Ms. Perfect

Ms. Perfect
Baby Boys


__ADS_3

Selama kehamilan pertama Michelle, Axel selalu jadi sasaran empuk Michelle yang memintanya melakukan apapun yang diperintahkannya.


Axel yang begitu mencintai istrinya pun menuruti apapun yang Michelle minta walaupun ada perasaan kesal yang dia tunjukkan dengan wajah cemberut kesalnya di depan Michelle.


Michelle sendiri tetap mempertahankan sikap angkuh dan dinginnya, dia juga tetap melakukan fitness yang aman untuk dirinya dan calon anak-anaknya bersama suami, kakak, maupun Dominico dan Hugo.


Bagi kedua laki-laki yang sudah ditumbuhi keriput di wajah tampannya itu, mereka begitu antusias menemani setiap waktu untuk Michelle mengingat mereka memang sejak dulu berharap keduanya berjodoh.


**


Hampir 9 bulan lamanya Michelle mengandung dengan perut yang sangat besar karena ada dua calon anaknya di dalam sana membuat dia susah bergerak dengan leluasa.


Semua pekerjaannya pun dilimpahkan ke Emily yang bertugas menggantikan posisi Michelle sampai Michelle bisa kembali berkelut dengan pekerjaannya lagi.


Axel juga seringkali memilih bekerja di rumah untuk menemani dan menjaga Michelle agar tidak kesepian di rumah Dominico yang sudah sepenuhnya untuk mereka berdua itu.


..


“Axxxeeelllllll !!” teriak Michelle dari tempat tidur dengan keringat bercucuran di tubuhnya


“Ya baby” jawab Axel yang langsung keluar dari kamar mandi dengan wajah khawatirnya sambil membenarkan celananya karena dia lagi buang air kecil


“Mereka mau keluar” teriak Michelle


Axel langsung panik bercampur bahagia, dia langsung menelefon keluarga dan teman-temannya lalu membawa Michelle ke Melvs hospital.


..


Sepanjang jalan Michelle terus mencengkeram erat tangan Axel yang duduk di sampingnya sampai Axel berteriak kesakitan sementara Noval yang mengemudikan mobil ditemani Roy di sampingnya cuma bisa menahan tawa mendengar kesakitan Axel walaupun mereka juga panik dengan kondisi Michelle.


..


Sampai di rumah sakit, Nicholas dan Xavier sudah menunggu kedatangan adik kesayangannya dengan wajah khawatirnya terlebih mereka sedari mendengar kabar dari Axel langsung ke rumah sakit.


Michelle sudah direbahkan di brankar membuat ketiga laki-laki tampan itu langsung mendorong brankar Michelle padahal sudah disiapkan banyak perawat untuk melakukan hal itu.


Di lantai ruang persalinan sudah berkumpul keluarganya dengan wajah khawatirnya, Michelle langsung dibawa masuk ke dalam ruang persalinan untuk di cek lebih dulu posisi anak-anaknya.


“Kakak, kalian jangan keluar, temenin aku juga sama Axel” pinta Michelle dengan nafas naik turun


Nicholas dan Xavier bergantian mengecup kening Michelle sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun mengganti pakaian mereka dengan pakaian steril berikut atributnya.


Dokter yang menangani Michelle selama Michelle hamil yang tidak lain adalah teman Amber langsung memberikan informasi kalau Michelle sudah siap untuk melahirkan mengingat air ketubannya sudah pecah.


“Kita lakukan caesar” ucap Axel, Nicholas, dan Xavier serempak karena mereka sudah mempelajari bagaimana baiknya melakukan proses melahirkan dua bayi sekaligus untuk menghindari banyaknya resiko


“Nggak ! aku mau lahir normal !” protes Michelle


“Itu bahaya baby” ucap Axel lirih


“Michelle, ini demi keselamatan kamu dan anak-anak kamu, kakak nggak mau kamu kenapa-napa” ucap Nicholas lirih

__ADS_1


“Kak, aku mau lahiran normal” pinta Michelle menatap Xavier


“Honey, ini pertama kali kamu melahirkan, bayi kamu dua bukan satu, kakak nggak mau ambil resiko, lahiran caesar aja ya” bujuk Xavier


“Aku kuat ! pokoknya aku mau lahiran normal !” ucap Michelle berusaha tegas


Ketiga laki-laki itu menghela nafas pelan lalu menatap sang dokter yang sudah siap melakukan aksinya, mendengar masih ada sedikit waktu untuk meminta bantuan dari keluarga, Xavier langsung membuka tirai yang menutupi kaca tebal sebagai pembatas ruang persalinan dan ruang tunggu di rumah sakitnya itu.


Nicholas menjelaskan permintaan Michelle ke keluarganya sementara Axel setia menemani Michelle sambil mengelap keringat yang bercucuran di wajah Michelle.


Walaupun khawatir namun mereka bisa melihat ketangguhan Michelle yang bersikeras memilih melahirkan kedua anaknya secara normal membuat mereka mengalah dan cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk Michelle dan kedua anaknya.


..


Proses persalinan pun dimulai, sengaja Xavier tidak menutup tirainya lagi agar anggota keluarga bisa melihatnya walaupun cuma terlihat tubuh Michelle dari samping.


Tangan kanan Michelle mencengkeram tangan Nicholas, yang kiri mencengkeram tangan Xavier, sementara Axel berada di atas kepalanya.


Dia mengejan sekuat tenaga sampai tangannya bergetar hebat membuat ketiga laki-laki itu meneteskan air matanya karena khawatir dengan Michelle.


Hampir menghabiskan semua nafasnya, Michelle kembali bersemangat mengejan karena mendapat banyak dukungan terutama dari ketiga laki-lakinya membuat kedua bayinya langsung lahir dan menangis kencang menggantikan Michelle yang langsung lemas.


Axel yang tidak kuasa melihat perjuangan istrinya langsung lemas dan duduk di lantai sambil menangis mengingat setiap detik yang baru saja Michelle lalui demi keluarga kecilnya.


Nicholas dan Xavier menahan air matanya kembali menetes sambil menggendong bayi yang masih merah dalam dekapannya masing-masing lalu menunjukkannya ke kaca agar keluarga dan teman-temannya bisa melihat anak-anak Michelle dan Axel.


..


Kedua bayinya dipindahkan ke dalam inkubator setelah dibersihkan dan di data kelahirannya karena walaupun Michelle melahirkan secara normal namun mereka tetap butuh ruang inkubator untuk menetralkan kesehatannya.


..


Setelah beberapa saat Michelle mulai kembali dengan tenaganya, dia mencari keberadaan kedua anaknya.


“Where is my babys ?” tanya Michelle


“Im here Mommy” jawab Axel sambil berjalan di samping kedua bayinya yang sudah dipindahkan ke box bayi dan di dorong oleh perawat


Michelle tersenyum lirih, dia tidak menyangka dirinya yang tomboy bisa melahirkan anak kembar dari laki-laki yang tidak dia duga dari awal.


Dengan hati-hati Axel menaruh kedua anaknya dalam pelukan Michelle.


“Ini Richard, putra pertama kita, dan ini Jerry, adiknya” ucap Axel sambil mengelus lembut pipi anaknya bergantian


“Aaaa mereka ganteng-ganteng banget” ucap Michelle tersenyum gemas


“Oohhh jadi kalian ya yang bikin adik kesayangan Uncle jadi dingin kayak beruang kutub ?” tanya Nicholas mengelus pipi Richard


“Semoga kalian nggak kayak Daddy kalian itu ya, nanti Uncle mau ajarin kalian tentang ilmu kedokteran” ucap Xavier mengelus pipi Jerry


Kedua bayi tampan itu langsung menangis membuat semua mata menatap tajam Xavier.


“Haahh aku kan cuma bilang mau ajarin mereka tentang ilmu kedokteran, kenapa mereka nangis ?” keluh Xavier cemberut kesal

__ADS_1


“Vie, anak lo sendiri aja nggak mau apalagi keponakan lo” ledek Joshua


“Apalagi Michelle kan paling anti sama yang namanya kedokteran, kayak kakak sama Daddynya itu” sindir Leonore


..


Semua keluarganya pamit pulang setelah bergantian mendapat giliran berkenalan sama Richard dan Jerry.


Axel mengambil Jerry ke dalam gendongannya sementara Michelle menyusui Richard sesuai kata dokter.


“Baby, you are my amazing woman” ucap Axel tersenyum lembut


“Aku nggak terima pujian” ucap Michelle sambil terus fokus menatap bayi mungil yang menghisap ***********


“Nama belakang mereka apa Xel ?” tanya Michelle beralih menatap Axel


“Udah pasti Oliver baby” jawab Axel


“Apa ada nama tengahnya ? apa boleh aku tambahin nama tengahku ?” tanya Michelle lagi


“Kamu mau tambahin nama Nonno buat mereka ?” tanya Axel memperjelas maksud Michelle


“Iya, itu juga kalau boleh” jawab Michelle


“Boleh dong baby.. Richard Dominico Oliver dan Jerry Dominico Oliver, kalian anggota keluarga paling ganteng di keluarga Oliver setelah Daddy” ucap Axel dengan bangganya


“Pffttt..”


“Hei, kenapa ?” tanya Axel merasa tersinggung


“Nggak apa-apa” jawab Michelle menahan senyumnya


Axel cemberut kesal melihat wajah Michelle yang terus menahan senyum untuk meledeknya sambil menonton Richard.


..


Cukup lama Michelle menyusui Richard karena bayi pertamanya itu selalu menangis setiap dia melepaskan *********** dari bibir mungil Richard.


“Anak kamu ini nurunin kamu banget” gerutu Michelle


“Aku kenapa ?” tanya Axel bingung


“Nih, kamu lihat sendiri kan ? masih bayi aja udah mesum kayak kamu” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


Axel terkekeh mendengar ucapan istrinya terlebih wajah yang biasanya menggemaskan itu kini tambah menggemaskan karena pipinya makin besar akibat mengandung bayi kembarnya.


Mereka saling mengoper bayinya agar Michelle bisa menyusui Jerry. Bayi keduanya tampak tenang dalam gendongan Michelle bahkan saat Michelle melepaskan *********** untuk merubah sedikit posisi duduknya.


“He is my boy” ucap Michelle penuh bangga


“Enak aja” protes Axel


“Apa ? emang Jerry anak aku kan ?” tanya Michelle tersenyum meledek

__ADS_1


Axel mendengus dan memalingkan wajahnya dari Michelle lalu bangun dan membawa Richard yang ada di gendongannya sambil menimang dan mengajak bayi pertamanya itu mengoceh.


**


__ADS_2