
“Michelle, ikut yuk, Kyra ngasih kode mau lempar buket tuh” ajak Nadine
“Ikut aja ya Kak” ucap Michelle mengingatkan
“Iya iya udah ayo” ajak Nadine menarik tangan Michelle
Para tamu perempuan sudah berebut posisi agar dapat lemparan buket pengantin yang mau Kyra dan Ezra lempar.
Nadine merangkul bahu Michelle lembut lalu tersenyum.
“Aku bisa lihat Nicho lebih tersenyum lepas sekarang, habis dansa sama kamu, makasih ya Michelle” ucap Nadine
“Aku nggak lakuin apa-apa Kak, yang bikin Kak Nicho tersenyum karena kembalinya Kakak, makasih banyak Kak” ucap Michelle tersenyum haru
Nadine memeluk erat Michelle lalu melepaskannya dan tersenyum.
“Siap ya ??!!! satu.. dua.. tiga..” teriak Kyra dan Ezra
Buket bunga seperti terbang menghampiri Michelle, dengan cepat Michelle menarik tangan Nadine yang terjulur ke atas untuk menangkap buket bunganya.
“Ah shit Michelle bikin speechless banget” ucap Saddam tersenyum haru
..
“Selamat ya Kak, cepet nyusul sama Kak Nicho” ucap Michelle menitikkan air matanya
Nadine langsung memeluk erat Michelle, dia ikut menitikkan air matanya.
“Harusnya kamu yang dapet Cel” ucap Nadine
“Belum waktunya Kak” ucap Michelle
Michelle melepaskan pelukan Nadine lalu berjalan ke arah yang lainnya sambil membantu Nadine mengelap air matanya.
Hatinya merasa sesak tapi ada perasaan bahagia melihat Nicholas memeluk erat Nadine di depannya.
Michelle menarik nafas dalam-dalam lalu tersenyum.
“Dam, Daf, ikut yuk” ajak Michelle tersenyum riang
“Kemana ?” tanya Daffin
“Kita foto-foto sama pengantin” jawab Michelle menaik turunkan kedua alisnya
Saddam dan Daffin langsung menuntun tangan Michelle naik pelaminan meninggalkan yang lainnya.
Mereka foto-foto beberapa kali yang pasti dengan gaya bebas karena sekali fotograpernya mengarahkan gaya yang formal, mereka malah tertawa karena terbiasa tidak seformal itu.
“Hei Kakak-Kakak F4 ditambah Kak Vier, sini” teriak Kyra mengundang semua tamu melihatnya
Merasa terpanggil, Nicholas naik ke pelaminan bersama Xavier dan ketiga temannya dengan gagah membuat setiap tamu yang melihat berdecak kagum.
Mereka foto bersama dengan berbagai gaya lalu Saddam dan Daffin turun membiarkan mereka masih lanjut foto-foto.
Sampai Fares dan Joshua juga turun membiarkan waktu Kakak beradik foto bersama disana.
Turun dari sana, Michelle menemui kedua orang tuanya yang memanggilnya.
“Selamat malam Nona Michelle” sapa seorang laki-laki yang berdiri di antara sepasang orang tua
“Hemm, ya, malam” sapa Michelle ramah
“She is so beautiful” puji laki-laki paruh baya di sebelahnya
“Thanks, but I dont receive compliments” ucap Michelle tersenyum tipis
__ADS_1
“Michelle” ucap Corradeo penuh penekanan
“Sorry” ucap Michelle pelan
“Maaf, Michelle belum tahu kalau perusahaan kalian baru bekerjasama dengan perusahaan Melviano Corp.” ucap Corradeo
“Bukan masalah.. lagipula kita akan bertemu minggu depan” ucap laki-laki paruh baya itu
“Papa, hai qualche significato dietro a questo ? (Daddy, apa Daddy punya maksud dibalik ini ?)” tanya Michelle pelan
“Non iniziare Michelle, Papa vuole solo che tu li incontri (jangan mulai Michelle, Daddy cuma mau kamu kenalan sama mereka)” jawab Corradeo
“Michelle ha gia una ragazza, papa, non forzarla piu (Michelle udah punya pacar Daddy, jangan paksa Michelle lagi)” pinta Michelle
“Chi ? Avere gia dato il permesso a tua fratello ? (Siapa ? apa Kakak kamu udah ijinin ?)” tanya Corradeo
Michelle menganggukkan kepalanya.
“Ehem.. apa kami mengganggu ?” sindir laki-laki tadi
“Sama sekali nggak” jawab Michelle
“Maaf saya belum memperkenalkan diri, saya Jack Xu Jing, dari keluarga Jing, senang bertemu langsung dengan Nona Michelle” ucap laki-laki bernama Jack itu
“Senang bertemu dengan anda Tuan Jing” sapa Michelle sopan
“Panggil Jack aja, Tuan Jing itu my Dad” ucap Jack
Emang gue ngomongnya sama Bapak lo itu bukan sama lo -batin Michelle
“Dad, can I have private talk with Ms. Michelle ?” tanya Jack
“Of course, be a good boy Jack” goda Jing
“Oh come on Dad” keluh Jack
“Hei sorry boleh saya tanya sesuatu ?” tanya Jack
“Apa ?” tanya Michelle datar
“Tadi kamu bicara bahasa apa sama Tuan Melviano ?” tanya Jack penasaran
“Privasi” jawab Michelle
“Apa kamu nggak suka saya ajak kamu ngobrol ?” tanya Jack
“Saya cuma nggak suka basa basi” jawab Michelle
“Oke kalau gitu saya akan bilang kalau saya suka sama kamu, bisakah kamu kasih saya kesempatan ?” tanya Jack terang-terangan
“Saya udah punya pacar” jawab Michelle tegas
“Baru pacar kan ? belum menikah ? berarti bisa kan saya dekati kamu ?” tanya Jack
“Justru karena baru jadi pacar bikin saya belajar menjaga perasaan orang lain sampai ke jenjang yang lebih serius” ucap Michelle
“Oh ya ? bagaimana kalau saya minta dijodohkan sama kamu ?” tanya Jack lagi
“I dont care, you can married with my maid” ketus Michelle
Michelle berjalan ke arah Nicholas dan yang lainnya tapi tangannya langsung dipegang Jack.
“I will get you, Michelle” ucap Jack tersenyum licik
Michelle menghempaskan tangan Jack lalu bergegas berjalan ke arah teman-temannya.
__ADS_1
..
“Hei, kamu kenapa honey ?” tanya Nicholas khawatir melihat wajah Michelle yang kesal
“I hate him, so much ! he is stupid bastard no brainer !!!” ketus Michelle kesal
“Oh god Michelle bener-bener lagi marah” ucap Saddam panik
“Baby, tell us what happen ? who the hell him ?” tanya Axel lembut
“Dia Jack Xu Jing, nggak punya otak ! dia bilang suka sama aku padahal udah aku bilang udah punya pacar, tapi dia tetep kekeuh sampai bilang bakalan dapetin aku, mau buru-buru ketemu Tuhan kayaknya tuh orang ! lihat aja sampai nanti ketemu lagi di lain waktu masih kayak gitu juga, gue bantuin cepet mati tuh orang !” gerutu Michelle kesal
“Oh shit, Michelle jadi ketua mafia lagi” ucap Daffin panik
“Honey, atur nafas kamu dulu, muka kamu udah merah kesel” ucap Xavier khawatir
“Arrgghhhh, butuh samsak hidup” keluh Michelle kesal
Semuanya menatap Axel yang lagi fokus menatap Michelle dengan wajah sedih dan kesalnya.
“Axel” panggil Michelle
“Yeah baby ?” ucap Axel lembut
“Pulang yuk” ajak Michelle
“Ayo !” ucap Axel penuh semangat
“Nggak !!” tolak Nicholas dan Xavier tegas
“Oh come on Kakak ipar” pinta Axel memohon
“Ijinin ya Kak, please.. cuma Axel yang mau aku jadiin samsak” ucap Michelle
“Iya Kakak ipar” ucap Axel cemberut
“Whatttt !!! nggak nggak nggak nggaakkk” tolak Axel yang baru sadar
“Axel nggak sayang sama aku” rengek Michelle cemberut sedih
“Gila, imut banget” gumam Fares
“Itu trik Michelle” bisik Saddam
“Pantes” celetuk Joshua
“Baby, kamu tega ? itu namanya KDRT tahu” keluh Axel
“Ughh, lupain.. tapi Xel, jangan terang-terangan punya hubungan sama aku ya buat sementara ini” pinta Michelle
“Loh, kenapa Cel ?” tanya Axel terkejut
“Michelle malu pacaran sama lo” celetuk Nicholas
“Michelle cuma kasihan sama lo” celetuk Xavier
“Nggak nggak nggak bukan itu, tapi aku cuma takut dia macem-macem, aku nggak mau ngelibatin kamu” ucap Michelle serius
“Aww so sweetttt” ucap Axel tersenyum haru
“Geli gue Xel, sumpah” celetuk Fares
Sementara itu setiap tamu terlihat bisik-bisik memperhatikan Michelle karena dibuat terkejut saat Michelle berdansa bersama beberapa laki-laki terlebih berani mencium Nicholas dan Axel, belum lagi dicium Xavier dan dipeluk Fares.
Baru kali ini ada yang berani menggosipkan Michelle, terlebih itu adalah gosip buruk. Sudah dipastikan ada dalang yang berani menantang Michelle.
__ADS_1
Michelle tetap santai menanggapinya tapi berbeda dengan para lelakinya yang terlihat geram itu.
**