
Michelle berbalik dengan wajah tertunduk dan menghela nafas berat. Dia dibuat terkejut melihat ketiga laki-laki tampan berdiri di depan pintu rumahnya.
Cobaan apa lagi ini ya Tuhan.. -batin Michelle
Michelle berjalan dengan wajah tertunduknya ke arah ketiga laki-laki itu lalu memeluk Nicholas erat.
“Daddy kasih tahu Mario kalau aku anaknya Kak” ucap Michelle lirih
“Kakak tahu cowok tadi kelihatan nggak suka sama kamu honey” ucap Xavier mengelus rambut Michelle
Nicholas melepaskan pelukannya dan terkejut melihat mata berkaca-kaca adik kesayangannya.
“Kamu kenapa ? jangan nangis, cerita sama Kakak” ucap Nicholas khawatir
“Aku nggak tahu Kak, perasaan aku nggak enak, hati aku sesak Kak” jawab Michelle menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
“Kenapa ? kamu nggak suka cowok itu kayak gitu sama kamu ? kamu suka sama cowok itu ?” tanya Xavier
Michelle menggelengkan kepalanya.
Gue juga lihat lo ngobrol berdua sama Mario sesak Cel, walaupun cuma ngobrol begitu doang -batin Axel lirih
Michelle melihat Axel lalu langsung memeluk erat tubuh Axel dan entah kenapa air matanya langsung mengalir deras dalam pelukannya.
Axel yang dibuat terkejut itu perlahan membalas pelukan Michelle.
“Gue nggak suka sama Mario, Xel” ucap Michelle terisak
Nicholas dan Xavier rasanya mau melepaskan pelukan adik kesayangannya itu tapi mereka ikut sedih melihat adiknya seperti ini.
Michelle melepaskan pelukannya lalu mengelap air matanya.
“Sorry” ucap Michelle dan langsung berjalan cepat masuk ke arah kamarnya
Axel berbalik dan menatap punggung mungil itu bergerak menjauhinya.
“Xel” panggil Xavier
“Pulang aja, Michelle biar gue yang nenangin” ucap Nicholas
Axel menghela nafas berat dan terpaksa melangkahkan kakinya masuk mobil meninggalkan kediaman keluarga Melviano.
..
Nicholas dan Xavier masuk ke kamar Michelle dan melihat adik kesayangannya tengah duduk bersandar di tempat tidur sambil memeluk kedua kakinya menatap kosong.
Mereka duduk di samping Michelle lalu Xavier menarik kepala Michelle menyandarkan ke bahunya.
“Hei, udah dong jangan sedih lagi, jelek tahu” ucap Nicholas mencubit pipi Michelle
“Kakakk” rengek Michelle mengadu ke Xavier
“Jangan pegang-pegang Michelle ku Kak” ucap Xavier mengelus pipi Michelle
“Enak aja, balikin Michelle ku !” protes Nicholas
“Nggak mau” jawab Xavier ketus
Nicholas langsung menciumi pipi Michelle sampai Michelle berontak karena kegelian mengingat kumis dan janggut Nicholas sudah mulai tumbuh lagi.
Michelle tertawa lepas karena Nicholas tidak melepaskan ciumannya ditambah Xavier yang ikut-ikutan menciumi pipi Michelle.
“Kak, udah.. perut aku sakit” ucap Michelle lirih
Mendengarnya membuat kedua Kakaknya langsung menghentikan ciumannya.
“Sakit ? sini biar Kakak periksa” ucap Xavier panik
“Bukan sakit itu, cuma kram ketawa terus” ucap Michelle
__ADS_1
“Vie, kamu periksa luka Michelle aja sekalian” ucap Nicholas
“Iya Kak” jawab Xavier
Xavier mengambil kotak peralatan dokternya di dalam kamar lalu kembali ke kamar adik kesayangannya.
Setelah diperiksa dan dikatakan sudah lebih baik, Nicholas dan Xavier keluar kamar setelah meminta Michelle untuk istirahat.
Keduanya kembali ke ruang kerja Nicholas, membicarakan tentang ucapan Axel dan sikap Michelle tadi.
“Kak, firasatku bilang kalau Michelle suka sama Axel” ucap Xavier
“Entah, kayaknya gitu, tapi biarin aja Vie, kayaknya Michelle masih belum sadar sama perasaannya” ucap Nicholas
“Gimana Fares sekarang Kak ?” tanya Xavier
“Dia belum ngasih kabar, paling lagi galau” jawab Nicholas sekenanya
“Cih, Michelle ku emang beda dari cewek lainnya sampai bikin temen-temen Kakaknya sendiri suka sama dia” ucap Xavier penuh kebanggaan
“Jelas, karena Michelle itu adik kesayangan Kakak, kita tuh kayak karakter yang cuma beda gender aja” ucap Nicholas tidak mau kalah
“Nyebelin.. Kak, kapan Kakak nyusul aku ?” tanya Xavier tiba-tiba
“Nyusul ? jadi dokter ?” tanya Nicholas pura-pura tidak paham
“Iishhhh, nikah Kak” jawab Xavier menahan kesal
“Tungguin aja, lagian kamu nggak Kakak undang tuh” ledek Nicholas
“Bodo ah aku pulang, aku kangen sama anak dan istri aku” ucap Xavier penuh penekanan
Xavier keluar meninggalkan Nicholas yang menyandarkan kepalanya di sofa.
“Gimana mau nikah kalau masih mikirin Michelle ? gimana kalau Kakak udah nikah nantinya ? Michelle bakalan tambah kesepian, nggak ada kamu aja Kakak bisa ngerasain kalau Michelle pengen ada kamu buat ngehabisin waktu bareng-bareng kayak dulu lagi” gumam Nicholas
**
Tentu saja semua itu Corradeo yang menyiapkannya karena Mario akan datang menjemput Michelle.
Michelle turun tangga ditemani kedua Kakaknya menemui orang tuanya yang sudah duduk bersama Mario di ruang tengah.
Mario dibuat tercengang melihat penampilan Michelle malam ini karena ini kali pertamanya melihat Michelle memakai mini dress.
“Ehem” Nicholas berdehem keras membuyarkan lamunan Mario
Mario langsung tersadar lalu bangun dari duduknya.
“Maaf..” ucap Mario
Mario menjabat tangan Nicholas dan Xavier memperkenalkan dirinya secara langsung yang tentu saja Nicholas dan Xavier bertindak tegas.
Nicholas dan Xavier mengantar kepergian adik kesayangannya sampai halaman rumah lalu masuk rumah menemui kedua orang tuanya.
“Daddy mau jodohin mereka kan ?” tanya Xavier to the point
“Kalau jodoh ya bagus, Daddy cuma mau Michelle nggak jomblo sepanjang hidupnya, dia udah dewasa dan udah saatnya dia punya pasangan” ucap Corradeo tegas
“Masalahnya nggak gini caranya Dad, emang Daddy tahu Michelle mau apa nggak sama Mario ?” ketus Nicholas
“Terus Michelle maunya sama siapa selain sama kalian berdua ? lagian lama-lama juga Michelle akan suka sama Mario” ucap Corradeo
“Percuma Dad, Mario nggak akan suka sama Michelle karena dia nggak suka sama cewek tomboy dan pencinta seni kayak Michelle” ucap Xavier tegas
“Kalau Daddy pikir buat nyuruh Michelle berubah jadi feminin dan tinggalin hobinya Daddy salah, Michelle nggak bakalan lakuin itu..
Dan kalau Daddy pikir Mario akan berubah demi Michelle juga percuma, Michelle nggak suka seseorang berubah demi dirinya sendiri” ucap Nicholas tegas
“Kalian tuh kenapa sih ? bukannya dukung Daddy malah mojokin Daddy gini” gerutu Corradeo kesal
__ADS_1
“Dad, aku sama Kak Nicho cuma mau Michelle bahagia sama pilihannya sendiri” ucap Xavier
“Dan kalau nanti Michelle pulang nggak seseneng Michelle kayak biasanya, aku minta Daddy berhenti paksain Michelle buat deket sama Mario lagi” ucap Nicholas tegas
..
Sementara itu di sebuah restoran mewah Michelle tengah makan malam bersama Mario.
“Luka kamu udah sembuh ?” tanya Mario
“Udah, dari kemarin udah dibolehin makan normal lagi” jawab Michelle
“Makan normal ? emang sebelumnya kamu makan apa ?” tanya Mario bingung
“Cuma makan salad sayuran, sayuran rebus, sayur sayuran, pokoknya semua tentang sayuran” jawab Michelle sedikit cemberut
“Hahahaha, kamu cantik kalau lagi cemberut” ucap Mario menahan tawanya
“Ngeledek ya” sindir Michelle
“Nggak, emang cantik” ucap Mario tulus
Mario bangun dari duduknya lalu berlutut di samping meja menghadap Michelle dan mengeluarkan kotak kecil berisi cincin.
“Cincin ini buat kamu, boleh aku yang pakaikan ?” tanya Mario lembut
“Eum, sorry.. tapi aku nggak bisa terima barang dari orang lain, apalagi benda mahal gini” tolak Michelle
“Apa kamu nggak bisa terima yang satu ini ?” tanya Mario
“Please Michelle” ucap Mario memohon
Michelle menarik nafas panjang lalu mengangguk kecil sementara Mario menyematkan cincin berlapis berlian itu di jari manis Michelle.
“Pas dan cocok banget Cel” ucap Mario melebarkan senyumnya
“Makasih” ucap Michelle
Mario kembali duduk lalu meminum segelas red winenya.
“Kali ini aja aku terima ya, lain kali kalau kamu kasih sesuatu lagi aku nggak bisa terima” ucap Michelle mengingatkan
“Iya Michelle, makasih ya udah terima cincinnya” ucap Mario
Selesai makan malam bersama Michelle meminta diantar pulang.
..
Sampai di halaman rumahnya, Mario langsung pulang meninggalkan Michelle yang masih berdiri menunggu mobilnya keluar gerbang rumahnya yang tinggi itu.
Dengan langkah gontai Michelle masuk dan mengganti heelsnya dengan sandal rumahnya.
“Kamu kenapa honey ?” tanya Nicholas yang langsung menghampiri Michelle
Michelle tidak menjawab selain menunjukkan cincin yang dipakainya.
“Kamu.. apa yang dia lakuin ?” tanya Xavier
“Dia ngasih ini, aku udah tolak tapi dia minta aku terima ya udah akhirnya aku terima, tapi kali ini aja, aku udah bilang aku nggak mau terima sesuatu dari orang lain” jawab Michelle tidak bersemangat
“Kamu suka ?” tanya Xavier
Michelle menggelengkan kepalanya dengan posisi tertunduk.
Corradeo yang melihatnya merasa bersalah terlebih melihat putrinya yang sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Mario.
Corradeo langsung berbalik dan naik tangga masuk kamarnya.
**
__ADS_1