Ms. Perfect

Ms. Perfect
Malvs Hotel & Resort


__ADS_3

Minggu ini Michelle terbang ke Korea Selatan atas perintah Corradeo untuk mengurus hotel miliknya yang bermasalah.


Saat di dalam jet pribadinya, Michelle tidak henti-hentinya membaca berlembar-lembar berkas yang sudah Emily siapkan sementara Emily tetap menjelaskan beberapa hal penting dari penugasan mereka ke Korea Selatan.


..


Sampai negara yang menghasilkan banyak serial drama yang bikin baper itu, Michelle bersama Emily, Noval, dan ke empat pengawal setianya itu meluncur ke kediaman Melviano yang berada di negara Korea Selatan itu.


Susan, selaku kepala pelayan disana menyambut kedatangan Michelle dan lainnya bersama para pelayan dan penjaga di rumah itu.


Karena sudah siang, Michelle makan siang disana ditemani Emily sebelum akhirnya mereka berangkat ke Malvs Hotel and Resort.


..


Betapa terkejutnya para penjaga melihat mobil dengan plat khusus yang menandai sebagai petinggi atau utusan dari pemilik hotel itu.


Michelle turun setelah penjaga membukakan pintu untuknya.


“Gue nggak mau mereka buka mulut kalau gue dateng” bisik Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


Emily segera melaksanakan perintah Michelle ke para pengawal lalu berjalan masuk bersama Michelle.


Seorang laki-laki dengan perawakan gagah dengan kulit putih tengah berjalan dengan langkah besar ke arah Michelle.


Michelle maupun Emily menghentikan langkahnya membiarkan laki-laki itu menghampiri mereka lalu membungkukkan tubuhnya.


“Perkenalkan nama saya Liam, saya wakil general manager di hotel ini” ucap laki-laki bernama Liam itu


“Saya sekertaris Emily, dan ini Nona Michelle, salah satu CEO yang Tuan Besar utus untuk membereskan permasalahan yang terjadi di hotel ini” jelas Emily


“Selamat siang Nona Michelle, sekertaris Emily” sapanya sopan dan hormat


“Hem” gumam Michelle tegas


“Nona mau langsung ke ruangan ?” tanya Emily


“Gue mau keliling sayap B” jawab Michelle


“Biar saya pandu Nona Michelle” ucap Liam


Michelle membiarkan Liam memandu mereka sambil membicarakan permasalahan yang terjadi di hotel itu dengan Emily yang sudah paham dengan pemikiran Michelle sementara Michelle sendiri menyimak pembicaraan mereka sambil mata tajam dan wajah tegasnya menyisir setiap pandangan yang terlihat di sekitarnya.


Di Malvs Hotel and Resort itu Michelle sudah sangat hafal letak setiap ruangan dan denah hotel karena hotel itu adalah desain Michelle sendiri yang Corradeo kabulkan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 10.


Sayap A Michelle desain untuk operasional hotel dimana banyak pelanggan yang check in atau check out, atau melakukan hal lainnya dengan fasilitas lengkap yang Michelle siapkan.


Sementara sayap B Michelle desain untuk operasional di balik layar, dimana cuma karyawan yang diperbolehkan masuk kesana melewati pintu karyawan ataupun pintu yang terhubung langsung ke operasional hotel menggunakan kunci digital khusus.


..

__ADS_1


Setiap karyawan yang berpapasan dengan Michelle akan langsung membungkukkan badannya dengan perasaan takut pastinya karena melihat wajah cantik Michelle yang tegas.


Hingga sampailah mereka di ruangan pertemuan yang cukup besar. Dimana di dalamnya terdengar tawa kencang dari beberapa orang yang membuat perasaan Michelle panas.


Liam membuka pintu itu namun terkunci membuat Michelle mendengus kesal.


“Dobrak !” perintah Michelle datar


Segera Emily menendang pintu itu membuat semua orang yang berada di dalamnya tersentak kaget. Bagaimana tidak ? Keadaan kacau dengan beberapa lembar kertas berserakan di atas meja beserta berbotol-botol soju disana.


Yang lebih parah, ada dua orang perempuan terlihat langsung membenahi pakaiannya yang terbuka.


Michelle duduk di salah kursi sambil telunjuknya mengetuk-ngetuk meja dengan ekspresi datarnya.


Semuanya panik melihat pin hitam kecil yang mengkilat di kerah jas Michelle dan Emily yang menandakan mereka adalah petinggi dan bagian terpenting dari perusahaan Melviano Corp.


Seorang laki-laki berjalan ke arah Michelle lalu membungkukkan tubuhnya dengan wajah ketakutan.


“Selamat siang Nona, saya general manager di hotel ini, saya Ilyas” ucap laki-laki bernama Ilyas itu tidak berani menatap Michelle


“General manager ?” tanya Michelle datar


“I.. Iya Nona” jawab Ilyas terbata-bata


“Ly, telefon Alec, suruh dia sama yang lain kesini sekarang juga !” perintah Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


Tidak butuh waktu lama Alec datang bersama tiga pengawal setia Michelle lainnya.


“Apa saya perlu ambilkan file Tuan Liam, Nona ?” tanya Emily


“Hemm, kalau gitu lo temenin Ilyas sama Liam” perintah Michelle selanjutnya


“Baik Nona.. mari..” ucap Emily


Michelle sendirian di dalam ruangan itu. Dia bangun lalu melihat satu persatu kertas disana yang membuat rasanya mau memecahkan isi kepala para manusia di hadapannya tadi.


Michelle memilih kembali duduk ke posisi semula menunggu yang lainnya kembali.


Bisa berminggu-minggu ini sih.. -batin Michelle mendengus kesal


..


Emily masuk disusul yang lainnya lalu menaruh berkas yang Michelle minta di atas meja tepat di depan Michelle.


“Suruh mereka beresin meja ini, kumpulin semua kertas itu dan taruh sini” perintah Michelle sambil mulai membuka berkas pertamanya


“Baik Nona, segera saya laksanakan” jawab Emily


Tidak sampai mereka membersihkan meja besar itu Michelle sudah selesai membaca semua berkas di depannya membuat Emily percaya bahwa itu hal percuma yang Michelle lakukan, seperti yang sudah-sudah.

__ADS_1


“Cih, sampah kalian lebih banyak daripada hasil kerja kalian !” ucap Michelle datar


“Cepet jelasin apa maksud dari ini semua ?!!” ucap Michelle melempar tumpukan kertas tadi ke tengah meja


Emily segera membacanya dengan teliti, tangannya hampir saja meremas kertas itu kalau saja Michelle tidak membuyarkan pikirannya.


Walaupun sempat terkejut, kelima pelaku di depan Michelle itu terlihat bangga dengan rencana yang mereka buat di atas kertas itu.


Ilyas, si general manager itu menjelaskan penuh kesombongan atas rencananya untuk memanipulasi semua hasil kerja mereka selama ini, korupsi, pelecehan ke bawahan mereka sendiri, dan berusaha menguasai Malvs Hotel and Resort itu sendiri.


Geram, sudah pasti Michelle rasakan, ingin sekali rasanya dia mematahkan setiap tulang yang berada di balik kulit mereka.


Tanpa alasan apapun lagi Michelle langsung memerintahkan Emily untuk melakukan tugasnya yaitu membawa mereka kembali ke Indonesia dan menjebloskannya ke penjara sebelum dirinya turun tangan menghancurkan mereka semua.


Alec dan pengawal lainnya segera memborgol tangan mereka dan menyeretnya keluar ruangan sampai masuk mobil van yang sudah disiapkan Emily yang siap mengantar mereka ke landasan jet pribadi Michelle yang akan membawa mereka pulang ke Indonesia bersama pengawal terpercaya Corradeo.


..


Beralih ke permasalahan hotel milik Michelle itu, Michelle tidak butuh laporan lisan dari Liam, dia lebih baik melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri bagaimana hotelnya itu berkembang.


Untuk sementara waktu Michelle akan memimpin operasional hotel itu dibantu Emily dan Liam langsung yang membuat pekerjaan mereka menumpuk akibat mengeluarkan lima karyawan yang mana dua orang perempuan seorang sekertaris umum, dua orang seorang manager, dan seorang general manager.


“Siapkan semuanya, besok pagi meeting, saya mau para manager yang mempresentasikan hasil kerja sesuai divisinya masing-masing” ucap Michelle tegas


“Baik Nona Michelle” jawab Liam


Michelle bangun dari duduknya lalu keluar ruangan diikuti Emily dan Liam. Sampai depan lift Emily menyuruh Liam kembali bekerja sesuai isyarat kecil Michelle.


..


Michelle memilih ke sayap A, melihat langsung perkembangan hotelnya antara karyawan dan pengunjung. Setiap karyawan yang melihat Michelle dan Emily akan membungkukkan tubuhnya.


Michelle masuk ke dalam counter front office dimana disinilah inti dari sebuah hotel. Melihat tatanan meja counter yang cukup rapih baginya lalu masuk ke dalam ruangan, meneliti langsung setiap berkas yang ada disana secara garis besar membuat setiap karyawan yang berada di dalam ruangan itu gugup padahal Michelle sendiri malah terlihat datar menanggapinya.


Keluar dari sana Michelle beralih ke counter lounge yang berada di lantai yang sama, lalu pindah lantai untuk melakukan hal yang sama ke setiap departemen penunjang lainnya yang bertujuan memenuhi fasilitas di dalam hotel bintang 5 itu.


..


Sepanjang jalan di dalam mobil Michelle memilih memejamkan matanya memikirkan masalah yang terjadi di hotel kesayangannya itu.


Dia menyalahkan dirinya sendiri karena lengah merawat hotelnya itu sampai terjadi hal seperti ini.


“Nona butuh sesuatu ?” tanya Emily


“Nggak, makasih, lo lakuin aja tugas lo” jawab Michelle masih di posisinya


“Sudah saya lakukan Nona” ucap Emily


Michelle mengacungkan ibu jarinya dalam posisi yang sama lalu menarik nafas dalam-dalam.


..

__ADS_1


Setelah makan malam, Michelle menghubungi Nicholas, menceritakan kejadian apa yang sudah terjadi hari ini padanya yang membuat Nicholas memanas dan bersikeras mau menyusul Michelle tapi tetap Michelle melarangnya.


**


__ADS_2