My Arrogant Princess

My Arrogant Princess
Bab 126 Perintah Permaisuri


__ADS_3

‘’Dokter Wo Anda di sini?’’ tanya Permaisuri yang melihat kedatangan dokter muda itu.


Pria itu membungkuk di hadapan wanita di depannya. ‘’Salam Yang Mulia.’’


‘’Apakah terjadi sesuatu sampai membuat Anda mengambil penerbangan kemari?’’ tanya Permaisuri.


Dokter Wo menggeleng sambil tersenyum. ‘’Tidak Yang Mulia. Saya ada urusan 3 hari yang lalu di sini, jadi sebelum pulang, sekalian ingin berkunjung dulu.’’


Wanita itu mengangguk tanda mengerti. Permaisuri Helios lalu mengutus salah satu prajurit untuk melaporkan kedatangan Dokter Wo kepada Raja.


‘’Duduklah dulu menikmati teh bersamaku,’’ ajak Permaisuri.


‘’Terima kasih atas perhatian Yang Mulia. Tapi saya tidak bisa mencicipi makanan atau minuman yang sama dengan milik Yang Mulia,’’ jawab Dokter Wo sambil membungkuk sedikit.


Mendengar balasan dokter muda itu membuat Permaisuri Helios tersenyum. ‘’Anda ini benar-benar bijaksana.’’


Dokter Wo hanya membalas dengan anggukan kepala disertai senyuman. Tidak lama kemudian, 2 prajurit datang sambil berlari. Kedua orang itu mengerutkan dahi melihat reaksi wajah prajurit tersebut.


‘’Dokter Wo di sini? Yang Mulia segera menyuruh Anda ke kamar Putri Ketiga!’’


‘’Putri Ketiga? Apakah terjadi sesuatu?’’ tanya Permaisuri.


‘’Benar Yang Mulia, Putri Ketiga berencana bunuh diri.’’


Deg!


‘’Apa?!’’ pekik Permaisuri spontan berdiri.


Tanpa membuang waktu, Dokter Wo langsung berlari, begitu juga Permaisuri yang bergegas menyusul.


......................


Kamar Putri Ketiga


Pangeran Kairi langsung tersadar. ‘’Jangan bilang … Yang Mulia, sepertinya Putri Ketiga mendengar pembicaraan Anda di ruang aula.’’


Deg!

__ADS_1


Kaisar Helios tertegun lalu mengepalkan tangan.


Bugh!


‘’Rakia!’’


Semua menoleh ke arah pintu yang terbuka kasar munculnya kedatangan Permaisuri.


‘’Apa yang terjadi dengan putriku?!’’


Pengawal Maru menghampiri Permaisuri. ‘’Yang Mulia, tenangkan diri Anda dulu.’’


Permaisuri menepis tangan pengawal Maru lalu menatap pria itu dengan alis berkerut. ‘’Bagaimana aku bisa tenang saat putriku berencana bunuh diri?’’


Glek!


Pengawal Maru menunduk setelah Permaisuri melontarkan tatapan dingin dengan nada bicara seperti itu. ‘’Saya mohon maaf.’’


Kaisar Helios mencoba menenangkan istrinya. ‘’Pu—‘’


Dokter muda itu melirik ke arah Kaisar Helios yang memberinya isyarat untuk diam.


‘’Dokter Wo?’’ panggil Permaisuri.


‘’I-Iya Yang Mulia?’’ tanya Dokter Wo merasa bingung.


‘’Katakan padaku bagaimana kondisi Putri Ketiga!’’ perintah Permaisuri merasa cemas.


‘’Um, itu,’’ kata Dokter Wo tidak bisa berkata-kata.


‘’Dokter Wo!’’ seru Permaisuri membuat semua orang tersentak kaget.


Dokter Wo menatap Kaisar dan Permaisuri secara bergantian dengan raut wajah dipenuhi kebingungan. Ia dan Kaisar Helios terdiam untuk sesaat.


Kaisar Helios memejamkan mata sampai akhirnya mengangguk.


‘’Denyut nadi Putri Ketiga, saya tidak bisa merasakannya,’’ jawab Dokter Wo.

__ADS_1


Deg!


‘’Tapi Yang Mulia tidak perlu khawatir. Saya yakin Putri Ketiga masih hidup,’’ kata Dokter Wo mencoba menenangkan Permaisuri.


‘’Apa yang sedang Anda coba sampaikan?!’’ tanya Permaisuri mulai merasa sedikit emosi.


‘’Mungkin lebih tepatnya kondisi Putri Ketiga saat ini sedang sekarat,’’ lanjut Dokter Wo.


Permaisuri membengkap mulutnya sambil melampiaskan emosinya dengan menangis.


‘’Putri Ketiga mungkin tidak akan sadar untuk sementara waktu,’’ kata Dokter Wo.


‘’Kenapa?’’ tanya Permaisuri.


‘’Eh?’’ bingung Dokter Wo.


‘’Kenapa putriku sampai melakukan hal seperti ini?’’


Semua terdiam, tidak ada yang berani menjawab pertanyaan itu. Melihat kediaman tersebut membuat Permaisuri menoleh ke arah Kaisar.


‘’Yang Mulia, kenapa Putri Ketiga melakukan hal ini?’’


Kaisar Helios terdiam.


‘’Yang Mulia?’’ panggil Permaisuri dengan nada suara yang parau.


Ia terbelalak setelah menyadari keberadaan Raja Rivazreich. ‘’Raja Rivazreich di sini?’’


2 Pangeran yang ikut langsung membungkuk memberi hormat. Permaisuri meminta penjelasan.


‘’Kami berencana membatalkan pernikahan Putri Ketiga sebelum anak tertua menikah terlebih dahulu. Lalu … Putri Ketiga memasang alat sadap di setiap ruangan yang ditempati pertemuan agar mengetahui semua aktivitas,’’ jawab Kaisar tanpa ragu.


Dahi Permaisuri berkerut sambil tangannya mengepal. ‘’Kembalikan … Kembalikan … Kembalikan putriku!’’


‘’Dia juga putriku, tenangkan di—‘’


Permaisuri Helios menepis kedua tangan suaminya sambil mundur. ‘’Apa pun yang terjadi, aku ingin putriku segera sadar! Sampai hal itu belum terjadi, tidak ada satu orang pun yang boleh menemuiku bahkan itu Yang Mulia sendiri. Ini adalah perintah Permaisuri Helios!’’

__ADS_1


__ADS_2