Ms. Perfect

Ms. Perfect
Sensitif


__ADS_3

Seperti biasa Michelle dan Axel akan menitipkan kedua anaknya ke kediaman Melviano sebelum berangkat kerja karena keluarganya pun masih mendukung pilihan Michelle untuk tetap bekerja setelah punya anak.


"Good morning my lovely family" sapa Michelle dengan riangnya sambil menggendong Jerry


Sontak semuanya melongo menatap Michelle, mereka menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala Michelle terus menerus.


"Morning too my Young Michelle" sapa Michelle memberikan kecupan di kening dan kedua pipi Michelle


Kedua Michelle itu saling berbagi senyuman sampai akhirnya Axel duduk di samping Nicholas.


"Michelle kenapa ?" tanya Nicholas pelan


"Sumpah gue juga nggak ngerti Nick" jawab Axel terlihat pasrah


"Axel, apa kamu panggil perias hari ini ?" tanya Corradeo penasaran


"Nggak kok Dad, Michelle dandan sendiri kayaknya" jawab Axel


"Hah !!" ucap Nicholas, Corradeo, Leonore, dan Dominico yang jelas-jelas tahu bagaimana Michelle sejak kecil


"Nonno, Daddy, Mommy, kak Nicho, kak Nadine, kenapa nggak bales sapaan aku ?" tanya Michelle menggerutu


"I iya, morning too honey" sapa Corradeo yang masih bingung


"Morning too my daughter" goda Leonore


"Morning, Michelle" sapa Nadine


"Morning too my Michelle" sapa Nicholas tersenyum lembut


Michelle masih cemberut menatap Dominico yang diam menatapnya.


"Nonna, Nonno nggak sapa aku" ucap Michelle mengadu dengan rengekkannya


Lagi-lagi keluarga Melviano dikejutkan dengan sikap Michelle pagi ini.


"Dom, ayo sapa our Young Michelle" ucap Michelle sedikit penekanan


Dominico masih melongo menatap Michelle sambil menggelengkan kepalanya, dia takut melewatkan satu hal kecil saat masih memata-matai Michelle.


Mungkinkah Michelle pernah gegar otak sehingga dulu dirinya pernah feminin berubah jadi tomboy ? atau memang cucu perempuan satu-satunya itu feminin namun anaknya memaksa untuk mengubah Michelle jadi tomboy ?


Itulah isi pikiran Dominico saat ini, bahkan sekilas dia hampir mau meminta semua file dari markas tentang Michelle dari dulu agar kejanggalan pagi ini jadi jelas.


..


Dengan cepat Michelle menjewer telinga Dominico membuat pemiliknya langsung sadar dari lamunannya.


"Aww" keluh Dominico memegangi telinganya


Michelle memicingkan matanya menatap tajam Dominico membuat Dominico paham dengan maksud istrinya.


"Come here my Young Michelle" panggil Dominico mengibaskan tangannya


Michelle berjalan sambil mempertahankan wajah cemberutnya lalu duduk di samping Dominico.


"Morning too my lovely Young Michelle" ucap Dominico mengecup kening dan kedua pipi Michelle


Seketika senyum Michelle langsung terbit, dia langsung memberikan Jerry ke gendongan Dominico.

__ADS_1


"One day he will lead Compagnia del Cora re, Nonno" ucap Michelle


Dominico tersenyum lirih menatap Jerry yang tersenyum menggemaskan dalam gendongannya.


"Baby, lets go" ajak Michelle penuh semangat


Axel memberikan Richard ke gendongan Leonore karena sampai kini Corradeo masih aktif mengurus perusahaannya, bukan karena Nicholas kurang mampu memimpin perusahaan namun karena memang jiwa pembisnis sudah menjadi turun temurun untuk keluarga Melviano kecuali Xavier yang memilih bidangnya sendiri.


Axel sudah berdiri dan mendekati Michelle namun Michelle menggelengkan kepalanya.


"Aku panggil kak Nicho bukan kamu" gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


"Oke ayo" ucap Nicholas langsung berdiri penuh semangat


Michelle melebarkan senyumnya lalu bangun dari duduknya dan melewati Axel yang tercengang karena Michelle lebih memilih bersama Nicholas daripada dia sendiri.


"Lo duluan aja, Michelle berangkat sama gue" ledek Nicholas


"Iya, lo duluan aja Xel" tambah Michelle sambil terkekeh


"What !!" ucap Axel geram


"Kamu lucu, sana pergi" usir Michelle


"Kita aja yang pergi honey" ajak Nicholas menggenggam tangan Michelle


"Ayoo !" ucap Michelle penuh semangat


Setelah berpamitan, Michelle dan Nicholas berjalan keluar rumah saling bergandengan tangan yang terombang ambing ke depan ke belakang dengan perasaan riangnya.


"Michelle, kamu pergi sama aku" ucap Axel menyusul kakak beradik itu


"Micheellleee" panggil Axel frustasi sambil berjalan cepat mengejar Michelle


"Kakak, hahahaha.." ucap Michelle berlindung di depan Nicholas


"Ayo kita kabur" ajak Nicholas menarik tangan Michelle untuk sedikit berlari


"Argh Nick balikin istri gue" gerutu Axel


"Istri lo ini adik kesayangan gue" ucap Nicholas penuh penekanan


Michelle menjulurkan lidahnya meledek Axel membuat Axel gemas sekaligus geram, dia mengejar Michelle dan Nicholas namun Michelle malah tertawa puas sambil takut dirinya berhasil didapatkan Axel padahal Nicholas sudah seperti tameng yang menjaganya.


..


"Anak itu kenapa ya ?" gumam Dominico


"Entah, Michelle nggak pernah feminin kalau bukan karena dipaksa" jawab Corradeo yang bersiap berangkat kerja


"Kalian tuh kenapa sih ? Michelle tomboy salah, Michelle feminin salah" gerutu sesama Michelle


"Karena ini keajaiban Mamm" jawab Leonore


..


"Honey, kakak boleh tanya ?" tanya Nicholas saat masih di perjalanan


"Tanya aja kakakku sayang" jawab Michelle dengan lembutnya

__ADS_1


"Kenapa hari ini kamu pakai setelan jas warna soft gini ? terus siapa yang dandanin kamu ?" tanya Nicholas hati-hati


"Kakak nggak suka ya ?" tanya Michelle lirih dengan mata berkaca-kaca


"Sama sekali nggak gitu, kakak suka, kamu selalu cantik dan perfect pakai apapun di mata kakak" jawab Nicholas yang terkejut


"Terus kok kakak nanyanya gitu ?" tanya Michelle lagi


"Kakak cuma mau tanya aja honey" jawab Nicholas sambil mengelus lembut pipi Michelle


"Aku seneng aja pakai ini kak, lucu, gemesin gitu" jawab Michelle dengan senyum gemasnya


"Adik kesayangan kakak emang paling gemesin" ucap Nicholas mencubit pelan pipi Michelle


"Kakak sakkittttt" keluh Michelle cemberut kesal


"Maaf ya honey" ucap Nicholas mengelus pipi Michelle


..


Hampir jam makan siang, Michelle menelefon Axel yang sedari tadi menghubunginya tapi tidak Michelle hiraukan sama sekali itu.


"*Babbyyy" panggil Michelle merengek


"Hem" ketus Axel


"Baby, kamu marah sama aku ?" tanya Michelle lirih


Kalau gue jawab iya pasti nangis, ngalah aja kali ini* -batin Axel


"*Aku nggak marah baby, kenapa ?" tanya Axel lembut


"Aku mau makan siang sama kamu" jawab Michelle dengan manjanya


"Ya udah aku kesana sekarang" ucap Axel buru-buru


"Tunggu dulu, aku belum selesai ngomong" gerutu Michelle


"Apa Michelle ku sayang ?" tanya Axel bersabar


"Aku mau kamu bawain bakso bang Joko yang jualan di deket kampus itu sama minumnya jus mangga ya, oh iya bilang aja sama bang Joko bakso pesenan Michelle dia pasti tahu baby" jelas Michelle


"Ya udah oke aku beliin, apa lagi ?" tanya Axel


"Udah baby, jangan lama-lama ya" pinta Michelle dengan manjanya


"Kalau gitu aku langsung ke kantor aja biar Roy yang beliin buat kamu" ucap Axel


"Nggak mauuuu, aku maunya kamu yang beliin" rengek Michelle dengan manjanya


"Ya udah sabar ya baby" ucap Axel mengalah


"Oke bye baby, I love you" ucap Michelle dengan riangnya sebelum mematikan sambungan teleponnya*


..


"Michelle kenapa sih ? gemesin tapi nyebelin" gumam Axel menggerutu


**

__ADS_1


__ADS_2