My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 100 Merasa Aneh


__ADS_3

‘’Tidak kusangka pelayan pribadi itu ternyata adalah Putri Ketiga Kerajaan Helios. Pantas saja dia begitu arogan,’’ kata Pangeran Goyu.


Meskipun kesal dengan ucapan Pangeran Kedelapan, tapi faktanya memang seperti itu.


......................


Pavilion Eropa gaya klasik di taman


18 orang itu menikmati afternoon tea.


‘’Stt, bagaimana aku akan memberitahu Kaisar Helios mengenai sikap kasar kalian selama ini padaku, ya?’’ tanya Putri Rakia memberi tekanan batin.


Wanita itu meminum teh dengan elegan. ‘’Reonharu yang menyiram wajahku teh dan menyuruhku bermain piano sampai jatuh sakit … Bamie yang hendak membantingku … Goyu yang menghinaku, lalu si kembar yang mempermainkan diriku.’’


‘’Rakia maksudku Putri Ketiga, bukankah hal itu sudah berlalu?’’ tanya Pangeran Bamie tersenyum.


‘’Benar, kita melakukannya karena tidak mengetahui identitasmu,’’ kata Pangeran Reonharu membenarkan.


‘’Ayolah, kita ini berteman baik, kan? Bukankah seperti itu Kakak Anon?’’ tanya Pangeran Aron.


‘’Hanya kau yang merepotkan Rakia maksudku Putri Ketiga selama dia melayani kita,’’ kata Pangeran Anon dengan wajah polos.


‘’Kenapa begitu?!’’ pekik Pangeran Aron.


‘’Puff! Aku hanya bercanda,’’ kikik Putri Rakia.


Pandangannya beralih ke arah Pangeran Ramos yang hanya diam.


Kira-kira bagaimana kondisinya selama ini? Dia sepertinya terlihat baik seperti biasa, tidak tahu kalau malam sudah tiba, kata Putri Rakia dalam hati.


Pangeran Rui yang melihatnya memasang raut wajah tidak suka. ‘’Jadi bagaimana perasaanmu setelah akhirnya kembali?’’


Putri Rakia tersadar, dan baru mengingat Pangeran Rui. ‘’Mm, biasa saja. Kenapa harus senang? Dari dulu aku memang seorang putri.’’

__ADS_1


‘’Kau masih saja angkuh seperti biasa,’’ senyum Pangeran Rui.


Pangeran Ramos berdiri membuat semua pandangan menuju ke arahnya. ‘’Aku permisi sebentar.’’


Semua orang hanya memandang kepergian pria berambut putih itu.


‘’Kalian tetap nikmati jamuannya. Aku pergi sebentar,’’ kata Putri Rakia bergegas.


‘’Rakia, kau mau ke mana?’’ tanya Putri Ukii.


‘’Hanya sebentar,’’ jawab Putri Rakia berjalan pergi.


‘’Kenapa tiba-tiba pergi?’’ tanya Putri Nikki.


Pangeran Rui berdiri. ‘’Aku juga permisi sebentar.’’


Pangeran Ereri hanya diam, sedangkan Pangeran Kurotsukki yang juga menyadarinya hanya menghela nafas.


Sangat rumit kalau terlibat cinta segitiga seperti mereka, kata Pangeran Kurotsukki dalam hati.


......................


Sisi lain taman


‘’Ramos!’’


Pria yang dipanggil itu berbalik. ‘’Rakia, kenapa kau....‘’


‘’Bagaimana kondismu akhir-akhir ini? Kau tetap rutin meminum obatnya, kan?’’ tanya Putri Rakia.


"Jangan khawatir, aku akan berusaha mencarikan penawar yang lebih baik."


Pangeran Ramos diam.

__ADS_1


"Ini obatmu. Mengenai yang dikatakan Dokter Wo, jangan terlalu memasukkannya ke dalam hati. Terkadang diagnosa seorang dokter biasa tidak tepat."


Pria berambut putih itu membuang obat tadi ke lantai. "Keluar."


"Ramos."


"Aku bilang keluar!" (Pangeran Ramos teringat)


‘’Aku baik-baik saja,’’ jawabnya tersenyum tipis.


‘’Sungguh?’’ tanya Putri Rakia memastikan.


Pangeran Ramos mengangguk. ‘’Ya, tidak perlu kha—‘’


‘’Rakia!’’ teriak Pangeran Rui memotong ucapan Pangeran Ramos.


Putri Rakia mengerutkan dahi. ‘’Rui, kenapa kau ada di sini?’’


‘’Kalian habiskan waktu berdua saja. Aku sedang buru-buru untuk menghadap kepada Ayahanda,’’ kata Pangeran Ramos.


Keduanya hanya diam menatap kepergian pangeran keempat.


Ada apa dengannya? Dia terlihat menghindariku, kata Putri Rakia dalam hati.


‘’Kau tidak berniat mengajakku keliling?’’ tanya Pangeran Rui tersenyum.


Ada yang aneh dengan Ramos, kata Putri Rakia dalam hati.


Pangeran Rui yang melihat wanita itu masih menatap kepergian salah satu kakaknya langsung memasang raut wajah tidak suka. ‘’Rakia!’’


‘’Eh, kau mengatakan sesuatu?’’ tanya Putri Rakia tersadar.


Pria itu terdiam sebelum akhirnya tersenyum. ‘’Tidak, aku baru saja memanggilmu. Aku tidak tahu mengenai istana ini.’’

__ADS_1


‘’Kalau begitu akan kutemani,’’ kata Putri Rakia.


Pangeran Rui kembali memasang raut wajah tidak suka melihat Putri Rakia sudah berjalan duluan.


__ADS_2