Ms. Perfect

Ms. Perfect
Date With Axel


__ADS_3

Mobil sampai di landasan udara membuat Michelle bingung.


Axel menuntun tangannya masuk naik ke dalam jet pribadinya lalu duduk berhadapan.


“Xel” panggil Michelle bingung


“Gue nggak apa-apain lo Michelle, gue cuma mau ajak lo ngedate” ucap Axel dengan tenangnya


“Tapi kenapa mesti naik jet segala ? lo mau culik gue kemana ?” tanya Michelle memicingkan matanya


“Kalau nyulik berarti gue nggak harus jawab dong” goda Axel


“Axel” ucap Michelle menahan kesalnya


“Iya iya sorry, kita ke Bali” jawab Axel dengan tenangnya


“Hah ? mau ngapain ? pulangin gue Xel” gerutu Michelle panik


“Lo kenapa ? takut ?” tanya Axel


“Kakak bisa marah kalau tahu gue dibawa jauh-jauh sama lo” jawab Michelle memejamkan matanya


“Gue udah bilang kok, udah ijin ke Uncle Corre juga, lagian pengawal lo tetep ikut” ucap Axel dengan tenangnya


Bisa-bisanya mereka ijinin gitu aja, padahal selama ini kalau gue mau pergi jauh karena kerjaan aja mereka nahan gue terus -batin Michelle menggerutu


Michelle perfect, makasih banyak Ra buat bantuannya, kamu keren pokoknya sampai bikin senada gini sama penampilan Kakak -batin Axel


..


Tiba di pulau dewata, Axel mengajak Michelle makan siang mengingat sebentar lagi tiba waktunya jam makan siang.


Makan siang di restoran mewah yang menampilkan keindahan pantai kuta, Axel memperlakukan Michelle dengan sangat lembut membuat Michelle berpikir kalau yang duduk di depannya bukanlah Axel yang dia kenal.


“Axel, ini beneran lo bukan sih ? jiwa lo nggak ketinggalan di Jakarta kan ?” tanya Michelle serius


Bukannya mendapat jawaban, Axel malah tersenyum sambil melanjutkan makan siangnya.


..


Selesai makan Axel mengajak Michelle ke pura uluwatu. Michelle langsung memegang tangan Axel erat karena di sekelilingnya banyak monyet ekor panjang.


“Ngapain kesini sih Xel ? banyak monyet, nanti mereka gelayutan di badan gimana ? nanti nyakar, nanti ngikutin” keluh Michelle panik


Axel merangkul bahu Michelle, mendekatkan tubuh mereka agar Michelle merasa aman.


“Ada gue yang jagain lo” ucap Axel lembut


Axel sengaja mempercepat jalannya tanpa menikmati sekelilingnya mengingat Michelle sudah takut.


Sampailah mereka di puncaknya, menikmati pemandangan dari ujung tebing lalu menonton tari kecak.


Perjalanan keluar dari kawasan pura uluwatu kembali membuat Michelle ketakutan, pasalnya beberapa monyet mengikuti langkahnya.


Michelle berjalan di depan Axel dan meminta para pengawalnya menjaganya di sisi kanan dan kirinya.


“Lec, siapin mobil buruan” perintah Michelle


“Nggak usah, mobil udah siap di ujung sana” ucap Axel dengan tenangnya


Melihat jarak keluar tidak terlalu jauh, Michelle langsung berlari membuat para pengawalnya ikut berlari menjaga keselamatan Michelle.


Michelle langsung masuk mobil dan mengatur nafasnya, dia melihat ke luar kaca mobil, Axel menertawakannya membuatnya cemberut kesal tapi saat dia melihat di sekelilingnya ada banyak monyet, Michelle langsung menjauhkan pandangannya dari sana, takut.


Axel duduk di samping Michelle dengan sisa-sisa tawanya tadi.

__ADS_1


“Diem Axel !” ucap Michelle ketus


“Oke oke.. kita ke pantai Jimbaran” ucap Axel ke supirnya


Axel melihat Michelle yang duduk melipat kedua tangan di dadanya dengan wajah cemberut kesal yang membuatnya terlihat menggemaskan.


Iseng, Axel mengambil ponselnya lalu memfoto Michelle membuat Michelle menatap kesal ke Axel.


“Lucu kok, lihat nih” ucap Axel menunjukkan hasil fotonya


“Nggak ada yang lucu, gue lagi kesel” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


“Masa sih kesel ?” goda Axel


“Cel, di bagasi ada monyet loh, sengaja gue masukkin diem-diem buat kenang-kenangan” goda Axel


“Gila ya ! keluarin nggak ! nggak, pulangin nggak !!” kesal Michelle


“Hahahahahaha.. bohong Cel, lucu banget muka lo itu” ucap Axel menahan tawanya


Michelle mendengus kesal dan memilih menatap ke luar kaca mobil.


Axel menarik tangan Michelle lembut, digenggamnya tangan Michelle membuat pemiliknya menoleh kaget melihat Axel yang memamerkan senyum lembutnya ke Michelle.


Deg.. Deg.. Deg.. Deg..


Michelle langsung memalingkan wajahnya dan menarik tangannya tapi tangan Axel menahannya dan malah mempererat genggamannya.


Ini nggak boleh dibiarin, Kakak bakalan marah kalau tahu Axel megang-megang gue -batin Michelle gelisah


Percuma saja Michelle meminta dilepaskan karena Axel tidak bergeming dan tetap menggenggam erat tangan Michelle.


..


Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, mereka sudah duduk di bean bag menikmati keindahan di depan matanya.


“Deketin ? lo beneran suka sama gue ?” tanya Michelle balik


“Iya, gue suka sama lo” jawab Axel sungguh-sungguh


“Udah temuin Kakak ?” tanya Michelle lagi


“Udah, mereka ijinin, tapi kalau lo nolak ya udah” jawab Axel pasrah


“Gitu doang ? jadi cowok kok nggak ada pertahaninnya banget” gerutu Michelle


“Michelle” panggil Axel tercengang


“Kakak tahu yang baik buat gue, kalau mereka ijinin gue juga ijinin, tapi gue nggak gitu aja suka sama lo, jangan kegeeran” ucap Michelle


“Nggak Cel, gue cuma kaget aja, makasih ya udah kasih gue kesempatan” ucap Axel melebarkan senyumnya


“Hemm” gumam Michelle


Axel bangun dari duduknya lalu menjulurkan tangannya ke Michelle.


“Ayo, kita makan” ajak Axel lembut


Michelle meraih tangan Axel untuk bangun lalu berjalan mendahului Axel.


Semilir angin meniup rambut panjang Michelle menggambarkan siluet tubuh Michelle.


Cantik banget pemandangannya, Michelle -batin Axel tersenyum lembut


Mereka berdua duduk di meja yang sudah tertata dengan berbagai macam hidangan laut, duduk berhadapan sambil menikmati makan malam yang romantis.

__ADS_1


“Michelle, kalau Mario masih deketin lo gimana ?” tanya Axel


“Kenapa ? Kan gue nggak suka sama dia” ucap Michelle


“Iya sih, tapi bukannya semalem lo sama dia ?” tanya Axel lagi


“Lo tahu dari mana ?” tanya Michelle balik


“Eum.. Uncle Corre kasih tahu, kayaknya Uncle Corre suka deh kalau lo deket sama Mario” jawab Axel


“Coba tanya ke Kakak, mereka suka nggak kalau gue deket sama Mario ?” ucap Michelle datar


“Kenapa harus ke Nicho sama Vier ? mereka pasti setujuin apa yang diminta Uncle Corre kan ?” tanya Axel bingung


“Kecuali tentang gue” jawab Michelle sekenanya


Jadi semua tentang Michelle, Nicho sama Vier jaga mati-matian ? nggak salah sih, gue jadi malu sama diri gue sendiri yang nggak bisa lakuin itu ke Kyra -batin Axel


Selesai makan, mereka menikmati malam di tepi pantai sampai waktunya mengharuskan mereka kembali pulang.


..


Setelah mengantar Michelle pulang, Axel langsung pulang membiarkan Michelle langsung istirahat setelah seharian bersamanya.


Di kamar, Michelle merebahkan tubuhnya menatap langit kamarnya setelah mengganti pakaiannya.


Kenapa gue ijinin ? bisa-bisanya gue gadai nama Kakak jadi alesan, ishhh apaan yang gue pikirin sih ? Axel udah cuci otak gue kayaknya -batin Michelle menggerutu


..


Sementara itu, di kamar Axel tengah melihat layar laptopnya berisi foto-fotonya hari ini yang dia abadikan dari kamera ponselnya sendiri dan salah satu orang suruhannya yang bertugas memfoto momen mereka dari awal perjalanan sampai pulang.


Axel tersenyum melihat setiap foto mereka terutama foto Michelle. Axel sampai sengaja memperbesar foto di bagian wajah Michelle.


“Cantik, lucu, ngegemesin.. Ms. Perfect” gumam Axel mengelus layar laptopnya


“Uuuu ternyata temen aku selain cantik juga lucu dan ngegemesin ya Kak.. apa tadi julukannya ? Ms. Perfect” goda Kyra yang sudah berdiri memegang lutut di samping Axel


Axel tersentak kaget sampai terjatuh dari tempat duduknya lalu memegang dadanya sementara Kyra tanpa rasa bersalahnya langsung duduk melihat satu persatu foto-foto Michelle bersama Kakaknya itu.


“Aww.. romantis banget, apa Kakak udah jadian sama Michelle ?” tanya Kyra penasaran


“Siapa yang jadian sama dia” gerutu Axel duduk di tepi tempat tidurnya


“Terus ini apa ? ini apa Kkaaakkk ?” tanya Kyra gemas


Kyra menunjukkan foto mereka saat berdiri di pantai dan Axel hendak meniup mata Michelle yang kemasukan debu, namun karena siluet jadi kelihatan seperti Axel hendak mencium Michelle.


“Michelle kelilipan itu, Kakak mau tiup matanya” jawab Axel


“Masa sih ?” goda Kyra menaik turunkan alisnya


“Terserah” ucap Axel merebahkan tubuhnya


Kyra mengirim foto-fotonya ke Michelle tanpa sepengetahuan Axel lalu memutar duduknya menghadap Axel.


“Gimana ngedate sama Michelle nya ?” tanya Kyra


“Dia lucu, muka keselnya ngegemesin, muka takutnya imut, tapi.. Michelle so perfect for me” jawab Axel tersenyum membayangkannya


“Tuh kan Kakak juga suka sama Michelle, makannya jangan nolak dari dulu” keluh Kyra


“Iya iya salah Kakak lagi, sana keluar, Kakak mau istirahat” keluh Axel


“Ya udah.. majuin terus ya Kak, aku dukung satu triliun persen Kakak sama Michelle” ucap Kyra penuh semangat

__ADS_1


Kyra keluar kamar lalu Axel bangun dan kembali duduk di depan laptopnya, hendak mematikannya tapi terhenti karena melihat wallpaper dan screensaver laptopnya foto dia bersama Michelle tadi. Siapa lagi kalau bukan ulah adiknya itu, mau marah tapi dia sendiri suka sampai senyum-senyum sendiri.


**


__ADS_2