Ms. Perfect

Ms. Perfect
Rahasia Michelle


__ADS_3

“Lo serius Zra ?” tanya Saddam


“Iya, gue serius” jawab Ezra


“Zra..” panggil Kyra pelan


“Itupun kalau kamu siap dan mau nikah sama aku Kyra” ucap Ezra


“Ezra, kalau lo serius, temuin Mommy sama Daddy di rumah, gue nggak apa-apa Kyra nikah duluan” ucap Axel tegas


“Kak” ucap Kyra terharu


Saat Kyra memeluk Axel, Michelle memilih pindah duduk di antara Ezra, Saddam, dan Daffin, sementara Zeira pindah duduk bersama kedua orang tuanya.


“Sorry nih gue duluin kalian” ucap Ezra


“Ketua emang paling depan Zra, habis ini juga wakil kita nyusul” goda Daffin


“Gue belum pengen nikah” ucap Michelle menyandarkan kepalanya di bahu Daffin


“Kenapa ?” tanya Nicholas


Michelle melirik Nicholas membuat air matanya keluar. Buru-buru Kyra duduk di samping Michelle dan memeluknya.


“Gue belum mau Ra, gue nggak bisa” ucap Michelle menangis dalam pelukan Kyra


“Iya Cel gue paham, gue tahu semuanya, mau gue temenin sampai akhir ?” tanya Kyra lembut


“Nggak apa-apa, gue seneng lo akhirnya nikah, jagain mantan gebetan gue ya, dia setia gue gantungin sampai tiga tahun lebih” ledek Michelle menghibir dirinya


Kesal, Kyra mengeratkan pelukannya membuat Michelle tercekik.


“Gila yaa !!!” berontak Michelle


“Lo ngeselin” gerutu Kyra kesal


“Hehehehe, udah ah gue mau cuci muka, mau makan nih, laper” keluh Michelle mengelus perutnya


Michelle keluar mengajak Zeira dan diikuti Nadine dan Amber karena isyarat dari Nicholas dan Xavier untuk menemani Michelle dan Zeira.


“Jadi, Kyra, kamu tahu kan apa yang Michelle umpetin dari Kakak ?” tanya Nicholas


“Tahu, tapi aku udah janji sama Michelle buat nggak ceritain ke siapa-siapa Kak, dan lagi Michelle juga bilang kayak gitu” jawab Kyra sedih


“Kyra, kamu tahu selama ini Kakak nggak mau Michelle rahasiain satu hal pun dari Kakak” ucap Xavier


“Kita bisa keluar biar lo cerita ke Nicho sama Vier” ucap Joshua


“Nggak Kak, sama aja” ucap Kyra menundukkan kepalanya


“Apa masalahnya serius Ra ?” tanya Axel


“Aku juga nggak ngerti Kak, ini semua tergantung dari Michelle sendiri” jawab Kyra


“Kyra, cerita aja, Michelle nggak akan tahu kalau kamu udah kasih tahu Kakak” ucap Nicholas memohon


“Aku nggak bisa Kak” ucap Kyra


“Kyra.. kalau kamu cerita, Kakak bisa tahu dan bakalan bantu caranya biar Michelle nggak kayak gitu lagi” ucap Xavier


Kyra diam, dia menimbang pilihannya sendiri.


Di satu sisi dia menghargai setiap ucapan Michelle yang percaya padanya untuk merahasiakannya dari orang lain terutama kedua Kakaknya, tapi di lain sisi dia juga khawatir sama temannya itu, dia juga mau membantu Michelle menemukan kebahagiaannya.

__ADS_1


Maafin gue Cel -batin Kyra kecewa


“Michelle.. dia belum mau nikah karena belum lihat Kak Nicho bahagia kayak Kak Vier..


Michelle bilang dia bakalan nikah kalau Kak Nicho nikah, dia nggak mau nikah sebelum Kak Nicho nikah karena takut Kak Nicho kesepian..


Aku nggak ngerti lagi, Michelle mau jadi cerminan Kak Nicho, apapun yang Kak Nicho lakuin bakalan Michelle lakuin..


Tapi di lain sisi Michelle tahu Kakak masih nunggu Kak Nadine, jadi dia lakuin apa aja buat cari Kak Nadine tapi nihil..


Maaf Kak Vier, walaupun Michelle juga cinta mati sama Kakak, tapi lebih banyak ke Kak Nicho, dia nggak mau Kak Nicho kenapa-napa sebelum Kak Nicho bahagia..


Itu yang selama ini Michelle pikirin” jelas Kyra panjang lebar


Ezra mengelap air mata Kyra yang sedari tadi mengalir. Para lelaki dewasa itu dibuat terharu dengan pemikiran Michelle.


Jadi ini penjelasan sebenernya kenapa waktu itu Michelle bilang mau nikah kalau Nicho sama Vier udah bahagia.. -batin Axel terharu


Xavier merangkul bahu Nicholas yang menutup wajahnya, menitikkan air matanya mendengar setiap ucapan Kyra, terlebih dia membayangkan sikap Michelle yang selalu ada, membantu, dan melindunginya.


“Janji ya jangan sampai Michelle tahu, aku nggak mau Michelle sedih dan nggak cerita sama aku lagi Kak” pinta Kyra


“Makasih banyak Ra” ucap Nicholas mengelap sisa air matanya


..


Mereka menenangkan dirinya seolah penjelasan Kyra tadi tidak pernah ada lalu menyusul Michelle yang sudah duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya, Nadine, Amber, dan Zeira.


Michelle duduk berjajar dengan Leonore, Axel, Saddam, Daffin, Fares, dan Joshua. Sementara di depannya ada Nicholas, Xavier, Nadine, Amber, Zeira, Kyra, dan Ezra.


Corradeo duduk di kursi kepala.


Di depan gue ada tiga pasangan yang kelihatan bahagia, gue nggak iri, tapi.. apa Kak Nicho udah bahagia ? apa Kak Nicho bakalan nikah kayak Kak Vier ? dan nyusul Kyra sama Ezra ? -batin Michelle lirih


Kakak udah bahagia Michelle, bahagia nggak harus diukur dari pernikahan, jangan pikirin itu lagi, Kakak juga mau kamu bahagia, bukan bikin Kakak bahagia doang.. darah Kakak mengalir di tubuh kamu honey, Kakak bisa rasain perasaan kamu sekarang.. -batin Nicholas lirih


**


“Nona, saya tidak apa-apa kalau harus bekerja di kantor” ucap Emily


“Mana bisa, gue enak-enakan liburan lo malah kerja sendirian” ucap Michelle menggerutu


“Sudah sewajarnya Nona, saya bisa mengurusnya selama Nona berlibur” ucap Emily lagi


“Bodo ah, lo nyebelin” keluh Michelle


“Oh iya Ly, gimana hubungan lo sama Roy ?” goda Michelle


“Biasa aja Nona” jawab Emily


“Serius ? ah nggak asik banget, apa Roy nggak suka sama lo ?” tanya Michelle menyelidik


“Bukan begitu Nona” jawab Emily


“Terus gimana ?” tanya Michelle gemas


“Biasa aja Nona, tidak ada hubungan khusus” jawab Emily


“Bagaimana sama hubungan Nona ?” tanya Emily balik


“Hubungan apaan ?” tanya Michelle


“Hubungan cinta segitiga Nona dengan Tuan Axel dan Tuan Mario” goda Emily

__ADS_1


“Pftt.. yang jelas gue nggak suka sama Mario” ucap Michelle


“Berarti Nona menyukai Tuan Axel ?” tanya Emily


“Nggak gitu juga” gerutu Michelle


“Tuan Axel tipe idaman Nona bukan ?” goda Emily


“Wah, gila ya ! udah stop ngomongin cowok” ucap Michelle sedikit ketus


**


Hari ini, sesuai perjanjian Michelle kencan bersama Mario dengan caranya sendiri.


Michelle sudah rapi dengan kaos, jaket kulit, celana jeans dengan sobekan di bagian lutut, dan sepatu ketsnya.


“Mau kemana Cel ?” tanya Leonore


“Jalan sama Rio” jawab Michelle seadanya


“Rio ? Mario ? kamu mau jalan sama dia kayak gitu ?” tanya Nicholas


“Iya, aku udah bilang kok Kak” jawab Michelle lalu memasukkan sepotong brownies ke mulutnya


“Kamu itu maunya sama siapa sih Cel ? di deketin cowok ganteng, mapan, pinter, baik tapi malah kamu tolak” ucap Corradeo


“Yang pasti bukan sama Rio, Dad.. Daddy nggak usah pusing-pusing mikirin jodoh aku, nanti juga dateng sendiri kalau aku udah siap” jelas Michelle dengan tenangnya


“Nona, Tuan Mario sudah datang” lapor Arya


“Oke” ucap Michelle


Michelle berjalan ke ruang tamu menemui Mario yang sudah duduk sambil menyeruput secangkir minumannya.


Ini.. beneran Michelle ? -batin Mario tercengang


“Kita mau kemana Cel ?” tanya Mario


“Eum.. ada deh pokoknya” jawab Michelle tersenyum tipis


“Mau jalan sekarang ?” tawar Mario


“Udah siap ?” tanya Michelle


“Udah, ayo” ajak Mario


Michelle mengajak Mario menemui keluarganya sebelum pergi, tidak lupa Michelle menyeruput kopi Nicholas dan memasukkan sepotong brownies ke dalam mulutnya lagi.


Mario yang melihatnya merasa jengah karena dia berpegang teguh pada etika.


Di luar, Michelle memakai slayer dan sarung tangan kulitnya membuat Mario bingung.


“Kenapa kamu pakai sarung tangan juga ? kan aku yang kendarain motornya” tanya Mario bingung


“Kata siapa kita boncengan ? aku kendarain motor aku sendiri” ucap Michelle menunjuk motornya yang baru keluar dari garasi


“Serius ? kamu bisa kendarain motor itu ?” tanya Mario terkejut


“Bisa, udah biasa malah, ayo” ajak Michelle


Michelle menaiki motornya, menstarternya lalu memakai helmnya membuat Mario berusaha sabar menghadapi Michelle yang sekarang.


Mereka mengendarai motornya masing-masing dengan para pengawalnya tetap menjaga mereka di mobil belakang.

__ADS_1


Mana bisa kalau Michelle kayak gini ? seenggaknya kalau feminin kan lebih cantik dilihatnya, kali ini Michelle bener-bener nunjukkin penampilannya yang bertolak belakang dariku -batin Mario


**


__ADS_2