Ms. Perfect

Ms. Perfect
Firasat Michelle


__ADS_3

Malam ini Michelle maupun Nadine memutuskan untuk makan malam bersama, tidak lupa dengan Emily yang selalu menemani Michelle kemanapun.


Mereka makan di sebuah restoran yang kental dengan menu hidangan Koreanya di tengah makan malam bersama teman baru sambil berbincang tentang keindahan Korea.


Michelle dan Emily tetap menutupi identitas Nadine yang sudah mereka ketahui itu dan bersikap seperti biasanya tanpa menyinggung hal pribadi terutama tentang keluarga.


“Kalian disini dari kapan ?” tanya Nadine


“Minggu lalu” jawab Michelle


“Baru ya ? apa kalian pindah ke Korea ?” tanya Nadine lagi


“Nggak, kita kesini karena perjalanan bisnis dan setelah semuanya beres kita pulang lagi ke Indonesia” jawab Michelle tersenyum lembut


“Eum.. kesini berdua doang ?” tanya Nadine menyelidik


“Iya Nona” jawab Emily


“Huh.. aku jadi kangen Indonesia” gumam Nadine


“Kalau mau pulang aja bareng kita” ajak Michelle tersenyum ramah


“Aku.. aku ragu” ucap Nadine menundukkan kepalanya


“Ragu kenapa ? kita bukan mafia kok, hahaha” ucap Michelle menghibur Nadine


“Aku bukan ragu sama kalian, tapi sama diri aku sendiri” ucap Nadine


“Eum, kamu tinggal sama siapa ?” tanya Michelle tiba-tiba


“Aku ? sendiri aja” jawab Nadine


“Mau tinggal sama kita ? kita nggak ada niat buruk kok, lagian kan kita temen, kamu juga pasti kesepian kan tinggal sendirian ?” tanya Michelle tersenyum ramah


Nadine merasa tersentuh dengan sikap Michelle, entah kenapa setiap kali melihat Michelle tersenyum membuatnya terbayang akan wajah yang selama ini dia pikirkan.


“Makasih.. aku pikir nggak perlu, aku nggak mau ngerepotin kalian” tolak Nadine


“Sama sekali nggak ngerepotin kok, kita bisa ketemu setiap hari nantinya, mau ya ?” ajak Michelle lagi


“Aku.. iya aku mau” jawab Nadine tersenyum haru


Michelle segera menggeser duduknya ke dekat Nadine lalu memeluknya membuat pemilik tubuh itu terkejut.


“Sekarang kita temen, kalau butuh apa-apa bilang aja ya” ucap Michelle melepaskan pelukannya


“Makasih banyak Michelle, makasih banyak Emily” ucap Nadine dengan mata berkaca-kaca


“Kalau gitu ayo cepet kita ke rumah kamu” ajak Michelle penuh semangat


“Mau ngapain ?” tanya Nadine bingung


“Beresin barang-barang kamu dong, ayo ! Ly, buruan bayar” perintah Michelle


“Tunggu tunggu, biar aku aja yang bayar” ucap Nadine


“Nggak nggak nggak, simpen aja uang kamu itu buat keperluan kamu sendiri” ucap Michelle sedikit tegas


Emily bangun dari duduknya lalu membayar pesanannya dan kembali ke meja Michelle untuk menjemput Michelle dan Nadine.


..


Sampai rumah Nadine yang cuma tersedia satu ruangan untuk ruang tamu dan tempatnya tidur serta kamar mandi, tidak banyak barang yang memenuhi ruangan selain beberapa lukisan yang berjajar di sudut ruangan.


“Panggil Alec sama yang lain Ly, beresin semua barang-barang yang ada disini terus bawa ke rumah” perintah Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


“Eum.. Michelle.. sku pikir kita yang pindahin semuanya sendiri ?” tanya Nadine ragu-ragu

__ADS_1


“Kalau kamu mau aku sama Emily bisa bantu beresin pakaian kamu, atau barang berharga kamu yang mungkin kamu was-was kalau dibawa orang lain” tawar Michelle


“Kalau gitu boleh aku bawa pakaian dan lukisan aku sendiri ?” tanya Nadine


“Boleh dong” jawab Michelle tersenyum ramah


Sementara Nadine membereskan pakaiannya, Emily membantu Michelle membungkus rapih lukisan-lukisan Nadine.


..


Sampai rumah, Nadine berdecak kagum melihat rumah bak istana itu.


“Bu Susan” panggil Michelle


Wanita paruh baya itu segera membungkukkan tubuhnya karena memang sudah berdiri di dekat Michelle.


“Ya Nona muda” jawab Susan


“Ini Nadine, dia temen ku, mulai sekarang dia tinggal disini, tolong anter ke kamar yang udah aku minta tadi ya” ucap Michelle dengan ramahnya


“Baik Nona” jawab Susan


Dua orang pelayan segera mengambil alih tas travel dan koper Nadine.


“Mari Nona saya antar ke kamar anda” ajak Susan sopan


“Eum.. Michelle, apa nggak berlebihan ?” tanya Nadine


“Nggak, gih sana ikut Bu Susan, masalah barang-barang kamu yang lainnya nanti di anter ke kamar juga” jawab Michelle


Nadine langsung memeluk erat Michelle.


“Makasih banyak ya Michelle, aku nggak tahu mesti bilang apa lagi” ucap Nadine tersenyum haru


“Cukup hidup bahagia ya Nad” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan bahu Nadine


..


Masuk kamar lagi-lagi Nadine dibuat kagum karena bahkan dengan rumahnya lebih besar kamarnya sekarang.


“Apa ada yang Nona butuhkan ?” tanya Susan


“Nggak Bu, makasih banyak, saya mau telefon keluarga saya aja buat kasih kabar kepindahan saya” ucap Nadine


“Baiklah Nona, kalau perlu sesuatu Nona bisa panggil saya atau pelayan lainnya di rumah ini” ucap Susan


“Iya Bu” ucap Nadine yang masih tersenyum riang


“Kalau begitu kami permisi Nona” pamit Susan dan kedua pelayan tadi


**


Besok paginya, Michelle sarapan bersama Emily dan Nadine.


“Oh iya, kita berangkat kerja bareng aja ya” ajak Michelle


“Aku naik bus aja Cel kayak biasa” tolak Nadine


“Bareng aja, bisa hemat pengeluaran kamu dan hemat waktu juga” desak Michelle


“Nona Michelle tidak akan berhenti sebelum Nona Nadine menerima ajakan Nona Michelle” ucap Emily


“Hemm, ya udah tapi hari ini aja ya, besok-besok aku berangkat kerja sendiri aja, aku nggak mau ngerepotin kalian lagi” ucap Nadine


“Oke” ucap Michelle dengan senyum sejuta wattnya


Kok baru sadar ya kalau Michelle kelihatan orang penting gini ? di kelilingin sekertaris pribadi, pengawal pribadi, supir pribadi, penampilannya juga beda banget sama sebelum-sebelumnya, apa karena dia bukan pacar lagi, tapi istrinya ? nggak nggak nggak, kalau istrinya kenapa dia kesini sama Emily doang ? udahlah -batin Nadine menyerah dengan pikirannya sendiri


..

__ADS_1


Saat di perjalanan, Nicholas menelefon Michelle yang awalnya lagi asik berbincang sama Nadine.


“Honeeyyyy” panggil Nicholas dengan manjanya


“Iya, apa ?” tanya Michelle datar


“Ish, judes banget, jadi gini balesan kamu ? kamu udah nemuin cowok Korea sana dan nggak sayang sama aku lagi ?” gerutu Nicholas seperti pacar yang lagi ngambek


“Astaggaaa.. ya udah aku minta maaf ya sayangku, cintaku, gantengku” rayu Michelle


“Cih, kamu udah nggak sayang sama aku lagi” rengek Nicholas sedih


“Sayang dong, kamu kan cinta matinya aku” rayu Michelle lagi


“Kalau gitu pulang dong, aku kangen” rengek Nicholas makin menjadi


“Tapi aku disini belum selesai baby, kamu aja yang kesini” rayu Michelle lagi


“Nggak boleh, kalau boleh juga aku udah disana dari kapan tahu” keluh Nicholas


“Ya udah sabar, paling akhir minggu depan aku pulang” ucap Michelle mengira-ngira


“Laaammmaaaaa !!” keluh Nicholas berteriak


“Ya udah iya aku cepetin lagi, aku usahain minggu ini pulang” ucap Michelle bersabar


“*Masih lama juga” ketus Nichola*s


“Terus kapan ? aku udah usahain secepetnya loh” ucap Michelle mulai pasrah


“Pulang hari ini juga !” ucap Nicholas tegas


“Mana bisa astaga.. udah ah kalau kamu kayak gini aku berpaling nih” ancam Michelle


“Berpaling ke siapa ? Xavier ? iya ? ke dia ? kamu lebih milih dia daripada aku ?” gerutu Nicholas makin parah


“Nggak baby, nggak.. ya udah sana bilang Daddy, boleh nggak aku pulang hari ini sebelum urusan disini selesai ?” tanya Michelle dengan lembutnya


“Arghhh kamu ngeselin !” keluh Nicholas ketus dan langsung mematikan telefonnya


“Dih, dasar manja” ledek Michelle menatap layar ponselnya


“Sorry ya Nad, dia ini emang manja banget sama aku” ucap Michelle tertawa kecil


“Pacar kamu ya ? dia pasti sayang banget sama kamu, kedengeran pas dia teriak laamaaa, kayak nungguin kamu pulang” goda Nadine


“Hehehe.. kamu punya pacar ?” tanya Michelle


“Entah, kayaknya nggak” jawab Nadine sekenanya


“Kok kayaknya ?” tanya Michelle bingung


“Huuhhh.. aku ninggalin pacar aku pas SMA, sampai sekarang nggak tukeran kabar sama sekali, dan sekarang dia udah bahagia ada perempuan cantik disisinya, itu artinya udah putus kali ya ?” ucap Nadine terdengar putus asa


Michelle langsung diam entah apa yang dipikirkannya sampai Nadine turun dari mobilnya karena sudah sampai di tempat kerjanya.


..


“Nona baik-baik saja ?” tanya Emily


“Iya..” jawab Michelle dengan tatapan kosong


..


Sampai ruangannya, Michelle berusaha fokus ke semua pekerjaannya namun pikirannya seringkali bertabrakan dengan ucapan Nadine tadi.


Dia menenangkan pikirannya sebentar lalu kembali bekerja, fokus akan targetnya untuk cepat-cepat menyelesaikan urusannya agar bisa pulang ke Indonesia.


**

__ADS_1


__ADS_2