
Hari-hari berlalu, Michelle tengah menemui kliennya sambil makan malam bersama. Tapi kali ini Michelle tanpa ditemani Emily karena dia harus menghadap Dion bersama Gery untuk membicarakan tentang perusahaan masing-masing yang dipimpin Michelle maupun Nicholas.
Setelah Michelle baru melangkah keluar restoran, dia melihat Noval, Alec, dan ketiga pengawal lainnya sedih membuat Michele bertanya-tanya.
“Ada apaan sih ?” tanya Michele curiga
“Maafkan kami Nona” jawab Alec mewakilkan yang lainnya
“Kenapa ? ada apaan Lec ?” tanya Michelle mulai merasa tidak enak
“Tuan Nicholas..” ucap Alec menggantung
“Kenapa sama Kak Nicho !” bentak Michelle
“Maafkan kami Nona, Tuan Nicholas berada di rumah sakit” jawab Alec
Deg !
Michelle langsung memerintahkan mereka mengantarnya ke rumah sakit.
Sepanjang jalan Michelle tidak henti-hentinya menyuruh Noval untuk mempercepat laju mobilnya sementara dia sibuk mengganti sepatunya agar lebih nyaman.
“Kak !” panggil Michelle dengan paniknya
“Tenang honey, tenang” ucap Xavier menenangkan adik kesayangannya itu
“Kak Nicho kenapa Kak ?” tanya Michelle dengan suara bergetarnya
“Kak Nicho udah baik-baik aja honey, kamu tenangin diri dulu” jawab Xavier
Telefon langsung Michelle matikan, baginya percuma diminta tenang kalau Kak Nicholasnya tetap terluka.
“*Lo dimana ?” tanya Michel*le
“Maaf Nona” jawab Emily
“Lo dimana Emily !” bentak Michelle
“Maaf, saya tidak bisa kasih tahu Nona Michelle” jawab Emily
Kesal tidak dapat jawaban, Michelle langsung mematikan telefonnya karena dia yakin Emily sudah tahu kejadian ini dan kemungkinan juga tahu penyebabnya.
Michelle menitikkan air matanya sepanjang jalan bahkan sampai rumah sakit.
Dia berlari saat sampai rumah sakit menuju lantai dimana Nicholas berada.
..
Pengawal sudah berjaga di depan ruangan dan langsung membukakan pintu sambil menundukkan kepalanya melihat Michelle berlari ke arah mereka berderai air mata.
Di dalam ruangan itu sudah ada keluarganya berkumpul, tidak lupa ada Nadine disana.
“Michelle, come here honey” panggil Nicholas menjulurkan satu tangannya
Michelle langsung berjalan cepat dan memeluk erat Nicholas membuat Nicholas meringis kesakitan dan Michelle melepaskan pelukannya.
“Maaf Kak maaf, Kakak lukanya dimana ? kenapa ? parah nggak ? masih sakit ? Kak Vie buruan tolongin Kak Nick” tanya Michelle dengan paniknya
Nicholas memegang lembut tangan Michelle sementara Xavier langsung merangkul hangat bahu Michelle.
“Kakak nggak kenapa-napa honey, jangan nangis lagi dong” rayu Nicholas
__ADS_1
“Kakak bohong.. Kak Vier, Kak Nicho kenapa ?” tanya Michelle menatap Xavier
Xavier melirik Nicholas dan orang tuanya yang memberikan isyarat untuk tidak kasih tahu Michelle.
“Oke kalau nggak ada yang mau kasih tahu, aku bakalan cari sendiri !” ucap Michelle penuh keyakinan
“Nggak boleh !” ucap Nicholas tegas
“Kenapa aku nggak boleh tahu Kak ?” tanya Michelle kecewa
“Kakak tahu apa yang ada di dalam pikiran kamu” jawab Nicholas menatap sedih Michelle
“Terserah !” ucap Michelle tajam
Michelle memilih keluar ruangan, Xavier mengejarnya dan menahan Michelle.
“Ya udah aku mau pinjem ruangan Kakak, aku males mesti satu ruangan sama keluarga yang nutupin sesuatu dari aku” sindir Michelle tajam
“Maafin Kakak, Cel, Kakak cuma mau kamu nggak kenapa-napa” ucap Xavier memegang kedua pipi Michelle
“Ya kasih tahu aku Kak, gimana perasaan Kakak di posisi aku ? semuanya tahu tapi malah nutupin dari Kakak, aku kecewa” ucap Michelle berbalik dan hendak melangkah menjauh dari Xavier
“Ini semua ulah Ilyas” ucap Xavier membuat langkah Michelle terhenti
Michelle langsung berbalik dan menatap lekat Xavier.
“Maksudnya apa Kak ?” tanya Michelle
“Ilyas, kamu pasti tahu dia siapa, dia orang yang kamu pecat, dia ngincar kamu Michelle tapi gagal, akhirnya dia lampiasin ke anak Daddy yang dia tahu, yaitu Kak Nicho..
Kak Nicho lagi di jalan pulang dan kebetulan lewat jalan lain yang agak sepi, mobil pengawal udah dibikin berhenti ngikutin Kak Nicho karena banyak paku payung di ban mobil, Kak Nicho..
Kak Nicho di tusuk Cel, Kakak yakin Ilyas mau tusuk jantung Kak Nicho tapi gagal” jelas Xavier dengan wajah sedihnya
“Nggak honey, ini bukan salah kamu, kamu lakuin hal yang bener” ucap Xavier memeluk erat Michelle
“Tapi.. Kak Nick..” Michelle tidak kuat melanjutkan ucapannya
Michelle menangis terisak dalam pelukan Xavier.
“Aku boleh ke rumah Kyra ?” tanya Michelle lirih
“Boleh honey, mau Kakak anter ?” tawar Xavier
“Nggak Kak, Kakak harus tetep disini dan obatin Kak Nicho sampai sembuh” jawab Michelle mengelap air matanya
Michelle berbalik dan berjalan menjauh dari Kakaknya yang masih menatap punggung mungil itu sesegukan.
Xavier kembali masuk ke dalam kamar Nicholas saat Michelle masuk lift.
..
“Michelle mana Vie ?” tanya Corradeo panik
“Ke rumah Kyra, Dad.. aku udah ceritain ke Michelle” jawab Xavier
“Vie ! udah dibilang jangan kasih tahu Michelle” ucap Nicholas dengan khawatirnya
“Aku nggak tega lihat Michelle kayak gitu Kak, mending Michelle tahu dari keluarganya sendiri daripada harus tahu dari orang lain” ucap Xavier tidak mau kalah
“Tapi masalahnya..” ucap Nicholas terputus
__ADS_1
“Masalahnya Michelle khawatir banget sama Kakak, Kakak tega lihat Michelle nangis kecewa sama Kakak karena Kakak nutupin kejadian ini dari dia ? jangan lupa adik Kakak itu pinter, dia bisa lakuin apa aja dan selalu tepat sasaran, Michelle juga udah dewasa dan berhak tahu masalah ini..
Kalau Kakak mau marah silahkan ke aku aja, aku nggak rela adik kesayangan aku kecewa sendirian” jelas Xavier panjang lebar meluapkan amarahnya
Nadine memegang lembut tangan Nicholas, menenangkan laki-laki yang tengah setengah duduk bersandar di ranjang pasien.
“Bagi Mommy nggak masalah Michelle tahu yang penting Michelle nggak kenapa-napa” ucap Leonore mengelap air matanya
..
Sementara itu Michelle baru saja sampai di kediaman keluarga Oliver. Dia langsung menyuruh Noval dan para pengawalnya pulang karena dia akan menginap di rumah ini.
Michelle masuk dan langsung disambut Paula yang memeluknya hangat memberikan sebagian ketenangan bagi Michelle.
“Kenapa mata kamu sembab sayang ? kamu habis nangis ?” tanya Paula khawatir
Michelle kembali menitikkan air matanya membuat Paula kembali memeluk Michelle lalu mengajaknya ke ruang keluarga dimana Axel tengah duduk disana bersama Daniel.
“Kamu kenapa Cel ?” tanya Daniel ikut khawatir
Michelle makin menderaskan air matanya lalu memeluk Paula erat walaupun tangan dan tubuhnya bergetar.
Axel yang melihatnya ikut merasakan kesedihan Michelle, dia ingin duduk menggantikan Paula dan menenangkan perasaan perempuan itu.
“Ayo cerita sayang, kamu kenapa ?” tanya Paula mengelap air mata Michelle
“Aunty.. ini semua karena aku..” jawabnya terisak
“Apanya yang karena kamu sayang ?” tanya Paula melepaskan pelukannya lalu mengambil tissue di atas meja karena wajah cantik Michelle sudah basah dipenuhi air mata
Michelle melirik Axel yang menatapnya khawatir.
“Aku nggak bisa cerita, ada Kak Axel” ucap Michelle cemberut sedih
Axel langsung sadar diri dan bangun dari duduknya.
“Cerita aja, gue mau ke kamar” ucap Axel dengan ketusnya
Setelah Axel keluar Michelle berusaha menenangkan dirinya untuk cerita.
“Uncle, Aunty.. Kak Nicho kena luka tusuk karena aku, kata Kak Vier pelakunya ngincer aku tapi gagal, ini semua karena aku” ucap Michelle kembali menitikkan air matanya
My god ! jangan sampai dua orang itu nekat mau kesini lagi kayak waktu Kyra koma -batin Daniel
“Astaga Michelle, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, kamu nggak salah apa-apa, jangan salahin diri kamu sendiri” ucap Daniel
“Tapi harusnya emang aku yang luka Uncle, harusnya aku yang sekarang ada di rumah sakit” ucap Michelle dengan suara bergetar
“Ssttt, semua udah terjadi sayang, jangan salahin diri kamu lagi, kamu harus kuat biar Nicho cepet sembuh, mana Michelle adik kesayangannya Nicho yang selalu dibanggain itu ?” goda Paula menyemangati Michelle
“Auunnttyy..” rengek Michelle langsung memeluk Paula
“Makasih udah dengerin cerita aku.. aku boleh nginep disini nggak ? aku sedih kalau dirumah karena Kak Nicho nggak nemenin aku” tanya Michelle cemberut
“Boleh Michelle, Uncle bakalan telefon Kyra biar dia pulang” ucap Daniel memegang ponselnya
“Jangan Uncle, biarin aja.. eum, aku boleh temuin Kak Axel nggak ?” tanya Michelle hati-hati
“Boleh sayang, naik aja nggak apa-apa” jawab Paula tersenyum lembut
“Makasih banyak ya Uncle, Aunty.. aku ke atas dulu” pamit Michelle
__ADS_1
**