
Michelle bisa merasakan kebahagiaannya yang lengkap di keluarga kecilnya walaupun dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari Michelle maupun Alexa.
Dominico dan Hugo selalu berebut Richard dan Jerry dari kedua anaknya yang juga tidak mau mengalah demi mendapatkan hak menggendong Richard dan Jerry membuat hobi baru dalam dua keluarga besar itu.
**
Michelle sedang duduk di halaman belakang rumahnya memilih menyendiri padahal di dalam sana keluarga besarnya berkumpul untuk melihat Richard dan Jerry yang baru dibolehkan pulang dari rumah sakit bersama dirinya.
Seseorang duduk di sampingnya, dia adalah Emily.
"Nona mau saya buatkan sesuatu ?" tawar Emily
"Nggak Ly, makasih" jawab Michelle dengan pandangan lurus ke taman penuh dengan beragam bunga
"Apa Nona baik-baik saja ?" tanya Emily
"Emang gue kenapa ?" tanya Michelle balik
"Nona lebih memilih duduk disini sendirian padahal keluarga Nona sedang berkumpul di dalam" jelas Emily
"Nggak tahu, lagi pengen duduk disini aja" ucap Michelle sekenanya
"Nona, pagi ini saya dapat email dari Nona Liboria" lapor Emily
"Dia kenapa ?" tanya Michelle tiba-tiba
"Nona Liboria mau menemui Nona karena ada hal penting yang mau dia bicarakan dengan Nona, tapi dalam email itu dia tidak menjelaskan lebih lanjut tujuan dari inti pembicaraannya" jelas Emily
"Ya udah, kalau dia udah sampai di Indonesia temuin gue di Black Gold tanpa sepengetahuan keluarga gue" ucap Michelle tegas
"Baik Nona" jawab Emily
Apa yang mau lo bicarain sama gue Libs ? padahal udah jelas gue lepasin lo gitu aja, lo malah nyari gue lagi -batin Michelle
**
Dua hari setelahnya Michelle bergegas ke Black Gold restoran miliknya bersama Emily karena Liboria sudah tiba disana saat dia baru tiba di Indonesia.
Untungnya Roy sudah melaporkan kalau hari ini jadwal Axel padat dengan meeting, dan kedua bayi tampannya sudah diculik Dominico dan Hugo.
..
Sampai di Black Gold restoran, Michelle berjalan ke ruang privat diikuti Emily.
Di dalam ruangan itu Liboria yang sedari tadi duduk bersama para pengawalnya langsung berdiri melihat Michelle yang melangkah masuk dan duduk di seberangnya sementara Emily memilih berdiri di sisinya.
"Michelle" panggil Liboria tersenyum lirih menjulurkan tangannya
Michelle pun membalas uluran tangan Liboria dan tersenyum tipis lalu meminta Emily untuk memesankan makan siang untuk mereka semua.
..
Selesai makan siang bersama, Liboria kembali memasang wajah serius dan gelisahnya di depan Michelle yang menatapnya datar namun ada rasa penasaran dengan apa yang membuat Liboria jauh-jauh datang mencarinya.
__ADS_1
"Michelle, grazie per aver voluto vedermi di nuovo
(Michelle, makasih udah mau ketemu sama aku lagi)" ucap Liboria lirih
"Sì, cosa ti ha fatto venire fin qui a cercarmi?
(Iya, apa yang bikin kamu jauh-jauh kesini mencariku ?)" tanya Michelle to the point
Liboria memanggil salah satu pengawalnya dan meminta mereka semua keluar ruangan meninggalkan dirinya bersama Michelle dan Emily.
"Lo boleh keluar Ly" ucap Michelle
Emily terkejut dan menatap Michelle yang tidak bergeming membuat dia yakin kalau Michelle sungguh-sungguh memintanya keluar.
..
Kini tinggal Michelle yang duduk di seberang Liboria.
Liboria menaruh sebuah map di tengah meja, Michelle cuma meliriknya sebentar dan kembali menatap Liboria.
"questo è il motivo per cui sono venuto fin qui, penso che questo sia sufficiente per rimediare a tutti i miei errori con te
(Inilah alasanku jauh-jauh datang kesini, kurasa ini cukup untuk menebus semua kesalahanku padamu)" ucap Liboria sungguh-sungguh
Michelle menatap dalam-dalam Liboria, dia tidak melihat ada kecurigaan disana.
Michelle meraih map cokelat itu dan mulai membaca isinya.
Matanya terbelalak saat baru melihat halaman pertama, dia melirik tajam Liboria yang mulai gelisah ketakutan dengan tatapan tajam Michelle itu.
"Sai ? se menti con tutto questo, posso finirti adesso
(Kamu tahu ? kalau kamu bohong dengan semua ini, aku bisa menghabisimu saat ini juga)" ucap Michelle datar namun tajam
Liboria menelan salivanya susah payah, dia berusaha meyakinkan dirinya dan menjelaskan semua yang dia tahu ke Michelle demi masa depannya agar tidak dihantui rasa bersalah lagi.
"Voglio dire, ho avuto quell'informazione quando ero ancora con Jack, non me l'ha detto proprio ma ho scoperto tutto da solo perché penso che con questo posso scoprire chi sei veramente
(aku sungguh-sungguh, aku mendapatkan informasi itu saat masih bersama Jack, dia memang tidak menceritakan hal ini sedikitpun padaku tapi aku mencari tahu semuanya sendiri karena ku ikir dengan ini aku bisa mencari tahu siapa kamu sebenarnya)" jelas Liboria
"perché questo coinvolge quel bastardo?
(Kenapa hal ini melibatkan bajingan itu ?)" tanya Michelle geram
"Non ne so molto, ovviamente Jack una volta mi ha detto che è uno dei fedeli seguaci di un boss mafioso di **** Laurent
(aku tidak tahu banyak, yang jelas Jack pernah berkata padaku kalau dia salah satu pengikut setia bos mafia yang bernama Laurent)" jelas Liboria
Perasaan Michelle begitu kesal mendengar penjelasan Liboria, terlebih kini dia dapat menyimpulkan kalau Jack pernah mengusiknya karena dendam Laurent.
..
Sepanjang perjalanan Michelle terus memikirkan penjelasan Liboria lebih lanjut, dia bahkan belum menceritakan hal ini ke Emily yang sedari tadi menunggunya.
__ADS_1
Michelle meminta Emily mengantarnya ke kediaman Melviano dimana kedua anaknya berada dalam dekapan Dominico dan Hugo.
Michelle langsung menemui Dominico dan Hugo dan memintanya menemuinya di ruang kerja bersama Emily sementara kedua anaknya diberikan ke Leonore dan Nadine.
..
Bukan cuma Dominico dan Hugo, Emily pun penasaran dengan apa yang akan Michelle jelaskan, dia yakin inilah isi dari percakapannya bersama Liboria tadi.
Michelle menarik nafas panjang sebelum dia memulai pembicaraan seriusnya bersama Dominico dan Hugo di dampingi Emily yang duduk di sisinya.
"Nonno, Grandpa, apa selama ini kalian terima kenyataan kalau Nonna sama Grandma udah mati ?" tanya Michelle to the point
Mendengarnya membuat Dominico dan Hugo tersentak kaget.
"Apa yang kamu bicarakan Young Michelle ?" tanya Hugo
"Jawab aja Grandpa, aku mau tahu kenyataan dari isi hati kalian selama ini" ucap Michelle serius
"Terima nggak terima tapi Grandpa harus terima kenyataan pahit ini Young Michelle" jawab Hugo lirih
"Tapi Nonno nggak, selama Nonno belum berkumpul sama keluarga Nonno, Nonno masih cari keberadaan Michelle dan Alexa, Nonno yakin mereka masih hidup di luar sana..
Nonno cari mereka diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain termasuk Hugo, tapi dia pernah marahin Nonno pas tahu kalau Nonno cari Michelle dan Alexa, dia mau Nonno berhenti dan terima apa yang udah alam takdirkan buat kita" jelas Dominico lirih
Michelle bangun dari duduknya membuat ketiga manusia disana menatapnya bingung.
"Aku pulang ya, jaga kesehatan Nonno sama Grandpa" ucap Michelle tersenyum tipis
"Tunggu Michelle, apa maksud kamu bicarain Michelle dan Alexa tiba-tiba ?" tanya Dominico geram
Michelle cuma tersenyum dan berjalan keluar ruangan.
..
"Kamu pasti tahu ini kan Emily ?" tanya Dominico tajam
"Maafkan saya Tuan besar, tapi saya tidak tahu apa-apa" jawab Emily
**
Hari ini Michelle menemui Xavier di rumah sakit dan menghubungi Axel dan Nicholas untuk menemuinya di rumah sakit membuat kedua laki-laki tampan dan gagah itu khawatir.
..
Pintu terbuka kasar, Nicholas dan Axel datang bersamaan ke ruang kerja Xavier dan melihat pemandangan yang menyebalkan, Michelle tengah duduk bersandar di sofa sementara Xavier sudah merebahkan dirinya di sofa dengan kedua paha Michelle sebagai bantalnya.
"Xavier !" panggil Axel dan Nicholas dengan suara rendahnya
Xavier terkekeh merasa puas lalu membenarkan posisi duduknya di samping Michelle.
Kedua laki-laki tampan itu pun duduk bersebelahan di seberang Michelle dan Xavier.
"Jadi honey, apa alasan kamu bikin kakak khawatir sampai minta ketemu disini ?" tanya Nicholas
__ADS_1
Bukan cuma Nicholas, Axel dan Xavier pun memandang serius Michelle yang tengah gelisah menjelaskan apa yang akan dia ungkapkan ke ketiga lelaki kesayangannya itu.
**