Ms. Perfect

Ms. Perfect
Duel Maut


__ADS_3

Michelle membuat lingkaran untuk menjaga satu sama lain.


Terlihat keluarganya tidak terluka sedikitpun, tapi air mata yang mengering di sudut pelipis mereka membuat Michelle geram terlebih beberapa pengawal musuh menodongkan senjata ke kepala mereka.


Di sisi lain, Mario duduk dengan tenangnya sambil menghisap cerutu didampingi seorang perempuan dan beberapa pengawal di belakangnya.


“Pertama-tama, mending kalian turunin senjata kalian sebelum peluru bersarang di kepala mereka” ucap Mario tersenyum licik


Semuanya diam dan tetap pada posisinya tapi Michelle sudah mengeluarkan magazinenya dan menjatuhkan pistolnya.


“Good girl.. tapi sayang yang lainnya nggak bereaksi” ucap Mario tersenyum sinis


Melihat Mario melirik para penjaga yang menodongkan senjatanya ke kepala keluarga Melviano dan Oliver, Michelle langsung mengambil dua pistol dari saku celananya.


“Alpha uccide la guardia del corpo bersaglio, Bravo uccide l’altra guardia del corpo bersaglio, Fares, Josh ci protegge


(alfa bunuh pengawal target, bravo bunuh pengawal target lainnya, Fares, Josh, lindungi kami !)” perintah Michelle


Dor.. Dor.. Dor..


Dalam sekejap semua pengawal musuh sudah musnah berikut yang menodongkan senjatanya ke sandera.


“Daddy, apa itu beneran Michelle ?” tanya Leonore


“Maafkan aku” ucap Corradeo


Oh my god, Daddy !! -batin Dominico tercengang


“Wow wow.. gue akuin kalian emang hebat, so, Maria, kamu bisa kalahkan perempuan itu ?” tanya Mario


“Aku akan membunuhnya Kak” jawab Maria menatap Michelle tajam


“O’ow, perubahan rencana, aku urus cewek itu ya” ucap Michelle


“Tenang aja, aku sisain Mario buat kamu” ucap Axel tersenyum sinis


“Oh tunggu sebentar..” ucap Mario tersenyum sinis


Charlie muncul dari balik ruangan dan berdiri di sisi Mario.


“Halo Nona Michelle” sapa Charlie tersenyum licik


“Jadi anda ditolong sama bajingan ini ? cih, sama aja” ucap Michelle


“Jaga mulutmu itu ya ! saya beruntung dapat pertolongan dari Tuan Mario, dan sekarang saya akan balas dendam atas kematian anak-anak saya sama kamu Michelle !!” bentak Charlie


“Mereka yang pilih jalan itu sendiri” ucap Michelle dengan tenangnya


“Dasar jalang ! kamu udah membunuh anak-anak saya dengan alasan yang nggak logis dan kamu juga udah mengambil semua milik saya !” ucap Charlie geram


“Nggak logis ? anak-anak anda itu psikopat ! si jalang terobsesi sama Kakak saya sampai memata-matai keseharian Kakak saya ! dan si bajingan itu.. dia hampir dua kali melecehkan saya dan anda bilang itu bukan alasan logis ?” jelas Michelle mengepalkan kedua tangannya


Mario berdecak mendengar pernyataan Michelle lalu tepuk tangan.


“Wow wow.. Michelle, gimana kalau lo jadi sekutu gue aja ? setelahnya gue anggap masalah ini selesai” tawar Mario


“Nanti, setelah gue minta Kakak gue congkel keluar semua organ tubuh sama mata lo itu” jawab Michelle dengan tenangnya


“Young Michelle !” ucap Dominico khawatir


“Hahahahaha !! Young Michelle ? jadi KingDom kangen sama Istrinya ? oh iya baru ngeh ternyata Axel juga buat ingetin sama Alexa ya ? astaga keluarga yang dramatis” ucap Mario


“Dad, Mommy diperkosa sebelum dibunuh, dan sekutunya yang bunuh Mommy” ucap Corradeo


Dominico dan Hugo kembali mengingat saat-saat Istrinya tewas dengan pakaian yang sudah tidak terkondisikan.


“Bajingan !!” teriak Dominico

__ADS_1


“Biar aku yang bunuh dia” ucap Hugo


Dor !


“Aaarrgghhhhh !!” keluh Xavier


“Kakak !!” teriak Michelle


“Jangan macem-macem, itu cuma tangannya yang gue tembak, sekali lagi kalian turutin permintaan gue, atau peluru selanjutnya gue tanam di kepalanya” ucap Mario


Michelle membuang pistolnya diikuti Axel, Emily, Roy, Fares, dan Joshua.


Mereka yakin dan percaya pada keputusan Michelle.


“Honey, ini bahaya, jangan turutin ucapannya, Kakak nggak apa-apa” ucap Xavier lirih


“Kakak bilang nggak apa-apa ? tangan Kakak luka dan darahnya..” ucap Michelle menggantung lirih melirik tangan Xavier yang terluka


“Jangan khawatir, kita juga turunin senjata, gue tantang Axel dan Michelle buat duel sama gue dan adik gue, Maria” ucap Mario


“Tanpa senjata” ucap Michelle mengingatkan


“Iya, tanpa senjata” ucap Maria membuang senjatanya


Mario pun membuang senjatanya diikuti Maria.


“Si bajingan itu ?” tanya Michelle menunjuk Charlie dengan ujung dagunya


“Nggak akan !” jawab Charlie tajam


“Cih, pengecut” ucap Michelle


Geram, Charlie membuang senjatanya sambil matanya menatap Michelle tajam.


“Boleh saya habisi dia lebih dulu ?” tanya Charlie


“Saya bersedia menggantikan Nona Michelle, karena saya yakin itu hanya membuang waktu Nona Michelle” ucap Emily


“Cih, gue nggak minat” ucap Maria


“Arggghhh !!” teriak Charlie memegang tangannya


Michelle melemparkan pisau belatinya dan berhasil tertancap di tangan Charlie saat Charlie hendak menembak Michelle dengan pistol lainnya.


“Udah gue bilang lo pengecut” ucap Michelle


“Mom, dont look” pinta Nicholas lirih


“Dia Michelle, Nicho.. my daughter” ucap Leonore lirih dengan air matanya yang mengalir di pipinya


Mendengarnya membuat hati Michelle sakit, tapi dia tidak bisa berhenti sekarang.


“Emily, Roy, jaga mereka baik-baik” ucap Michelle sambil memakai handwrapnya


“Lebih baik saya yang menggantikan Nona” ucap Emily


“Nanti ada saatnya kita tanding lagi” ucap Michelle tajam


“Yang menang yang akan menyelesaikan semua tugas selama seminggu ya Nona” ucap Emily


“Deal ! yang kalah harus pergi liburan ya, dan khusus buat lo, cari pacar sana” gerutu Michelle


“Deal Nona” ucap Emily


“Taruhan macam apa itu ? aneh” gerutu Hugo


“Emang mereka kayak gitu Grandpa” ucap Nicholas

__ADS_1


“Nah sekarang, kita mulai pestanya sampai mati !” ucap Mario


“Sampai mati ? siapa takut ?” tantang Axel


“Bersiaplah jalang, gue nggak pernah kasih ampun ke musuh” ucap Maria


“Haha, kayaknya lo nggak tahu siapa gue ya ? miris banget” ucap Michelle tersenyum sinis


“Michelle, dont you dare !” ucap Corradeo


“Aku nggak akan bunuh dia kalau emang nggak harus Dad, tenang aja” ucap Michelle


“Michelle, mending Emily aja yang gantiin kamu” pinta Nicholas


“Kak, kapan lagi aku dapet samsak hidup ? gratis lagi” ucap Michelle


“Ly, pakai ini buat iket luka Kak Vier” ucap Michelle memberikan slayernya


“Baik Nona” jawab Emily


“Kalian tolong jaga mereka dan cari jalan keluar” ucap Michelle pelan


“Gimana bisa Cel ?” gerutu Joshua


“Gue sama Michelle bakalan alihin Laurent, Alec masih proses cari jalan keluar karena ada pengawal lain yang dateng” jawab Axel


“Tapi Xel, ini bahaya” ucap Fares


“Tenang aja, gue sama Axel bisa urus mereka” ucap Michelle


“Ly, buruan iket luka Kak Vier, Roy, gue titip mereka” ucap Michelle


“Jangan bicara begitu Nona Michelle” ucap Roy


Michelle tersenyum tipis sementara Axel menggenggam erat tangan Michelle saat teman-teman dan sekertarisnya menepi.


“Michelle, awas !” teriak Nadine


Michelle langsung menunduk, menghindari tendangan Maria.


“Taekwondo, kurang cepet” ledek Michelle tersenyum sinis


“Cel !! bisa nggak sih lo serius dikit di depan musuh ? gue jadi geregetan !” protes Kyra


“Mesti gimana dong ? lo lihat sendiri kan dia kayak gimana ?” tanya Michelle


“Tau ah” ketus Kyra


“Apa mereka akan baik-baik aja ?” tanya Dominico


“Seriously Daddy ? Daddy pantau sendiri gimana perkembangan cucu-cucu Daddy” gerutu Corradeo


“Tapi Nonno nggak usah khawatir, my honey nggak akan kalah” ucap Xavier sambil meringis menahan sakit saat Emily mulai mengikat tangannya yang terluka


“Yeah, my Michelle is perfect Nonno” ucap Nicholas tersenyum haru


“Dad, apa Kyra sama Ezra baik-baik aja ?” tanya Daniel


“Kyra ada di rumah Dom, kalau Ezra dia ikut kesini dan berjaga di landasan” jawab Hugo


“Nonno, my daughter ?” tanya Xavier khawatir


“She is safe with Kyra, Saddam, Simon, and my guards” jawab Dominico


Xavier dan Amber tertunduk sendu, khawatir memikirkan Zeira.


**

__ADS_1


__ADS_2