Ms. Perfect

Ms. Perfect
Zeira Ikut Kerja


__ADS_3

Pagi harinya Michelle sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


Turtleneck putih lengan panjang dengan celana bahan warna abu-abu tua, rambut yang diurai rapih dan diselipkan ke satu telinganya ditambah aksesoris jam tangan dan sepatu sneakers putih menambah penampilan Michelle sesempurna perempuan Seoul.


Dia turun menemui yang lainnya ditambah Emily yang sudah tiba jam tiga pagi tadi.


“Auntyyyyy” panggil Zeira yang berlarian dari bawah tangga ke arah ruang makan


Michelle jongkok dan menyambut pelukan keponakan cantiknya.


“Kamu cantik banget sayang” puji Michelle


“Aunty, aku nggak mau dipuji” tolak Zeira


“Hei, kamu jangan ngikutin Aunty dong” goda Michelle


“Hehehehe..” Zeira terkekeh pelan


Pagi ini Zeira pun memakai pakaian yang sama seperti Michelle namun dengan perbedaan di bagian set jas nya warna pink pastel. Tentu saja Emily yang menyiapkannya atas permintaan Michelle.


“Anak Daddy cantik banget” puji Xavier menggendong dan menciumi pipi Zeira


“Daddy, aku nggak mau dipuji” protes Zeira mengerucutkan bibirnya


“Okay.. kamu terlalu cantik sayang, lihat tuh jadinya Mommy kamu kalah cantik” ucap Xavier


“Solly Mommy.. tapi aku cantik kayak Aunty Michelle, kan Dad ?” tanya Zeira


“Iya dong, ayo kita sarapan dulu” ajak Xavier


“You are so perfect baby” bisik Axel


“Baru tahu ?” tanya Michelle meledek


“Tunggu ya baby, saat kita udah menikah, aku nggak bakalan lepasin kamu” bisik Axel dengan senyum liciknya


“Aww aku takuuttt” ledek Michelle menjulurkan lidahnya


“Kamu nyebelin” ketus Axel


Cup..


“I love you too” bisik Michelle dengan manjanya


“Argh, kamu licik” gerutu Axel memicingkan matanya


“I love you more” goda Michelle


“Baby..” panggil Axel


“Hemm” gumam Michelle


“Will you marry me ?” bisik Axel


“When ?” tanya Michelle


“Right now” jawab Axel


“Why ?” tanya Michelle lagi


“I miss your sexy lips when you are so aggressive” bisik Axel lirih


“I hate you iceberg” ketus Michelle


Axel terkekeh pelan karena berhasil membuat Michelle tidak bisa membalas godaannya.


Selesai sarapan Michelle berangkat bersama Zeira dan Emily ke Melvs Hotel and Resort diantar Noval dan dikawal oleh ke empat pengawal setianya.


..


Sampai lokasi, Michelle berjalan dengan langkah tegasnya sambil memegang tangan mungil Zeira yang berjalan di sampingnya dan mereka sudah makin cantik memakai jasnya.


Michelle dan Zeira berjalan diikuti Emily dan Liam ke ruangan kerjanya.


..


Michelle duduk di samping Zeira sementara Liam di sofa lain dan Emily berdiri di sisi Michelle.


Michelle kembali membaca proposal perusahaan Models Management in Seoul sambil Liam terus memberikan penjelasan secara lisan.


Tidak lama seorang sekertaris datang melaporkan kalau Yo Han sudah datang bersama sekertarisnya sendiri membuat Michelle memerintahkan untuk mengantar tamunya langsung ke ruangannya.


“Kamu siap sayang ?” tanya Michelle lembut

__ADS_1


“Siap Aunty” jawab Zeira melebarkan senyumnya


Yo Han masuk bersama sekertarisnya dan terkejut melihat Zeira yang berdiri di samping Michelle.


“Yo Han seonsaengnim hwan-yeonghabnida


(selamat datang Tuan Yo Han)” sapa Michelle sambil menjabat tangan Yo Han


“Miseu Michelle gamsahabnida


(terimakasih banyak Nona Michelle)” ucap Yo Han tersenyum ramah


“Anj-euseyo Yo Han ssi


(silahkan duduk Tuan Yo Han)” ucap Michelle


“Miss Michelle, mul-eobwado doelkkayo


(Nona Michelle, boleh saya bertanya) ?” tanya Yo Han


“Budi (silahkan)” jawab Michelle menganggukkan kepalanya sedikit


“Miss Michelle yeop-e anj-aissneun eolin sonyeoneun nugu-ibnikka


(siapa gadis kecil yang duduk di samping Nona Michelle) ?” tanya Yo Han


“Geuneun nae joka ya, Yo Han ssiga jjaeung-inayo


(dia keponakan saya, apa Tuan Yo Han merasa terganggu) ?” tanya Michelle hati-hati


“Ani, geunyangbogo nollass-eo


(nggak, saya cuma terkejut melihatnya)” jawab Yo Han


Michelle tersenyum ramah lalu mereka memulai obrolan seriusnya. Zeira tetap duduk dengan tenang di samping Michelle sambil memperhatikan sikap Auntynya itu yang menjadi panutannya.


Liam pun ikut ke dalam pembicaraan bisnis itu dengan baik.


..


Dua jam berlalu, Yo Han menjabat tangan Michelle, Emily, Liam, bahkan Zeira sebelum keluar ruangan.


“Aunty, aku nggak ngelti tadi Aunty ngomong apa” ucap Zeira mengernyitkan dahinya bingung


“Hehehe, itu bahasa Korea sayang, nanti kalau kamu udah gede pelajarin bahasa lain juga ya” ucap Michelle mengecup lembut kening Zeira


Sebisa mungkin kamu harus bisa menyeimbangi pekerjaan kamu, denger sendiri kan ? kemungkinan mereka akan memperpanjang masa kontrak..


Ini juga kesempatan besar buat kamu, mereka perusahaan besar di Korea, pengaruhnya sudah pasti besar juga buat perusahaan kita, lakukan pekerjaan kamu dengan sempurna” jelas Michelle dengan tegasnya


“Siap Nona Michelle, saya mengerti apa yang harus saya lakukan” jawab Liam tidak kalah tegas


“Oke, kalau gitu kamu pelajarin tentang perusahaan model itu dan siapkan meeting buat besok, sampaikan ke anak buah kamu” ucap Michelle


“Baik Nona, apa Nona akan hadir dalam meetingnya ?” tanya Liam


“Nggak” jawab Michelle


Michelle menuntun tangan Zeira keluar dari ruangan.


Sekalian saja Michelle mengajak Zeira berkeliling ke semua ruangan di hotelnya itu diikuti Emily dan Liam yang pasti.


“Aunty, its so cool” ucap Zeira


“Iya dong.. kamu tahu ? Aunty yang gambar bentuk hotel ini dan Grandpa yang bangun hotel ini buat Aunty” ucap Michelle


“Aku juga mau gambal Aunty, nanti aku minta sama Glandpa juga” ucap Zeira menggebu-gebu


“Okee, kamu capek nggak ?” tanya Michelle


“Nggak Aunty” jawab Zeira


Sepanjang jalan setiap karyawannya yang lagi bertugas dan tidak melayani kolega secara langsung membungkukkan setengah badannya sampai Michelle melewatinya terlebih mereka semua tahu siapa Michelle sekarang.


Di sebuah lounge terbuka, keluarga dan teman-temannya diam-diam menyusul Michelle dan Zeira ke hotel.


“Gila si bos mafia auranya beda banget kali ini” gumam Saddam


“Hemm.. gila bos banget si Michelle jadi pusat perhatian” gumam Daffin berdecak kagum


“Lo belum pernah aja meeting sama Michelle” ucap Fares


“Kenapa ?” tanya Ezra, Saddam, dan Daffin bersamaan

__ADS_1


“Keren pokoknya, gue yang temennya aja bangga banget, gimana keluarganya” jawab Fares berdecak kagum


“Michelle juga baik banget, dia ramah, peduli, dan nggak tanggung-tanggung sih nolongnya” ucap Nadine


“Nolong ? Michelle pernah nolong kamu ?” tanya Nicholas


“Hemm.. aku pernah hampir ketabrak mobil karena waktu itu mikirnya Michelle pacar kamu, yaa aku jadi kepikiran kamu.. selain itu, waktu itu aku tinggal sendiri di rumah yang kecil bahkan sama kamar kamu masih gedean kamar kamu..


Michelle minta aku pindah ke rumah kalian, dia bilang kita temen.. Aku speechless banget sih, kita baru banget kenal dan Michelle langsung percaya sama aku gitu aja” jelas Nadine


“Michelle itu tipe orang yang bisa nilai orang dari sekali lihat, dia tahu mana teman mana lawan, dan aku berhutang banyak sama Michelle karena berhasil temuin kamu” ucap Nicholas mengecup lembut punggung tangan Nadine


“Aawwww my cute girl is so sweeetttt” gumam Kyra


..


“Aunty, ada piano” ucap Zeira menunjuk sebuah piano yang memang terpajang di sudut lobby


“Aunty, ayo mainin pianonya” ajak Zeira


“Oke, demi keponakan Aunty yang cantik” ucap Michelle


Emily langsung menyuruh penjaga untuk membuka tali pembatas lalu Michelle duduk bersama Zeira


Jemari lentik Michelle mulai menekan tuts piano membuat alunan musik yang tenang dan nyaman.


Banyak tamu yang berdiri menatap permainan Michelle.


Sesekali Michelle melihat keponakannya yang kagum padanya itu sampai akhirnya permainan pianonya selesai.


Michelle bangun dari duduknya bersama Zeira dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari banyak orang disana.


“Daddy harus lihat Kak, oh my god Im crying” ucap Xavier


“Mommy juga harus lihat Vie, my little princess kenapa harus nutupin bakatnya sih” ucap Nicholas tersenyum haru


..


“Aunty.. Mommy, Daddy, Uncle, sama Aunty semuanya ada disana” ucap Zeira menunjuk ke arah lounge


“Hemm, kayaknya mereka udah kangen sama kita sayang” ucap Michelle


“Ayo kita kesana Aunty” ajak Zeira penuh semangat


“Liam, kamu boleh kembali bekerja” ucap Michelle tegas


“Baik Nona, terima kasih banyak, selamat menikmati liburannya” pamit Liam membungkukkan setengah tubuhnya lalu pergi dari sana


“Lo juga Ly, lo mau ikut gue liburan ?” tanya Michelle


“Tidak Nona, saya langsung kembali ke Indonesia” jawab Emily


“Seriusan ? buru-buru banget” keluh Michelle


“Saya kangen apartemen Nona” jawab Emily


“Kangen Roy kali” goda Michelle menaik turunkan alisnya


“Nona, keluarga dan teman-teman Nona sudah menunggu, lebih baik saya tidak menyita waktu Nona” ucap Emily mengalihkan pembicaraan


“Cih, dasar.. ya udah lo balik sama Noval aja, gue bareng mereka” ucap Michelle


“Baik Nona, terima kasih banyak, selamat menikmati liburannya” ucap Emily membungkukkan setengah badannya


“Thanks Ly, hati-hati dijalan dan selamat liburan juga” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan bahu Emily


Michelle berjalan bersama Zeira ke arah lounge dimana keluarga dan teman-temannya sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


“Udah yuk kita berangkat” ajak Kyra


“Nggak sabaran banget” sindir Michelle


Kyra langsung merangkul bahu Michelle dan berjalan lebih dulu meninggalkan yang lainnya sambil menceritakan khayalannya saat di pulau Nami nanti.


“Daddy, Aunty Michelle bisa ngomong bahasa Kolea, telus Aunty Michelle keleeeennnnn banget duduknya gini sambil baca buku, pusing Dad nggak ada gambalnya” adu Kyra mencontohkan gaya duduk Michelle sebelum mereka menyusul Michelle dan Kyra


“Terus apa lagi ?” tanya Xavier menggendong Zeira


“Aku lihat muka Aunty beda-beda, pas duduk tadi senyum gitu, cantik..


Tapi pas aku jalan-jalan lihat olang kelja muka Aunty langsung kayak gini Dad, telus sepanjang jalan pokoknya banyak olang yang nunduk ke Aunty, aku lihat pas Aunty udah jauuhh olangnya udah nggak nunduk lagi” adu Zeira lagi-lagi mencontohkan raut wajah tegas Michelle penuh semangat


“Seneng nggak ikut Aunty kerja ?” tanya Axel

__ADS_1


“Seneng dong Uncle.. telus Aunty tadi juga bilang kalau Glandpa yang bangun hotel ini dan Aunty yang gambal bentuknya sendili.. Pokoknya nanti aku mau gambal juga telus minta Glandpa bikinin” ucap Zeira dengan gemasnya


**


__ADS_2