
Sampai puncak, Michelle menggendong Zeira di punggungnya, anak kecil berusia hampir tiga tahun itu memeluk erat leher Michelle.
“Kamu akan kalah honey” ucap Nicholas tersenyum sinis
“Nggak ada kata kalah dalam kamus aku Kak, Kakak harus siapin hadiah buat aku” ucap Michelle sambil memakai kacamatanya
“Kalau Kakak menang, kamu harus jadi asisten Kakak di rumah sakit selama satu minggu” ucap Xavier
“Tapi kalau aku menang Kakak mesti nginep di rumah sampai Kak Nicho menikah dan lakuin segala hal yang dulu kita lakuin sebelum Kakak nikah, gimana ?” tantang Michelle
“Deal honey” jawab Xavier penuh keyakinan
“Ehem..” dehem Axel
“Kenapa ?” tanya Michelle
“Kalau kamu menang, kamu mau minta apa dari aku ?” tanya Axel yang mengusap tengkuknya
“Your future” bisik Michelle lirih
Michelle tersenyum mesum lalu beralih ke yang lainnya meninggalkan Axel yang masih memikirkan ucapan Michelle.
Apa-apaan cewek bar-bar itu ? bilangnya minta masa depan gue tapi tatapannya mesum gitu.. argh, dia minta apaan sih ? -batin Axel gelisah
Pertandingan pun dimulai, Michelle yang semula di urutan paling belakang karena membawa Zeira berhasil menyalip sampai di belakang Nicholas dan Xavier yang berada di paling depan karena sudah bisa menyeimbangi tubuhnya.
“Daddy ! Uncle Nick ! aku sama Aunty bakalan menang !” teriak Zeira
Tiba-tiba Axel menyusul dan memimpin membuat Michelle dan yang lainnya segera menyusul Axel.
“Baby, kalau kamu menang aku bakalan hadiahin my future buat kamu” goda Michelle saat melewati Axel
Axel mengernyitkan dahinya lalu kembali memikirkan ucapan Michele.
Oh my god !!! si bar-bar itu bener-bener mesum ! bisa-bisanya secara nggak langsung dia minta nyusul malem pertama kayak Kyra sama Ezra.. astaga, ini pasti hasutan Kyra lagi -batin Axel menebak
..
“Yyeeayyyy, kita menang Aunty” ucap Zeira melempar salju ke atas dengan riangnya
“Nggak bisa nih, masa gue kalah sama Michelle, padahal Michelle gendong Zeira” gerutu Joshua
“Terima nasib aja” ledek Michelle
“Sayang, kamu boleh minta hadiah sama Aunty Kyra, Uncle Fares, dan Uncle Josh ya” ucap Michelle
“Yeeayyyy !!” ucap Zeira dengan riangnya
“Aku udah minta permintaan aku ke Kak Vier sama Axel, sekarang giliran Kak Nicho” ucap Michelle
“Kamu mau minta apa honey ?” tanya Nicholas
“Aku mau Kakak serahin kerjaan Kakak ke aku selama seminggu sebelum dan sesudah Kakak nikah, gimana ?” tawar Michelle
“Nggak asik, kamu minta Vier buat deket kamu kayak dulu lagi, Kakak yakin kamu juga minta yang aneh-aneh biar tambah deket sama Axel kan ? kenapa sama Kakak malah minta tentang kerjaan ?” gerutu Nicholas
“Terus apa dong ? aku kan mesti move on dari Kakak” ucap Michelle
“Nggak ada move on ya Michelle ! pokoknya Kakak mau habisin waktu sama kamu setiap hari” ucap Nicholas memicingkan matanya
“Nggak bisa gitu dong Nick !” protes Axel
“Tahu ih Kakak ngirian aja” gerutu Xavier
Nicholas sengaja acuh dan meninggalkan mereka begitu saja.
**
Mereka ingin sekali ke pulau jeju namun karena cuaca sedang tidak mendukung karena hujan salju disana cukup lebat dan transportasi juga terhambat akhirnya mereka cuma berlibur di Seoul.
Selama tiga hari ini mereka menghabiskan waktu mereka sendiri karena beberapa di antara mereka memiliki tujuan yang berbeda.
Michelle memilih tidur karena lelah diseret kesana kemari oleh Kyra dengan tujuan berbelanja.
__ADS_1
Lagipula besok hari terakhirnya berlibur dan berburu oleh-oleh dan sudah dipastikan itu adalah hari yang paling berat untuk Michelle karena sudah tahu tentang Kyra.
..
Tring.. Tring..
Michelle meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas dengan mata masih terpejamnya itu.
“Hemm..” gumam Michelle
“Apa aku ganggu kamu ?” tanya Axel
“Banget” jawab Michelle
“Tapi sekarang udah sore” ucap Axel
“Masih sore” ucap Michelle malas
“Bangun baby, aku mau ajak kamu keluar” ucap Axel
“Tiga jam lagi aja ya” ucap Michelle
“Baby.. nanti keburu malem” ucap Axel
“Michelle..” panggil Axel
“Oh god, bangun baby” ucap Axel
Akhirnya Axel mematikan telefonnya karena Michele tidak jawab apa-apa selain terdengar hembusan nafas yang teratur menandakan Michelle kembali tidur.
Axel meminta bantuan Kyra untuk membangunkan Michelle dan memintanya bersiap karena Axel mau membawanya kencan.
Dengan banyaknya keluhan dan dengusan kesal akhirnya Michelle terpaksa bangun dari tidurnya dan menuruti kemauan Axel.
Selesai, Michelle turun mengenakan turtleneck biru langit, celana ripped jeansnya ditambah rambut yang dia ikat sedikit di bagian atasnya membuat rambut wavy longnya memberikan kesan manis.
“Si Axel mana Kak ?” tanya Michelle
“Ya udah aku pergi ya” pamit Michelle
“Hati-hati dijalan ya honey, jaga diri baik-baik” ucap Nicholas tersenyum lembut
“Aye aye kapten, bye Kak” ucap Michelle
Michelle memakai sepatu boots coklatnya selutut sambil menenteng coatnya berjalan ke Axel yang menunggunya sambil duduk di kap mobil.
“Xel” panggil Michelle
“Hei Ms. Perfect” sapa Axel tersenyum lembut
“Kita mau kemana ?” tanya Michelle
“Namsan tower” jawab Axel mengelus lembut pipi Michelle
..
Sampai di Namsan, mereka naik kereta gantung yang mengantar mereka ke Namsan towernya.
Axel melingkarkan tangannya di pinggul Michelle sambil melihat pemandangan dari atas sana.
“Baby” panggil Axel
“Hemm” gumam Michelle
“Kamu cantik” puji Axel
“Aku nggak nerima pujian Axel” ucap Michelle tersenyum tipis
“Aku nggak peduli, aku akan bilang kalau kamu cantik setiap hari, and I love you baby” bisik Axel lirih
Michelle diam, wajahnya mulai memerah padam dan tubuhnya terasa berdesir.
“You okay baby ?” tanya Axel khawatir
__ADS_1
“I.. iya” jawab Michelle
“Kamu kenapa hei ?” tanya Axel
Michelle membenamkan wajahnya di dada bidang Axel dan memeluknya erat.
“Jangan bikin aku khawatir baby” ucap Axel mengelus lembut rambut Michelle
“Aku cuma malu aja, bisikan kamu bikin tubuh aku ngerasa aneh” ucap Michelle menundukkan kepalanya
“Masa sih ?” goda Axel
“Aku serius” ucap Michelle mendongak dan mengerucutkan bibirnya
“Iya iya aku percaya baby” ucap Axel terkekeh pelan
Mereka turun bersama penumpang lainnya dan Michelle memakai coatnya karena udara disana mulai dingin.
Michelle dan Axel saling berpegangan tangan menyusuri jalan lalu berfoto bersama dan bergantian melihat bintang dari teleskop yang disediakan.
“Here baby” ajak Axel menuntun tangan Michelle
Axel mengeluarkan dua buah gembok kecil berbentuk hati dengan warna gold dan biru kesukaan mereka.
“Aku pengen kita gembok cinta kita di menara ini” ucap Axel
“So sweet” ucap Michelle tersenyum lembut
“Lihat, aku juga udah ukir nama kita di gemboknya jadi nggak ada yang bisa gantiin kamu di hati aku, dan aku juga milik kamu” ucap Axel
“Oke, jadi apa yang mesti kita lakuin ?” tanya Michelle
Axel memberikan gembok berwarna gold ke Michelle lalu Michelle memasangnya bersama gembok biru Axel.
“Baby, aku mau selamanya sama kamu” ucap Axel sungguh-sungguh
“Me too” jawab Michelle langsung memeluk erat Axel
Malam semakin larut dan para pengunjung pun mulai berkurang. Michelle berjalan keluar bersama Axel dan kembali menaiki kereta gantung.
Mereka cuma berdua di dalam sana membuat Axel segera mencium dan ******* bibir Michelle.
“Baby..” panggil Michelle lirih
“Apa permintaan kamu bisa diganti ?” tanya Axel
“Kenapa ?” tanya Michelle cemberut sedih
“Baby, aku mau jaga kamu, bukan rusak kamu.. aku di didik keras sama Daddy, dan pastinya kamu juga.. aku janji satu saat nanti masa depan aku sama kamu, aku akan kasih semua tentang aku buat kamu Michelle, only you..” ucap Axel sungguh-sungguh
Michelle tersenyum lalu langsung melingkarkan tangannya di leher Axel, mencium bibirnya dan mengabsen rongga di dalam mulut Axel.
Axel pun memeluk erat pinggul Michelle dan memperdalam ciumannya sampai terdengar decitan gairah di antara mereka.
“Baby, I need to marry you” bisik Axel lirih
“I can be your wife from now on baby” bisik Michelle menggigit kecil telinga Axel
“Aaaahhh..” lenguh Axel
“Oke cukup baby, aku ngerasa bibirku jadi tebel” ucap Michelle
“Me too, tapi aku selalu kurang dan nggak mau lepasin bibir kamu baby” ucap Axel
“Hemm” gumam Michelle cemberut
Axel terkekeh melihat wajah menggemaskan pacarnya lalu mengelap bibir Michelle yang basah karenanya.
..
Mereka candle light dinner di dekat sana yang menampilkan keindahan malam kota Seoul sebelum pulang.
**
__ADS_1