Ms. Perfect

Ms. Perfect
Pernyataan Michelle & Axel


__ADS_3

“Apa yang habis ketemu Kakak ?” tanya Nicholas yang baru pulang


“Uncle Nick !!” teriak Zeira yang langsung berlari ke pelukan Nicholas


“Nggak kangen Daddy ?” tanya Xavier yang berjalan ke arah Nicholas


Nicholas menurunkan Zeira membiarkan anak kecil itu berlari ke dalam pelukan Daddynya yang langsung menggendongnya dan menciumi wajah anaknya itu.


“Aku siapin air mandi dulu buat kamu” ucap Amber bangun dari duduknya


“Nggak usah, kamu disini aja” ucap Xavier tersenyum lembut


“Yap, Mommy disini aja, bial aku yang siapin ail buat Daddy mandi, come on Dad !” ajak Zeira menunjuk ke arah tangga


“Loh, Daddy doang ? Uncle nggak nih ?” tanya Nicholas cemberut


“Nggak, hehehehe.. ayo kita ke kamal !” ajak Zeira penuh semangat


“Mau kemana ? Grandpa ditinggalin gitu aja padahal baru pulang” keluh Corradeo


“Nanti ya Glandpa, ayo ayo buluan naik” ucap Zeira dalam gendongan Xavier sambil mengajak Nicholas


Corradeo duduk di samping Leonore dengan wajah ditekuknya.


“Apa-apaan itu, ngingetin sama cewek yang maunya deket sama kedua Kakaknya yang ganteng-ganteng itu aja” sindir Corradeo ketus


“Udah dong Dad” rayu Leonore mengelus lembut bahu Corradeo


“Bisa-bisanya Daddy diurutan paling belakang terus” gerutu Corradeo lagi


Michelle pindah duduk di samping Corradeo lalu memeluk tangan Corradeo dan menyandarkan kepalanya disana.


“Daddy mandi dulu yuk, aku siapin air buat Daddy mandi, kayak Zeira buat Kak Vier” rayu Michelle


“Cih, ngerayu kok nyontek sama anak kecil” ketus Corradeo


“Ya udah deh Daddy ku yang ganteng ini mau apa ? aku bakalan turutin apapun itu” ucap Michele penuh keyakinan


“Daddy cuma mau kamu jadi anak Daddy, lebih perhatian sama Daddy daripada sama kedua Kakak kamu yang ganteng-ganteng itu” ketus Corradeo


“Aduh aduh Daddy ku yang ganteng lagi cemburu, jadi cinta mati mati sama Daddy Corre” rayu Michelle


“Kalau Daddy cinta mati mati terus Kakak kamu itu apa ?” tanya Corradeo sedikit melembut


“Kakak ya cinta mati mati mati mati mati juga Dad” jawab Michelle


Corradeo langsung bangun dari duduknya.


“Apaan itu matinya banyakan mereka, bikin kesel aja, udahlah mending Daddy mandi pakai air dingin sekalian” ketus Corradeo


Corradeo berjalan sambil terus menggerutu kesal diikuti Leonore yang setia mengelus lembut bahu Corradeo.


“Kakak tinggal ke kamar dulu ya” ucap Amber dan dijawab anggukkan Michelle dan Axel


“Uncle Corre lucu ya kalau lagi kesel gitu, ngingetin aku sama cewek bar-bar” sindir Axel


“Cewek bar-bar ? siapa ? lo udah punya cewek ?” tanya Michelle menyelidik


“Hemm, mungkin.. cewek bar-bar, jadi kangen” goda Axel


“Axel !” teriak Michelle pelan


“Kenapa sih Cel ?” tanya Axel menahan senyumnya


“Lo.. lo udah ambil ciuman pertama gue dan sekarang lo bilang lo udah punya cewek si bar-bar itu ?” tanya Michelle dengan nafas tidak teratur


“Aku nggak bilang kayak gitu Michelle” ucap Axel dengan tenangnya


“Cih, sana pulang !” usir Michelle ketus


“Nggak” jawab Axel menantang

__ADS_1


Michelle menggaruk kepalanya yang gatal memikirkan lelaki yang duduk di seberangnya itu dengan kesal sementara Axel cuma tersenyum melihat Michelle yang terbakar api cemburu.


..


Michelle makan malam bersama keluarganya dan Axel. Dia memilih duduk di antara kedua Kakaknya membiarkan Axel duduk di depannya bersama Leonore.


Nicholas dan Xavier seringkali melirik tajam Axel tapi Axel berusaha tenang mengingat kesalahannya.


Selesai makan malam, kedua Kakak Michelle menyuruh Michelle dan Axel ikut ke ruang kerja Nicholas.


Di dalam sanalah Michelle dan Axel di sidang.


Michelle duduk bersebelahan bersama Axel sementara kedua Kakaknya duduk tegas di depannya.


“Jadi, cowok ini yang berani cium kamu ?” tanya Xavier to the point


“Iya Kak” jawab Michelle tidak berani menatap ke Kakaknya


“Kamu nggak marah dia cium kamu ?” tanya Nicholas


“Maaf Kak, aku malah bales” jawab Michelle meremas bantal sofa di pangkuannya


“Hah ?!!!” ucap Nicholas dan Xavier tercengang


Michelle langsung berlutut di depan kedua Kakaknya sambil menunduk dan mengatupkan kedua tangannya.


“Maaf Kak, maafin aku” mohon Michelle dengan tangannya yang bergetar


“Michelle” panggil Axel tidak tega


“Kakak please maafin aku, aku akan turutin apapun yang Kakak minta, aku janji Kak, please” ucap Michelle mempertahankan posisinya


Sementara itu Nicholas dan Xavier menyandarkan kepalanya sambil memijit keningnya.


“Nick, Vie, gue juga minta maaf, gue nggak ada niat buat manfaatin dan mainin perasaan Michelle, sumpah deh” ucap Axel sungguh-sungguh


“Michelle” panggil Nicholas dengan suara rendahnya


“Apa kamu suka sama Axel ?” tanya Nicholas tegas


Michelle sempat menatap kedua Kakaknya yang tegas menatapnya dan langsung menundukkan kepalanya lagi.


“Dulu..” jawab Michelle pelan


“Whatt !!!” ucap Axel terkejut


“Jadi sekarang kamu nggak suka sama Axel lagi ?” tanya Xavier


Michelle menggelengkan kepalanya.


“Kenapa ? apa karena Kakak marah ?” tanya Nicholas


“Selain itu.. dia bilang dia kangen sama cewek bar-bar, aku tanya itu ceweknya dia malah jawab mungkin” jawab Michelle mengadu


Nicholas dan Xavier langsung menatap tajam Axel.


“Kalian salah paham, sumpah.. gue berani sumpah cewek bar-bar itu Michelle, gue nggak bohong.. kalau nggak percaya kalian bisa cek isi ponsel gue, gue nggak simpen foto dan nomor cewek lain selain Mommy, Kyra, sama Michelle” ucap Axel menaruh ponselnya di tengah meja


Xavier memegang kedua bahu Michelle dan menyuruhnya kembali duduk.


Michelle pun kembali duduk di samping Axel dan masih menundukkan kepalanya.


“Michelle, Kakak tanya sekali lagi, kamu suka sama Axel apa nggak ?” tanya Nicholas tegas


“.. maaf Kak” jawab Michelle


“Kalau yang Axel bilang itu bener apa kamu masih mau bilang kalau kamu nggak suka sama Axel ?” tanya Nicholas lagi


“Tapi Kak..” ucap Michelle mau protes


“Bukan itu jawaban yang Kakak minta” ucap Nicholas datar

__ADS_1


“Iya, aku suka sama Axel, Kak” jawab Michelle pelan


Ketiga lelaki itu menyandarkan punggungnya di sofa merasa lega mendengar jawaban Michelle.


“Apa kamu cinta sama Axel ?” tanya Xavier


“Aku nggak tahu Kak, aku kan belum pernah ngerasain namanya jatuh cinta beneran” jawab Michelle memeluk bantal sofa


“Axel” panggil Nicholas


“Lo serius sama adik kesayangan gue ?” tanya Nicholas tegas


“Serius Nick” jawab Axel tegas


“Apa lo bisa lakuin apa yang selama ini gue sama Vier lakuin demi Michelle ?” tanya Nicholas masih tegas


“Bisa !” jawab Axel sungguh-sungguh


“Apa jaminannya kalau lo gagal ?” tanya Xavier


“Diri gue sendiri jaminannya” jawab Axel membuat Kakak beradik itu menatap dalam-dalam


“Kalian boleh bales dendam kesalahan gue ke Michelle, kalau sampai gue nyakitin Michelle.. mau yang lebih sakit pun gue terima” ucap Axel penuh keyakinan


Nicholas dan Xavier saling menatap mengirim telepati lewat tatapan mereka lalu menghela nafas panjang.


“Axel, gue percayain adik kesayangan gue di tangan lo” ucap Xavier tegas


“Michelle, Kakak ijinin kalau kamu mau pacaran sama Axel” ucap Nicholas


Michelle dan Axel langsung menatap Nicholas dan Xavier. Axel langsung melebarkan senyumnya berbeda sama Michelle yang menundukkan kepalanya lagi.


“Tapi aku udah janji nggak bakalan pacaran sama gunung es Kak” ucap Michelle


“Nggak apa-apa, lagian dia Axel bukan gunung es” ledek Nicholas


“Tapi Kakak marah tadi siang” ucap Michelle


“Itu tadi, karena Kakak belum denger penjelasan kalian” ucap Nicholas dengan tenangnya


“Kakak masih marah ?” tanya Michelle melirik Nicholas


“Nggak, tapi kalau sampai Axel lakuin hal lebih dari itu Kakak bakalan marah” ucap Nicholas tegas


“Dan Axel, jangan licik ngehasut anak gue” ucap Xavier tajam


“Thanks Nick, Vier.. gue nggak akan ngecewain kalian” ucap Axel tersenyum pasti


“Kak, tapi aku nggak mau pacaran sama gunung es ini” protes Michelle


“Terserah kamu kalau nggak mau pacaran sama gunung es itu juga, tapi Kakak nggak larang kalian deket” ucap Nicholas


“Kalau nggak mau pacaran nggak apa-apa, nanti aku bisa langsung ngelamar kamu Michelle” ucap Axel sungguh-sungguh


“Gila ya ! gue belum mau nikah” gerutu Michelle kesal


Nicholas menghela nafas panjang mengingat ucapan Kyra.


“Michelle, apa yang kamu tunggu lagi ? kamu suka sama Axel dan Axel mau nikah sama kamu, kenapa kamu tolak ?” tanya Nicholas


“Aku.. aku masih belum mau nikah aja Kak” jawab Michelle menundukkan kepalanya


“Kakak tahu kamu ngumpetin sesuatu dari Kakak” ucap Nicholas menyelidik


Michelle bangun dari duduknya dan langsung keluar ruangan.


“Udah Nick jangan dibahas, Michelle belum mau jelasin” ucap Axel


“Gue ikut sedih sama Michelle yang selama ini segitu mikirin gue, dia usah dewasa dan nggak seharusnya dia lakuin itu sampai sekarang, dia mesti mikirin masa depannya juga” ucap Nicholas lirih


“Kak, aku yakin Michelle tahu apa yang dia lakuin, apalagi kalau udah tentang Kakak, aku yakin Michelle nggak salah perkiraan, Michelle kita selalu perfect Kak” ucap Xavier

__ADS_1


**


__ADS_2