Ms. Perfect

Ms. Perfect
Gagal (Lagi)


__ADS_3

Di tengah jalan, mobil yang Michelle dan Axel tumpangi berbelok dan pergi ke arah yang berbeda.


“Kita mau kemana ?” tanya Michelle


“Bulan madu” jawab Axel


“Hei, ini nggak adil, aku mau rayain ulang tahunku sama kedua kakakku yang ganteng-ganteng” gerutu Michelle


“Lihat aku, aku ini suami kamu dan aku ganteng” ucap Axel memegang kedua pipi Michelle


“Tapi masih gantengan kakak, wlee” ledek Michelle


“Jangan harap aku lepasin kamu Michelle” ucap Axel tersenyum licik


“O’ow..” gumam Michelle panik


..


Sementara itu saat sampai di rumah, Kyra baru menyadari kalau Michelle dan kakaknya tidak ada.


“Michelle sama kak Axel mana ?” tanya Kyra


“Biarin aja, dari laporan yang Nonno terima, Axel suruh supirnya langsung ke Clinque Terre” ucap Dominico


“Anak itu udah nggak sabar rupanya” ucap Hugo terkekeh


“Oh iya.. aku sama Aunty Michelle punya hadiah buat Daddy sama Uncle Nicho” ucap Zeira


Seorang pelayan datang membawa dua kotak dengan warna hitam kesukaan Nicholas, dan merah kesukaan Xavier. Mereka mengambilnya lalu membukanya bersama-sama.


“Daddy sama Uncle suka nggak ? aku sama Aunty yang pilih loh” ucap Zeira


“Thanks my little honey” ucap Nicholas menciumi wajah Zeira


“Its beautiful, thank you my little honey” ucap Xavier memeluk erat Zeira


“Daddy..” panggil Zeira


“Yeah honey ?” tanya Xavier


“Mommy..” panggil Zeira


“Kenapa sayang ?” tanya Amber


“Boleh kan aku belajar bahasa Italia sama Aunty Michelle ?” tanya Zeira


“Boleh dong, nanti kalau kamu udah bisa kamu bisa ajarin Mommy” jawab Amber


“Tapi ada syaratnya Mom” ucap Zeira


“Syarat ?” tanya Xavier


“Iya.. Aunty Michelle mau ajarin aku bahasa Italia kalau Mommy sama Daddy udah kasih aku adik bayi” jawab Zeira


“Pftt..”


Semuanya langsung tersenyum menahan tawanya.


“Lakuin Vie, demi Zeira belajar bahasa Italia” goda Dominico


“Little honey, gimana kalau Daddy yang ajarin ? nggak perlu nunggu adik bayi” bujuk Xavier


“No Dad” tolak Zeira


“Why ? sama aja” tanya Xavier


“Beda Daddy, pokoknya Daddy sama Mommy kasih aku adik bayi aja biar Aunty mau ajarin aku” jawab Zeira


“Zeira, tidurnya sama Grandma yuk sama Grandpa juga” ajak Leonore


“Emang kenapa ?” tanya Zeira


“Mau adik bayi nggak ?” tanya Leonore


“Mauuu” jawab Zeira


“Makannya tidur di kamar Grandma ya, biar Mommy sama Daddy kamu fokus kasih kamu adik bayi” ucap Leonore


“Okay, come on Grandma kita bobo” ajak Zeira penuh semangat


“Selamat bertugas Vie” goda Nicholas menepuk-nepuk pelan bahu Xavier


Satu persatu semuanya pergi ke kamarnya masing-masing meninggalkan Xavier yang masih duduk gelisah bersama Amber.


“Sayang..” panggil Xavier


“Kita udah perjanjian tunggu Zeira tujuh tahun dulu” ucap Amber


“Tapi kasihan Zeira, ayolah, sebentar lagi kan Zeira tujuh tahun” rayu Xavier

__ADS_1


“No” tolak Amber


Amber berjalan ke kamarnya disusul Xavier yang tidak menyerah merayunya.


“Sayang, ayolah.. hitung-hitung kado ulang tahunku” rayu Xavier


“Kan dulu kamu sendiri yang bikin janji itu, jangan ingkar dong” protes Amber


“Dulu sama sekarang beda sayang, mau ya ? oke ? demi masa depan keluarga kita juga” rayu Xavier


..


Di tempat lain Michelle dan Axel sudah sampai di Clinque Terre, mereka sedang berdiri di balkon menikmati hembusan angin malam disana.


“Baby, I need you now..” bisik Axel


“Not now baby” ucap Michelle


Axel langsung menggendong Michelle dan membawanya masuk ke dalam kamar. Dia langsung ******* bibir Michelle dengan agresifnya dan merapatkan tubuh Michelle ke dinding setelah melepaskan gaun yang Michelle pakai.


“You are so damn sexy baby” ucap Axel lirih


Tidak sabar, Axel langsung membuka kemejanya tanpa melepaskan ciumannya pada Michelle.


“Baby, slow down..” ucap Michelle


“Im horny baby” ucap Axel menciumi leher Michelle


Axel langsung melepaskan sisa pakaian mereka dan merebahkan tubuh Michelle ke tempat tidur.


Dia kembali menciumi setiap inci tubuh Michelle dengan agresifnya membuat Michelle melenguh merasakan sentuhan nikmat Axel.


“Baby, wait..” ucap Michelle tiba-tiba menahan dada Axel


“Nggak sekarang baby, aku udah bersabar nunggu masa skors aku habis” ucap Axel


“Nggak bisa, aku mesti ke kamar mandi” ucap Michelle terburu-buru


Michelle langsung mendorong tubuh Axel dan berlari ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.


“Baby, you annoying” keluh Axel menyusul ke kamar mandi


“Im sorry baby, mungkin kamu belum diijinin” ucap Michelle


“Maksudnya ?” tanya Axel mengernyitkan dahinya


Michelle sudah memakai pakaian dalamnya berikut pembalut saat Axel menyusulnya masuk ke kamar mandi.


“What !! kamu dateng bulan ? sekarang ? disaat bulan madu kita baru mau dimulai ?” tanya Axel tercengang


“Maaf” ucap Michelle


Axel mendengus kesal dan keluar kamar mandi lalu memakai pakaiannya.


“Baby, maaf” ucap Michelle


“Kita pulang aja, percuma bulan madu sekarang” ucap Axel sedikit ketus


Akhirnya malam itu juga mereka pulang terlebih Axel dengan perasaan kesal bercampur kecewanya.


..


Sampai rumah keadaan sudah sepi membuat mereka langsung masuk kamar.


Axel langsung duduk di sofa sambil melipat kedua tangan di dadanya dengan wajah cemberut kesalnya.


Michelle pun duduk di samping Axel setelah menaruh tas nya.


“Baby..” panggil Michelle hati-hati


“I hate this situation, kenapa harus sekarang ?” gerutu Axel


“Maaf ya” ucap Michelle


Axel langsung melingkarkan tangannya di perut Michelle dan menyandarkan kepalanya di bahu Michelle.


“Kenapa harus sekarang baby ? kenapa selalu gagal ? kamu milik aku seutuhnya tapi aku belum kasih benih aku ke kamu, aku kesel” keluh Axel lirih


Michelle cuma mengelus rambut Axel dan membiarkan suaminya itu meluapkan kekecewaannya sampai lelah dan tertidur di bahu Michelle.


**


Pagi tiba, semuanya terkejut melihat Michelle dan Axel yang berada di meja makan dan sarapan bersama.


“Bukannya kalian semalem langsung bulan madu ?” tanya Dominico


“Nonno please skip it, I hate to remember that” ucap Axel sedikit ketus


“Kak Axel kenapa ?” bisik Kyra

__ADS_1


“Failed” jawab Michelle


“Kenapa ?” tanya Hugo ikut berbisik


“Im on periode, Grandpa” bisik Michelle lagi


Kyra maupun Hugo menahan senyumnya membuat yang lainnya penasaran.


“Miris” ucap Hugo menggelengkan kepalanya


“Dad, kenapa ?” tanya Daniel penasaran


“Please, aku mau sarapan dengan tenang” ucap Axel memohon


“Okay okay, ayo kita selesaikan sarapannya” ucap Hugo menahan senyumnya


..


Selesai sarapan, Michelle sengaja membawa ketiga keponakan lucunya ke kamarnya bersama Axel agar suasana hati suaminya itu membaik.


Mereka bermain di atas tempat tidur layaknya keluarga utuh.


“Baby, they are so cute, ayo kita bikin” ajak Axel penuh semangat


“Kamu lupa ya” ucap Michelle


“Lama banget sih” gerutu Axel


“Tunggu sampai hari Kamis nanti ya” ucap Michelle tersenyum lembut


Axel langsung meraih ponsel nya yang berada di atas nakas.


“Kamu ngapain ?” tanya Michelle


“Mau bikin catatan di kalender biar nggak kelewatan dan gagal lagi” ucap Axel menyindir


“Masih lama baby, ini masih hari Jumat” ucap Michelle mengingatkan


“Jangan bilang kayak gitu, aku nggak suka” ketus Axel


“Kenapa ?” tanya Michelle


“Karena rasanya masih lama banget” jawab Axel mengerucutkan bibirnya


Michelle terkekeh lalu merebahkan tubuhnya dan menaruh Elfata di dadanya.


“Aunty, aku juga mau” pinta Zeira


“Kamu sama Uncle Axel aja” ucap Michelle


“Uncleee..” panggil Zeira dengan wajah imutnya


Axel pun pasrah dan membiarkan Zeira melakukan yang diinginkannya terlebih dia mengajak Greta mengusili Axel.


“Greta, jangan tarik janggut Uncle, sakit” keluh Axel


Michelle duduk lalu menaruh Elfata di dada Axel seperti Zeira dan Greta yang menduduki dada Axel.


“Baby” keluh Axel


“Latihan baby” goda Michelle


“Apaan latihan, proses sekalipun aja belum” gerutu Axel


Michelle terkekeh pelan lalu ikut duduk di atas perut Axel dan membantu tangan-tangan mungil keponakannya menjahili Axel.


“Baby, you annoying” gerutu Axel


“And im beautiful baby” ledek Michelle


Michelle puas menjahili Axel yang sudah pasrah itu.


..


Sementara itu, di ruangan lain, keluarga dan teman-temannya tengah berkumpul.


“Jadi anak itu gagal lagi ?” tanya Daniel tercengang


“Nasib” ucap Corradeo menggelengkan kepalanya


“Kasihan kak Axel” ucap Saddam


“Biarin aja, itu karma buat dia gara-gara dulu dia pernah ngomong nggak bakalan suka dan nolak mentah-mentah Michelle” ketus Nicholas


“Hemm.. itu juga karma karena kak Axel munafik, di bibir bilang nggak suka padahal suka” tambah Kyra


“Cucumu itu malah numpukin karma bukannya suka sama cucuku” gerutu Dominico


“Mana ku tahu Dom ? harusnya dari awal kita harus turun tangan bantu mereka” ucap Hugo

__ADS_1


**


__ADS_2