
Minggu pagi, Michelle dan kedua Kakaknya jogging mengitari halaman rumahnya yang mewah itu lalu lanjut fitness dan latihan bela diri muai thai atau tinjunya.
Setelahnya, mereka bertiga terkapar di lantai ruang gym.
“Hari ini aku libur nih.. jalan-jalan dong” ucap Xavier sedikit merengek
“Kemana Kak ?” tanya Michelle penuh semangat
“Kamu maunya kemana ?” tanya Nicholas dengan lembutnya
“Aku mau kencan sama kedua Kakak ku yang ganteng-ganteng ini” jawab Michelle antusias
“Sok tahu kamu.. emang kencan itu apa ?” tanya Xavier mencubit pelan pipi Michelle
“Itu loh Kak.. yang jalan sama pacarnya.. eum.. tapi aku nggak tahu tujuannya kemana aja” jawab Michelle mengira-ngira
“Oke.. hari ini kita kencan bertiga.. buat tujuannya, biar Kakak sama Vier yang tentuin” jelas Nicholas
“Yeeaayyy !! ya udah aku mau mandi” ucap Michelle semangat dan langsung berdiri mau meninggalkan ruang gym
“Eeeee.. tunggu.. sini duduk” panggil Xavier menahan Michelle
“Eh.. kenapa Kak ?” tanya Michelle bingung
“Kalau cewek mau kencan itu harus dandan feminin” jelas Xavier tersenyum lembut
“Hah ?!!” jawab Michelle kaget
“Iya Kakak tahu kamu nggak punya baju feminin, nanti kita beli disana” ucap Nicholas dengan tenangnya
“Bukan gitu.. tapi masa aku nggak boleh pakai baju biasa aku ?” protes Michelle cemberut kesal
“Kalau nggak feminin itu namanya bukan kencan” jelas Xavier menggelengkan kepalanya
“Argh.. ya udah, demi kencan sama kedua Kakak ku yang ganteng-ganteng aku rela jadi feminin” ucap Michelle pasrah dan mengepalkan kedua tangannya di udara
“Nah gitu dong, sana buruan mandi” usir Nicholas dengan senyum puasnya
Michelle berjalan gontai keluar dari ruang gym.
Rasanya mau teriak, mau protes, tapi dia ingin sekali merasakan namanya kencan, apalagi sama kedua Kakaknya.
..
Michelle keluar kamar dengan pakaian biasanya dan menunggu kedua Kakaknya keluar kamar.
Michelle duduk di ruang tengah bersama kedua orang tuanya yang lagi ngobrol ringan.
“Mau kemana darling ?” tanya Corradeo dengan lembutnya
“Aku mau kencan Dad” jawab Michelle lemas
“Apa ? sama siapa ?” tanya Corradeo tegas
“Sama kedua Kakak ku” jawab Michelle masih lemas
__ADS_1
“Haahhh.. Daddy kira sama siapa” ucap Corradeo menghela nafas lega
“Tapi kenapa kamu lemes gitu ?” tanya Leonore bingung
“Kata Kak Nicho sama Kak Vier kalau kencan ceweknya harus dandan feminin” jawab Michelle pasrah
“Tapi kan kamu masih dandan kayak biasanya” ucap Corradeo bingung
“Mereka mau ngerubah aku disana Dad.. arghh.. dasar Kakak-Kakak ngeselin” gerutu Michelle menjambak rambutnya sendiri
“Darling.. kamu pasti cantik kok” ucap Leonore menenangkan Michelle
“Tapi Mom, aku cuma risih pakai rok gitu, kan enakan juga pakai celana” protes Michelle
“Nggak apa-apa darling.. nanti juga kamu terbiasa” ucap Corradeo mengelus lembut rambut Michelle
..
Yang ditunggu-tunggu datang. Nicholas dan Xavier turun tangga bersama menemui adik kesayangan dan kedua orang tuanya.
Nicholas memakai kemeja polos warna hijau tosca dengan satu kancing atas dibuka, bagian lengan digulung rapih model ¾ dimasukkan ke celana bahan warna beige dipadu dengan sepatu pantofel hitam mengkilat.
Sementara Xavier memakai kemeja warna kuning pudar polos dimasukkan ke celana jeans warna hitam, dipadu dengan jaket kulit warna coklat tua dan sepatu boots senada dengan jaketnya.
Keduanya terlihat sangat sempurna terlebih dengan janggut dan bulu-bulu halus yang mengintip dari sela kemeja mereka masing-masing, dengan gaya rambut yang tersisir rapih tanpa memakai gel rambut, dan tidak lupa selalu memakai jam tangan. Itu sudah ciri khas keluarga Melviano.
“Kakak ku ganteng-ganteng bangettt” gumam Michelle yang tidak berkedip melihat kedua Kakaknya itu turun tangga
“Kamu baru sadar kalau Kakak emang ganteng ?” goda Nicholas
“Kita tuh udah ganteng dari lahir” ucap Xavier dengan PD nya
Michelle dan kedua Kakaknya pamit pergi ke kedua orang tuanya.
Pengawal mereka mengawal di dua mobil belakang.
Michelle dan kedua Kakaknya berbincang dan bercanda sepanjang jalan sampai tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.
..
Sampai di mall, Nicholas dan Xavier memegang erat tangan Michelle yang berjalan di tengahnya.
Semua mata terpesona melihat ketampanan kedua Kakak Michelle yang sama sekali tidak peduli dan malah asik bercanda dengan adik kesayngannya itu.
Michelle cukup duduk manis di setiap toko bersama kedua Kakaknya sementara para pekerja yang akan menampilkan koleksi teebaiknya untuk mereka dan membiarkan Nicholas dan Xavier yang memilihnya.
Semua keperluan penampilan Michelle kencan hari ini sudah terpenuhi tinggal ke salon untuk merias sedikit wajah cantiknya dan menata rambut hitam panjangnya.
Nicholas dan Xavier sibuk berbincang berdua, membayangkan bagaimana hasilnya melihat Michelle yang tampil feminin.
..
“Kakak” panggil Michelle ragu-ragu
“Wuuaahhhhhh” gumam Nicholas dan Xavier yang kagum melihat Michelle
__ADS_1
Michelle yang sebelumnya memakai kaos dengan kemeja jeans, celana jeans dengan sobekan di bagian lututnya, sepatu boots, topi mode terbalik, dan sling bag army.
Kini disulap dengan mini dress warna pink pastel, sangat cocok di tubuh Michelle, tidak banyak pernak-pernik dan kemewahan, polos, semuanya terlihat cantik untuk Michelle.
Ditambah dengan wedges warna beige dengan gelang kaki tali masih menghias di kaki kanan Michelle.
Sling bag kecil menjadi pelengkap penampilannya dan tidak lupa jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Riasannya pun dirias senatural mungkin dengan rambutnya yang terurai setengah punggung itu bergelombang dan dikepang kecil sebagai pengikat dari sisi kanan dan kirinya.
Tidak lupa beberapa helai rambut yang dibiarkan jatuh bergelombang di ujung pipi Michelle.
“Ini beneran Michelle adik aku kan Kak ?” tanya Xavier tidak percaya dan masih memandang Michelle yang berdiri sempurna di depan kedua Kakaknya
“Dia Michelle adik Kakak, Vie.. cantik bangettt” jawab Nicholas yang samanya seperti Xavier
“Kakak.. males deh malah kayak gitu.. jangan bikin aku malu terus ganti baju lagi ya” ancam Michelle cemberut
“Oke oke.. Kakak nggak bengong lagi” ucap Nicholas menyadarkan pandangannya
“Iya.. Kakak juga nggak bengong lagi” ucap Xavier menyadarkan pandangannya
Mereka bertiga melangkah keluar bersama dan saling menggenggam tangan Michelle sambil bercanda tanpa menghiraukan pandangan orang lain.
Mereka makan siang di restoran di dalam mall itu, setelahnya mereka pergi nonton film.
Sambil menunggu, Michelle dan kedua Kakaknya foto-foto.
Gaya foto mereka juga macam-macam, walaupun Kakak beradik tapi karena kedekatan mereka sehingga terlihat seperti sepasang kekasih.
Kedua Kakaknya berebut buat foto berdua dengan Michelle untuk memamerkan ke sosial media mereka.
Dengan adil, Michelle bergantian foto sama kedua Kakaknya itu, dan setelah puas dia minta tolong karyawan disana untuk memfotonya bertiga bersama kedua Kakaknya yang ganteng-ganteng itu.
..
Nonton film pun selesai, kedua Kakak Michelle mengajaknya belanja.
“Kkaaaakkk.. aku lagi nggak pengen beli apa-apa” keluh Michelle cemberut
“Udah, kamu ikut aja” ucap Nicholas memaksa
“Kakak mau beliin apa aja yang Kakak suka buat kamu” tambah Xavier penuh semangat
“Hhuuuffttt..” Michelle mendengus pasrah
Banyak pakaian feminin, wedges, heels, flat shoes, dan beberapa tas yang kedua Kakaknya beli untuk Michelle.
Astagaa.. Kak Nicho sama Kak Vie udah gila kali ya.. buat apaan beli banyak-banyak kayak gini ? -batin Michelle menggelengkan kepalanya
..
Puas berbelanja, mereka bertiga keluar mall.
Mobil yang mereka bertiga tumpangi berhenti di lounge.
__ADS_1
Michelle dan kedua Kakaknya makan malam disana sambil berbincang, bercanda, dan juga berfoto ria sebelum menyelesaikan makan malamnya dan pulang.
**