Ms. Perfect

Ms. Perfect
Keberhasilan Michelle


__ADS_3

Sudah sampai di lobby, mobil Michelle sudah terparkir di halaman lobby.


“Nona Michelle, boleh saya tanya sesuatu ?” tanya si sekertaris


“Apa ?” tanya Michelle ramah


“Kenapa Nona Michelle sampai melakukan ini ke perusahaan kalau cuma masalah pribadi ?” tanya si sekertaris masih penasaran


“Dia lakuin itu di perusahaan tempat saya bekerja, masalah pribadi dengan lokasi yang sama, lalu apa masalahnya ? apa saya salah ? apa saya harus menggoda Tuan Charlie seperti yang dia lakukan ke Tuan Nicholas ? semoga anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan jujur” jawab Michelle ramah dan tegas


Sekertaris itu menunduk hormat saat Michelle berjalan keluar lobby dengan Emily yang sudah membukakan pintu mobilnya.


Mobil Michelle pun berlalu begitu saja dari halaman lobby itu.


..


“Nona Michelle sangat hebat, saya sangat kagum” puji Emily


“Hehehehe.. gue nggak nerima pujian Ly” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan bahu Emily


“Kita langsung kembali ke kantor Nona ?” tanya Emily


“Iya, gue nggak sabar mau cerita ke Kak Nicho” jawab Michelle gemas


“Baik Nona” ucap Emily


..


Sudah sampai di halaman lobby perusahaan Melviano Corp.. Penjaga membukakan pintu mobil Michelle.


Keluar lift, para sekertaris umum di lantai tempat dimana ruangan Michelle dan Nicholas berada langsung berdiri membungkukkan kepalanya sopan sampai Michelle masuk ke ruangan Nicholas.


“Kaaakkaaakkkk” teriak Michelle yang berjalan cepat lalu memeluk Nicholas


“Hemm.. kamu kenapa ? gimana tadi disana ?” tanya Nicholas yang berdiri lalu mengajak Michelle duduk di sofa ruangannya


“Aku seeenneeenngggggg banget Kak” jawab Michelle gemas


Kadang Nona Michelle kelihatan seperti anak kecil ya -batin Emily


“Kenapa ? cerita dong sama Kakak, jangan bikin penasaran doang” ucap Nicholas yang sudah memegang kedua pipi Michelle menghadap ke wajahnya


“Hehehehe..” tawa Michelle tanpa dosa


Michelle pun bercerita dengan menggebu-gebu, banyak tawa jahat yang Michelle lakukan disela-sela ceritanya sampai Nicholas ikut tertawa dan memeluk Michelle.


“Makasih ya honey.. kamu udah nolongin Kakak” ucap Nicholas tulus

__ADS_1


“Hehehe.. sama-sama my babbyyyy” ucap Michelle mencubit gemas kedua pipi Nicholas


Puas bercerita, Michelle kembali ke ruangannya. Tidak lupa Emily dengan sigap langsung membuatkan hot mint tea untuk Michelle.


**


Besok harinya, Michelle, Nicholas, dan sekertaris pribadi mereka langsung berangkat ke perusahaan induk Melviano Corp. karena mendapat kabar kalau Mario dan Rian akan datang pagi ini.


Michelle, Nicholas, dan Corradeo sudah berdiri menunggu kedatangan Mario dan Rian di dalam ruangan Corradeo.


“Aahh.. Nona Michelle” sapa Mario dengan senyum lebarnya sambil menjabat tangan Michelle setelah menjabat tangan Nicholas dan Corradeo


“Pagi Tuan Mario, senang bisa bertemu lagi” sapa Michelle ramah


“Iya, senang bisa bertemu Nona Michelle lagi” ucap Mario masih dengan senyum lebarnya


Michelle duduk di samping Nicholas, berhadapan langsung dengan Mario dan Rian, sedangkan Corradeo duduk di sofa lain di antara mereka.


“Jujur saja, saya pribadi sangat kagum dengan Nona Michelle.. banyak CEO berpengalaman yang mengajukan langsung tapi saya tolak.. Nona Michelle menjelaskan semuanya dengan sangat baik, saya sangat suka bagaimana Nona Michelle menjelaskannya tanpa perasaan grogi dan hilang fokus.. anda sangat berpotensi Nona Michelle” ucap Mario memberikan banyak pujian untuk Michelle


“Terima kasih Tuan Mario, tapi saya lebih suka menerima kritikan daripada pujian” jawab Michelle dengan senyum ramahnya


“Lihat, Nona Michelle selalu seperti itu bahkan setiap saya memujinya” ucap Mario mengadu


“Nona Michelle memang rendah hati Tuan Mario” ucap Nicholas ramah


“Ah ya, maksud kedatangan kami kemari untuk membahas pengajuan kerjasama dari Nona Michelle beberapa hari lalu” ucap Mario mulai serius


“Apa Tuan Mario akan memberikan keputusannya sekarang ?” tanya Corradeo penasaran


“Iya, Tuan Melviano.. saya akan memberikan keputusannya setelah saya tahu berapa persen yang akan perusahaan X dapatkan ?” tanya Mario


Masih tentang keuntungan juga -batin Michelle


“Kita sepakati perusahaan X akan menerima enam puluh lima persen dan perusahaan Melviano Corp. tiga puluh lima persen, apa cukup memuaskan Tuan Mario ?” tanya Corradeo


“Apa saya boleh merubah angkanya ?” tanya Mario dengan senyumnya


“Silahkan, kita bisa pertimbangkan lagi setelahnya” jawab Corradeo dengan senyum lembutnya


“Saya minta lima puluh banding lima puluh.. saya teringat kata-kata Nona Michelle akan peningkatan perusahaan, ini sangat menarik bagi saya pribadi.. cara pemikiran Nona Michelle sangat terbuka bahkan di depan perusahaan yang mungkin akan menolaknya” jelas Mario


Nona Michelle memang bener-bener hebat, dia nggak pernah berusaha buat menarik perusahaan lain seperti yang orang lain pikirkan -batin Dion


Kalau Tuan Nicholas mungkin nggak berani buat bilang seperti itu -batin Gery


“Apa Tuan Mario sungguh-sungguh memberikan keuntungan yang sama untuk perusahaan Melviano Corp. ?” tanya Nicholas tegas

__ADS_1


“Ya.. saya sangat sungguh-sungguh.. saya tidak ragu dengan ucapan saya, saya sudah melihat profil perusahaan Melviano Corp. bahkan profil Tuan Nicholas dan Tuan Melviano sekalipun.. saya masih penasaran bagaimana profil Nona Michelle sebenarnya” jawab Mario masih penasaran


“Apa Tuan Mario sangat penasaran tentang saya ? Tuan Mario sudah melihat bagaimana cara saya bekerja, seperti itu lah saya” ucap Michelle tersenyum tipis


“Hahahaha.. Nona Michelle benar-benar menarik.. apa kita bisa tandatangani perjanjian kerjasamanya sekarang ?” tanya Mario dengan senyum lebarnya


“Serius Tuan ?” tanya Niholas tidak percaya


“Kak” bisik Michelle sambil menyikut tangan Nicholas


“Ah.. maaf, maksud saya apa Tuan Mario sungguh-sungguh menyetujui kerjasama ini ?” tanya Nicholas meluruskan pertanyaannya


“Iya, saya sangat serius.. saya menantikan kerjasama dengan perusahaan Melviano Corp.. saya rasa kalau Nona Michelle saja sangat menarik perhatian saya, bagaimana dengan Tuan Nicholas dan Tuan Melviano sendiri, ya kan ?” tanya Mario dengan lembutnya


“Dion, bawa surat perjanjiannya” ucap Corradeo dengan senyum terbaiknya


Selembar surat perjanjian sudah berada di atas meja menghadap Mario dan Rian.


Mario sudah menyiapkan pulpennya dan bersiap tandatangan di atas kertas itu.


“Maaf Tuan Mario.. apa bisa anda baca terlebih dahulu isi surat perjanjiannya ? saya rasa akan cukup adil kedepannya kalau sama-sama tahu isi surat perjanjian itu kan ?” tanya Michelle menahan Mario


Ya kan ? Nona Michelle sangat teliti.. bahkan saya sengaja melakukannya untuk melihat bagaimana respon mereka.. -batin Mario


“Baiklah, terimakasih Nona Michelle sudah mengingatkan” ucap Mario tersenyum tipis


Memang sungguh perempuan yang luar biasa.. disaat yang lainnya fokus dengan kebahagiaan mereka, Nona Michelle lebih fokus dengan perjanjiannya.. bahkan Tuan Mario sudah seringkali sengaja seperti ini tapi tidak banyak yang sadar dengan perilakunya -batin Rian


Surat perjanjian sudah ditandatangi oleh kedua belah pihak. Mario dan Rian langsung pamit meninggalkan perusahaan Melviano Corp..


Michelle, Nicholas, dan sekertaris mereka serta Dion mengantar Mario dan Rian sampai lobby perusahaannya.


Selepas kepergian Mario dan Rian, Niholas langsung memeluk Michelle dan memutar tubuh adiknya dengan perasaan bangga.


Bukan cuma ketiga sekertaris yang berdiri di belakang mereka yang ikut tersenyum, tapi semua karyawan disana yang melihat Kakak beradik itu ikut tersenyum dan tersentuh.


“Kakak bangga banget sama kamu honey” ucap Nicholas memeluk erat Michelle


“Hahahaha.. Kakak emang harus bangga sama aku” jawab Michelle yang membalas pelukan Nicholas


Michelle melepaskan pelukannya dari Nicholas lalu menatap ke seluruh karyawannya.


“Selamat kembali bekerja semuanyaaa.. makasih udah bekerja dengan baik di perusahaan Melviano Corp.” ucap Michelle dengan ramahnya


Semua karyawan tersenyum haru melihat Michelle, Nicholas ikut tersenyum lalu Nicholas menggandeng tangan Michelle dan masuk ke dalam lift.


**

__ADS_1


__ADS_2