
Dua minggu setelah presentasi pertama Michelle, dia mendapatkan banyak kiriman barang-barang mewah seperti perhiasan, pakaian, aksesoris, dan tas dari berbagai perusahaan yang bekerjasama dengannya.
Michelle kesal karena terus-terusan mendapatkan barang-barang itu padahal Micheple selalu menyuruh Emily mengembalikannya lagi ke pengirimnya.
“Argh.. Ly.. tolong panggilin Kak Nicho aja deh, gue udah nyerah” ucap Michelle frustasi karena baru dikirim perhiasan dan beberapa tas mahal
“Baik Nona” jawab Emily
Michelle menundukkan wajahnya dengan kedua tangannya di atas meja. Pasrah dengan apa yang dia terima selama dua minggu ini.
..
“Maaf Nona, Tuan Nicholas sedang ada tamu, sekertaris Gery akan segera kesini” lapor Emily setelah kembali dari tugasnya
“Hemm.. siapa ya ?” gumam Michelle
Tidak lama, pintu ruangan Michelle terketuk pelan, Emily membukakan pintu dan Gery pun masuk.
“Ada yang bisa saya bantu Nona Michelle ?” tanya Gery sopan
“Eum.. siapa tamu Kak Nicho ?” tanya Michelle
“Nona Clara, Nona Michelle.. sia memaksa masuk” jawab Gery merasa bersalah
“Cih.. Clara.. terus Kak Nicho gimana ?” tanya Michelle kesal
“Tuan Nicholas tidak menghiraukan adanya Nona Clara, tapi Nona Clara tidak berhenti mengganggu Tuan Nicholas, Nona Michelle” jawab Gery
“Hemm.." gumam Michelle memikirkan satu hal
Michelle melepas jas kerjanya. Menggulung rapih lengan kemejanya, dia juga membuka satu kancing kemeja bagian atas dan melepas ikat rambutnya.
Michelle membuka satu tas dari paper bag hadiahnya lalu memakai beberapa perhiasan disana seperti kalung dan cincin berliannya.
“Nona Michelle” ucap Emily bingung
“Ahh.. pasti lo bingung kan ? gue cuma mau ngusir hama di ruangan Kak Nicho” ucap Michelle dengan tenangnya tapi membuat kedua sekertaris itu menelan salivanya karena tatapannya yang tajam
..
Emily membukakan pintu ruangan Michelle, lalu Michelle berjalan dengan sombongnya ke ruangan Nicholas.
Gery membukakan pintu ruangan Nicholas diikuti Michelle yang masuk dengan senyum lebarnya dan Emily yang berdiri disamping Gery.
Perempuan bernama Clara itu sedang merayu dan mencoba menyentuh Nicholas yang duduk di kursi kebesarannya.
Sempat terlihat terkejut dan gelisah saat pintu ruangan Nicholas terbuka tapi dia tetap melanjutkan tingkahnya itu.
“Babbyyy” panggil Michelle dengan manjanya
“Kamu kenapa bisa ada disini ?” tanya Nicholas yang tahu kalau adiknya itu sedang mendrama
“Dia siapa ?” tanya Clara dengan sinisnya
Michelle menarik ujung baju Clara dengan jijiknya sampai Clara harus menjauh dari Nicholas lalu duduk di atas meja kerja Nicholas menghadapkan dirinya ke Nicholas.
“Baby.. kenapa kamu ngasih aku hadiah terus sih ? lihat nih, aku langsung pakai loh hadiah-hadiah dari kamu” ucap Michelle dengan manjanya tanpa menghiraukan adanya Clara yang berdiri di dekatnya
Nona Michelle membantu Tuan Nicholas ? -batin Emily
Cara yang sangat luar biasa Nona Michelle -batin Gery
“Kamu suka ?” tanya Nicholas menyelipkan rambut ke belakang telinga Michelle
“Of course I like it so much baby.. kalau nggak, kenapa aku langsung pakai ?” ucap Michelle dengan mesranya
“Kamu siapa sih ?” tanya Clara kesal
“Baby, dia siapa ? kamu nggak mau kenalin aku ke.. hemm.. cewek ini ?” tanya Michelle sengaja menatap Clara dari atas ke bawah dan ke atas lagi dengan tatapan jijiknya
__ADS_1
Nicholas berdiri diikuti Michelle yang ikut berdiri di samping Nicholas dengan melingkarkan tangannya di tangan Nicholas dan menyandarkan kepalanya di tangan Nicholas itu.
“She is my girlfriend” ucap Nicholas ke Clara
“Apa ?!! nggak mungkin.. aku tahu kamu pasti bohong” ucap Clara berusaha tidak percaya
“Kenapa sih ? kenapa nggak percaya kalau aku pacarnya Nicho ?” tanya Michelle datar
“Jelas-jelas Nicholas nggak punya pacar, dia selalu nolak cewek yang deketin dia” jawab Clara kesal
“Itu karena Nicho udah punya pacar, aku pacarnya” ucap Michelle dengan suara tenangnya
“Kamu duduk aja baby, aku mau ngobrol sebentar sama.. siapa tadi namanya ?” tanya Michelle membuat Clara kesal
Astaga Nona Michelle, rasanya saya mau ketawa aja -batin Emily
Pfftt.. akting Kakak beradik ini emang hebat -batin Gery
“Clara, nama saya Clara” ucap Clara dengan ketusnya
“Hemm.. kenalin, saya calon Nyonya Melviano” ucap Michelle dengan tenangnya
“Apaa !!” teriak Clara terkejut
“Duduk dulu yuk.. aku mau kenalan sama Clara” ajak Michelle lembut
Clara masih berdiri mematung dengan wajah kesalnya.
Ketika Nicholas kembali duduk, Michelle mengelus lembut pipi Nicholas lalu menciumnya sampai membuat Clara ternganga.
Honey.. kenapa kamu serius banget kayak gini ? Kakak mau ketawa daritadi -batin Nicholas
Michelle sudah duduk di sofa disusul dengan Clara yang duduk di sofa lain.
“Ayolah, jangan jauh-jauh.. sini duduk samping aku” ucap Michelle menepuk sofa di sampingnya
Clara pindah duduk ke samping Michelle dengan terpaksa.
“Wah.. tas kamu bagus juga ya.. pasti asli kan ? nggak mungkin dong KW.. duhh, Nicho emang sebenernya romantis banget sih, tiba-tiba ngirimin hadiah-hadiah mahal kayak gini padahal sekantor, serumah, aahh pokoknya setiap hari ketemu.. lihat deh, kalung ini, cantik banget kan ? Nicho tahu banget selera aku.. makin cinta mati sama baby ku” ucap Michelle dengan manjanya memamerkan hartanya
“Cih.. kamu pasti bohongan kan ? kamu cuma ngaku-ngaku jadi pacarnya Nicholas, iya kan ?” tanya Clara tidak percaya
“Kenapa harus ngaku-ngaku kalau emang beneran pacaran ? oh iya, aku punya foto, sebenernya ini rahasia banget, soalnya intim.. tapi aku mau kasih lihat ke kamu” ucap Michelle dengan tenangnya sambil mencari foto di galeri ponselnya
Apa yang mau kamu kasih lihat honey ? -batin Nicholas
Michelle memperlihatkan fotonya yang tiduran berdua Nicholas di tempat tidurnya. Terlihat Nicholas memeluk Michelle dari samping dan memejamkan matanya di leher Michelle.
“Lihat ? apa masih kurang puas ? masih kurang bukti kalau aku pacarnya Nicho ?” tanya Michelle tajam
“Nggak mungkin.. Nicholas, kamu nggak mungkin tidur bareng sama dia kan ?” tanya Clara setengah berteriak melihat Nicholas
Jadi kamu kasih lihat foto kita itu honey ? astaga, kok kesel tapi seneng juga ya ? -batin Nicholas
“Jangan tanya baby ku dong, aku bisa nunjukkin yang lainnya.. hemm.. aku tahu semua tentang Nicho.. apa kamu pernah lihat Nicho habis mandi cuma pakai handuk ? apa pas Nicho lagi berenang ? aaaaa.. tubuhnya manggil-manggilin akuu” ucap Michelle dengan kemesumannya
“Cukup ya ! aku nggak percaya sama semua itu” ucap Clara berteriak dan menunjuk Michelle dengan wajah kesalnya
“Hei.. kenapa masih nggak percaya juga ? emang kamu siapa sih ?” tanya Michelle datar
“Aku Clara.. calon Istrinya Nicholas” ucap Clara dengan sombongnya
“Pfftt.. calon Istri ? nggak salah ? udah kenalan sama keluarga Nicho belum ?” tanya Michelle menahan tawa
Clara tersentak dan memalingkan wajahnya dari Michelle petanda dia sama sekali tidak tahu tentang keluarga Nicholas selain dari keluarga Melviano yang terpandang.
“Aahh.. sayang banget.. aku udah sering bolak-balik masuk ke kamar Nicho.. hemm.. makan bareng, olahraga bareng, tidur bareng juga loh” ucap Michelle dengan senyum mesum di wajahnya
“Kurang ajar ! dasar cewek murahan !!” bentak Clara yang berdiri di depan Michelle
__ADS_1
Nicholas sudah berdiri dari tempat duduknya dengan wajah emosi, ditambah Emily dan Gery yang mau melangkah maju mendekati Michelle.
Michelle mengisyaratkan Nicholas, Emily, dan Gery untuk tetap tenang.
Nicholas pun kembali duduk sesuai isyarat Michelle disusul Emily dan Gery yang kembali berdiri tegap.
“Heh cewek gila ! segitu terobsesinya sama Nicho sampai obral harga diri lo itu ! pegang-pegang cowok orang yang jelas-jelas malah jijik sama lo !” ucap Michelle datar tapi dengan aura gelapnya
Michelle.. jangan kayak gini honey.. -batin Nicholas khawatir
Plaakk !!
Clara menampar pipi Michelle.
Wajah Michelle langsung merah, bukan karena tamparan, tapi karena dia sudah cukup menahan emosinya. Kedua tangannya sudah mengepal erat bersiap memukul Clara.
Nicholas langsung berjalan dan memeluk Michelle. Dia tahu kalau Michelle akan membalas perbuatan Clara lebih dari yang Clara lakukan padanya.
“Gery, bawa dia keluar !” perintah Nicholas tegas
“Baik Tuan” ucap Gery yang langsung menarik tangan Clara
“Lepasin ! gue nggak mau keluar !” bentak Clara
“Lepasin dia” ucap Michelle datar
“Honey..” panggil Nicholas lembut
“Aku nggak apa-apa selama kamu nggak diapa-apain sama dia” ucap Michelle lembut menatap Nicholas
Clara yang sudah terlepas dari Gery langsung berhambur memeluk Nicholas dan mendorong tubuh Michelle menjauh.
“Cih, murahan banget” gumam Michelle sinis
Michelle menarik kencang tangan Clara dan menjauh dari Nicholas.
“Jauhin Nicho ! jangan pernah lo tunjukkin diri murahan lo dari Nicho apa gue lagi !” ucap Michelle tajam dengan tangannya masih memegang kencang pergelangan tangan Clara sampai pucat
“Lepasin ! Sakit !” bentak Clara memberontak
“Baby” panggil Michee tanpa melepaskan tatapan mautnya dari Clara
“Iya, kenapa honey ?” tanya Nicholas khawatir dan berdiri di samping Michelle
“Kenapa dia bisa kenal sama kamu ?” tanya Michelle
“Perusahaan dia kerjasama sama kita honey” jawab Nicholas makin khawatir
“Hemm.. apa perusahaan itu penting ?” tanya Michelle merasa tertarik
“Nggak terlalu, karena mereka nggak banyak menyalurkan hasil kerjanya” jawab Nicholas
“Apa nama perusahaannya ?” tanya Michelle makin tajam menatap Clara
“Perusahaan XX” jawab Nicholas bingung
“Hemm.. perusahaan tanpa modal, cuma nyari keuntungan dari sana sini, pantes aja cewek ini nggak punya modal, cuma nyari muka sana sini” sindir Michelle tajam
“Kamu mau ngapain ?” tanya Nicholas khawatir
“Aku minta ijin ke Daddy kamu buat selesaiin masalah ini, dengan cara aku sendiri” jawab Michelle tajam
“Apa.. apa yang mau lo lakuin sama perusahaan gue ?” tanya Clara takut
“Kenapa baru takut sekarang ? takut miskin ? nggak punya duit buat beli tas KW ? buat cari muka sama cowok-cowok ganteng dari perusahaan besar lainnya ?” tanya Michelle makin menunjukkan tatapan kematiannya
“Gery.. lo boleh bawa ini orang pergi dari sini.. jangan biarin dia masuk kesini lagi ! sampai dia berani kesini lagi, gue udah percayain ke lo buat wakilin tangan gue” ucap Michelle datar tapi matanya masih menatap Clara yang ketakutan
“Baik Nona” jawab Gery sopan
__ADS_1
**