
Hari ini Michelle dan Axel akan memeriksa calon buah hati mereka ke salah satu dokter kandungan terbaik yang juga teman dari Amber saat masih bekerja sebagai dokter itu.
Axel begitu gugup karena ini pertama kalinya dia masuk ke dalam ruang pemeriksaan kandungan. Dia melihat dari awal pemrosesan bagaimana sang dokter mengolesi gel ke perut menggiurkan istrinya dan menjelaskan apa yang ada di dalam layar disana.
..
Selesai pemeriksaan Axel melebarkan senyumnya dan memamerkannya ke setiap makhluk hidup yang ada disana sementara Michelle sudah cemberut kesal karena dia merasa suaminya memberikan senyum tampannya itu ke setiap perempuan disana.
Sepanjang jalan Michelle diam dan memalingkan wajahnya dari Axel membuat suaminya itu selalu menanyakan apa yang ada dipikirannya saat ini.
Noval yang sudah hafal dengan Nona mudanya itu sudah tahu pasti penyebab dan alasan Michelle seperti itu sekalipun dia tidak ikut ke dalam rumah sakit tapi saat melihat kedua atasannya berjalan dengan raut wajah yang berbeda sudah dipastikan kalau Tuan mudanya tidak peka dengan perasaan Michelle saat ini.
..
Sampai di kediaman Dominico, seluruh anggota keluarga beserta teman-teman setia yang sudah mereka anggap keluarga juga sudah berkumpul menunggu sang pemeran utama yang meminta mereka datang.
Axel langsung bergantian memeluk Nicholas dan Kyra membuat kedua korbannya itu bingung.
Setelahnya dia duduk disamping istri tercintanya sambil terus melebarkan senyum dan merangkul Michelle penuh cinta bahkan meminta istrinya itu untuk menyandarkan kepalanya di bahunya namun Michelle tolak karena kekesalannya itu.
“Adik ipar lo berdua udah gila” ledek Fares
“Kata siapa dia adik ipar gue ?” gerutu Nicholas
“Tauk, dia tuh kakaknya Kyra” gerutu Xavier
“Loh kok aku kak ? kak Axel kan temen kakak” protes Kyra
“Kata siapa dia temen kakak ?” protes Nicholas dan Xavier tidak mau kalah
“Udah udah yang jelas kak Axel itu suaminya Michelle, oke” ucap Saddam menengahkan
“Enak aja !” protes Michelle
“Hadeuh, mereka ini kenapa sih ?” keluh Leonore memijit dahinya
“Udah stop, nggak penting siapa Axel sekarang.. intinya apa alesan kalian minta kita semua kumpul disini ?” tanya Hugo
“Grandpa jangan fitnah ya, yang minta kalian kesini kan dia bukan aku” protes Michelle melirik ketus Axel dengan dagunya
“Oh my god Young Michelle” keluh Dominico dan Corradeo memijit dahinya
“Ya udah ya aku ngalah, kita langsung ke intinya oke” ucap Axel berusaha bersabar
Axel menarik nafas dalam-dalam dengan wajah gelisahnya membuat semua orang kecuali Michelle menatapnya dengan keseriusannya.
“Ini tentang hasil pemeriksaan calon anak aku sama Michelle” ucap Axel tersenyum tipis
“Kenapa sama calon keponakan gue ?” tanya Nicholas tajam
“Santai Nick, tapi gue juga mau bilang makasih sama lo, makasih banget pokoknya” ucap Axel tersenyum haru
“Kakak bisa jelasin langsung aja nggak sih ? aku kesel sendiri” gerutu Kyra
“Jadi.. keadaan calon anak kakak sama Michelle..” ucap Axel menggantung
__ADS_1
“Aarrgghhhh buruan jangan bikin gue mati penasaran” gerutu Xavier mengacak-acak rambutnya
“Hahahahaha, ayo coba tebak gimana hasil pemeriksaannya ?” ledek Axel membuat semuanya menatap tajam ke arahnya
Baru saja Nicholas dan Xavier mengangkat bokongnya dan bersiap mencekik teman sekaligus adik iparnya yang menyebalkan itu namun terhenti saat..
“Hasil pemeriksaannya bagus, kondisi kita semua sehat” ucap Michelle dengan tenangnya
“Terus apalagi darling ?” tanya Leonore penasaran sementara Nicholas dan Xavier sudah kembali duduk dan menatap lekat adik kesayangannya
“Nggak ada apa-apa lagi selain..” ucap Michelle terputus karena mulutnya ditutup sama tangan besar Axel
“Jangan kasih tahu gitu aja, aku mau mereka penasaran” bisik Axel tertawa kecil
“Axel Oliver” panggil seluruh keluarganya dengan tatapan tajam dan aura gelap yang membuat bulu kuduk Axel meremang
Michelle menarik tangan Axel dari mulutnya dan memilih pindah duduk di antara Dominico dan Hugo.
“Kenapa kamu pindah duduk kesini Young Michelle ?” tanya Dominico
“Aku kesel sama dia Nonno, matanya itu, nggak, senyumnya itu dia pamerin ke setiap cewek diluar sana sepanjang jalan” jawab Michelle mengadu
“Oh lo mulai berani selingkuhin my Michelle ya Xel” ucap Nicholas penuh penekanan
“Mau kue amplas tuh mulut lo biar nggak bisa ngapa-ngapain lagi hah ?” ancam Xavier tajam
“Wow wow santai kakak-kakak iparku” ucap Axel sedikit panik
“Sayang, apa kalian udah tahu jenis kelamin anak kalian ?” tanya Paula lembut
Semua mata menatap ke arah Michelle dengan tatapan haru dan bahagianya sementara Axel berbalik cemberut kesal karena istrinya tidak bisa diajak kerjasama untuk membuat semua keluarganya penasaran.
“Honey, kamu mau kasih kakak dua keponakan ?” tanya Nicholas haru
“Iya kak, bener kata Axel, ini juga berkat kakak yang isengin dia waktu minta dia jagain El sama Greta dan bakalan langsung punya anak kembar” jelas Michelle
Entah bagaimana mereka langsung membuat dua kubu dimana ada kubu perempuan yang fokus dengan keadaan Michelle dan calon anak-anaknya, sementara di kubu laki-laki membicarakan tentang kehebatan benih Axel yang langsung berhasil lolos dua ke rahim Michelle.
Michelle yang merasa risih langsung menghindar dan duduk menjauh dari keluarganya sambil menaikkan satu kakinya di kaki lainnya dan melipat kedua tangan di dadanya dengan tatapan tajamnya.
“Aku yakin si Michelle itu pasti anaknya cowok” ucap Kyra menggerutu kesal
“Kelihatannya sih gitu dari sikapnya sekarang” ucap Nadine mengiyakan
Michelle sudah memijit dahinya karena pusing mendengar banyak perdebatan di kubu laki-laki sampai dia menghela nafas berat beberapa kali.
“Kalian tuh bisa diem nggak sih ?” bentak Michelle dengan angkuhnya
Sontak semua mata menatap Michelle.
“Udah kayak anak kecil gitu aja diributin, apa kalian nggak malu sama umur kalian itu ? pakai jas, mimpin perusahaan, gayanya sok gagah diluar sana tapi nyatanya keponakanku, El, lebih dewasa dari kalian” gerutu Michelle sambil bangun dari duduknya dengan tatapan datarnya
Waktunya bertepatan dengan datangnya Emily yang mau memberikan laporan ke Michelle atas perintah Michelle saat masih di perjalanan pulang.
“Kita ke ruang kerja gue, disini banyak hama yang nggak pantes jadi seorang pemimpin” sindir Michelle tajam
__ADS_1
Michelle pun berjalan sambil memasukkan kedua tangan di dalam kantong celana bahan yang dia pakai diikuti Emily disisinya menaiki satu persatu anak tangga dengan wajah datar dan angkuhnya sementara di bawah sana semua keluarganya melongo menatap Michelle dengan segala sikap dan ucapan tajamnya tadi.
“Oh-my-god” gumam semuanya
“Apa yang tadi itu beneran Michelle ?” tanya Amber
“Dia bukan Michelle, aku aja nggak pernah lihat Michelle sedingin itu seumur hidupku” jawab Xavier menggelengkan kepalanya
“Tapi istriku keren banget” ucap Axel tersenyum membayangkan sikap Michelle tadi
Semua langsung menatap Axel yang masih larut membayangkan Michelle sampai memeluk bantal sofa.
“Sekarang gue yakin 100 persen kalau anak yang di kandung Michelle warisin sifat lo” ucap Fares menunjuk Axel
“Udah jelas, Michelle nggak kayak gitu” tambah Joshua
“Emang gue udah firasat dari awal harusnya dulu gue sering-sering bilang ke Michelle buat nggak luluh sama orang ini biar keponakan gue nantinya jadi bibit unggul” sindir Xavier memicingkan matanya menatap Axel
“Kasihan banget adik kesayangan sama calon keponakan gue, padahal harusnya mereka jadi anak baik-baik” ucap Nicholas
“Lo semua mojokkin gue hah ?” tanya Axel setelah tersadar dari khayalannya
Belum sempat Axel melanjutkan protesnya, ponselnya yang sedari tadi berada di atas meja berdering tanda panggilan dari Michelle membuat dia segera mengangkat telefon dengan senyum sejuta wattnya.
“Baby” panggil Axel dengan lembutnya
“Bikinin susu mint buat aku sama mint tea buat Emily, sekarang !” perintah Michelle tegas
“What ?!! ya udah aku bilangin ke pelayan buat siapin ya baby” ucap Axel
“Aku telefon itu artinya kamu yang siapin, ngerti ?” tegas Michelle
“Tapi baby..” ucap Axel mencoba protes
“Lima menit harus udah ada di meja ruang kerjaku” ucap Michelle langsung mematikan telefonnya
Axel mengacak-acak rambutnya memikirkan permintaan istrinya barusan membuat semua mata menatapnya penasaran.
“Michelle kenapa kak ?” tanya Kyra penasaran
“Dia.. temen kamu itu.. nyebelin !!” jawab Axel dengan nafas naik turun karena kesal
“Apa lo bilang !!” geram Nicholas dan Xavier menatap tajam Axel
“Nyebelin ! Michelle nyebelin ! dia minta gue bikinin minum buat dia sama Emily” gerutu Axel
“Pfftt..”
“Apa ? hah ? puas sekarang ?” ketus Axel
Ponsel Axel pun kembali berdering tanda telefon dari Michelle, dia mengangkatnya dengan wajah malas dan kesalnya.
“Tik tok tik tok.. waktu terus berjalan Axel, tinggal tiga menit 40 detik lagi” ucap Michelle mengingatkan
Tanpa menjawab apapun Axel langsung mematikan telefonnya dan bersiap ke dapur untuk menyiapkan pesanan Michelle sementara di ruang lain dia bisa mendengar jelas keluarga dan teman-temannya menertawakannya.
__ADS_1
**