Ms. Perfect

Ms. Perfect
Ezra


__ADS_3

Dua hari setelahnya..


Michelle dan ketiga temannya sudah sampai di lokasi siang hari karena kebetulan tidak ada kelas lagi.


Seperti biasanya, Michelle menyiapkan dirinya untuk perang dengan painting.


Selama dua hari ini juga Axel tidak datang ke kafe karena ada meeting yang tidak bisa dia tinggal.


..


Axel sangat frustasi karena gagal bisa mencari tahu tentang Michelle.


Profil tentang Michelle tertutup rapat dan rapih. Axel tidak tahu tentang Michelle sama sekali karena sikap kedua Kakaknya yang ketat menjaga Michelle sampai data-data tentang Michelle mereka kubur sedalam mungkin.


“Ini cewek siapa sih ? kok bisa serapih ini data-datanya ditutup rapat ? sepenting apaan sih dia ?” gumam Axel kesal


..


Di kafe, Michelle sedang istirahat sebentar sambil memperhatikan detail karyanya.


Ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Dilihatnya layar ponselnya itu, Kyra menelefonnya.


“Ngapain sih ini ratu ?” gumam Michelle


“Apa ?” tanya Michelle menjawab panggilan itu


“Lo lagi dimana ? main yuk” ajak Kyra ceria seperti biasanya


“Nggak bisa Ra.. gue sibuk seminggu ini, ada kerjaan” jawab Michelle datar


“Dimana ? gue ikut dong.. mau lihat” ucap Kyra bersemangat


“Jangan sekarang.. orangnya sombong banget, gue nggak mau ada masalah” jelas Michelle dengan tenangnya


“Idih.. siapa sih tuh orang ? cewek apa cowok ?” tanya Kyra yang tersundut api


“Cowok” jawab Michelle singkat


“Kok lo mau sih ? kenapa nggak ditolak aja ?” tanya Kyra kesal


“Nggak apa-apa sih.. gue lakuin ini buat temen-temen gue, buat hobi gue, jadi gue nggak mikirin tuh si bos angkuh itu” jelas Michelle


“Cih.. siapa sih tuh cowok ? bikin kesel aja” gerutu Kyra


“Kebiasaan kan.. udahlah Ra, gue yang bermasalah biasa aja, lo malah kesundut emosi” jelas Michelle


“Nggak bisa gitu Cel.. lo kan tahu sendiri, gue selalu ada loh buat lo” jelas Kyra bersemangat


“Hahahaha.. udah ah gue mau kerja lagi.. nanti ketemunya kalau kerjaan gue udah selesai aja ya” ucap Michelle lembut


“Hufttt.. ya udah, kalau ada apa-apa cerita sama gue ya Cel” ucap Kyra


“Iya.. tenang aja sih” jawab Michelle


Michelle melakukan pekerjaannya lagi sampai malam tiba lalu dia dan ketiga temannya pulang.


..


Sampai rumah sudah jam delapan malam.


Michelle berjalan menemui keluarganya berkumpul di ruang keluarga. Dia terduduk lelah di samping Leonore dan menyandarkan kepala dan punggungnya di sofa.


“Gimana hari ini darling ?” tanya Corradeo dengan lembutnya


“Eum.. enakan dua hari ini Dad.. nggak ada yang ganggu” jawab Michelle sekenanya

__ADS_1


“Siapa yang ganggu kamu ?” tanya Nicholas kesal


“Orang yang jadi kolega aku, Kak” jawab Michelle datar dalam posisinya itu


“Kamu diapain sama orang itu ?” tanya Xavier khawatir


“Eum.. sebenernya nggak diapa-apain sih.. cuma kayak perang dingin aja” jawab Michelle dengan tenangnya


“Siapa orangnya ? kasih tahu Kakak.. kalau perlu putusin aja kerjasama kamu sama orang itu” ucap Nicholas kesal


“Kak.. udahlah.. kan aku nggak kenapa-napa, lagian kalau kerjaan belum selesai tapi udah putus kontrak berarti aku nggak profesional dong” jelas Michelle menenangkan kedua Kakaknya itu


“Cih.. siapa sih orang itu, bikin kesel aja” gerutu Xavier kesal


“Udah ah, Kakak malah kesel gitu.. aku mau masuk kamar aja” ucap Michelle lalu berjalan menaiki tangga dan masuk kamar


**


Hari berikutnya Michelle dan Daffin sudah lebih dulu ke kafe sedangkan Ezra dan Saddam masih ada mata kuliah.


Michelle dan yang lainnya sudah menyelesaikan pekerjaannya di lantai satu, hari ini dia dan Daffin mulai membuat muralnya di lantai dua.


..


Sore hari, Ezra dan Saddam baru sampai kafe. Michelle masih lanjut sedangkan Daffin duduk istirahat melihat hasil karyanya.


“Double F, lihat hasil karya gue, apa yang kurang ?” tanya Michelle ke Daffin


“Kayak biasa Mi, perfect” jawab Daffin mengacungkan kedua ibu jarinya


“Yang bikin sempurna itu ya ini, inisial Mi dibawah sini” tunjuk Saddam ke inisial Michelle di sudut mural Michelle


“Hahahaha.. sialan lo Double D” tawa Michelle meledek


..


Pulang painting, Michelle dan ketiga temannya makan nasi goreng di pinggir jalan sambil membicarakan pekerjaannya itu sebelum akhirnya mereka mengakhiri pertemuannya hari ini.


**


Pagi ini, Nicholas mengantar Michelle ke kampus.


Nicholas memeluk Michelle erat lalu mengecup kening Michelle lagi sebelum akhirnya dia mengendarai mobilnya keluar kampus.


“Tumben Cel dianter Kak Nicho ?” tanya Ezra yang sedari tadi menunggunya tidak jauh dari tempat Michelle berdiri


“Nggak tahu tuh Kak Nicho.. tiba-tiba aja mau anter gue ke kampus.. eh iya nanti gue ke kafe sama lo ya” ucap Michelle sambil berjalan masuk ke area kampusnya


“Oke.. mau gue anter jemput setiap hari juga gue mau banget Cel” ucap Ezra tersenyum lebar


“Cih.. cari pacar sana” ledek Michelle


Ezra (22), berasal dari keluarga sederhana berhati tulus.


Dia juga laki-laki yang menyukai Michelle bahkan pernah menyatakan perasaannya.


Tapi sayangnya Michelle langsung menolak karena selain dia sudah nyaman berteman dengan Ezra, dia tidak mau Ezra sampai ditolak mentah-mentah oleh kedua Kakaknya itu dan membuat Ezra tersinggung lalu pertemanan mereka jadi hancur.


..


Sore hari, Michelle dan ketiga temannya sudah sampai di kafe. Setelah Michelle mempersiapkan dirinya, dia memulai pekerjaannya.


Hari ini, Axel sudah datang ke kafe menunggu mereka, lebih tepatnya menunggu Michelle.


“Aaahh.. nggak berasa udah lima hari kerja.. yeeaaayy sebentar lagi bebas” ucap Michelle dengan semangatnya

__ADS_1


“Mi.. lo kenapa seneng banget ?” tanya Saddam tersenyum tipis


“Tauk.. kayak orang mau keluar dari penjara aja” tambah Daffin menahan tawanya


“Emang ! hahahahahaha..” jawab Michelle dengan tawa jahatnya


What ? dia bilang ini penjara !! -batin Axel kesal


“Kayaknya kita harus cari personil baru buat gantiin Mi” celetuk Ezra datar


“Eh.. Z, lo nggak bisa gitu dong.. enak aja” gerutu Michelle kesal


“Lagian lo udah gila” ucap Ezra ketus


“Mau mati ya ?” ucap Michelle kesal


“Hahahaha.. jangan ganti Mi, gue suka karakternya” protes Daffin


“Bener.. lo bayangin aja kalau kita ganti Mi sama cewek lain, mana ada spesies kayak Mi gini” tambah Saddam dilanjut tertawa terbahak-bahak


“Sialan lo berdua.. eh tapi bener juga sih.. denger tuh Z, gue ini karakter sekaligus spesies satu-satunya yang ada di dunia ini, hahaha..” ucap Michelle dengan sombongnya dilanjut tertawa jahat


Beda banget sikapnya kalau lagi sama temennya.. -batin Axel


..


Michelle, Axel, Roy, Ezra, Daffin, dan Saddam turun ke lantai satu dan duduk disudut yang berbeda.


“Permisi bos, hari ini tugas kami udah selesai semua, silahkan besok bos cek lagi, kalau ada yang kurang biar kami revisi” ucap Ezra sopan


“Ya ya.. besok atur jadwal kalian kesini” jawab Axel tegas


“Besok kami kesini sore seperti tadi” ucap Ezra sopan


“Baiklah” ucap Axel dengan sombongnya lalu naik ke lantai atas


..


“Mi, mau gue anter aja pulangnya ?” tanya Ezra yang kembali duduk sama yang lainnya


“Sebentar ya Z, gue telefon Kakak gue dulu” jawab Michelle sambil menempelkan Hp nya ke telinganya


“Kak” panggil Michelle


“Kamu udah mau pulang honey ?” tanya Nicholas dengan lembutnya


“Iya, apa Kakak jadi jemput ? kalau nggak, aku pulang sama ‘mereka’ aja” tanya Michelle balik


“Maaf ya honey, Kakak lagi diluar, makan malem sama klien” jawab Nicholas merasa bersalah


“Ya udah nggak apa-apa.. semangat ya Kak” ucap Michelle


“Iya, makasih ya honey.. kamu hati-hati dijalan” ucap Nicholas dengan lembutnya


“Iya handsome, bye” jawab Michelle lalu mematikan telefonnya


“Z, anter gue sampai depan, nanti gue balik sama pengawal gue aja” bisik Michelle


“Lo yakin ? biar gue aja yang anter” tanya Ezra khawatir


“Nggak usah Z, makasih” jawab Michelle tersenyum lembut


“Hhuuffttt.. ya udah ayo” ucap Ezra kecewa


**

__ADS_1


__ADS_2