Ms. Perfect

Ms. Perfect
Ms. Perfect Junior


__ADS_3

Hari ini sesuai janji, Michelle kembali berlatih bersama Zeira. Michelle memainkan biolanya sementara Zeira memainkan pianonya.


Mereka mengulangnya beberapa kali sampai lancar dan pas pada temponya. Berkat keseriusan Zeira, dia cepat belajar dan memahami latihannya dan apapun yang Michelle ajarkan.


Setelah berlatih, mereka pamit untuk pergi ke gedung opera tempat Michelle akan melangsungkan performnya.


..


Disana sudah banyak anggota yang datang untuk latihan atas permintaan Michelle sebelumnya. Dia juga mengenalkan anggota barunya yang tidak lain adalah Zeira.


Michelle memberikan arahan lalu mulai latihan bersama Zeira yang bersiap di pianonya.


..


“Boleh Aunty puji kamu ?” tanya Michelle


“No Aunty” jawab Zeira


“Okay” ucap Michelle mengecup lembut puncak kepala Zeira


Setelah dari gedung opera, mereka makan siang bersama di sebuah restoran sebelum melanjutkan perjalanan ke perusahaan Michelle.


..


Semua karyawannya tersentak kaget melihat Michelle datang karena pakaian Michelle tidak seformal biasanya melainkan cuma kaos yang terbungkus kemeja dan jaket kulit yang tidak dikancing dipadukan celana jeans panjang dan sepatu boots, terlebih dia datang bersama keponakannya yang menggemaskan.


“Ini perusahaan Aunty ?” tanya Zeira


“Iya, kenapa ?” tanya Michelle


“Lebih gede daripada perusahaan Aunty sebelumnya” jawab Zeira menatap kagum sejauh mata memandang


Michelle tersenyum mendengarnya lalu membawa Zeira ke ruangannya. Anak itu langsung berlari dan duduk di kursi kerja Michelle.


“Aaaaaaa, aku suka Aunty” teriak Zeira memutar kursinya


“Jangan diputar nanti kamu pusing” ucap Michelle tersenyum lembut


“Nona, ini berkas-berkas yang harus Nona tandatangani” ucap Emily menaruh beberapa map di atas meja kerja Michelle


Michelle yang duduk di depan meja kerjanya menandatangani semua berkas yang Emily berikan.


“Aunty Emily, mana berkas yang harus aku tandatanganin ?” tanya Zeira menjulurkan tangan mungilnya


“Apa Nona junior sudah bisa tandatangan ?” tanya Emily


“Daddy said tinggal coret-coret aja” jawab Zeira


“Mana ada, nggak boleh coret-coret doang, harus jelas karena tandatangan itu penting” ucap Michelle


“Aunty mau ajarin aku tandatangan ?” tanya Zeira


“Nanti Aunty ajarin saat umur kamu sepuluh tahun ya” jawab Michelle


“Terus kapan Aunty ajarin aku belajar bahasa Italia ?” tanya Zeira lagi


“Saat Mommy sama Daddy kamu kasih kamu adik bayi” jawab Michelle menahan senyumnya


“Bener ya Aunty ?” tanya Zeira


“Iya beneran” jawab Michelle


“Okay, nanti aku minta” ucap Zeira


“Habis kita perform aja ya mintanya” ucap Michelle


“Eum, good idea” ucap Zeira melebarkan senyumnya


“Nona, saya mendapat laporan kalau Tuan Besar sudah kembali” lapor Emily


“Ayo kita pulang” ajak Michelle


“Grandpa sama Bisnonno nggak asik, ganggu kita kerja aja ya Aunty” keluh Zeira cemberut kesal


Michelle cuma tersenyum dan mengajak keponakannya pulang.


..

__ADS_1


Sampai rumah, Zeira cemberut kesal dan menolak memeluk Corradeo maupun Dominico dan Leonore.


“Hei, kamu nggak kangen sama Grandpa ?” tanya Corradeo


“Grandpa ganggu aku sama Aunty kerja” ketus Zeira melipat kedua tangan di dadanya


“Emang kamu kerja apa sayang ?” tanya Paula


“Tadi aku nemenin Aunty ke kantornya yang gedeee banget terus duduk di kursi kerja Aunty terus lihatin Aunty tandatangan banyak” jawab Zeira mengadu dengan gemasnya


“Emang kamu ngerti ?” tanya Hugo


“Ngerti dong, aku kan Ms. perfect junior” jawab Zeira dengan bangganya


“Udah ya ceritanya, kamu harus istirahat” ucap Michelle


“Oh iya, come on Mom kita bobo” ajak Zeira


“Where is my kiss ?” tanya Michelle


Zeira berlari mendekati Michelle lalu mengecup kening dan kedua pipi Michelle, dia juga melakukannya ke semua yang ada disana sebelum akhirnya naik ke kamar bersama Amber.


“She is so cute” ucap Corradeo tersenyum haru


“Mirip aku kan Dad ?” tanya Michelle menaik turunkan alisnya


“Iya mirip kamu” jawab Corradeo malas


“Dad, coba tanyain ke Michelle, apa yang dia rencanain sama Zeira selama Daddy pergi” ucap Xavier


“Emang mereka kemana ?” tanya Corradeo


“Tanya aja” jawab Nicholas


“Jangan dengerin mereka, aku cuma latihan buat perform besok” jawab Michelle


“Baby, aku mau tidur siang, wanna join ?” tanya Michelle


“Malam pertama ?” tanya Axel cepat


“Of course not” jawab Michelle


“Okay, tunggu sampai kita pulang ke Indonesia lagi” ucap Michelle berjalan meninggalkan keluarga dan teman-temannya


“Maksudnya ?” tanya Axel


“Our first night baby” jawab Michelle


Axel langsung mengejar Michelle yang terus berjalan naik tangga tanpa mempedulikan rengekan Axel.


..


“Mereka belum lakuin itu ?” tanya Daniel


“Belum Dad” jawab Kyra


“Kasihan banget Kakak kamu Ra” ucap Hugo


“Biarin aja, itu namanya karma karena udah nolak kenalan sama Michelle bertahun-tahun” ucap Kyra


..


“Baby, kamu bercanda kan ?” tanya Axel panik


“Apa aku pernah bercanda ?” tanya Michelle balik


“Arghh, jangan gitu dong baby, kamu tega banget” keluh Axel


“Lihat besok, kalau kamu lupa berarti malam pertama kita pas di Indonesia, kalau kamu inget nanti aku kasih pas bulan madu” ucap Michelle


“Kasih clue dong” pinta Axel


“Nggak mau” ketus Michelle


“Baby” bisik Axel lirih


“Jangan godain aku ya Xel” ucap Michelle

__ADS_1


“I need you baby” ucap Axel menciumi telinga Michelle


“Axel” panggil Michelle


“Baby, please kasih tahu aku” bisik Axel lirih


“Kamu suami aku Xel, masa nggak tahu” ketus Michelle


“Kamu tega baby, aku frustasi nih” keluh Axel


“Bodo amat” ucap Michelle merebahkan tubuhnya membelakangi Axel


“Baby..” panggil Axel


“Baby bangun dulu” pinta Axel


“I hate you” ucap Michelle dengan mata terpejam


“Oh god baby” rengek Axel


**


Siang ini Michelle pamit ke gedung opera bersama Zeira dan Emily.


“Zeira nanti aja sama Daddy” ucap Xavier


“No Dad, aku mau sama Aunty aja” ucap Zeira


“Ayo bilang, kalian rencanain apa ?” tanya Xavier memicingkan matanya


“Its a secret Daddy” jawab Michelle dan Zeira sambil senyum meledek


“Biar aku ikut” ucap Axel


“Nggak boleh” tolak Michelle dan Zeira tegas


“Hei !” protes Axel


“Uncle perginya nanti aja sama yang lain” ucap Zeira


“Nggak bisa, Uncle pergi sama kalian” ucap Axel tegas


“Roy, tahan dia, gue mau pergi” perintah Michelle


“Roy !” bentak Axel


“Ini demi kebaikan Tuan muda juga” ucap Roy menghalangi Axel


Michelle berjalan keluar rumah sambil bergandengan tangan bersama Zeira dan mengayunkan tangannya ke depan dan ke belakang dengan riangnya.


“Kalian kan kakaknya, biasanya kalian yang lebih peka tentang adik kesayangan kalian, kenapa sekarang nggak tahu ?” tanya Leonore


“Its a secret Mommy” jawab Nicholas dan Xavier meledek


..


Sore hari Michelle, Zeira, Emily, dan para pengawalnya baru tiba di lokasi karena sebelumnya harus ke salon mengganti pakaian mereka dengan gaun yang baru selesai dirancang dan merias penampilannya.


“Aunty Emily, tolong fotoin aku sama Aunty Michelle” pinta Zeira


“Baik Nona junior” ucap Emily tersenyum lembut


Michelle dan Zeira berdiri bersebelahan dan berpose yang sama membuat Zeira terlihat seperti reinkarnasi Michelle.


Mereka latihan sekali lagi sebelum pintu masuk dibuka lalu kembali ke back stage sambil menunggu waktunya tiba.


“You nervous ?” tanya Michelle


“Little, Aunty ?” tanya Zeira balik


“No, kamu juga jangan gugup ya” ucap Michelle


“Gimana caranya Aunty ?” tanya Zeira


“Tarik nafas dalam-dalam terus keluarin perlahan, ulangin beberapa kali dan think positive kalau kamu yakin sama diri kamu sendiri dan bisa lakuin ini buat Daddy, Aunty, sama Uncle Nicho” ucap Michelle


“Thank you Aunty” ucap Zeira mengecup lembut pipi Michelle

__ADS_1


**


__ADS_2