Ms. Perfect

Ms. Perfect
Secret Room


__ADS_3

“Mommy come on aku mau mandi” ucap Zeira menarik tangan Amber yang sedang duduk


“Mau ngapain sih buru-buru ?” tanya Xavier lembut


Zeira melirik Michelle yang menempelkan jari telunjuknya di tengah bibirnya.


“Ups, secret Daddy.. come on Mom” rengek Zeira


Akhirnya Amber bangun dan naik tangga bersama Zeira yang begitu semangat.


“Young Michelle, apa sekarang kamu udah puas ?” tanya Dominico


“Hemm, berkat Zeira” jawab Michelle


“Terus pukulan lo tadi nggak guna gitu ?” tanya Fares tercengang


“Sedikit, kenapa ? mau jadi sukarela samsak ?” tanya Michelle


“Nggak nggak nggak, makasih banyak” tolak Fares


“Baby, masih marah ?” tanya Axel


“Beruntung ada Zeira, kalau nggak nanti malem tidur sama rambutan” ucap Michelle berjalan naik tangga


“Tapi sekarang nggak kan ? kamu tidur sama aku kan ?” tanya Axel menyusul Michelle


“Hemm” gumam Michelle


“Berarti nanti malem jadi malem pertama kan ?” tanya Axel penuh harap


“Jangan harap ! kamu di skors sampai perform aku selesai” jawab Michelle tegas


“Hahahahaha.. kasihan udah punya istri tapi masih perjaka” ledek Joshua


“Hobi banget main sama sabun Xel” ledek Fares


“Xel, kalau kamu mau, Nonno sama Grandpa kamu ini tahu dimana tempat bisa luapin hasrat kamu” ucap Dominico


“Kamu bisa pilih lawannya juga” ucap Hugo


Mendengarnya membuat darah Michelle kembali mendidih, dia berhenti dan berbalik menatap tajam kedua laki-laki berusia 70 tahun itu yang masih menyisakan ketampanan dan kegagahannya.


“O’ow, mayday mayday” gumam Dominico dan Hugo mengalihkan pandangannya dari Michelle


“Lihat nanti ya KingDom, Commander Hugo, aku mau kasih hadiah buat kalian nanti malem” ucap Michelle dengan lembutnya


“Apa ? bisa kasih sekarang aja ?” tanya Hugo tidak sabar


“Hem, buat apa nunggu nanti malem kalau sekarang bisa ?” ucap Dominico


“Okee.. kalian tunggu kamar masing-masing aja, nanti aku kirim waria paling cantik dan sexy di negara ini” ucap Michelle berbalik dan melanjutkan langkahnya


“Peraturan nomor satu” ucap Nicholas melipat kedua tangan di dadanya


“Jangan pernah main-main sama Michelle” ucap Xavier


“Emily !” panggil Michelle


“Peraturan nomor dua” ucap Nicholas lagi


“Michelle nggak pernah ingkar sama ucapannya” ucap Xavier


“Oh-my-god..” gumam Dominico dan Hugo tercengang


“Kamus hidup Michelle” ucap Ezra


“Wajib tahu kelemahan lawan” ucap Kyra


“Hei hei, gimana caranya batalin ucapan Michelle tadi ?” tanya Hugo panik


“Emily udah di depan Michelle, segala sesuatu yang Michelle bilang pasti Emily lakuin” ucap Kyra


“Emily itu anak buahku” protes Dominico


“Percuma Nonno” ucap Nadine

__ADS_1


“Tuan Besar, Nona muda memberikan pilihan, mau waria atau ladyboy ?” tanya Emily dengan tenangnya


“Nggak dua-duanya !” jawab Hugo


“Batalin perintah Michelle !” perintah Dominico


“Maaf Tuan Besar, tapi Tuan Besar mengirim saya untuk menjaga dan menuruti setiap permintaan Nona muda” ucap Emily


“Hei, jadi apa penangkal Michelle ?” tanya Dominico panik


Nicholas bangun dari duduknya bersama Xavier dan berjalan naik tangga dengan tenangnya.


“Itu barusan dua penangkal Michelle” ucap Saddam


“Oh god.. Nicho !! Vier !!” teriak Dominico dan Hugo


Nicholas dan Xavier sengaja tidak mau dengar membuat dua laki-laki itu makin panik.


“Corre, kamu tega lihat Daddy sama Hugo kayak gini ?” tanya Dominico memelas


“Sekalipun aku nggak tega aku nggak bisa apa-apa Dad” jawab Corradeo menahan senyumnya


“Dom, mending kita berlindung ke rumahku aja” ajak Hugo


“Deal ! lets go” ajak Dominico buru-buru


“Dad, boleh aku ikut ?” tanya Daniel


“Of course, ajak Paula juga” ucap Hugo


“Kalau gitu aku juga mau ikut, aku kangen ke rumah Uncle” ucap Corradeo


“Hurry up kids” ucap Dominico panik


Akhirnya demi menghindari hadiah Michelle, mereka terbang ke Berlin saat itu juga bersama anak dan menantunya.


..


Di dalam kamar mandi, Axel tengah duduk menonton istrinya yang sedang mandi di bawah guyuran shower.


“Baby, can I join ?” tanya Axel


“No” jawab Michelle


Beberapa detik kemudian pertanyaan yang sama pun terlontar lagi dan begitu terus menerus sampai Michelle selesai mandi.


..


“Auntyyy” panggil Zeira dari luar kamar


Michelle pun membukakan pintu kamarnya dan membiarkan Zeira masuk dan langsung duduk di samping Axel yang cemberut kesal.


“Uncle kenapa ?” tanya Zeira


“Your Aunty is annoying” jawab Axel


“Aunty Kyra yang annoying Uncle, Aunty Michelle nggak” ucap Zeira


“Whatever, kamu mau kemana sama Aunty ?” tanya Axel


“Its a secret Uncle, only Ms. perfect yang boleh tahu” jawab Zeira


Ugh, keponakan sama aja, sama-sama nyebelin -batin Axel menggerutu


..


Michelle keluar dari ruang pakaiannya lalu mengajak Zeira keluar kamar.


“Kamu mau kemana ?” tanya Axel


“Aku masih di rumah ini” jawab Michelle


“Ya dimana ?” tanya Axel lagi


“Di hatimuuuu” jawab Michelle dengan wajah dan suara imutnya

__ADS_1


Ini bukan saatnya godain aku Michelle, argh kalau nggak ada Zeira udah aku makan kamu -batin Axel gemas


“Aku di pintu gold sama Zeira, kamu dilarang ikut” ucap Michelle


“Kenapa ?” tanya Axel


“Karena Uncle bukan Ms. perfect” jawab Zeira


“Its true junior, come on” ajak Michelle dengan riangnya


..


Michelle pun masuk ke dalam ruangan kedap suara dengan pintu warna gold itu bersama Zeira. Di dalam sana ada beberapa alat musik melodi yang tertata rapih.


“Its cool Aunty, Aunty mau main piano lagi kayak dulu ?” tanya Zeira


“Aunty mau tunjukkin ke kamu permainan biola Aunty” jawab Michelle


“Wow, aku nggak sabar Aunty” ucap Zeira


“Kamu duduk diem-diem ya disini” ucap Michelle


Michelle mengambil biolanya yang ada di dalam casenya lalu duduk di depan Zeira lalu memainkan sebuah lagu dengan merdunya.


..


Prok.. Prok.. Prok..


“My Aunty is georgous” puji Zeira


“Aunty nggak terima pujian junior” ucap Michelle


“Hehehehe, Aunty, aku mau main piano sama Aunty” pinta Zeira


“Okay, wait” ucap Michelle memasukkan biolanya lagi


Mereka duduk di depan piano lalu Michelle memberikan sedikit arahan ke Zeira sebelum memulai permainan pianonya.


“One junior” ucap Michelle


Zeira menekan tuts yang sebelumnya Michelle beritahu, lama kelamaan Michelle meminta Zeira menekan dua sampai tiga tuts bersamaan agar permainan Zeira makin lancar.


“Aww, kamu keren” ucap Michelle memeluk Zeira


“Aku nggak terima pujian Aunty” ucap Zeira


“Hehehehe, hei, apa kamu mau belajar main piano ?” tanya Michelle


“Mau mau mauu” jawab Zeira dengan riangnya


“Tapi kamu harus sering latihan dan cepet hafal karena Aunty mau ajak kamu perform minggu ini” ucap Michelle


“Really ? aku mau banget Aunty, ayo kita belajar” ucap Zeira


Akhirnya Michelle mengajari Zeira sebuah lagu sampai membiarkannya memainkan pianonya sendiri.


..


Hari sudah sore, sudah berjam-jam mereka berada di dalam ruangan itu sampai makan siang pun terlewati.


“Udah dulu ya, besok kita latihan lagi, sekarang kita makan” ajak Michelle


“Aunty, apa aku boleh kasih tahu Daddy ?” tanya Zeira


“Nggak boleh dong, ini kan rahasia” jawab Michelle


“Aku nggak boleh kasih tahu siapa-siapa Aunty ?” tanya Zeira lagi


“Iya, karena..” ucap Michelle membisiki sesuatu ke telinga Zeira


“Aku nggak sabar Aunty” ucap Zeira


“Jangan bilang-bilang ya” ucap Michelle


“Oke Aunty” jawab Zeira

__ADS_1


**


__ADS_2