cel" ucap Kyra


"Ya ampun tuh orang baik banget" ucap Michelle


"Iyalah, laki gue" ucap Kyra dengan bangganya


..


Saat mobil Liboria datang, mereka pun turun dari mobil dan menunggu Liboria berjalan mendekati mereka.


"buongiorno Michelle (selamat pagi Michelle)" sapa Liboria


"sì, anche mattina, presentala a Kyra, la sorella di Axel


(iya, pagi juga, kenalkan dia Kyra, adik Axel)" sapa Michelle mengenalkan Kyra


"buongiorno Kyra (selamat pagi Kyra)" sapa Liboria tersenyum lembut


Kyra cuma membalasnya dengan tersenyum karena tidak mengerti bahasa Italia.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan ke dalam kabin jet pribadi milik Michelle diikuti Emily dan pengawal setia mereka.


"Kakak !" ucap Michelle dan Kyra terkejut


Axel, Nicholas, dan Xavier sudah lebih dulu datang dan sudah duduk sambil menikmati secangkir kopi.


"Kenapa kalian bisa ada disini ?" tanya Michelle


"Ya karena kita akan ikut kalian ke markas Laurent, baby" jawab Axel tersenyum lembut

__ADS_1


"Tapi kenapa ada dia disini ?" tanya Nicholas menatap tajam Liboria


"Dia yang akan antar kita kesana kak" jawab Michelle dengan tenangnya


"Libs, conosciamo direttamente mio fratello e mio marito


(Libs, ayo kenalan langsung sama kakak dan suamiku)" ajak Michelle ramah


Liboria terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka Michelle akan sebaik ini padanya yang pernah mencelakai dia sampai mengharapkan kematiannya.


Mereka saling berjabat tangan walaupun Axel, Nicholas, dan Xavier masih menatap tajam Liboria.


"Nona, kita akan bersiap lepas landas" lapor Emily


"Oke" jawab Michelle


Mereka pun duduk dan memakai seatbeltnya masing-masing sampai jet pribadi yang mereka naiki sudah berada di atas awan.


"Honey, kamu hutang penjelasan" ucap Nicholas mengingatkan


"Iya kak aku nggak lupa kok..


Jadi sebelumnya aku ketemu sama Libs, dia sengaja terbang ke Indonesia cuma buat temuin aku, dan tujuannya adalah kasih tahu aku hal ini" ucap Michelle menaruh map yang pernah Liboria berikan padanya


Nicholas mengambil map itu membuat Axel dan Xavier pindah duduk mengapit Nicholas dan mulai membaca isi dari map itu bersama.


"Michelle, mi odiano ancora? (Michelle, apa mereka masih membenciku ?)" bisik Liboria


"sì, ma se ti penti davvero di quello che hai fatto e ti comporti bene, ti perdoneranno


(iya, tapi kalau kamu benar-benar menyesali perbuatanmu dan bersikap baik mereka akan memaafkanmu)" jelas Michelle tersenyum lembut


Liboria merasa tersentuh mendengar ucapan Michelle, dia benar-bear menyesal seharusnya dia mendengarkan ucapan Sylvester.


..


"Kamu percaya sama dia kalau dia tahu keberadaan Nonna sama Grandma ?" tanya Xavier tajam


"Percaya kak, dan aku yakin Nonna sama Grandma masih hidup" jelas Michelle penuh keyakinan


"Michelle, mereka udah nggak ada" ucap Nicholas lirih


"Nggak kak, aku yakin mereka masih hidup" ucap Michelle


"Gue percaya sama lo Cel" ucap Kyra memegang lembut tangan Michelle


"Begitu juga dengan saya Nona" ucap Emily tersenyum sambil menundukkan kepalanya


Gue nggak ngerti isi pikiran cewek -batin Axel, Nicholas, dan Xavier


"Jadi, kenapa kita harus ke markas Laurent ? mereka udah mati" ucap Axel


"Iya, tapi bajingan yang kabur dari penjara itu pengikut setia Laurent, aku yakin dia tahu dimana keberadaan Nonna sama Grandma" ucap Michelle menahan kesal


"Tapi markas mereka udah kamu ledakkin honey" ucap Xavier

__ADS_1


"Pasti ada jalan lain kak" ucap Michelle penuh keyakinan


**


__ADS_2