
Nicholas masuk bersama ketiga teman setianya, belum bertanya pun mereka langsung berjalan ke pintu kamar dimana mereka mendengar suara Michelle.
“Oh come on ***** ! hide as much as you want, but trust me, I will find you, and I will kill you, hahahaha !!” ucap Michelle dengan tawa jahatnya
“Thank you greeny !! gosh fucking !!! oh yeah Im really excited because I just embarassed the people around me.. hemm, really ? you want to help me ? you guys ? oh you guys so sweet.. okay not right now, wait until we will be a winner from the fucking chicken bastard !!!!” ucap Michelle
Para lelaki itu bingung apa yang Michelle bicarakan dari headphonenya, siapa pula yang mau membantu Michelle akan masalahnya itu.
“Yeeahhhh !! we are a winner !! wuuhhuuuu !!” teriak Michelle merentangkan kedua tangannya ke atas
“Oh okay I will check my email, thanks before guys, see you, I must back for worked” pamit Michelle
“Michelle” panggil Axel
Michelle mendongakkan kepalanya dan langsung merubah posisinya jadi berdiri di samping tempat tidur sambil merapihkan sedikit pakaiannya.
“Kamu main apaan sih sampai ngomongnya kayak gitu ?” tanya Axel
“Eum.. pokoknya game lah, kenapa kalian hobi banget nontonin orang lagi main game diem-diem ?” tanya Michelle
“Anak ini ! orang tuh pada khawatir, disini malah enak-enakkan main game !” ketus Nicholas
“Tapi Cel, kayaknya game yang lo mainin seru juga, ajak gue dong biar nggak mikirin kerjaan terus” ucap Joshua
“Boleh banget, download dulu aja nanti malem kita on lagi” ucap Michelle
“Michelle” panggil Nicholas dengan suara rendahnya
“Ya Kak” jawab Michelle langsung berdiri sigap layaknya prajurit terlatih
“Apa rencana kamu sekarang ?” tanya Nicholas
“Eum.. menghindar dari ratu” jawab Michelle
“Astaga Michelle, lo nggak serius mikirin masalah lo ini ?” tanya Fares
“Belum waktunya, tapi gue udah tahu apa yang mesti dilakuin kok, so kalian tenang aja” jawab Michelle
“Mau sampai kapan headphonenya dipakai ?” tanya Axel
Michelle langsung melepaskan headphonenya dan tersenyum kaku.
“Mau sampai kapan kamu ngebiarin masalah ini ?” tanya Nicholas khawatir
“Kakak jangan khawatir, aku tahu apa yang mesti aku lakuin” jawab Michelle
Nicholas langsung mendekat dan memeluk erat Michelle.
“Im so scared.. Im scared you will get hurt again honey” ucap Nicholas
“Kakak, aku bisa jaga diri aku.. sekarang ayo kita meeting lagi !” ucap Michelle penuh semangat
“Promise me you will always be fine” ucap Nicholas memegang kedua pipi Michelle
“Im promise baby, I have you by my side” jawab Michelle tersenyum lembut
“Hei ! kamu lupain aku” protes Axel ketus
“Ya ya ya, sorry my iceberg” ucap Michelle
Nicholas, Fares, dan Joshua tertawa mendengar panggilan sayang dari Michelle sementara Axel cemberut kesal dan langsung keluar meninggalkan mereka.
Setelah Michelle mengganti penampilannya lagi, dia kembali ke ruang meeting bersama Nicholas, Fares, Joshua, dan tentu saja Emily.
Axel sudah duduk di kursinya dengan wajah cemberut kesal dan sengaja memalingkan pandangannya dari mereka.
“Papa ha letto la notizia (Daddy udah baca beritanya)” bisik Corradeo tajam
__ADS_1
“Mi dispiace Papa (maafin aku Daddy)” bisik Michelle
“Spiagare stasera (jelasin malam ini)” ucap Corradeo tegas
Michelle tersenyum sambil menundukkan kepalanya sopan.
..
Meeting kembali berlangsung, Michelle malah fokus melihat beritanya sendiri di layar ponselnya membuat Corradeo yang duduk di sampingnya merasa sedih dan ingin sekali memeluk anaknya itu.
Di kursi lain terlihat Jack tersenyum sinis melirik Michelle.
Rasakan Michelle !! itu akibatnya karena udah berani nolak gue ! ternyata antisipasi gue dari awal nggak sia-sia, sekarang lo bakalan kalah dan bertekuk lutut di depan gue !! -batin Jack sinis
Dalam berita itu tertulis kalau..
“Michelle ‘si misterius girl’ yang menjabat sebagai CEO wanita muda di perusahaan terbesar Melviano Corp. bukanlah wanita baik-baik seperti yang sebelumnya diketahui”
“Jangan tertipu dengan wajah cantik dan kepintaran Michelle ! dia adalah wanita rendahan dan dekat dengan banyak pria tampan dan mapan !”
Michelle pun membuka salah satu forum yang paling ramai dikunjungi karena beritanya itu.
“Pantes aja nggak tahu dari mana asalnya dan langsung jadi CEO, ternyata caranya semurahan ini !”
“Astaga gue nyesel selama ini ngefans sama CEO cantik M”
“Tahu aja lagi cowok-cowok yang ganteng, mapan, masih muda, tajir melintir”
“Menang cakep doang, ternyata murahan !”
“Inget kasus model dobel A itu nggak sih ? si M itu loh yang jeblosin ke penjara, pantes aja menang kasusnya ternyata yang dukung orang hebat semua”
“Gue nggak bisa bayangin gimana perasaan keluarganya sekarang, gimana perasaan ORANG TUAnya sekarang”
“Gue masih netral, gue pernah kok nggak sengaja lihat M di mall dan dia ramah tuh walaupun emang muka cantiknya tegas gitu"
“Gue karyawan perusahaan XX, dulu.. si C suka sama si NM terus karena si M ini cemburu jadilah dia mutusin kerjasama perusahaan Melviano Corp. sama perusahaan XX, gila kan ?”
“Gila si M pakai apaan sih bisa segitu hebatnya”
Tidak kuat lagi, Michelle mematikan ponselnya dan menundukkan kepalanya berharap semua kata-kata itu lenyap tapi malah terngiang-ngiang di dalam pikirannya.
Baru kali ini Michelle tidak fokus ke meetingnya membuat Nicholas yang sedang melakukan presentasi jadi sedih melihat adik kesayangannya itu tertunduk menahan kesedihannya sendiri sampai membuat presentasinya tidak lancar.
Gue udah bikin malu keluarga sama temen-temen gue.. perusahaan mereka juga kena imbasnya.. apa gue mesti lakuin itu sekarang ? gue belum mau tapi gue nggak punya cara lain yang bikin mereka semua sadar.. -batin Michelle gelisah
..
Meeting selesai tapi Michelle masih melamun memikirkan berita dan cara mengatasi hal itu.
“Michelle !” teriak Corradeo
Michelle langsung berdiri sambil membungkukkan setengah tubuhnya ke arah Corradeo.
“Maaf Tuan Besar” ucap Michelle
“Meeting udah selesai daritadi, lihat sekeliling kamu !” ucap Corradeo menahan kesal
Michelle melirik ke sekitarnya dan ternyata cuma ada orang-orang terdekatnya. Dia langsung berdiri tegak namun wajahnya masih tertunduk.
“Sekarang kita pulang ! kita bicarain masalah ini sama-sama” perintah Corradeo tegas
“Yes Dad” jawab Michelle
Michelle berjalan keluar mengikuti langkah kaki Corradeo sambil tertunduk dan mengepalkan kedua tangannya.
Beruntung Michelle punya sekertaris pribadi yang setia padanya, Emily menyeimbangi langkahnya di samping Michelle lalu menepuk pelan bahu Michelle.
__ADS_1
“Saya akan selalu berada di sisi Nona” ucap Emily sungguh-sungguh
“Makasih banyak Ly” ucap Michelle tersenyum tipis dan mulai meregangkan kepalan tangannya
..
“Cos’è questo ? chi ha osato fare un articolo sul mio giovane Michelle?
(Apa-apaan ini ? siapa yang berani membuat artikel tentang Young Michelle ku ?)”
“Sto ancora esaminando il signor, secondo un rapporto di Emily, la signorina Michelle sospetta qualcuno che hai appena incontrato
(saya masih mencari tahu Tuan Besar, tapi menurut laporan Emily, Nona Michelle mencurigai seseorang yang baru Nona temui)”
“È ora che andiamo lì, Dom?
(Apa sudah waktunya kita kesana Dom ?)”
“Voglio andarci anche io, ma Corre ... quel ragazzo insiste ancora per dirci di non andarci
(aku pun mau kesana, tapi Corre.. anak itu masih bersikeras melarang kita kesana)”
“Signore, dai risultati della relazione di Emily, la signorina Michelle sta preparando una soluzione al suo problema che la signorina Michelle spiegherà alla sua famiglia e ai suoi cari
(Tuan Besar, dari hasil laporan Emily, Nona Michelle tengah mempersiapkan penyelesaian permasalahannya yang akan Nona Michelle jelaskan ke keluarga dan orang-orang terdekatnya)”
“Oh wow! Molto rapidamente il ragazzo ha trovato un modo per risolvere il problema
(oh wow ! cepat sekali anak itu menemukan cara menyelesaikan masalahnya)”
“Hahaha .. lei è davvero il mio giovane Michelle
(hahaha.. dia benar-benar Young Michelle ku)”
“Dobbiamo tacere Dom?
(Apa kita tetap berdiam diri Dom ?)”
“Ci andremo senza che Corre e Daniel lo sappiano, ma ancora non possiamo aiutare Michelle
(kita akan ke sana tanpa sepengetahuan Corre dan Daniel, tapi tetap kita tidak bisa membantu Michelle)”
“Che peccato, anche se volevo incontrare mio nipote
(sayang sekali, padahal aku mau bertemu dengan cucuku)”
“Pazzo eh! Michelle non è tuo nipote!
(Gila ya ! Michelle bukan cucumu !)”
“è la ragazza di Axel, Dom
(dia pacarnya Axel, Dom)”
..
Sudah berada di halaman rumah, Michelle memakai earphone bluetooth tanpa kabelnya dan mengurai rambutnya sengaja menutupi telinganya yang sudah terdengar lagu dari sana. Michelle melakukannya karena dia melihat mobil Ezra terparkir di halaman parkir rumahnya yang sudah pasti Kyra sudah berada di dalam rumahnya.
Michelle berjalan masuk bersama Emily menyusul Corradeo dan yang lainnya.
Baru melangkah masuk, Kyra yang melihatnya langsung berjalan dengan langkah besar dan wajah kesalnya ke arah Michelle.
Tinggal dua langkah lagi Kyra bisa menggapai tubuh Michelle, Michelle langsung mengeluarkan seekor tikus putih dari balik tangannya karena saat istirahat tadi Michelle sempat menyuruh Alec mencari seekor tikus putih kecil yang jinak dan di masukkan ke dalam kandang kecilnya.
Kyra langsung berteriak saat melihat tikus putih berada tepat di depan wajahnya membuat semua penghuni rumah disana berlarian ke arah suara teriakkan Kyra.
Nona Michelle tahu bagaimana mengatasi Nona Kyra, hebat sekali.. seandainya aku bisa memakai earphonenya juga -batin Emily kagum
__ADS_1
Ezra langsung menarik Kyra ke dalam pelukannya sementara Michelle memasukkan tikusnya ke dalam kandangnya lagi.
**