
Sampailah mereka di satu lokasi dimana ke empat teman Michelle sudah berada disana.
Setelah Michelle, Mario, dan para pengawalnya memarkir kendaraannya, Michelle mengajak Mario menemui teman-temannya.
Michelle melakukan tos ala pertemanan mereka ditambah sama Kyra sebelum mengenalkan Mario.
“Mario, kenalin mereka temen-temenku, guys kenalin ini Mario” ucap Michelle
Mereka saling berjabat tangan satu sama lain lalu Mario melihat ke sekeliling dimana ada beberapa tembok besar yang masih polos dan ada beberapa tas hitam.
“Kita mau ngapain kesini Cel ?” tanya Mario
“Bikin mural, itu hobiku dari dulu sama mereka ini, ikutan ya” ajak Michelle dengan polosnya
“Mu.. mural ?” tanya Mario tercengang
“Iya, mural” jawab Michelle yang memasang raut wajah bingungnya
“Kamu aja, aku nggak ikutan” ucap Mario
“Ya udah, tapi kalau berubah pikiran, nyusul aja ya” ucap Michelle tersenyum tipis
Michelle memberikan tas, jaket, dan sarung tangannya ke Alec lalu berjalan memakai slayer khusus paintingnya menemui teman-temannya yang sibuk memilih pilox.
Terlihat Ezra tengah membagi temboknya masing-masing yang tidak terlalu besar dan cukup untuk diri sendiri.
Michelle sudah mengambil piloxnya dan menyemprotkannya ke tembok.
..
Entah sudah berapa lama Michelle melakukannya yang pasti Mario memilih duduk di dalam mobil entah apa yang dia lakukan di dalam sana.
Selesai dengan temboknya masing-masing, mereka beralih ke tembok besar dimana mereka membuat satu karya bersama.
“Michelle” panggil Mario
Michelle menoleh, melihat Mario yang berdiri di sisi mobilnya membuat Michelle berjalan ke arah Mario.
“Kenapa ?” tanya Michelle
“Aku minta maaf, aku nggak bisa terima kamu yang seperti ini” jawab Mario
“Tapi kamu tahu kan aku nggak suka berubah demi orang lain, dan ngerubah orang lain demi aku sendiri” ucap Michelle serius
“Iya, hhuuhhh.. lebih baik kita berteman sebagai rekan kerja” ucap Mario menjulurkan tangannya
“Tangannya kotor, sorry” ucap Michelle menunjukkan kedua tangannya yang belepotan karena pilox
“Oke, nggak apa-apa.. aku akan tunggu sampai kamu selesai habis itu aku antar pulang” ucap Mario
__ADS_1
“Nggak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri, lagian ada temen-temenku dan mereka” ucap Michelle menunjuk kecil ke teman-teman dan pengawalnya
“Aku yang jemput kamu ke rumah, aku juga yang antar kamu pulang” ucap Mario
“Tapi beneran nggak apa-apa, daripada disini nggak ngapa-ngapain juga kan ? nggak apa-apa kok” ucap Michelle tersenyum lembut
“Michelle, aku bener-bener minta maaf” ucap Mario sedih
“Iya aku ngerti, aku bukan tipe kamu” ucap Michelle
“Kamu tipe aku Cel, kamu punya semua yang aku cari, tapi lihat sisi kamu hari ini berbanding terbalik dari harapan aku, maaf Michelle” ucap Mario
“Iya Rio, nggak apa-apa, lagian kita masih bisa temenan kan ?” ucap Michelle tersenyum tipis
“Iya.. boleh aku peluk kamu ?” tanya Mario hati-hati
Michelle tersenyum membuat Mario mendekat dan memeluk erat Michelle.
“Im so sorry Michelle, aku bener-bener sayang sama kamu” ucap Mario lirih
“Thanks Rio” jawab Michelle
Mario melepaskan pelukannya pada Michelle lalu terpaksa masuk mobil membiarkan salah satu pengawalnya mengendarai motornya dan keluar dari halaman gedung.
“Yeeayyy !! sekarang Kak Axel nggak ada saingannya lagi” ucap Kyra penuh semangat
“Kata siapa ? nggak inget Fares ?” tanya Michelle
Michelle kembali melanjutkan muralnya, setelahnya dia menyuruh para pengawalnya untuk jaga jarak seperti dulu karena dia mau menghabiskan waktunya bersama ke empat temannya tanpa memikirkan statusnya sebagai anak Melviano.
Mereka makan bakso di kedai Bang Joko langganan Michelle dan ketiga temannya dulu saat masih kuliah.
Kyra ? Dia sudah terbiasa makan makanan kaki lima semenjak berteman sama ketiga lelaki itu.
Setelah makan bakso, mereka makan batagor kesukaan Kyra yang sudah pasti di dalam kafe sampai sore tiba lalu pulang ke rumah masing-masing.
..
Sampai rumah, Nicholas dan Xavier sudah menunggu Michelle pulang. Tanpa basa basi lagi mereka langsung melontarkan berbagai pertanyaan ke Michelle yang masih diam sambil berjalan masuk ke kamarnya.
“Kaakkakkk” rengek Michelle mendengus kesal
“Jelasin dulu kamu punya niat apa ketemu sama Mario kayak gini ?” tanya Nicholas
“Aku mau mandi dulu” ucap Michelle berjalan masuk ke kamar mandinya
“Kakak tunggu dibawah ya” teriak Xavier
“Iiyyaaaaaaa” teriak Michelle balik
__ADS_1
..
Selesai mandi Michelle turun menemui keluarganya, lebih tepatnya para lelakinya karena Leonore sengaja mengajak Amber dan Zeira bermain di ruangan lain.
“Minggu lalu aku udah bilang ke Mario kalau aku nggak suka sama dia tapi dia minta kesempatan lagi, jadinya aku minta minggu ini ketemu tapi dengan penampilan kayak gini dan lagi aku juga minta dia kendarain motornya..
Yaa dia lihat penampilan aku aja langsung risih tapi aku tahu dia lagi tahan hal itu..
Dan aku juga udah minta tolong sama Kyra, Ezra, Saddam, Daffin buat painting kayak dulu lagi, jadi tadi aku ajak dia kesana..
Aku ajak painting juga tapi dia nolak dan makin kelihatan dia mau buru-buru pergi dari sana..
Habis itu dia manggil aku dan minta maaf, dia akuin dia suka sama aku tapi dia nggak bisa nerima sikap aku yang kayak gini..
Tapi tenang aja, dia nggak mutusin kerjasamanya kok, kita balik jadi rekan kerja kayak dulu lagi” jelas Michelle panjang lebar
“Maafin Daddy ya darling” ucap Corradeo sedih
“Nggak apa-apa Dad” ucap Michelle tersenyum lembut
“Terus hubungan kamu sama Axel gimana ?” goda Xavier
“Oh jadi pilihan kamu anaknya Oliver” goda Corradeo
“Mana ada.. aku cuma sekali jalan sama dia doang” protes Michelle
“Kamu suka nggak sama Axel ?” tanya Nicholas
“Ng.. nggak.. ngapain banget aku suka sama dia ?” elak Michelle memalingkan wajahnya
“Kamu nggak pinter bohong honey” ucap Xavier
“Aku janji aku nggak bakalan pacaran sama si gunung es itu” ucap Michelle mengepalkan kedua tangannya penuh keyakinan
“Yakiiinnnn ?” goda Nicholas
“Yakin !” jawab Michelle sungguh-sungguh
“Cel, kalau kamu mau, Daddy bisa atur pernikahan kamu sama Axel” ucap Corradeo serius
“Hah !!! kayaknya Daddy ketularan Kakak, udah ah aku mau masuk kamar, aku nggak minat punya pacar” ucap Michelle langsung berjalan cepat meninggalkan ketiga lelakinya
“Daddy serius mau jodohin Michelle sama Axel ?” tanya Nicholas
“Kalau Michelle suka, lagian Daddy kan kenal sama keluarga Oliver” jawab Corradeo dengan tenangnya
“Jangan lakuin itu Dad, biarin Michelle temuin cintanya sendiri” ucap Xavier
“Iya iya, kalian posesif banget kalau udah tentang adik kesayangan kalian itu” gerutu Corradeo
__ADS_1
**