
“È ora, Michelle (udah waktunya, Michelle)” ucap Liboria yang sambil berlalu melewati Michelle
Michelle pun menarik nafas panjang lalu menenggak habis mint tea nya sebelum dia berjalan menemui Nicholas yang sedang menikmati kesendiriannya.
Namun tentunya Michelle tidak akan sepenuhnya mengikuti rencana Liboria yang memintanya untuk mendekati Nicholas dan merayunya.
“Kak” panggilnya pelan
Nicholas terkejut mendengar suara adik kesayangannya tepat di depan matanya.
“Please jangan kaget sekarang, aku butuh bantuan kakak” ucap Michelle
“Apa yang kamu lakuin ? ayo kita temuin yang lain” ucap Nicholas
“Kak, aku bener-bener butuh bantuan kakak” pinta Michelle penuh harap
Nicholas menatap dalam-dalam adik kesayangannya lalu tersenyum lembut.
“What can I do for you ?” tanya Nicholas lembut
“Ayo dansa sama aku” ajak Michelle
Nicholas pun menadahkan tangannya dan disambut oleh tangan mungil Michelle. Mereka berdansa di antara para pasangan tamu yang berdansa disana mengikuti irama musik yang tenang.
“Ceritanya panjang, tapi aku mau kakak tahu kalau aku kesini sama Agustine dan Jack Xu Jing” ucap Michelle
“Yang kakak mau denger pertama dari kamu itu kabar kamu, dan calon keponakan kakak” ucap Nicholas
“Kakak..” ucap Michelle terkejut
“Kita semua tahu kalau kamu hamil honey” ucap Nicholas lembut
“Maafin aku ya kak, tapi selama ini aku baik-baik aja kok, Sylvester baik sama aku, dan dia juga kasih aku makanan yang sehat buat aku sama janin aku” ucap Michelle
“Sylvester ?” tanya Nicholas geram
“Kak, please.. ini bukan waktunya buat jelasin semuanya, sekarang aku minta kakak buat tetep rahasiain keberadaan aku dari yang lain” pinta Michelle
“Nggak bisa honey, mereka harus tahu kalau kamu ada disini” ucap Nicholas
“Kak, aku belum bisa.. bantuin aku ya kak, dan jaga diri kakak baik-baik” pinta Michelle lirih
“Apa maksud kamu Michelle ?” geram Nicholas
“Jangan berisik kak, sebelum ketemu kakak aku udah ketemu Emily, aku juga minta dia rahasiain keberadaan aku, sekarang aku minta kakak bisa jaga rahasia dan bantu aku ya, aku harus selesaiin semua ini” ucap Michelle
Michelle pun melepaskan tangannya dari tangan Nicholas lalu tersenyum sebelum dia berbalik meninggalkan Nicholas disana.
Apa yang mau kamu lakuin Michelle ? -batin Nicholas khawatir
..
“Ottimo lavoro Michelle, ora il secondo obiettivo è est
(kerja bagus Michelle, sekarang target kedua ada di timur)” bisik Liboria
Mata Michelle langsung mencari keberadaan target keduanya, orang yang dia rindukan selama ini, Axel.
Baby.. -batin Michelle lirih
__ADS_1
Dari tempatnya berdiri pun dia bisa lihat kesedihan di diri Axel.
..
Sepersekian menit berlalu Michelle melangsungkan rencana Liboria selanjutnya yaitu mendekati Axel dan menghasutnya agar kembali ke Liboria.
Saat Michelle berjalan ke arah Axel, entah kenapa jantungnya berdegup cepat, terlebih saat Axel menatap kehadirannya.
“Please jangan kaget sekarang” ucap Michelle pelan
Mata Axel membulat sempurna, mata hazel itu berkaca-kaca hampir meneteskan air matanya.
“Baby..” ucap Axel lirih
“Im here, no, we are here Daddy” ucap Michelle
Michelle langsung menahan dada Axel yang hendak memeluknya.
“Aku bilang jangan kaget sekarang, ayo kita dansa dulu” ajak Michelle
“Kemana kamu selama ini ? apa kalian baik-baik aja ?” tanya Axel
“Im sorry, tapi selama ini kita baik-baik aja kok” jawab Michelle
“Kamu nggak jawab pertanyaan aku baby” ucap Axel
“Aku akan jelasin semuanya tapi nanti, aku mau minta tolong sama kamu” ucap Michelle
“Apa ?” tanya Axel lembut
“Liboria ada disini, aku mau kamu temuin dia” ucap Michelle
“Please Xel” ucap Michelle memohon
“Baby, aku nggak bisa lakuin itu” tolak Axel
“Axel, aku pion dari rencana mereka, tolong bantu aku buat selesaiin masalah ini” pinta Michelle
“Apa maksud kamu pion mereka ?” tanya Axel geram
“Dia dan bajingan itu ada disini, please baby help me” jawab Michelle memohon
Axel menghela nafas berat dan terpaksa mengiyakan permintaan Michelle sekalipun dia tidak tahu apa rencana Liboria dan Jack.
“Aku harus pergi sekarang, jaga diri kamu baik-baik” ucap Michelle tersenyum lirih
“Dont do this” ucap Axel menahan tubuh Michelle
“Aku belum bisa lama-lama kayak gini sama kamu, aku dipantau sama mereka, aku takut mereka curiga sama aku” ucap Michelle
“Baby, keluarga kamu semuanya disini, kamu akan baik-baik aja sama kita” ucap Axel
“Tapi ini bukan waktu yang tepat Xel, aku harus pergi” ucap Michelle
Michelle langsung melepaskan tangan Axel yang melingkar di pinggulnya lalu berbalik meninggalkan Axel yang masih menatap kepergiannya.
Michelle mengisyaratkan Emily untuk menemuinya di ruangan lain agar Liboria maupun Jack tidak tahu akan rencana lain Michelle.
..
__ADS_1
“Apa yang harus saya lakukan Nona ?” tanya Emily
“Beberapa tamu disini sekutu mereka, gue minta lo sama yang lain amanin tamu bersih karena gue pastiin bakalan ada baku tembak disini” jelas Michelle tegas
“Bagaimana saya bisa membedakan mereka Nona ?” tanya Emily lagi
“Lo pasti tahu Ly, lo bisa lihat contohnya dari gue sama Liboria, mereka bawa pistol mau cewek sama cowok, targetnya kakak” jelas Michelle
“Baik Nona, saya akan lakukan sebaik mungkin dan tetap melindungi Nona” ucap Emily
“Thanks Ly” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan bahu Emily
Mereka pun kembali ke pesta. Michelle bisa melihat tatapan tajam dan kesal Axel yang sudah berdiri di depan Liboria.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain, Nicholas memperhatikannya sejak tadi. Michelle tersenyum lirih lalu berjalan menemui Sylvester.
“Sei pronta Michelle?
(Apa kamu siap Michelle ?)” tanya Sylvester
“assolutamente no, ho bisogno di un po ‘di tempo per evitare che gli ospiti diventino vittime
(Sama sekali nggak, aku butuh sedikit waktu untuk mengamankan para tamu agar mereka nggak jadi korbannya)” jawab Michelle
“Come ? (Bagaimana caranya ?)” tanya Sylvester
“non devi pensarci, ci ho già pensato io
(nggak usah kamu pikirkan, aku udah urus hal itu)” jawab Michelle
“Syls, grazie per il tuo aiuto per tutto questo tempo
(Syls, makasih buat bantuan kamu selama ini)” ucap Michelle tulus
“Prego, sono felice di poterti aiutare ... ma Michelle, non ucciderai mia sorella, vero?
(Sama-sama, aku seneng bisa bantu kamu.. tapi Michelle, kamu nggak akan bunuh adikku kan ?)” tanya Sylvester
“cosa vuoi o no, dipende tutto da lui Syls (maunya sih nggak, semua tergantung dia sendiri Syls)” jawab Michelle
“Michelle, qualunque cosa sia successa puoi perdonare l’errore? Mi assumerò la responsabilità e lo guiderò per renderlo consapevole di tutti i suoi errori fino ad ora
(Michelle, apapun yang terjadi apa bisa kamu maafin kesalahannya ? aku yang akan tanggung jawab dan bimbing dia buat sadar sama semua kesalahannya selama ini)” pinta Sylvester memohon
“ok, lo faccio per la tua gentilezza
(baiklah, aku lakukan karena kebaikan kamu)” jawab Michelle tersenyum lembut
“grazie mille Michelle (makasih banyak Michelle)” ucap Sylvester
Michelle tersenyum lalu melihat sekitarnya dimana para tamu mulai berkurang.
Kayaknya mereka anak buah Nonno sama Grandpa deh makannya nggak diamanin sama Emily -batin Michelle menebak
..
Liboria datang lalu memberikan pistol ke tangan Michelle secara terang-terangan dengan senyum licik di wajahnya.
Michelle mengkokangnya lalu mengarahkannya ke Nicholas membuat para anak buah Dominico dan Hugo langsung mengeluarkan pistol mereka dan diarahkan ke Michelle.
__ADS_1
**