
Nadine berjalan didampingi orang tua angkatnya menuju altar dimana Nicholas sudah menunggunya disana.
Michelle menarik nafas panjang melihat senyum kebahagiaan Kakaknya menatap calon Istrinya itu.
“Kamu masih punya aku baby, aku akan nemenin kamu mau suka dan duka” ucap Axel memegang tangan Michelle
“Thanks Xel” ucap Michelle menyandarkan kepalanya di bahu Axel
Upacara sakral pun berlangsung dengan lancar.
Seperti saat Xavier menikah, Michelle menolak memberikan doanya di depan banyak orang, dia lebih suka bicara pribadi ke Kakak dan Kakak iparnya.
Michelle menemui Nicholas dan Nadine.
“Kakak..” panggil Michelle
“Ya honey” jawab Nicholas
“Aku.. hiduplah dengan bahagia sama Kak Nadine.. Kak Nadine, aku harap Kakak bisa bikin Kak Nicho lebih bahagia daripada pas sama aku” ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca
Nadine langsung memeluk Michelle dan menitikkan air matanya.
“Aku berterima kasih sama kamu Michelle, makasih banyak..
Kamu yang menyatukan kita, kita bisa bahagia karena kamu, aku berhutang banyak sama kamu Michelle” ucap Nadine
“Kebahagiaan Kak Nicho tanggung jawab buat aku Kak, aku bisa kayak sekarang karena Kak Nicho juga, aku bersyukur selama ini kalian masih jaga perasaan satu sama lain” ucap Michelle melepaskan pelukan Nadine
“Kamu nggak mau peluk Kakak lagi ?” tanya Nicholas
“Aku cinta mati sama Kakak” ucap Michelle memeluk erat Nicholas
“Aku juga honey, I love you” bisik Nicholas lembut
Michelle melepaskan pelukannya lalu tersenyum melihat Nicholas dan Nadine sebelum berbalik dan pergi.
“Honeyyy..” panggil Xavier dengan manjanya
“Zeira mana ?” tanya Michelle celingak celinguk
“Kok nyebelin ? Kakak kamu ada di depan mata tapi yang dicari malah keponakannya” gerutu Xavier
“Ya maaf, aku terlalu fokus ke Kak Nicho jadi lupa sama keponakan cantik aku daritadi” ucap Michelle
“Zeira di rumah Oliver, Cel.. katanya dia mau nemenin Kyra sama Ezra di rumah” ucap Amber
“Tumben” ucap Michelle curiga
“Keponakan kamu itu dihasut sama Kyra buat jadi temen nontonnya, gantiin kamu kayak dulu” adu Xavier ketus
“Ohhh, nyari masalah dia, lihat aja nanti pas ketemu” gerutu Michelle
“Hei Michelle” sapa Simon
“Oh, hai” sapa Michelle
“Lo cantik banget malem ini” puji Simon
“Sorry gue nggak nerima pujian” tolak Michelle
“Okay, no problem.. hei Kak Vier, hei Kak Amber” sapa Simon
“Hai.. pacarnya mana ?” tanya Amber
“Aku nggak punya pacar Kak” jawab Simon melirik Michelle
“Eum, Michelle, mau temenin gue sapa para tamu ?” tanya Simon
“Nggak” jawab Michelle datar
Yeah !! this is my Michelle.. -batin Xavier
“Ayolah, kita kan sekarang saudara” rayu Simon
“Udahlah Cel, bener kata Simon” ucap Amber
__ADS_1
“Tapi kayaknya Michelle ada perlu lain deh” ucap Xavier
“Keperluan apa Cel ?” tanya Simon
“Ketemu sama pacar gue” jawab Michelle penuh penekanan
“Oh ya ? mana ? kenalin dong” tanya Simon
“Ayo !” ajak Michelle
“Kakak mau ikut ?” tanya Michelle
“Kalian aja, Kakak mau temuin tamu yang lain” jawab Xavier
“Oke” jawab Michelle
Michelle pun berjalan bersama Simon menemui teman-temannya dan juga Axel yang sudah geram melihat mereka.
“Guys, ini Simon, adik tirinya Kak Nadine” ucap Michelle
“Hai semuanya, salam kenal” sapa Simon
“Dan Simon, ini pacar gue” ucap Michelle melingkarkan tangannya di tangan Axel
“Oh.. hai, gue Simon” sapa Simon sedikit terkejut dan menjulurkan tangannya
“Axel” ucap Axel tajam menjabat tangan Simon
“Simon, berhenti suka sama gue” ucap Michelle tiba-tiba
“Eh ?” gumam Simon terkejut
“Apa gue salah ngomong ?” tanya Michelle
“Sorry Cel, ya udah gue nyerah, Kak Nadine juga pernah bilang sama gue kalau lo udah punya pacar, sorry” jawab Simon
“Ya udah yang penting sekarang lo berhenti suka sama gue dan jadi temen gue juga ya kayak mereka” ucap Michelle tersenyum ramah
Loh ? kok beda banget jadinya ? -batin Simon bingung
Di sudut lain tampak seorang laki-laki menatap geram Dominico dan Hugo yang sedang tertawa bersama anak dan menantunya.
KingDom, Commander Hugo, ternyata kalian ada disini, tapi apa hubungan kalian sama mereka ? ini akan jadi kesempatan bagus buat bales dendam.. -batin Mario
..
Flashback On..
Dua laki-laki remaja tengah latihan menembak ditemani kedua Daddy mereka. Mereka adalah Dominico dan Hugo.
Daddy Dominico kecil adalah laki-laki paling berkuasa dan berpengaruh di dua dunia itu, sementara Daddy Hugo kecil adalah pengikut setia Daddy Dominico kecil sejak lama.
Sejak berumur sepuluh tahun, Dominico kecil sudah mulai berteman dengan Hugo yang berumur sembilan tahun.
Daddy mereka sepakat kalau anak-anak mereka akan meneruskan kewajiban mereka kelak.
Dominico dan Hugo dituntut untuk menguasai dua dunia sedari kecil.
..
Saat itu Dominico dan Hugo sedang berlatih bela diri tanpa ditemani Daddy mereka.
Saat tiba di kediaman keluarga Melviano yang berada di Roma, Italia, mereka berdua melihat rumah yang biasanya terlihat ramai dengan sapaan para anak buah terlebih orang tua Hugo tinggal disana membuat mereka layaknya saudara kandung, kini di depan mata mereka hanyalah kenangan karena para penjaga dan pengawal sudah mati berlumuran darahnya sendiri.
Mereka masuk dikawal pengawal mereka dan melihat kedua orang tua mereka juga mati dengan peluru tertanam di kepalanya.
“Daddy !! Mommy !!” teriak Dominico dan Hugo menangis
Uhuk.. Uhuk..
Seorang pengawal langsung mendekati suara batuk itu diikuti Dominico dan Hugo.
“Zio Noah, cos’e successo ?
(Paman Noah, apa yang terjadi ?)” tanya Dominico
__ADS_1
“Mi dispiace giovane maestro, c’e stata un’imboscata
(maafkan saya Tuan muda, terjadi penyergapan)” jawab Noah, kepala penjaga di rumah
“Chi ha fatto tutto questo ?
(Siapa yang melakukan hal ini ?)” tanya Dominico lagi
“Laurent..” jawab Noah
“Giovane maestro, mettiti al riparo a Berlino, gli alleati proteggeranno il giovane maestro lì
(Tuan muda, berlindunglah di Berlin, para sekutu akan melindungi Tuan muda disana)” ucap Noah
Noah langsung menghembuskan nafas terakhirnya sebelum Dominico menanyakan hal lain lagi.
..
Pesawat penjemputan tiba, Dominico dan Hugo terpaksa meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja tanpa bisa membawanya ke Berlin karena menurut pengawal, peluru yang ditembakan ke kepala kedua orang tuanya dilengkapi dengan alat pelacak sehingga akan membahayakan Dominico dan Hugo.
**
Belasan tahun kemudian setelah Dominico dan Hugo berhasil bersembunyi di kampung halaman Hugo dengan bantuan para pengawal dan sekutunya serta mencari tahu tentang Laurent selama ini.
Saat itu James Laurent hendak menyelundupkan senjata ilegal dan narkotika ke Italia, tapi rencananya gagal karena Daddy Dominico dan Daddy Hugo saat itu.
Mereka datang balas dendam dan berhasil membunuh dua laki-laki itu beserta Istri dan para pengikutnya, tapi tidak dengan Dominico dan Hugo.
..
Hari ini, Dominico, Hugo, dan para pengikutnya sudah bersiap melangsungkan pembalasannya ke keluarga Laurent dengan target semua keluarga Laurent harus dibinasakan.
Mereka langsung mengepung markas Laurent yang berada di Amerika dan terjadilah baku tembak.
Dominico maupun Hugo sudah sepakat untuk menghabisi anggota keluarga Laurent berdua karena dendamnya selama ini.
Tanpa sepengetahuan mereka, satu-satunya keluarga Laurent yang saat itu masih berumur lima tahun berhasil dibawa kabur oleh seorang pelayan namun nahas pelayan itu mati sesaat anak kecil itu berhasil dia sembunyikan.
Setelah kejadian itu, Dominico dan Hugo kembali ke Italia, rumah mereka dulu sudah dibakar dan dibangun rumah baru lagi dengan kenangan yang baru juga.
Selama ini mereka menyuruh seorang pelayan yang sudah memiliki anak untuk menempati rumah itu sebagai penyamaran kalau Dominico dan Hugo telah meninggalkan rumah besar itu begitu saja.
Dominico menikah dan tinggal di rumah lamanya sementara Hugo tinggal di Berlin.
Walaupun jauh, mereka tetap menjaga komunikasinya dan seringkali saling berkunjung.
“Hugo, selama ini kamu udah setia menemaniku dan menjagaku, berhentilah menjadi kaki tanganku, aku mau kamu jadi adikku” ucap Dominico
“Itu terlalu berlebihan Tuan” ucap Hugo
“Berhentilah memanggilku seperti itu, aku tidak suka” protes Dominico
“Kalau kamu menolak menjadi adikku, setidaknya jadilah temanku, selama ini kita tidak punya teman dekat kan ?” pinta Dominico
“Baiklah, aku bisa menerimanya kalau kamu memintaku sebagai teman, Dom” ucap Hugo
Sejak saat itu mereka dikenal dengan nama penguasa dunia bawah mereka masing-masing, terlebih sekutu mereka bertambah banyak karena Dominico dan Hugo meneruskan kewajibannya memusnahkan musuh yang memiliki niat jahat.
**
Seiring berjalannya waktu, anak-anak mereka telah tumbuh dewasa.
Istri mereka tengah berbelanja mengingat saat itu Dominico mengajak Corradeo dan Istrinya ke Jerman.
Tiba-tiba seorang musuh menghadang perjalanan kedua perempuan cantik itu dan berhasil membunuhnya.
Mengetahui hal itu membuat Dominico dan Hugo menggila, rasa dendamnya kembali menguap seperti dulu tapi tidak dengan anak-anak mereka yang memilih berdamai dan menerima kejadian ini.
Sejak saat itu Corradeo dan Daniel memilih meninggalkan Dominico dan Hugo dan memulai hidup barunya dengan tenang dan bersih sampai mereka menegaskan meminta kedua Daddynya itu untuk tidak mengganggu kehidupannya kelak.
Karena masih terselimuti kabut hitam akan dendam membuat Dominico dan Hugo menerima pernyataan anak mereka sendiri dan memilih untuk membalaskan kematian Istri tercinta mereka.
Flashback Off..
Mario langsung pergi dari sana dan mencari tahu tentang hubungan Dominico dan Hugo bersama keluarga Melviano dan Oliver.
__ADS_1
**