
Sesampainya mereka di Amerika, mereka langsung bergegas ke markas Laurent menggunakan helikopter.
Dari atas sana Michelle bisa melihat langsung kondisi bekas markas Laurent yang sudah dia ledakkan saat itu.
Puing-puing bekas ledakkan pun masih tersisa disana bahkan sudah diberi garis polisi yang sudah lusuh.
"Libs, dove dovremmo atterrare ?
(Libs, dimana kita harus mendarat ?)" tanya Michelle
"lì Michelle, non possiamo atterrare vicino alla loro base segreta perché sapranno che stiamo arrivando
(disana Michelle, kita tidak bisa mendarat di dekat markas rahasia mereka karena mereka akan mengetahui kedatangan kita)" jawab Liboria menunjuk ke arah yang dimaksud
Michelle menganggukkan kepalanya dengan pasti lalu meminta Emily untuk memerintahkan mereka mendarat sesuai yang dikatakan Liboria.
..
"Baby, kamu yakin disini tempatnya ?" tanya Axel mengedarkan pandangan
"Honey coba kamu lihat sekitar kamu, tempat ini sepi bahkan sisa-sisa ledakkan dibiarkan gitu aja, itu tandanya tempat ini udah ditinggalin sejak kejadian itu" ucap Nicholas
"Aku percaya sama Libs, dan tempat ini dibiarin gitu aja apa kakak nggak kepikiran kalau mereka membangun ulang markas Laurent otomatis kita yang sebagai musuhnya akan tahu kalau masih ada pengikut Laurent atau bahkan keluarga Laurent yang masih hidup dan nuntut balas dendam" jelas Michelle
"Aww Michelle ku emang paling perfect, kakak aja nggak kepikiran sampai situ" ucap Xavier mencubit gemas kedua pipi Michelle
..
Mereka berjalan saling menjaga satu sama lain walaupun sudah ada Emily dan para pengawal yang menjaga mereka.
Liboria memimpin jalan menuju pintu yang berada di balik gua yang akan terhubung langsung ke markas ruang bawah tanah.
Liboria pernah diam-diam menyelidiki hal ini karena dia merasa ada kejanggalan dari Jack yang selalu menghindar darinya setiap mendapat telepon dari anak buah Laurent yang lain.
Dia memasang alat pelacak yang berukuran sangat kecil di kerah kemeja Jack yang sekaligus bisa menampilkan gambar dan suara yang jelas.
..
Tanpa ada bunyi peluru yang ditembakkan, Michelle sudah menyuruh Emily untuk memberikan setruman yang cukup kuat ke setiap musuh yang terlihat agar tidak ada suara yang menyebabkan mereka sampai ketahuan.
"Jangan jauh-jauh dari gue" ucap Michelle memegang erat tangan Kyra
"Thanks Cel" ucap Kyra merasa dirinya aman
..
"questa è la stanza (itu ruangannya)" bisik Liboria menunjuk kecil ke arah yang dimaksud
Liboria tetap memimpin jalan bersama para pengawalnya menuju pintu yang dimaksud, pelan tapi pasti pintu itu terbuka dan menunjukkan tangga yang mengantar mereka lebih dalam ke bawah tanah.
__ADS_1
"Michelle, janji sama aku ya kalau ada musuh biar aku yang urus, aku nggak mau kamu kotorin diri kamu lagi, kamu harus jaga diri, Rich dan Jerry butuh kamu" ucap Axel lirih
"Apasih malah ngomong begitu, kamu kepala keluarganya jelas kita lebih butuh kamu" gerutu Michelle sedikit kesal
"I love you so much baby, aku nggak bisa harus kehilangan kamu lagi" ucap Axel memeluk erat Michelle
"Aku juga, jadi janji kita harus keluar dari sini bareng dan hidup bahagia" ucap Michelle melepaskan pelukan Axel
Tanpa menjawab, Axel mengecup bibir Michelle lalu menggenggam tangan Michelle dan kembali berjalan mengikuti yang lainnya.
..
"Ini kayak penjara" gumam Kyra mengedarkan pandangannya
"Sepertinya ini penjara bawah tanah Nona" ucap Emily mengiyakan
"Michelle, sono sicuro che la tua famiglia è laggiù, vai, troverò un'altra via d'uscita perché sono sicuro che il nemico sta iniziando a sapere dove siamo.
(Michelle, aku yakin keluargamu ada di sebelah sana, pergilah, aku akan mencari jalan keluar lain dari sini karena aku yakin musuh mulai tahu keberadaan kita)" jelas Liboria sungguh-sungguh
Michelle mengangguk pasti sambil memegang bahu Liboria sebelum dia melanjutkan penyisiran mencari keberadaan Michelle dan Alexa.
..
Tepat di ujung koridor, Michelle dan yang lainnya bisa mendengar jelas tawa keras Jack dan suara perempuan yang memohon dengan suara lirih.
Hati Michelle terasa sakit, dia yakin Nonna dan Grandma nya tengah disiksa sama Jack.
..
Rasanya Michelle sudah gatal untuk memegang pistol maupun pisau namun harus ditahan karena janjinya untuk tidak mengotori dirinya sendiri sehingga dia cuma bisa berlindung bersama Kyra di bawah penjagaan Emily dan para pengawal setianya langsung.
..
Selesai sudah perang kecilnya, Michelle dan yang lainnya berhasil menemukan keberadaan Michelle dan Alexa yang memprihatinkan.
Tubuh kedua perempuan berumur itu sangat lusuh dengan pakaian seadanya, rambut gimbal karena tidak pernah terurus, bahkan tubuh mereka kurus sekali.
Kedua perempuan yang duduk meringkuk di sudut ruangan saling berpelukan itu tampak ketakutan dan gemetar membuat hati Michelle, Axel, Nicholas, Xavier, dan Kyra sakit melihat Nonna dan Grandma nya.
"Hahahahaha !!" tawa keras dari kegelapan karena memang penerangan disana sangat kurang
Jack muncul bersama beberapa pengawal yang menjaganya, dia tersenyum sinis melihat kedatangan tamu tidak diundang.
"Awalnya gue kaget pas anak buah gue bilang kalian dateng kesini, tapi sekarang gue tahu karena si jalang itu yang kasih tahu kalian" ucap Jack penuh emosi
Michelle tidak memperdulikan ucapan Jack, dia lebih khawatir dengan keadaan Nonna dan Grandma nya sekarang.
"Heh perempuan tua ! coba lihat siapa yang dateng" bentak Jack
__ADS_1
Michelle dan Alexa tetap pada posisinya bahkan makin mengeratkan pelukan satu sama lain.
"Ups gue lupa, mereka nggak bisa bahasa Indonesia" ucap Jack dengan senyum sinisnya
"Biar gue ceritain sedikit hal yang bikin rasa penasaran hilang..
Waktu kejadian itu, ketua Laurent udah siapin korban lain yang sesuai sama Michelle dan Alexa karena ketua Laurent langsung operasi dua korban itu biar segala bentuk dirinya sama kayak Michelle dan Alexa..
Kelanjutannya kalian tahu sendiri kan ? Selama ini Michelle sama Alexa nggak pernah mati karena ketua Laurent sekap mereka disini selama puluhan tahun, dan ya, mayat yang ada di mobil itu kw supernya Michelle dan Alexa, hahahahahahaha !!" jelas Jack penuh kepuasaan
Michelle sudah geram mendengarnya, bahkan membayangkannya saja sudah membuat Michelle hampir kehilangan kendali.
"Apa ada lagi bajingan selain lo ?" tanya Michelle tajam
"Hahahaha ! jangan berani nantang gue, lo bukan apa-apa tanpa keluarga lo" ucap Jack merasa dihina
"Dua bulan gue hidup tanpa keluarga gue tapi gue masih baik-baik aja karena orang baik akan dapat kebaikan juga dari orang lain" ucap Michelle
"Cih.. jangan ngedongeng tentang kebaikan deh, kalau lo orang baik lo nggak akan masuk ke lubang neraka kayak gini sampai-sampai dunia bawah semua takut sama lo" geram Jack
"Honey, udah, nggak akan ada habisnya ngomong sama orang kayak dia" ucap Xavier merangkul bahu Michelle
"Ly, jangan sampai Jack mati, gue mau dia hidup-hidup" bisik Michelle yang diangguki Emily
Michelle dan Kyra berlindung sementara yang lainnya sudah perang senjata.
Disudut lain Michelle dan Alexa terus berteriak histeris mendengar suara peluru yang ditembakkan dari dalam pistol.
Michelle memeluk Kyra yang ketakutan sambil menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya karena trauma dengan kejadian penculikan keluarganya dulu.
..
Tidak butuh waktu lama kemenangan berpihak pada Michelle karena memang pistol layaknya makanan sehari-hari keluarga Melviano dan Oliver.
Michelle langsung berjalan ke arah Michelle dan Alexa, dengan hati-hati Michelle mencoba memegang tangan Michelle dan Alexa yang ketakutan.
"Michelle, Alexa" panggil Michelle lirih
Bukan mendapat jawaban, Michelle dan Alexa terus menangis dan bergumam memanggil nama Dominico dan Hugo.
"Ti mancano Dom e Hugo? (apa kalian kangen sama Dom dan Hugo ?)" tanya Michelle lembut
Michelle dan Alexa langsung menatap Michelle dengan wajah penuh kekacauan dan terus bergumam menyebut nama Dominico dan Hugo.
Michelle menjulurkan tangannya sambil tersenyum lembut.
"ciao, mi chiamo Michelle, sono figlia di Corradeo
(hai, namaku Michelle, aku putri Corradeo)" sapa Michelle tersenyum lembut
__ADS_1
Michelle dan Alexa kembali bergumam dengan menyebut nama Corradeo dan Daniel sambil mata mereka terus menatap Michelle dalam-dalam.
**