Ms. Perfect

Ms. Perfect
Pregnant !!


__ADS_3

Pagi ini tanpa banyak pembicaraan, Axel membawa Michelle ke rumah sakit, dia langsung masuk ke dalam ruangan dokter kandungan membuat Michelle mengernyitkan dahinya.


Karena perasaannya yang sudah tidak sabaran, Axel sudah menghubungi dokter terbaik di bidangnya setelah dia puas mengelus perut padat Michelle pagi tadi.


Kini Michelle cuma bisa pasrah dan mengikuti arahan dokter yang akan memeriksanya.


..


Sepanjang jalan Axel tidak melepaskan tangan mungil Michelle yang dia genggam, bahkan senyumnya tetap terbit di wajah tegas dan dinginnya.


Mereka memutuskan pulang ke kediaman Melviano mengingat anak-anak mereka masih disana dan mereka juga mau memberikan kabar baik untuk keluarga besarnya, lagipula Nicholas dan Xavier sudah banyak meninggalkan panggilan dan pesan yang tidak mereka hiraukan sejak malam tadi.


..


Sampai di kediaman Melviano, Nicholas dan Xavier sudah menunggu di halaman depan dengan wajah tegas dan tajamnya mengingatkan momen saat adik kesayangannya itu pergi berdua dengan Axel di masa lalu.


"Kakak" panggil Michelle sedikit gelisah


"Ponsel kamu kemana ?" tanya Nicholas datar


"Dibawa kemana kamu sama dia ?" tanya Xavier melirik tajam Axel


"Aduhhh kakak ipar gue yang ganteng-ganteng, jangan marah-marah gini dong, ayo kita masuk dan bicarain baik-baik" ajak Axel dengan senyum tanpa dosanya


..


Di dalam rumah, Axel langsung disambut dengan lemparan bantal sofa dari Alexa, bahkan Alexa memukuli punggung dan bokong Axel dengan kemoceng.


"Grandma.. aduh.. ampun.. sakit dong" keluh Axel melindungi dirinya


"Kamu anak nakal, diijinin makan malam diluar berduaan bukannya langsung pulang ! ini gara-gara kamu !" gerutu Alexa memicingkan matanya menatap Hugo


"Loh kok aku ?" tanya Hugo yang bingung karena sedari tadi dia dan Dominico tidak peduli dengan cucunya karena sibuk mengajak cicitnya mengoceh


"Grandma, udah ya" ucap Kyra menenangkan Alexa


Michelle langsung duduk di samping Kyra lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kyra.


"Lo kenapa ?" tanya Kyra


"Kakak lo tuh" jawab Michelle lirih


Mendengarnya membuat semua mata laki-laki dewasa menatap tajam Axel.


"Hei hei tenang dulu okeee.." ucap Axel panik

__ADS_1


"Kak Axel kenapa ?" tanya Kyra dengan lembutnya


Michelle langsung menangis kencang membuat Michelle langsung duduk di sampingnya dan memberikan pelukan hangat.


"Nonna, aku nggak bisa kerja lagi, aku masih mau kerja tapi waktu aku buat kerja tinggal 4 bulan lagi" ucap Michelle dilanjut dengan tangisan kencangnya


Semua orang saling bertatapan bingung, lalu Dominico dan Hugo teringat ucapan Michelle kemarin saat di ruangan kerjanya. Mereka langsung bersorak membuat keluarganya bingung.


"Dad ?" tanya Corradeo dan Daniel bingung


"Michelle sama Axel mau kasih Daddy cicit lagi" jawab Dominico tersenyum riang


"Cucu kalian akan bertambah sebentar lagi" ucap Hugo melebarkan senyumnya


"Huuuaaaa aku nggak mauuu, aku masih mau kerjaaaa" ucap Michelle sambil menangis dalam pelukan Michelle


"Kamu masih bisa kerja darling" ucap Leonore


"Nggak bisa, aku bilang aku bakalan pensiun kalau aku udah hamil lagi di usia kandunganku 6 bulan Mom" keluh Michelle


"Kamu bisa lakuin itu Young Michelle, walaupun kamu sibuk sama pekerjaan kamu, tapi suatu saat nanti anak-anak kamu pasti bangga punya Mommy sehebat kamu" ucap Michelle sambil menghapus jejak air mata di pipi Michelle


"Cengeng" celetuk Kyra


"Diem lo !" ketus Michelle


"Iihhhhh" gerutu Michelle mengepalkan kedua tangannya di depan wajah Kyra


Kyra cuma menjulurkan lidahnya membuat Michelle makin kesal.


"Apa aku beneran masih boleh kerja ?" tanya Michelle pelan


"Nggak !" jawab kelima laki-laki super posesif Michelle, siapa lagi kalau bukan Axel, Nicholas, Xavier, Corradeo, dan Dominico


"Hiks hiks" isak tangis Michelle dengan wajah cemberut sedih seperti anak kecil


"Darling, ada baiknya juga kamu berhenti kerja, kamu punya banyak waktu buat temenin perkembangan anak-anak kamu, kamu bisa belajar jadi seorang ibu dan seorang istri yang baik buat keluarga kamu" ucap Leonore dengan lembutnya


"Lagipula udah cukup biar Axel aja yang kerja Cel, itu tanggung jawab dia sebagai kepala keluarga" tambah Paula


"Tapi nanti kerjaan aku gimana ?" tanya Michelle cemberut sedih


"Emily yang akan gantikan kamu" jawab Dominico


"Jangan Nonno, aku rasa baiknya Roy yang gantikan Michelle, biar aku yang cari pengganti Roy" ucap Axel

__ADS_1


"Deal, lagipula keduanya sama-sama hebat, nanti kita bicarakan bersama" ucap Dominico


"Michelle, kakak udah bikin perjanjian sama Vier, kita mau kasih hadiah apapun itu ke kamu" ucap Nicholas tersenyum lembut


"Tapi dalam rangka apaan kak ?" tanya Michelle


"Kamu ingat waktu kita honeymoon masal ? kakak sama kak Nicho sebenarnya taruhan siapa yang kualitas benihnya super dan berhasil akan kasih hadiah ke pemenang, itu berlaku buat kita bertiga tapi kakak sama kak Nicho udah sepakat nggak kasih tahu kamu" jelas Xavier


"Cih, udah jelas disini benih gue yang kualitasnya super, sekali tanam langsung tumbuh dua, sebentar lagi mau nambah, nggak kayak kalian" ledek Axel


Malas mendengarkan ucapan sombong adik iparnya itu, Nicholas dan Xavier memilih menatap lembut adik kesayangannya.


"Aku boleh minta apa aja kak ?" tanya Michelle


"Iya, kamu boleh minta apapun itu dari kakak sama Vier" jawab Nicholas dengan lembutnya


Michelle menyandarkan punggungnya di sofa sambil melirik ke atas dan mencari pilihan yang tepat yang akan dia pinta ke kedua kakaknya.


Setelah mendapatkan pilihan yang tepat, Michelle langsung duduk di sisi kedua kakaknya lalu membisiki sesuatu yang membuat kedua kakaknya itu mengernyitkan dahinya.


"Kamu minta apa ?" tanya Alexa


Michelle menggelengkan kepalanya sambil tersenyum cekikikan, sementara keluarganya masih dibuat penasaran akan permintaan Michelle.


"Yakin kak ?" tanya Xavier ragu-ragu


"Mau gimana lagi, lakuin aja" jawab Nicholas terlihat pasrah


**


Dua minggu setelahnya, permintaan Michelle pun akan dikabulkan hari ini.


Selama itu juga keluarga besarnya tidak tahu menahu akan apa yang Michelle minta, bahkan Axel sekalipun yang mengeluarkan semua jurus dari merengek, memohon, mengiming-imingi sesuatu, menyogok dengan membelikan jam tangan kesukaan Michelle, mengajak Michelle jalan-jalan, sampai marah sekalipun tidak Michelle beritahu.


..


Hari ini rumah Michelle dan Axel sudah di dekor dengan nuansa serba pink. Bukan cuma dekorasi, tapi sampai ke detail makanan dan minuman pun harus warna pink.


Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa Michelle sudah kehilangan akal sehatnya.


Selain itu, pesta yang menjadi permintaannya pada Nicholas dihadiri oleh keluarga dan teman-teman saja, semuanya pun harus memakai pakaian berwarna pink sesuai permintaan Michelle.


Di situasi ini cuma Kyra yang merasa senang karena warna kesukannya menjadi pilihan Michelle, dia sendiri bingung dengan permintaan aneh Michelle ini namun dia mengesampingkan hal itu dan menganggapnya kalau ini semua hanyalah permintaan calon keponakannya yang kemungkinan perempuan.


"Nick, demi apa ini semua permintaan Michelle ?" tanya Fares yang masih tidak percaya

__ADS_1


"Sumpah, Michelle yang bisikin langsung ke gue, dia minta dibikinin pesta kecil-kecilan tapi semuanya harus warna pink" jawab Nicholas


**


__ADS_2